Dosen Umuslim lakukan pelatihan penggunaan alat peraga untuk hilangkan fobia mapel matematika

 

Dosen Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan melaksanakan sosialisasi serta pendampingan pembuatan alat peraga matematika  dan aplikasi pembelajaran bagi guru matematika SD Negeri 4 Kota Juang dan beberpa guru dari sekolah lain, bertempat di sekolah tersebut tanggal 15 -18 Juli 2019.

Ketua tim pelatihan  Husnidar, M. Pd kepada Humas Umuslim melaporkan, bahwa  program pelatihan dan pedampingan ini merupakan program pengabdian masyarakat yang didanai Kemenristekdikti tahun 2019. Tambah Husnidar, M. Pd lagi bahwa dalam melaksanakan pengabdian ini pihaknya beranggotakan  Rahmi Hayati, M. Pd dan Tuti liana, M. Pd yang merupakan dosen Universitas Almuslim.

Tujuan pengabdian ini dalam rangka peningkatan dan  memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran serta meminimalisir fobia terhadap mata pelajaran matematika pada diri siswa di Sekolah khususnya SD Negeri 4 Kota Juang. Seperti diketahui fobia matematika merupakan rasa tidak suka terhadap matematika yang berlebihan yang membuat anak malas mengenal matematika, penyebab hal tersebut biasanya dari pengalaman belajar matematika yang kurang menyenangkan atau mungkin cara mengajar guru yang sulit diikuti oleh siswa, papar Husnidar, M. Pd,

Itulah tujuan program pengabdian yang kami laksanakan, untuk  mensosisialisasikan dan pedampingan cara memaksimalkan pembelajaran matematika dengan penggunaan alat peraga. Harapannya  melalui pelatihan ini diharapkan penyerapan  mata pelajaran (mapel) matematika kedepan  lebih baik dan menyenangkan terutama dikalangan murid sekolah dasar.

Kepala sekolah SDN 4 Bireuen Ibu Beti Ibo Haryati, S. Pd menyambut baik kegiatan ini dan menghimbau kepada guru  agar dapat mengikuti kegiatan ini seacra serius, sehingga nantinya  menjadi referensi dan pada guru lain dalam penerapan  mengajar lebih inovatif. (HUMAS)

 

Dosen Umuslim lakukan Pengabdian di Desa Kuala Pusong Kapal, Aceh Tamiang

 

 Dosen Umuslim melakukan pengabdian masyarakat tentang pelatihan dan pendampingan penerapan Sistem Good Manufacturing Practice (GMP) atau cara pengolahan dan produksi pangan yang baik pada produksi terasi  UKM Camar Laut Desa Pusong Kapal Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. 

Kegiatan Pelatihan dilakukan tim pengabdian Dosen Universitas Almuslim (Umuslim)  diikuti  40 peserta masyarakat pembuat terasi di Desa Kuala Pusong Kapal Seruway, melibatkan  dosen dari berbagai disiplin ilmu,  Zara Yunizar, M. Kom, Dewi Maritalia, M.Kes dan Sonny M. Ikhsan, SE., M, Si, pada hari Kams tanggal11 Juli 2019.

Menurut ketua tim penelitian Rindhira Humairani, S.Pi.,MSi bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan rangkaian dari Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) yang merupakan hibah multi tahun Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) yang didanai kemenristek dikti.

Menurutnya dengan kegiatan ini  diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis usaha terasi sebagai produk unggulan daerah.

Materi pelatihan disampikan   Baihaqi, SPT.,M.Si (Dosen Teknologi Industri Pertanian) tentang GMP, tujuan GMP, ruang lingkup, system pengendalian hama, hygiene karyawan, peralatan dan pakaian kerja.

Menurutnya sebelum mengikuti pelatihan, peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang proses pengolahan terasi yang  dilakukan selama ini untuk mengetahui apakah sudah sesuai GMP atau belum.

Pelatihan mendapat sambutan bagus dari masyarakat karena selama ini belum pernah dilakukan pelatihan tentang proses pengolahan terasi yang baik dan benar di desa mereka, padahal Desa Kuala Pusong kapal merupakan produsen terasi udang rebon (udang sabee) yang sudah sangat  dikenal masyarakat(Humas) 

Mahasiswa Umuslim ikuti kuliah umum tentang Migas

 

Peusangan-Ratusan mahasiswa Universitas Almuslim Peusangan Bireuen mengikuti  kuliah umum tentang pengenalan industri hulu minyak dan gas bumi serta sosialisasi tentang perkembangan ekspolarasi dan operasional migas yang disampaiakan sejumlah pemateri  berlangsung di Auditorium Academic Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim, Rabu(10/7).

