Mahasiswa D III Kebidanan ikuti pembekalan etika profesi

 

 

Peusangan-Sejumlah  mahasiswa Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Kabupaten Bireuen  mengikuti  pelatihan dan pembekalan tentang etika profesi dalam pelayanan kebidanan, yang berlangsung  di Kampus Ampon Chiek Peusangan, Bireuen, selama dua hari, Kamis dan Jumat (1/2).

Menurut Direktur D III Kebidanan Nurhidayati MPH  bahwa  peserta pelatihan merupakan mahasiswa tingkat III (semester 6),  tujuan kegiatan ini untuk membekali para mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya menjadi bidan yang beretika, profesional, taat hukum dan menjunjung tinggi sumpah profesi dalam menjalani profesinya sebagai bidan.

Selain itu menurut Nurhidayati pelatihan ini  juga sebagai persiapan bagi lulusan untuk mempersiapkan dirinya mengikuti uji kompetensi yang merupakan salah satu  syarat dalam mendapatkan Surat Tanda Registrasi Bidan (STR).

Adapun materi yang diajarkan dalam pembekalan tersebut antara lain  etika profesi kebidanan, kebijakan tentang uji kompetensi nasional, dan beberapa materi lainnya yang berkaitan dengan etika profesi.

Para pemateri, antara lain Elly Safri SSiT MKM, Nurhayati MPH, Siti Rahmah SSt MKes, Anna Malia SSt MKen, Sri Raudhati SsiT MKM, selain mahasiswa peserta yang mengikuti pelatihan sejumlah dosen.(HUMAS)

 

 

Mahasiswa Umuslim KKM di Tiga Kecamatan

Peusangan-Sebanyak 240 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim)  diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen untuk melaksanakan pengabdian yang dikemas dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di tiga Kecamatan yaitu Peudada, Peusangan Selatan dan Gandapura.

Proses penempatan dimulai dengan penyerahan peserta dari Umuslim yang diwakili  Wakil Rektor III Umuslim, Ir Saiful Huri,MSi kepada pemerintah kabupaten Bireuen  diwakili Sekda Ir Zulkifli,Sp, selanjutnya, diserahkan kepada  camat di tiga  lokasi penempatan yaitu (Peudada, Peusangan Selatan dan Gandapura),prosesi penyerahan berlangsung  dilapangan kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten, Cot Gapu Bireuen, Kamis (7/2/2019).

Sekda Bireuen Ir.Zulkifli, Sp dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa yang ditempatkan di desa agar dapat mentaati segala aturan dan menghargai setiap kearifan lokal yang berlaku di gampong.

Pemerintah Bireuen menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKM dan diharap para camat agar dapat mengarahkan, membimbing  dan mensosialisasikan ke desa penempatan.

Setiba di desa lakukan orientasi mengenali desa dan seluruh perangkat desa serta potensi  jumlah penduduk serta potensi lainnya yang dimiliki desa, kalau ada hal-hal yang potensial agar dapat  dikoordinasi dengan dosen pembimbing lapangan dan perangkat desa guna dikembangkan jadi peluang usaha bagi masyarakat.

"Saya harap, adik-adik mahasiswa dapat menjadi katalisator atau punya daya ungkit dan mengerakkan serta memotivasi agar gampong bisa berbuat lebih banyak yang sesuai dengan kebutuhan," harap Sekda Bireuen Ir.Zulkifli,Sp.

Rektor Umuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si pada kesempatan tersebut diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. H. Saiful Hurri, Msi dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini merupakan satu kewajiban bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya di kampus Universitas Almuslim.

Menurutnya  tolak ukur keberhasilan kegiatan KKM ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada beberapa hal diantaranya, pendewasaan mahasiswa calon pemimpin dan pengabdi di masyarakat, tercipta dan meningkatnya jiwa pengabdian ilmu dan partisipasi aktif mahasiswa serta dosen dalam membangun desa (gampong), selain itu, menambah pengalaman ilmu nyata di masyarakat, sehingga terjadi penguatan kemampuan intelektualnya.

Kepada para mahasiswa peserta KKM, diharapkan agar dapat ber adaptasi dengan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan ini  sesuai  agenda dan program   yang  telah  direncanakan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Rektor Umuslim.

Sementara itu Ketua Badan Pelaksana (Bapel) KKM Umuslim, Drs. Syarkawi, M.Ed dalam keterangannya menjelaskan bahwa peserta KKM Angkatan XVII Tahap II ini berjumlah 240 orang, mereka berasal dari enam Fakultas, yakni Fakutas Pertanian (FP) sejumlah 19 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sejumlah 97 orang, Fakultas Teknik (FT) sejumlah 19 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) 23 orang, Fakultas Ekonomi (FE) sejumlah 48 orang dan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) sejumlah 34 orang.

