Umuslim tambah dosen bergelar S3, siapa dia

Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen kembali mendapat penambahan satu lagi  dosen yang bergelar Doktor (S3) yaitu DR. Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM setelah menyelesaikan studinya pada Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) DR.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan dosen bidang kehutanan ini menyelesaikan pendidikan strata tiga (S3) di IPB Bogor dan telah dilantik oleh Rektor IPB Dr.Arif Satria,SP.,MSi di Graha Widya Wisuda kampus IPB Bogor.

 “ Pak OK Hasnanda Syahputra,merupakan dosen tetap umuslim, sekarang menjabat sebagai kepala program studi (Ka Prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim” jelas H.Amiruddin Idris.

Dengan kepulangan beliau telah menambah jumlah komposisi dosen bergelar Doktor (S3) di kampus ini, sekarang ada sekitar 63 orang yang sedang menempuh pendidikan S3  baik di dalam maupun luar negeri, mereka mendapat beasiswa dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, jelas Rektor Umuslim.

Secara berangsur-angsur mereka akan pulang, diharapkan dapat memperkuat kelembagaan dan peningkatan kualitas akademik universitas almuslim  yang baru saja mendapat penghargaan dari LLDIKTI XIII Aceh sebagai salah satu universitas swasta terbaik di provinsi Aceh.

Harapan kami semoga pak Hasnanda dapat  memberikan konstribusi yang maksimal demi kemajuan  Universitas Almuslim khususnya dan bidang kehutanan di Provinsi Aceh secara umum, papar H.Amiruddin Idris.

 DR. Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM memperoleh gelar doktor (S3) pada Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan Institut Pertanian Bogor (IPB) setelah  mempertahankan disertasinya  berjudul: “Kelembagaan Pengelolaan Hutan Mangrove Berbasis Masyarakat: Kasus KPH wilayah 3 Provinsi Aceh” dibawah bimbingan Prof.DR.Ir Bramasto Nugroho,MS, Prof.DR.Ir Hariadi Kartodihardjo, MS dan Dr.Ir.Nyoto Santoso,MS

Menurut Rektor Umuslim Dr.H. Amiruddin Idris,SE.,MSi kepulangan DR.Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM ke kampus Universitas Almuslim sangat dinantikan karena beliau saat ini sedang membangun Hutan Pendidikan dengan konsep agroforestri, dimana kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Krueng Aceh. Hutan pendidikan tersebut dirancang selain sebagai laboratorium alam bagi mahasiswa juga sebagai pengelolaan hutan dalam skala kecil, hutan penelitian, kedaulatan pangan dan energi.

DR.Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM  Lahir di  Aceh Timur, 23 Oktober 1967, latar belakang pendidikannya S1 pada STI Kehutanan Jurusan Manajemen Hutan di Banda Aceh, Pasca Sarjana Pertanian Unsyiah Program Studi Konservasi Sumberdaya Lahan di Banda Aceh dan program Doktor (S3)Pasca Sarjana IPB Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan, di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sebelum mengabdikan dirinya sebagai dosen di Universitas Almuslim, OK Hasnanda Syahputra pernah bekerja sebagai karyawan pada  Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Aceh Besar,   Kasie penanaman Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. Aceh Inti Timber Co. Ltd di Aceh Barat, selain itu juga pernah bekerja pada Badan rehabilitasi dan rekontruksi (BRR) NAD-NIAS pada posisi Asisten pengembangan bidang ekonomi untuk wilayah kerja Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Juga aktip pada organisasi profesi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) BKTHut Provinsi Aceh, dan Jejaring ahli perubahan iklim dan kehutanan Indonesia (APIK) dan Forum pimpinan perguruan tinggi kehutanan (FOReTIKA).(HUMAS)

 

 

 

 

 

Pengumuman KKM Umuslim angkatan XVII 2019

 

 Peusangan-Pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim Peusangan Bireuen Angkatan XVII 2019  tahap II tahun akademik 2018/2019 akan dilaksanakan di kabupaten Bireuen.