Acara dibuka Bupati Bireuen diwakili Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Bireuen Ir. Ibrahim Ahmad M.Si,  menghadirkan sejumlah pemateri seperti Yanin Kholison (SKK Migas Sumbangut), Achar Rasyidi (Badan Pengelola Migas Aceh), Awalus Shadeq (Premier Oil Natuna BV), Fauzan Arief (Exploration Team Leader Pemier Oil),  Adelina Novianti (Repsol Company) dan perwakilan  perusahaan Mubadala Petroleum.

 Bupati Bireuen yang diwakili asisten II dalam sambutannya menyatakan, masyarakat Bireun sangat terbuka dengan kehadiran para investor yang masuk ke Kabupaten Bireuen, jika perusahaan menemukan cadangan minyak dan gas agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam kegiatan hulu migas, ujar Ir.Ibrahim,MSi.

Acara yang  dipandu T.Cut Mahmud Aziz dosen prodi Hubungan Internasional Umuslim berlangsung atraktif, karena pemateri banyak mengupas tentang berbagai peran lembaga satuan kerja khusus minyak dan gas bumi (SKK Migas) dan Badan Pengelola Migas aceh (BPMA), serta penjelasan  perkembangan ekspolarasi dan operasional perusahaan minyak dan gas di wilayah Provinsi aceh oleh beberapa perusahaan yang telah mendapat izin dari pemerintah.

Menurut Yanin Kholison perwakilan Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas) Wilayah Sumbagut, saat ini ada tiga perusahaan internasional yakni Repsol, Premier Oil dan Mubadala Petroleum yang berinvestasi di bidang hulu minyak dan gas (Migas) di lepas pantai Bireun, Pidie Jaya, dan Pidie, Provinsi Aceh. 

"Ketiga perusahaan internasional tersebut nantinya akan berinvestasi tepatnya di wilayah kerja Andaman I, II, dan III pada perairan Selat Malaka, selain itu, Repsol juga telah selesai melakukan seismic 3D di Andaman III dan rencanya di tahun 2020 akan segera melakukan pengeboran. Sementara Premier Oil dan Mubadala masih dalam tahap joint study di Wilayah Kerja Andaman I dan Andaman II." jelas perwakilan SKK Migas.

Kemudian Humas BPMA, Achyar Rasyidi  menyampaikan bahwa kegiatan hulu migas akan berkontribusi pada penciptaan multiefek ekonomi bagi masyarakat Bireuen. "Hadirnya tiga perusahaan internasional yaitu Mubadala Petroleum, Repsol, dan Premier Oil akan membuka lapangan kerja baru," papar Achyar.

Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi mengucapkan terima kasih dan memberikan apreasiasi untuk BPMA dan SKK Migas  yang mempercayakan Universitas Almuslim mengadakan kegiatan sosialisasi  berbagai ilmu dan memberi pencerahan tentang berbagai hal  berkaitan dengan minyak dan gas di Aceh kepada mahasiswa umuslim.

 Rektor Universitas Almuslim, Dr. Amiruddin Idris, SE, M.Si berharap agar kegiatan kerja sama dengan universitas seperti ini bisa secara kontinyu dilakukan agar pihak kampus mendapatkan wawasan tentang kegiatan hulu migas di Aceh, harap H.Amiruddin Idris.

Pencerahan ini sangat penting bagi  mahasiswa karena persoalan tenaga kerja yang bergabung pada perusahan miyak dan gas tidak hanya harus berasal dari jurusan perminyakan saja tetapi juga dibutuhkan dari berbagai disiplin ilmu  lain seperti bahasa inggris,hukum,ekonomi, teknik dan humaniora lainnya

Acara yang berlangsung satu hari ini  turut dihadiri sejumlah dosen dalam lingkup universitas almuslim, dikahiri penyerahan cendera mata dari rektor Umuslim berupa plakat dan buku Bireuen segitiga emas ekonomi Aceh kepada pemateri.(HUMAS)

 

 

 

 

Subcategories