Umuslim dan UIN Ar-Raniry gelar seminar Konservasi

 

Program studi Biologi UIN Ar-Raniry bekerja sama dengan program studi Akuakultur Universitas Almuslim mengadakan  Seminar Nasional bertema “Peran dan Tantangan Konservasi Sumber Daya Alam di Era Revolusi 4.0” yang dilaksanakan di Aula Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry, Selasa (17/12/2019). 

Acara menghadirkan tiga narasumber  Prof. Drh. Ni Wayan Kurniani Karja, MP. Ph. D, (IPB Bogor) “Aplikasi ilmu reproduksi dalam bidang konservasi, Dr. Drh. Chairun Nisa’ M.Si, PAVet ( IPB Bogor) “Aplikasi ilmu anatomi dalam bidang konservasi dan Muliari, S.Kel., M.Si (Prodi Akuakultur Universitas Almuslim Bireuen) dengan judul materi Konservasi kawasan perairan: peluang dan tantangannya.

Ketua panitia Ilham Zulfahmi, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan agenda rutin Program Studi Biologi UIN dan merupakan tindak lanjut dari kolaborasi riset tiga universitas yaitu UIN Ar-Raniry, Universitas Almuslim dan IPB Bogor. 

Ketua Program Studi Biologi UIN Ar Raniry Lina Rahmawati, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Aceh memiliki area konservasi yang sangat luas. “Kita memiliki tanggung jawab yang besar sebagai generasi milenial dalam rangka mengkonservasi sumberdaya alam Aceh” jelas Lina Rahmawati, M.Si.

 Acara  dibuka Dekan Fakultas Sains dan Teknologi yang diwakili oleh Wakil Dekan I Khairiah Syahabuddin, M.HSc.ESL, M.TESOL., Ph. D.  dan dipandu moderator Feizia Huslina, M.Sc (UIN Ar-Raniry)  diikuti 150 peserta terdiri dari unsur dosen, dan mahasiswa dari beberapa unversitas di Aceh, jelas Ilham.(HUMAS)

 

 

Dosen Umuslim bahas DAS Ciliwung

 Dosen Universitas Almuslim Peusangan Dr Rini Fitri, SP MSi menjadi pembicara pada  FGD Telaah Permasalahan dan Solusi Penanganan DAS Ciliwung, yang digelar oleh Forum koordinasi pengelolaan DAS Ciliwung,  berlangsung di Gedung Laboratorium Multi Displin FMIPA Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Rini Fitri dosen umuslim kelahiran Jeunib ini memyampaikan makalah dengan judul Agroforestri Solusi mewujudkan DAS Ciliwung Hulu berkelanjutan, menurut Rini Fitri Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu wilayah yang dibatasi oleh topografi secara alami atau punggung bukit sehingga seluruh air hujan yang jatuh di wilayah DAS akan mengalir ke alur-alur sungai, anak sungai, sungai utama dan akhirnya menuju titik pembuangan (outlet).

DAS Ciliwung Memiliki tutupan hutan sangat minim, perkembangan lahan pertanian dan permukiman yang sangat cepat, akibatnya tutupan hutan 30% tidak bisa dicapai di DAS Ciliwung, Oleh karena itu Agroforestri adalah pilihan utama untuk meningkatkan tutupan pohon dan ini alternatif agroteknologi yang paling optimal untuk pengelolaan DAS dengan kategori yang harus dipulihkan karena tutupan lahan hutan yang susah ditingkatkan di DAS Ciliwung Hulu

Dampak Kerusakan DAS terganggunya kondisi hidrologi, Erosi, menurunnya prduktivitas lahan, banjir musim hujan  dan kekeringan musim kemarau, Dan Pengelolaan DAS harus mampu meningkatkan sistem pertanian, memaksimalkan pendayagunaan lahan, menekan erosi dan degradasi lahan, meningkatkan pendapatan petani, degradsi lahan dengan meningkatkan tutupan pohon dan retensi air DAS, tutupan hutan > 30 %..

Pengelolaan DAS  harus secara terpadu karena  mencakup keterkaitan berbagai unsur ekosistem, lintas daerah administratif dan melibatkan  banyak stakeholder pemerintah, swasta dan masyarakat,jelas alumnus program Doktor IPB.

Pengembangan sistem agroforestri di DAS merupakan solusi dalam meningkatkan tutupan hutan untuk pengelolaan DAS yang kategori dipulihkan untuk mencapai DAS yang lestari atau berkelanjutan, jelas Rini Fitri.

Acara diikuti puluhan peserta  terdiri dari Instansi terkait tentang lingkungan, dinas Pertanian, dinas kebersihan, Pertamanan dan Kehutanan  PDAM,LSM pemerhati lingkungan dan DAS, mahasiswa dan Guru dan beberapa stakeholder lainnya seputaran Jakarta dan Bogor. (HUMAS)

 

Umuslim raih tiga terbaik PHBD tingkat nasional

Universitas Almuslim melalui tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Hima-PGSD) dinobatkan menjadi tiga terbaik secara nasional pelaksana kegiatan Program Hibah Bina Desa (PHBD) Tahun 2019.

Menurut Fachrurazi selaku pembina team PHBD Hima-PGSD Umuslim, pengumuman tentang program ini disampaikan pada acara Seminar dan Ekspo Sewindu Program Hibah Bina Desa (PHBD) bersamaan seminar tentang Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi dalam Memberdayakan Masyarakat Desa Menuju Indonesia Maju di Hotel Millenium Jakarta, (11/12/ 2019)

Menurutnya program PHBD  merupakan program unggulan Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penobatan sebagai tiga terbaik ini tidak terlepas dari hasil visitasi dan evaluasi (Monev) dilaksanakan  Dirjen Belmawa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi bahwa Untuk mendapatkan hibah ini, Universitas Almuslim melalui himpunan mahasiswa PGSD harus bersaing dengan 2.190 kelompok pengusul yang berasal dari  seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, setelah melewati tiga tahapan  baru ditetapkan  pelaksana kegiatan bersama 90 kelompok terpilih dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Menurut Ka prodi PGSD Fachrurazi,MPd di dampinggi Dekan Fkip Drs. M.Taufiq,MPd, dari kegiatan PHBD ini sudah dihasilkan APP dan panduan penggunaannya yang bernilai jual, dengan kegiatan ini juga diharapkan pemuda desa Kuta Barat kecamatan Makmur kabupaten Bireuen yang menjadi lokasi Bina Desa  dapat menjadikan peluang terciptanya kegiatan ekonomi kreatif di desa tersebut.

Pada kegiatan visitasi tersebut Universitas Almuslim ditunjuk sebagai tuan rumah untuk melaksanakan monev PHBD se Provinsi Aceh, dalam kegiatan monev tersebut  turut menjadi peserta dari  Unsyiah, UTU Meulaboh dan Universitas Almuslim. 

Adapun Tim Monev beranggotakan Ir. Yannefri Bakhtiar, M.Si dari IPB, Drs  Agus Setiawa, M.Kom dari Politeknik Negeri Jakarta, dan Yusuf yang merupakan Staf Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi Universitas Almuslim dengan mendapatkan penghargaan ini melengkapi beberapa penghargaan yang diraihnya pada tahun 2019, karena  baru saja mendapat anugerah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik Aceh katagori Universitas, ditetapkannya prodi Pendidikan Guru Sekolah dasar (PGSD) sebagai prodi unggul, kemudian ditetapkannya dua orang dosen sebagai dosen berprestasi di lingkup LLDikti wilayah 13 Aceh.(HUMAS)

 

Subcategories