Demikian disampaiakan  Ketua Badan Pelaksana KKM Umuslim Drs. Syarkawi M.Ed, usai mengikuti rapat bersama unsur pimpinan Universitas Almuslim, Senin (14/1/2019)

Sesuai  hasil rapat maka Badan Pelaksana (Bapel) KKM  Umuslim telah menetapkan Kabupaten Bireuen sebagai  lokasi pelaksanaan KKM  Umuslim tahun 2019, pelaksanaanya Insya Allah akan di mulai tanggal 07 Pebruari s/d 15 Maret 2019, ungkap lulusan salah satu Perguruan Tinggi di Malaysia ini.(Humas)

Tata cara pendaftaran dan Persyaratan peserta dapat di download  pada link dibawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Download

Rakernas Kemenristekdikti 2019 berakhir, ini dia Rekomendasinya

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2019 Kemenristekdikti yang digelar di Universitas Diponegoro Semarang,  yang berlangsung  selama dua hari ( 3-4/1/ 2019) telah berakhir dan ditutup secara resmi. Rakernas yang mengambil tema "Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang Terbuka, Fleksibel, dan Bermutu" Rakernas 2019 menghasilkan rekomendasi yang strategis bagi perumusan kebijakan di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi dalam menghadapi era disrupsi. 

Adapun  beberapa rumusan kesimpulan kebijakan Kemenristekdikti 2019 antara lain :

Pembelajaran dan Kemahasiswaan

a. Penyesuaian sistem dan kurikulum yang diintegrasikan dengan sistem pembelajaran online ataupun blended learning tanpa menambah SKS. Penyesuaian ini termasuk fleksibilitas dalam penerapan model semester atau triwulan.

b. Penyiapan kebutuhan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi dan kemampuan kerja dan sikap kerja (employability) dengan pemberian sertifikasi, peningkatan prestasi kemahasiswaan, dan pemberian pengalaman profesional.

c. Pembentukan sikap mahasiswa dan lulusan yang toleran, empatik, menghargai ragam budaya, dan cinta tanah air yang perlu diintegrasikan dengan pendidikan anti korupsi dan bela negara dalam kurikuler, kokurikuler, atau ekstra kulikuler.

d. Pengajuan pembukaan prodi inovatif untuk bidang ilmu yang menjadi prioritas negara, yang saat ini dijamin mudah dan cepat, asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

e. Kemitraan dengan industri dalam perumusan kurikulum, pelaksanaan teaching industry, program multi entry multi exit system (MEME), dan magang industri, dan penjaminan mutu untuk penyelenggaraan pendidikan vokasi yang bermutu.

 Kelembagaan Iptek dan Dikti

Perguruan Tinggi harus melakukan :

1.  Penyesuaian Prodi dan Kurikulum dengan mengintegrasikan literasi baru untuk merespon Revolusi Industri 4.0

2. Penyiapan diri menyambut beroperasinya perguruan tinggi luar negeri

3.  Untuk perguruan tinggi vokasi:

a. Pembuatan rencana revitalisasi yang detil dan komprehensif

b. Pengimplementasian program MEME

c. Pembukaan prodi baru kekinian sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri

4. Lembaga litbang agar meningkatkan akreditasi kelembagaannya

Sumber Daya Iptek dan Dikti

1. Relevansi Pengembangan SDM dan Kebutuhan Prioritas Pembangunan

Rencana Induk Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Tinggi agar menjadi acuan/pedoman bagi perguruan tinggi dan LPNK dalam mengevaluasi serta mengembangkan program dan kebijakan, baik melalui analisis kebutuhan kualifikasi maupun kompetensi SDM (pendidik, tenaga kependidikan, peneliti, dan perekayasa).

2. Kebijakan terkait Homebase Dosen

a. Perguruan tinggi dan LPNK perlu mengevaluasi kualifikasi dan kompetensi SDM (pendidik, tenaga kependidikan, profesional, peneliti, dan perekayasa). Terutama dalam memantau beban kinerja SDM-nya berbasis full time equivalent (Ekivalensi Waktu Mengajar Penuh/EWMP) yang nantinya diterapkan sebagai dasar rekomendasi pembukaan program studi dan sharing sumber daya manusia, baik pada Pendidikan Tinggi maupun sumber daya manusia dari LPNK, atau lembaga lainnya.

b. Sistem informasi sumberdaya terintegrasi (Sister)  agar digunakan sebagai sarana monitoring dan evaluasi serta kenaikan pangkat bagi dosen di perguruan tinggi.

