Dua Orang Mahasiswa dari Kampus B Umuslim dan Kampus Induk Akan Mengikuti Kongres FKIP se-Indonesia

Lhokseumawe, Rabu (22/11) Kongres Mahasiswa FKIP seluruh Indonesia yang akan diadakan sejak tanggal 29 November s/d 3 Desember 2017 di Universitas Muhammadiyah, Tangerang, Jawa Barat, Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen diwakili dua orang mahasiswa.

Adapun kedua mahasiswa tersebut adalah; Sabrina Muroza dari Prodi PGSD  kampus B, dan Muhammad Hafadh dari Prodi Matematika kampus induk yang merupakan Gubernur BEM FKIP. Pada kesempatan berbincang dengan Tim Pusat Informasi dan Promosi Umuslim keduanya berharap seluruh civitas academika Umuslim mendoakan mereka akan menjadi delegasi yang baik sehingga dapat mencerminkan prestasi serta potensi yang ada di kampus tercinta.

Keduanya juga berharap semoga kongres mahasiswa FKIP se-Indonesia untuk tahun depan dapat dilaksanakan di kampus kebanggaan masyarakat Bireuen secara khusus dan kebanggaan masyarakat Aceh secara umum. (PIP Umuslim)

Bilal dan Husnul Utusan Umuslim ke PNMHII XXIX di Bandung

Bandung,  Selasa (21/11) Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Almuslim Bireuen mengirimkan 2 orang delegasi yaitu Bilal Faranov dan Husnul Fuadi untuk mengikuti Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia ke-XXIX dengan tema ‘ Optimasi Daya Saing Produk Indonesia ke Pasar Global’ yang dilaksanakan di Universitas Pasundan Bandung.

Kedua delegasi dari Umuslim tersebut mengikuti Chamber Sidang Forum, Short Diplomatic Course, Joint Statement Forum, Diskusi Ilmiah, dan Infografis. Dalam hal ini dari Bandung Bilal dan Husnul memohon dukungan agar delegasi senantiasa diberikan kelancaran dan dapat membawa nama baik Universitas Almuslim dan memperoleh hasil yang terbaik bagi kepentingan kampus Umuslim tercinta.(PIP Umuslim)

Dua Mahasiswa HI Umuslim Berperan Aktif Pada Pertemuan Nasional Mahasiswa HI se-Indonesia ke-XXIX di Bandung

Bandung - Rabu (22/11) Suasana gerimis tidak menghalangi bunyi karinding menggema menghangatkan suasana di  kawasan pusat Kota Bandung. Alat musik berbahan bambu itu dimainkan serentak oleh mahasiswa untuk memecahkan rekor.

Karinding dimainkan secara langsung ratusan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) dari perwakilan 51 perguruan tinggi swasta se-Indonesia di pinggir aliran Sungai Cikapundung, Jalan Sukarno, Kota Bandung  Rabu siang (22/11), sekitar pukul 13.30 WIB.

Beraneka jas almamater berbeda warna tampak dikenakan oleh mahasiswa HI seluruh Indonesia termasuk dua orang di antaranya dari kota Matangglumpangdua Bireuen Aceh. Jelasnya Bilal Faranov dan Husnul Fuadi dari Universitas Al Muslim.  Semua mereka tampak antusias memainkan alat musik berbentuk mungil tersebut.

Mahasiswa HI Pecahkan rekor mainkan karinding  serentak yang berlangsung di kota Bandung.

Untuk pengetahuan kita karinding adalah sebuah alat musik tradisional. Pada mulanya karinding diciptakan untuk mengusir hama di sawah. Namun seiring  perubahan zaman, alat berbahan potongan bambu itu menjadi alat musik yang belakangan kerap dimainkan oleh seniman di Jawa Barat.

Adapun alat tersebut dimainkan dengan cara ditempel di mulut. Alat mungil itu diapit dengan bibir atas dan bawah sehingga memunculkan ruang untuk menghasilkan suara, ujung alat tersebut ditepuk perlahan.

Dua orang mahasiswa Hubungan internasional Umuslim pada acara tersebut  mengikuti kegiatan SDC (short diplomatic course) mewakili negara Philippines.  Bilal juga mempromosikan Aceh melalui anekdot atau Stand Up comedy pada saat closing ceremony yang bertemakan masquerade ball . Mahasiswa Umuslim termasuk menjadi duta rekor Indonesia memainkan alat musik karinding massal tersebut.

Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Al Muslim Bireuen mengirimkan dua orang mahasiswal mewakili kampusnya  dalam mengikuti Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia ke-XXIX dengan tema ‘ Optimasi Daya Saing Produk Indonesia ke Pasar Global’ yang dilaksanakan di Universitas Pasundan Bandung.(PIP Umuslim)

Dosen Umuslim akan Mengajak Mahasiswa HI Kuliah di Singapura

Kampus Umuslim, Kamis (09/11) Dosen Prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Almuslim dalam arahannya kepada Mahasiswa Prodi HI Semester I, yang nantinya pada Semester V akan mengambil Mata Kuliah yang berkaitan dengan Indian Ocean, maka pertemuan kuliah terakhirnya akan diselesaikan di Singapura, dengan mengikuti satu diskusi Internasional di salah satu lembaga riset terkemuka di dunia. Mengenai biaya, telah memiliki solusi bersama dan disepakati.

Di samping mengikuti forum diskusi yang akan dihadiri kalangan diplomatik atau Kedutaan Besar dan pakar hubungan Internasional, mereka juga akan mengunjungi beberapa lembaga Internasional seperti ASEM, APEC, dan lainnya. Dua orang mahasiswa akan dipilih untuk presentasi di depan mahasiswa Global Studies di Singapura Hal ini akan dilakukan jika para mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut mampu berbahasa Inggris dan menguasai materi yang berkaitan dengan Samudera Hindia (Indian Ocean).

Menurut T. Mahmud Azis, S.Fil., MA, panggilan akrabnya Poncut, hal ini penting untuk memacu mahasiswa untuk mau belajar, memperdalam ilmunya, dan menguasai bahasa Inggris. Kalau kita menguasai bahasa Inggris maka akan muncul konfidensi kita dalam berkomunikasi dengan orang asing. Kita tidak akan minder. Apalagi di sana mereka akan mengikuti diskusi penting dengan orang-orang penting dan mesti aktif untuk bertanya. Beliau berjanji kepada mahasiswa untuk mengorganisir kegiatan yang terbaik untuk mereka selama di Singapura. Mereka adalah generasi harapan bangsa dan harapan bagi masa depan Indonesia. (PIP Umuslim)