Mahasiswa FE Umuslim hadiri kongres ISMEI di Jakarta

Peusangan-Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim (Umuslim) mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti kongres Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) yang berlangsung di Universitas Trisakti Jakarta, (3-8/12/2018).

 Yang menghadiri acara tersebut adalah  Heri Munandar mahasiswa semester V prodi ekonomi pembangunan (EKP), merupakan salah seorang pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Umuslim.

Menurut Heri Munandar acara kongres juga dirangkaikan dengan seminar  nasional dengan tema : Peluang dan tantangan indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 demi sustainabilitas pembangunan ekonomi.

Dekan FE Umuslim, Hakim Muttaqim.M.Ec.Dev mengatakan bahwa dikirimnya Heri Munandar mewakili BEM Fakultas Ekonomi pada acara tersebut merupakan bentuk tanggung jawab fakultas dalam memberikan ruang aktualisasi kepada mahasiswa  kancah nasional dalam era revolusi indutri 4.0. Kita berharap dengan mengikuti kegiatan ini, akan dapat menambah wawasan dan keilmuan baru bagi mahasiswa, dan nantinya semangat dari mahasiswa yang  telah kita kirim dapat menjadi inspirasi bagi kawan-kawan yang lain, sehingga nantinya mahasiswa kita bisa sejajar dengan yang lain, walaupun  kampus kita di daerah tapi mahasiswanya  tidak kampungan, papar  Hakim Muttaqim.

Secara terpisah Heri Munandar yang mengikuti acara ini mengucapkan terimakasih atas kepercayan dan memfasilitasi dirinya sebagai perwakilan dari Bem FE Umuslim untuk bisa hadir dan bersilaturahmi dengan kawan-kawan dari berbagai universitas di Indonesia.

Dirinya  berjanji akan menularkan berbagai informasi terbaru, hasil dari acara tersebut kepada teman semua, banyak informasi dan ilmu yang kami peroleh dalam ajang tingkat nasional tersebut.

Acara selain diikuti mahasiswa juga hadir para pakar bidang ekonomi dan  beberapa instansi pemerintah, perusahaan dan lembaga keuangan lainnya.(HUMAS)

 

 

Plt Gubernur Aceh buka festival kebudayaan di Umuslim

 

 

 

 Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah  diwakili staff ahli Gubernur bidang Keistimewaan,SDM dan Hubungan Kerjasama  Dr.Iskandar Ap,S.Sos,M.Si membuka secara resmi Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) yang ke 3, bertempat  dihalaman  depan gedung aula MA Jangka Universitas Almuslim,Senin ( 6/11/2018).

Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) yang dirangkaikan  dengan pameran kreatifitas mahasiswa, dimeriahkan  penampilan tarian nusantara yang dimainkan seratusan penari terdiri dari mahasiswa Universitas Almuslim, 20 orang mahasiswa  Universitas Pakuan Bogor dan juga  mahasiswa dari Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang.

Tarian Nusantara ini merupakan sebuah tarian  kolaborasi  antara tari Saman, Didong, Guel , Ratoh Jarou,  juga disusupi tarian Mandailing dan Minang  dengan diiringi musik tradisionil.

Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi   memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan jajaran ormawa atas kreatifitas melaksanakan Pekan Kebudayaan Umuslim ke 3 ini, apalagi peserta juga berasal dari beberapa kampus dari Bireuen, Aceh Tengah,  Aceh Utara dan  Lhoksemawe.

Ajang ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena bisa sebagai ajang kreatifitas dan melatih dalam memanajemenkan persamaan dan persaudaraan sesama mahasiswa.

Umuslim terus berbenah untuk memperbaiki berbagai kekurangan dalam mengembangkan kampus ini ke arah yang lebih baik, tujuan kegiatan ini  untuk  meningkatkan  kreativitas  mahasiswa dan melestarikan kebudayaan daerah, ungkap H.Amiruddin Idris.

Pembukaan dilakukan oleh  staff ahli Gubernur Aceh bidang Keistimewaan,SDM dan hubungan Kerjasama  Dr.Iskandar Ap,S.Sos,M.Si dengan membacakan pidato Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyampaikan bahwa sejak zaman dulu, seni merupakan bagian yang  tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh, seni tidak hanya berkembang dimasa damai, bahkan dimasa perangpun seni budaya aceh tetap eksis.

Sejarah pengembangan islam di Aceh pun sarat dengan seni,  bahkan indatu rakyat Aceh,  jika hendak berperang  punya tradisi berdoa dengan seni tersendiri, maka tidak heran jika banyak nyanyian tradisionil Aceh yang mengambarkan semangat perang jihad, jelas Plt Gubernur Aceh.