3. Sarana Prasarana Pembelajaran Mutakhir

a. Perguruan tinggi segera menyiapkan proses pembelajaran model daring dengan memanfaatkan sarana dan prasarana khas era revolusi industri 4.0 (smart class room, augmented reality, artificial intelligence, virtual reality, data analytic, dan 3D printing) yang sifatnya tidak hanya berfokus pada peningkatan akses dan mutu, tetapi juga efisiensi proses pembelajaran.

b. Perguruan tinggi harus mempersiapkan SDM yang memahami 4 komponen keilmuan: 1) mengubah mindset dan talent; 2) memiliki pemahaman humanity; 3) memiliki kompetensi minimal 4C yang terampil dalam pemanfaatan sarana dan prasarana di era revolusi industri 4.0, dan; 4) memiliki kompetensi teknis praktis yang difasilitasi melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

c. Perguruan tinggi dan LPNK perlu memanfaatkan sumber daya manusia (expert) di tataran praktis seperti pada bidang industri, perbankan, kesehatan, dan bidang lainnya yang selaras dengan kebutuhan program studi atau perguruan tinggi.

d. Perguruan tinggi dan LPNK perlu mengembangkan resource sharing khas era revolusi Industri 4.0 dan revolusi industri yang lebih tinggi, yang mendukung proses pembelajaran dan penelitian yang dapat mendongkrak potensi ilmu pengetahuan Indonesia.

4. Rekrutmen Dosen

Perguruan Tinggi agar menyiapkan skema multi-rekrutmen SDM (dosen, peneliti dan perekayasa) yang sumber dayanya telah disiapkan oleh Kemenristekdikti melalui program beasiswa PMDSU dan LPDP, atau program lainnya.

Riset dan Pengembangan

1. Pimpinan perguruan tinggi (PT), L2Dikti, dan LPNK agar lebih meningkatkan kualitas publikasi dengan antara lain mendorong para dosen dan peneliti serta mahasiswa untuk melakukan publikasi pada jurnal yang bereputasi.

2. Pimpinan PT, L2Dikti, dan LPNK agar memaksimalkan pemanfaatan SINTA untuk berbagai kegiatan di lingkungannya masing-masing.

3. Pimpinan PT dan lembaga penelitian harus mendorong para peneliti untuk memperhatikan karya ilmiah lain baik dari peneliti dari luar negeri maupun luar negeri untuk menjadi referensi penelitian yang dikembangkan.

4. Dirjen terkait agar segera menyelesaikan regulasi untuk semakin meningkatkan penggunaan dan pemanfaatan Sinta, baik untuk kepentingan akademis (kenaikan pangkat, renumerasi, dan sebagainya) maupun kepentingan pendukung terkait lainnya.

5. Pimpinan PT, L2Dikti, dan LPNK agar semakin mendorong para pihak terkait semakin meningkatkan output risbang dalam bentuk KI (seperti Paten, Hak Cipta dan lainnya) dan prototipe lebih dari Technology Readiness Level (TRL).

6. Pimpinan PT, L2Dikti, dan LPNK agar meningkatkan kerjasama pemanfaatan alat laboratorium dan kerjasama sumberdaya riset dan pengembangan

7. Pimpinan PT, L2Dikti, dan LPNK agar berkoordinasi dengan unit yang ditugasi dalam menelaah dan mempertajam program dan anggaran risbang berdasarkan Perpres 38/2018.

Inovasi

1. Perguruan Tinggi (PT) agar mempersiapkan implementasi RPERMEN Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi dengan cara:

a. Memasukan ke dalam renstra PT

b. Mempersiapkan sumber daya yang diperlukan

c. Membangun jejaring dengan partner potensial tersebut di atas

2. Aktor Inovasi terutama yang merupakan stakeholders Ditjen Penguatan Inovasi (PT, Lembaga Pemerintah Non Kementerian atau LPNK, bisnis dan komunitas) wajib menggunakan Tingkat Kesiapan Inovasi (KATSINOV) sebagai alat ukur produk inovasi dan calon produk inovasi sebagai sarana penentuan kebijakan.

