Rektor sambut kepulangan Tim debat bahasa Inggris dari Surabaya

 

Tim debat bahasa Inggris mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) yang mengikuti National University Debating Champhionship (NUDC) di Universitas Airlangga Surabaya, kembali dengan selamat, penyambutan kepulangan tim debat  dilakukan Rektor bersama civitas akademika dalam satu acara  berlangsung di Auditorium Academic Centre (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Rabu, (24/7/2019)sore.

Berdasarkan  informasi yang dirilis melalui Website panitia NUDC 2019,  adapun peringkat yang diperoleh beberapa Universitas dari Aceh berdasarkan jumlah nilai adalah Universitas Almuslim peringkat 26, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh peringkat 37 dan Universitas Malikusaleh pada peringkat 64.

Rektor Umuslim  Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi saat penyambutan memberikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan mahasiswa yang tergabung dalam tim debat dan sukses di tingkat nasional, prestasi yang telah diperoleh  tidaklah mudah, butuh perjuangan dan kesabaran, Alhamdulillah tim dari Umuslim merupakan  satu-satunya perguruan Tinggi dari Aceh yang lolos kedalam 30 besar nasional.

Proses perjalanan yang mengantarkan tim debat bahasa Inggris Umuslim ke tingkat nasional setelah menduduki peringkat kedua pada perlombaan tingkat Provinsi Aceh, kemudian di tingkat nasional setelah  beberapa preliminary rounds, Umuslim  berhasil masuk Main draw breaking yaitu  termasuk kedalam 30 besar dari 145 Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia yang mengikuti ajang tersebut, Umuslim  satu-satunya Perguruan Tinggi dari Aceh yang berhasil masuk 30 besar nasional.

Adapun peserta tim debat bahasa inggris dari Universitas Almuslim yang tampil pada ajang National University Debating Champhionship (NUDC) yang berlangsung di Universitas Airlangga Surabaya adalah Azzura Mayyasyi (prodi Hubungan Internasional), Nafsul Mutmainnah (Prodi bahasa Inggris), Ahsani Taqwin (prodi Hubungan Internasional), pendamping Ratna Walis (HUMAS)

 

Umuslim ikuti lima cabang MTQ Mahasiswa nasional

 

Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen akan mengikuti sebanyak lima cabang pada Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa tingkat Nasional XVI yang dilaksanakan  di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, 28 Juli-4 Agustus 2019. 

Demikian disampaikan Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi saat acara haflah dan pelepasan keberangkatan kontingen, bertempat di Auditorium Academic Centre (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Rabu,( 24/7/2019),sore.   

Kafilah Universitas Almuslim berjumlah 6 orang dengan rincian peserta 4 putra dan  2 putri , satu pelatih dan  satu  pimpinan rombongan, mereka akan mengikuti cabang Tilawatil Quran, Tartil, Qiraat Sab’ah dan Kaththil Quran. 

Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi  pada saat pelepasan mengharapkan para kafilah dapat menjaga kesehatan, sehingga mampu mempersembahkan yang terbaik bagi kampus dan masyarakat secara umum.

 Keikutsertaan Universitas Almuslim pada MTQ mahasiswa tingkat Nasional ini adalah untuk kesekian kalinya,  hal ini akan terus dilakukannya sebagai tekad untuk menjadikan kampus Universitas Almuslim mempunyai jati diri sebagai kampus yang islami, apalagi kita telah memberikan peluang bagi mahasiswa yang mempunyai prestasi dibidang MTQ akan kita  bantu uang kuliah  dengan biaya siswa, jelas H.Amiruddin Idris. 

Sebelumnya  Wakil rektor III Ir.Saiful Hurry,MSi melaporkan jumlah peserta dan proses seleksi yang telah dilakukan daalm rangka persiapan MTQ mahasiswa tingkat nasional ini, sebelum pelepasan dimulai para peserta juga menguji kebolehannya membaca Alquran sesuai bidang yang diikuti dihadapan para undangan yang ikut menyaksikan acara pelepasan.

 Adapun nama peserta Muhammad Farhan, (Tilawatil Quran), Rahmad Hidayat, Nurul Habsah (Tartil quran), Agung Hidayatullah (Qiraat Sab’ah), Asrita dan Tri Mildan Toni (Kaththil Quran). 

 Acara pelepasan dan haflah kafilah  MTQ Mahasiswa Umuslim, juga berbarengan dengan penyambutan kepulangan mahasiswa umuslim peserta ‘National University Debating Champhionship” di Universitas Airlangga Surabaya.

Acara turut  dihadiri  ketua Yayasan Almuslim Peusangan,  Wakil Rektor, pembina dan pelatih MTQ, Dekan, Ormawa dan orang tua wali  mahasiswa peserta(HUMAS)

 

 

Guru dan santri dayah dilatih cara pembuatan pupuk organik

 

Sejumlah dewan guru dan  santri Dayah Sirajul Huda Al Aziziyah Meureudu dilatih pengolahan tanah dan teknologi pembuatan pupuk organik (kompos dan biourine) dari bahan limbah pertanian dan peternakan, serta metode pemberian pupuk yang baik, oleh tim pengabdian masyarakat dosen Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen, berlokasi di desa Blang Awe Pidie Jaya,20 juli 2019.

Ketua tim  pengabdian Dr. Halus Satriawan. Sp.,M.Si menyampaikan kegiatan pelatihan dilakukan  dosen Universitas Almuslim Peusangan, sebagai implementasi program Hibah yang didanai Kemenristekdikti melalui Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2019.

Menurutnya tujuan pelatihan  untuk memberikan Informasi dan pengetahuan praktis dan teknis kepada dewan guru dan santri tentang pengolahan tanah mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman (pengendalian gulma dan pemupukan) yang sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan ditanam, jelas alumni bidang ilmu tanah  IBP Bogor ini.

Selain itu juga kami mengajarkan  dan praktik langsung teknologi pembuatan pupuk organik (kompos dan biourine) dari bahan limbah pertanian dan peternakan, serta metode pemberian pupuk yang baik.

Menurut  ahli bidang ilmu pengolahan tanah Fakultas Pertanian (FP) Universitas Almuslim,  pelaksanaan pelatihan bagi guru dan santri ini, untuk memaksimalkan  pemanfaatan lahan pesantren bagi usaha budidaya pertanian, sehingga nantinya  dapat melatih kemampuan dan kemandirian santri dan guru dalam menyediakan kebutuhan pangan dan membantu dalam meningkatkan produktivitas mereka, papar Halus Satriawan putra kelahiran Lombok NTB ini.

Kemudian Hakim Muttaqim, Mec.Dev.  anggota tim pengabdian menambahkan bahwa selain melatih  cara pengolahan tanah dan bidang pupuk kompos tim pengabdian juga memberikan pelatihan pengetahuan tentang sistem pemasaran atau tata niaga hasil pertanian kepada  dewan guru dan santri Dayah Sirajul Huda Al Aziziyah Meureudu Pidie Jaya.

Harapannya dengan adanya pengetahuan ini kedepan diharapkan lembaga mitra mampu menciptakan sendiri pemasaran hasil panennya tanpa harus melalui jalur rentenir, terang  Hakim Muttaqim.

Pimpinan Dayah Sirajul Huda Al-Aziziyah Meureudu kabupaten Pidie Jaya Tgk ikhwani, menyambut baik kegiatan pengabdian ini,kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengalaman dewan guru dan santri dalam bertani serta dalam hal pemasaran hasil pertanian, ujarnya(HUMAS UMUSLIM).

 

 

Subcategories