Plt Gubernur Aceh buka festival kebudayaan di Umuslim

 

 

 

 Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah  diwakili staff ahli Gubernur bidang Keistimewaan,SDM dan Hubungan Kerjasama  Dr.Iskandar Ap,S.Sos,M.Si membuka secara resmi Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) yang ke 3, bertempat  dihalaman  depan gedung aula MA Jangka Universitas Almuslim,Senin ( 6/11/2018).

Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) yang dirangkaikan  dengan pameran kreatifitas mahasiswa, dimeriahkan  penampilan tarian nusantara yang dimainkan seratusan penari terdiri dari mahasiswa Universitas Almuslim, 20 orang mahasiswa  Universitas Pakuan Bogor dan juga  mahasiswa dari Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang.

Tarian Nusantara ini merupakan sebuah tarian  kolaborasi  antara tari Saman, Didong, Guel , Ratoh Jarou,  juga disusupi tarian Mandailing dan Minang  dengan diiringi musik tradisionil.

Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi   memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan jajaran ormawa atas kreatifitas melaksanakan Pekan Kebudayaan Umuslim ke 3 ini, apalagi peserta juga berasal dari beberapa kampus dari Bireuen, Aceh Tengah,  Aceh Utara dan  Lhoksemawe.

Ajang ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena bisa sebagai ajang kreatifitas dan melatih dalam memanajemenkan persamaan dan persaudaraan sesama mahasiswa.

Umuslim terus berbenah untuk memperbaiki berbagai kekurangan dalam mengembangkan kampus ini ke arah yang lebih baik, tujuan kegiatan ini  untuk  meningkatkan  kreativitas  mahasiswa dan melestarikan kebudayaan daerah, ungkap H.Amiruddin Idris.

Pembukaan dilakukan oleh  staff ahli Gubernur Aceh bidang Keistimewaan,SDM dan hubungan Kerjasama  Dr.Iskandar Ap,S.Sos,M.Si dengan membacakan pidato Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyampaikan bahwa sejak zaman dulu, seni merupakan bagian yang  tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh, seni tidak hanya berkembang dimasa damai, bahkan dimasa perangpun seni budaya aceh tetap eksis.

Sejarah pengembangan islam di Aceh pun sarat dengan seni,  bahkan indatu rakyat Aceh,  jika hendak berperang  punya tradisi berdoa dengan seni tersendiri, maka tidak heran jika banyak nyanyian tradisionil Aceh yang mengambarkan semangat perang jihad, jelas Plt Gubernur Aceh.

 Sekarang tarian saman aceh  sudah di akui Unesco dan saman sekarang sudah menjadi tarian wajib dibeberapa jurusan seni di Eropah dan Amerika, bahkan  saat pembukaan Asian Games beberapa waktu lalu tarian Ratoh Jaroe menjadi tarian andalan, jelas Plt Gubernur Aceh dalam pidatonya yang dibacakan Dr.Iskandar Ap,S.Sos,M.Si

Kalangan mahasiswa sangat diharapkan perannya dalam pelestarian budaya ini, kegiatan FKU yang dilakukan mahasiswa Umuslim merupakan satu langkah terpuji, sebab kampus ini merupakan sebuah kampus yang  begitu aktip dalam pelestarian budaya Aceh,  melalui FKU ke 3 kita berharap kegiatan ini terus berlanjut sehingga bukan hanya bakat seni mahasiswa saja, yang dapat disalurkan, tapi kampus juga menjadi contoh kepada masyarakat tentang cara menghargai kearifan lokal.

Pemerintah Aceh siap melestarikan budaya itu sebagai bagian dari identitas bangsa, sehingga sekuat apapun arus globalisasi yang melanda kehidupan masyarakat kita, budaya aceh tetap terjaga, atas nama pemerintah Aceh kami sangat menggapresiasi terselenggaranya kegiatan  FKU ini, kita berharap kegiatan ini membuat masyarakat aceh semakin kompak , bersatu, cinta keberagaman , bangga kepada budaya lokal dan solid dalam merawat perdamaian.

Terimakasih kepada mahasiswa dan semua pihak yang telah mendukung acara yang bisa melestarikan budaya Aceh , mudah-mudahan ini akan mendorong  semangat kita dalam melestaraikan seni budaya daerah, ungkap  Dr.Iskandar Ap,S.Sos,M.Si yang membacakan pidato Plt Gubernur.

Turut menyampaiakan sambutan Ketua panitia Muhammmad Daud dan Presiden mahasiswa (Pema) Universitas Almuslim  Andi Maulana yang menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 6 s/d 11 November 2018, dengan memperlombakan 15 item perlombaan antara lain menulis opini, membaca puisi, fotografi, dodaidi (peuratep aneuk), fashion show TK, duta mahasiswa, vokal solo, stand kreativitas, panggung bersama, permainan tradisional seperti congklak, cakceng, bola sarung dan tarik tambang, donor darah dan  stand pameran kreatifitas mahasiswa yang melibatkan peserta dari   siswa dan mahasiswa dari universitas pakuan Bogor, Universitas Gajah Putih Takengon, Akbid Munawarah Bireuen serta beberapa perguruan tinggi lain di Bireuen, Lhokseumawe dan SMK Pertanian Bireuen

Acara pembukaan berlangsung cukup meriah turut dihadiri Pembina Yayasan Almuslim dan juga anggota DPR RI komisi X Anwar Idris, Ketua pengurus Yayasan Almuslim H.Yusri Abdullah, penyair nasional Fikar W.Eda, tokoh seni Apa Kaoy, civitas akdemika umuslim, mahasiswa, pelajar dan komunitas duta wisata, mengakihiri acara pembukaan  dirangkaiakan pemukulan  rapaii dan meninjau stand pameran kreatifitas mahasiswa.(Humas)