3.  Para pemangku kepentingan di bidang teknologi wajib untuk berperan aktif dan bersinergi, saling mengontrol dan mengisi untuk membangun Sistem Nasional Audit Teknologi yang mampu mengarahkan bagi terbentuknya Lembaga Auditor Teknologi profesional yang didukung oleh Auditor Teknologi yang kompeten dan bersertifikat, serta mampu membangun dan membina pengembangan kompetensi dan profesionalisme auditor teknologi.

4. PT, LPNK, bisnis dan komunitas untuk mempercepat tercapainya tujuan negara perlu membangun strategi dan kemauan politik negara yang kuat untuk mengembangkan sistem inovasi nasional dan sistem inovasi daerah melalui:

a. Penguatan iklim inovasi yang kondusif;

b. Penguatan sinergi pelaku inovasi;

c. Penguatan inovasi di badan usaha

d. Penciptaan pasar produk inovasi;

e. Pendanaan inovasi;

5. Penumbuhan budaya inovasi

6. Pengukuran dan penetapan kapasitas inovasi.

7. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi perlu menyusun kebijakan, mendampingi, dan memfasilitasi penugasan khusus dalam pengembangan teaching industry di perguruan tinggi dengan rencana  aksi:

a. Tahun 2019, Blue Print Teaching Industry penugasan khusus bagi perguruan tinggi

b. Program pengembangan teaching industry, untuk penugasan khusus masuk dalam Renstra Kemenristekdikti dan Renstra setiap Perguruan Tinggi periode 2020 – 2024

8. Perguruan tinggi agar mengembangkan teaching industry untuk mendukung pengembangan klaster inovasi yang berbasis pada produk unggulan daerah dengan mengingtegrasikan kapasitas dan sumberdaya di perguruan tinggi, baik dalam bentuk start-up maupun dalam bentuk kolaborasi dengan industri dan pemerintah daerah.

9. Perguruan tinggi agar mendorong pemanfaatan inkubasi teknologi untuk melahirkan start-up unggulan dari hasil penelitian dan pengembangan, melalui pemanfaatan pendanaan riset atau pengabdian masyarakat.

10. Perguruan Tinggi agar membentuk UNIMART (University Market), sebagai showroom untuk memasarkan produk perguruan tinggi dengan memanfaatkan teknologi digital.

11. Reformasi Birokrasi

12. Pimpinan PTN agar melakukan right sizing organisation, memperbaiki proses bisnis organisasi, dan mengurangi jumlah dosen yang menduduki jabatan admisitratif

13. Pimpinan PTN dan LLDikti agar meningkatkan kualitas pelayanan publik yang ditandai dengan peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).

14. Pimpinan PTN agar membentuk dan memberdayakan Unit Layanan Terpadu (ULT) sebagai sarana pemberian layanan secara terpusat kepada masyarakat, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

15. Pimpinan PTN dan LLDIKTI agar meningkatkan produktivitas dosen (jumlah publikasi) serta meningkatkan utilisasi penggunaan ruangan dan sarana-prasarana bersama.

Pengawasan Internal Kemenristekdikti

1. Pimpinan Unit Kerja agar mengoptimalkan Peran Satuan Pengawas Internal sebagai konsultan dan quality assurance di Unit Kerja masing-masing.

2. Pimpinan Unit Kerja segera melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Temuan Hasil Pengawasan Internal dan Eksternal serta melaporkannya kepada Inspektorat Jenderal.

3. Pimpinan Unit Kerja agar segera melakukan Updating Data Wajib Lapor LHKPN dan melakukan Pelaporan E-LHKPN secara tepat waktu sesuai Permenristekdiki Nomor 43 Tahun 2015.

4. Pimpinan Unit Kerja agar mencanangkan serta melaksanakan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK maupun WBBM.

Rakernas 2019 diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Kemenristekdikti mulai dari, pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenristekdikti, Kepala LPNK dalam koordinasi Kemenristekdikti, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Ketua Komisi VII, Ketua Komisi X, Ketua DPD RI, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Balitbang/Deputi Kementerian terkait, BUMN, serta instansi terkait lainnya.

Sumber: Siaran PersKemenristekdikti Nomor  : 3/SP/HM/BKKP/I/2019,

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

 

 

Subcategories