 Sekarang tarian saman aceh  sudah di akui Unesco dan saman sekarang sudah menjadi tarian wajib dibeberapa jurusan seni di Eropah dan Amerika, bahkan  saat pembukaan Asian Games beberapa waktu lalu tarian Ratoh Jaroe menjadi tarian andalan, jelas Plt Gubernur Aceh dalam pidatonya yang dibacakan Dr.Iskandar Ap,S.Sos,M.Si

Kalangan mahasiswa sangat diharapkan perannya dalam pelestarian budaya ini, kegiatan FKU yang dilakukan mahasiswa Umuslim merupakan satu langkah terpuji, sebab kampus ini merupakan sebuah kampus yang  begitu aktip dalam pelestarian budaya Aceh,  melalui FKU ke 3 kita berharap kegiatan ini terus berlanjut sehingga bukan hanya bakat seni mahasiswa saja, yang dapat disalurkan, tapi kampus juga menjadi contoh kepada masyarakat tentang cara menghargai kearifan lokal.

Pemerintah Aceh siap melestarikan budaya itu sebagai bagian dari identitas bangsa, sehingga sekuat apapun arus globalisasi yang melanda kehidupan masyarakat kita, budaya aceh tetap terjaga, atas nama pemerintah Aceh kami sangat menggapresiasi terselenggaranya kegiatan  FKU ini, kita berharap kegiatan ini membuat masyarakat aceh semakin kompak , bersatu, cinta keberagaman , bangga kepada budaya lokal dan solid dalam merawat perdamaian.

Terimakasih kepada mahasiswa dan semua pihak yang telah mendukung acara yang bisa melestarikan budaya Aceh , mudah-mudahan ini akan mendorong  semangat kita dalam melestaraikan seni budaya daerah, ungkap  Dr.Iskandar Ap,S.Sos,M.Si yang membacakan pidato Plt Gubernur.

Turut menyampaiakan sambutan Ketua panitia Muhammmad Daud dan Presiden mahasiswa (Pema) Universitas Almuslim  Andi Maulana yang menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 6 s/d 11 November 2018, dengan memperlombakan 15 item perlombaan antara lain menulis opini, membaca puisi, fotografi, dodaidi (peuratep aneuk), fashion show TK, duta mahasiswa, vokal solo, stand kreativitas, panggung bersama, permainan tradisional seperti congklak, cakceng, bola sarung dan tarik tambang, donor darah dan  stand pameran kreatifitas mahasiswa yang melibatkan peserta dari   siswa dan mahasiswa dari universitas pakuan Bogor, Universitas Gajah Putih Takengon, Akbid Munawarah Bireuen serta beberapa perguruan tinggi lain di Bireuen, Lhokseumawe dan SMK Pertanian Bireuen

Acara pembukaan berlangsung cukup meriah turut dihadiri Pembina Yayasan Almuslim dan juga anggota DPR RI komisi X Anwar Idris, Ketua pengurus Yayasan Almuslim H.Yusri Abdullah, penyair nasional Fikar W.Eda, tokoh seni Apa Kaoy, civitas akdemika umuslim, mahasiswa, pelajar dan komunitas duta wisata, mengakihiri acara pembukaan  dirangkaiakan pemukulan  rapaii dan meninjau stand pameran kreatifitas mahasiswa.(Humas)

 

 

 

 

Mahasiswi Jepang senang menari tarian Aceh

 

Peusangan- Kisae Fukushima (20)  seorang mahasiswi   dari Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang, saat ini sedang kuliah di Universitas Almuslim berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Betapa tidak, gadis yang berasal dari negeri matahari terbit ini, berhasil memainkan perannya sebagai Ratu, saat  pementasan permainan tarian nusantara, tarian tersebut merupakan  tarian persembahan  dalam  memeriahkan pembukaan Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) ke-3 yang berlangsung di kampus universitas almuslim, Senin (6/11/2018).

Dalam tarian tersebut Kisae Fukushima bertindak sebagai Ratu, dengan memakai pakaian adat Aceh yang berwarna merah dipadu dengan kain sarung dan sulaman kuning keemasan membalut setiap jengkal tubuhnya, teryata  sukses  memainkan perannya sebagai pemain utama,  putri jepang ini   sanggup mengikuti pelunturan  lenggokan tubuh dan gerakan tanganya yang  gemulai, bersamaan hentakan  kaki terus bergerak  dengan berbagai ritme gerakan sesuai tabuhan rapai sebagai  iringan musik pengiring.

Kisae Fukushima, si putri dari negeri olah raga SUMO ini,  mempunyai postur tubuh dengan tinggi yang ideal untuk ukuran seorang penari,  mampu menyeimbangkan  gerakan lenturan tubuh dan goyangan kepala, sehingga berhasil menyeimbangkan persamaan    gerakan kecepatan,   satu tangan dengan tangan lainnya dan hentakan berirama seratusan  pasang kaki dengan kaki lainya dalam satu barisan.