Tambah kepala Bapel KKM  lagi, mereka akan mengabdi  selama 37 (tiga puluh tujuh) hari, terhitung mulai tanggal 7 Februari hingga 15 Maret 2019 di 48 gampong (desa) dalam tiga kecamatan, setiap gampong ditempatkan lima mahasiswa dan didampingi  12 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), setiap DPL  akan mensupervisi empat gampong.

Para peserta KKM tersebut menjelang akhir program KKM ini atau paling telat satu minggu sebelum berakhir, akan dilakukan Monev (monitoring dan evaluasi) oleh pimpinan Rektorat dan Dekanat Universitas Almuslim,” jelas Drs.Syarkawi,M.Ed.(HUMAS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Umuslim tambah dosen bergelar S3, siapa dia

Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen kembali mendapat penambahan satu lagi  dosen yang bergelar Doktor (S3) yaitu DR. Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM setelah menyelesaikan studinya pada Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) DR.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan dosen bidang kehutanan ini menyelesaikan pendidikan strata tiga (S3) di IPB Bogor dan telah dilantik oleh Rektor IPB Dr.Arif Satria,SP.,MSi di Graha Widya Wisuda kampus IPB Bogor.

 “ Pak OK Hasnanda Syahputra,merupakan dosen tetap umuslim, sekarang menjabat sebagai kepala program studi (Ka Prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim” jelas H.Amiruddin Idris.

Dengan kepulangan beliau telah menambah jumlah komposisi dosen bergelar Doktor (S3) di kampus ini, sekarang ada sekitar 63 orang yang sedang menempuh pendidikan S3  baik di dalam maupun luar negeri, mereka mendapat beasiswa dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, jelas Rektor Umuslim.

Secara berangsur-angsur mereka akan pulang, diharapkan dapat memperkuat kelembagaan dan peningkatan kualitas akademik universitas almuslim  yang baru saja mendapat penghargaan dari LLDIKTI XIII Aceh sebagai salah satu universitas swasta terbaik di provinsi Aceh.

Harapan kami semoga pak Hasnanda dapat  memberikan konstribusi yang maksimal demi kemajuan  Universitas Almuslim khususnya dan bidang kehutanan di Provinsi Aceh secara umum, papar H.Amiruddin Idris.

 DR. Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM memperoleh gelar doktor (S3) pada Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan Institut Pertanian Bogor (IPB) setelah  mempertahankan disertasinya  berjudul: “Kelembagaan Pengelolaan Hutan Mangrove Berbasis Masyarakat: Kasus KPH wilayah 3 Provinsi Aceh” dibawah bimbingan Prof.DR.Ir Bramasto Nugroho,MS, Prof.DR.Ir Hariadi Kartodihardjo, MS dan Dr.Ir.Nyoto Santoso,MS

Menurut Rektor Umuslim Dr.H. Amiruddin Idris,SE.,MSi kepulangan DR.Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM ke kampus Universitas Almuslim sangat dinantikan karena beliau saat ini sedang membangun Hutan Pendidikan dengan konsep agroforestri, dimana kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Krueng Aceh. Hutan pendidikan tersebut dirancang selain sebagai laboratorium alam bagi mahasiswa juga sebagai pengelolaan hutan dalam skala kecil, hutan penelitian, kedaulatan pangan dan energi.

DR.Ir. OK Hasnanda Syahputra, MP, IPM  Lahir di  Aceh Timur, 23 Oktober 1967, latar belakang pendidikannya S1 pada STI Kehutanan Jurusan Manajemen Hutan di Banda Aceh, Pasca Sarjana Pertanian Unsyiah Program Studi Konservasi Sumberdaya Lahan di Banda Aceh dan program Doktor (S3)Pasca Sarjana IPB Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan, di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sebelum mengabdikan dirinya sebagai dosen di Universitas Almuslim, OK Hasnanda Syahputra pernah bekerja sebagai karyawan pada  Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Aceh Besar,   Kasie penanaman Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. Aceh Inti Timber Co. Ltd di Aceh Barat, selain itu juga pernah bekerja pada Badan rehabilitasi dan rekontruksi (BRR) NAD-NIAS pada posisi Asisten pengembangan bidang ekonomi untuk wilayah kerja Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Juga aktip pada organisasi profesi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) BKTHut Provinsi Aceh, dan Jejaring ahli perubahan iklim dan kehutanan Indonesia (APIK) dan Forum pimpinan perguruan tinggi kehutanan (FOReTIKA).(HUMAS)

 

 

 

 

 

Subcategories