Dengan kemampuannya menyeimbangkan setiap langkah dalam kebersamaan, mampu untuk  memainkan setiap gerakan pada tarian nusantara tersebut,  membuat  putri Jepang yang selalu menyunggingkan senyuman lewat bibir tipisnya , nampak menonjol dalam setiap gerakan, ditambah balutan pakaian aceh yang memancarkan aura keberanian, sehingga membuat  penonton kagum  dan terkesima dengan penampilannya.

Keberadaan  mahasiswa dari Jepang  pada Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) ke-3, Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi, menjelaskan bahwa mahasiswa Jepang tersebut berjumlah  dua orang, mereka hadir  dalam rangka  mengikuti   kuliah program pertukaran mahasiswa yang merupakan  implementasi dari kerjasama (MoU)  yang telah ditandatangani pihak Universitas Almuslim dengan  NGU Jepang    beberapa tahun lalu. 

Usai penampilannya Kisae Fukushima menuturkan, rasa senang dan bahagianya bisa menari dengan tarian Aceh dan Nusantara , “Saya sangat senang bisa sukses menari tadi” ungkap Kisae Fukushima didampinggi temannya Natsuko Mizutani yang merupakan alumni angkatan pertama program pertukaran mahasiswa Umuslim dengan NGU, kebetulan juga ikut hadir menyaksikan FKU ke-3.

“ Pertama ikut latihan saya sangat khawatir,apalagi selama ini saya belum pernah menari tarian Aceh,  karena gerakan tarian Aceh sangat susah, kecepatan dan kebersamaannya tinggi  sekali, apalagi dalam tarian tersebut saya menjadi ratu, yang gerakan tubuh harus  bergerak dengan gerakan tari Guel yang merupakan  kunci dari penampilan tarian tersebut, ujar gadis Jepang  tersenyum sambil menunduk kepala.

“Tetapi saya  kerja keras dan rajin latihan selama satu bulan di kampus, akhirnya berkat arahan kak Maulida sebagai pelatih, kebersamaan teman-teman, saya bisa tampil dengan baik, saya sangat tertarik tarian ini, dan akan terus belajar untuk bisa semuanya, baik gerakan, melenturkan  gerakan badan, kecepatan hentakan tangan dan kaki, permainan tarian aceh gerakan dinamis dan sangat kompak sekali”  cerita Kisae Fukushima dengan gaya bahasa Jepangnya yang masih kental.

“Saya ucapkan terima kasih kepada, dosen, teman-teman dan panitia yang sudah mengajak saya ikut menari” saya senang dan bahagia sekali , apalagi bisa  memakai pakaian adat Aceh, ujar gadis berkulit putih bersih ini. (Humas)

 

 

Mahasiswa Umuslim gelar Pekan Kebudayaan

 

 

 

Peusangan - Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Universitas Almuslim  mengadakan Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) yang akan di laksanakan halaman  depan gedung aula MA Jangka kampus Universitas Almuslim, tanggal 6-11 November 2018.

Menurut Presiden mahasiswa (Pema) Universitas Almuslim  Andi Maulana,Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) merupakan  kegiatan tahunan mahasiswa dan   tahun ini merupakan   kegiatan FKU yang ke-3 ini dilaksanakan.

Menurutnya tujuan kegiatan ini  untuk menumbuhkan dan meningkatkan  kreativitas  mahasiswa sebagai salah satu mata rantai pengembangan kehidupan yang berbudaya,  juga  untuk mempererat  hubungan silaturahmi,  kerja sama dan semangat kekeluargaan  antar mahasiswa di Universitas Almuslim, baik  bidang akademis dan kreativitas mahasiswa.

Apalagi mahasiswa  Universitas Almuslim berasal dari berbagai suku,  budaya yang ada di Indonesia, selain itu menurut panitia  kegiatan ini juga sebagai ajang untuk  menambah kegiatan ekstrakulikuler kemahasiswaan di perguruan tinggi melalui pembinaan minat, bakat, dan kemampuan mahasiswa di bidang seni, budaya dan sosial jelas Andi Maulana 

Kegiatan  Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) ke-3 ini mendapat dukungan penuh Rektor umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi, mengambil  tema "Memperkuat Ragam Budaya Tanoh Rencong di Universitas Almuslim", jelas  Presiden Mahasiswa Universitas Almuslim  Andi Maulana.

Ketua panitia Muhammad Daud menambahkan kegiatan festival kebudayaan umuslim ke-3 tahun 2018, memperlombakan 15 item perlombaan antara lain menulis opini, membaca puisi, fotografi, dodaidi (peuratep aneuk), fashion show TK, duta mahasiswa, vokal solo, stand kreativitas, panggung bersama, permainan tradisional seperti congklak, cakceng, bola sarung dan tarik tambang, peserta yg akan ikut serta dalam kegiatan ini adalah mahasiswa dan pelajar.

Read more: Mahasiswa Umuslim gelar Pekan Kebudayaan