Umuslim Terima Anugerah PTS Terbaik Aceh.

Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen kembali mempertahankan prestasinya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik Aceh katagori Universitas, Informasi  tersebut berdasarkan keputusan dari  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII Aceh.

Pengumuman PTS dan dosen berprestasi di lingkup LLDikti 13 Aceh  disampaiakan  pada acara  Rapat Koordinasi Pimpinan Badan Penyelenggara perguruan tinggi swasta (PTS) dan pimpinan perguruan Tinggi serta penganugerahan Tahun 2019.

Penganugerahan piagam PTS terbaik katagori Universitas untuk Universitas Almusllim diserahkan oleh kepala  LLDIKTI Wilayah XIII Prof. Dr. Faisal. S. H., M. Hum kepada  Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi di Aula Hotel Grand Aston Medan, Kamis (28/11) malam.

Selain ditetapkan sebagai PTS terbaik,  pada tahun ini dua orang dosen umuslim yaitu Dr.Halus Satriawan,MSi dan  Dr.Ir.Siti Zubaidah,S.Ag,MM. juga mendapatkan penghargaan sebagai dosen terbaik lingkup LLDikti Aceh 

Kemudian Prodi Pendidikan Guru Sekolah dasar (PGSD) umuslim juga mendapat penghargaan sebagai prodi unggul di lingkup LLDikti, prodi PGSD umuslim merupakan satu-satunya prodi di aceh yang akreditasi A.

Dengan keberhasilan ini Umuslim sudah dua kali secara berturut-turut menerima penghargaan sebagai Universitas terbaik setelah pada tahun lalu juga mendapatkannya. 

H.Amiruddin Idris disela-sela menerima penghargaan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, menurutnya " ini merupakan kerja keras seluruh civitas akademika  atas prestasi ini, semuanya untuk kepentingan masyarakat, terima kasih kepada seluruh komponen yang telah melahirkan prestasi ini, mari kita terus berbuat dan mengabdi demi kemajuan pendidikan di Aceh," papar H.Amiruddin Idris terharu.

Turut hadir memberi materi pada Rakor tersebut Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng.SC (dirjen kelembagaan, iptek dan dikti), Dr. Ir.Ridwan, M. Sc (Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi), Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP (Direktur Pembelajaran Dikti), kepala  LLDIKTI Wilayah XIII Prof. Dr. Faisal. S. H, M. Hum  dan sekretaris LLDIKTI Wilayah XIII Ilham Maulana

Pada kegiatan Rakor yang berlangsung selama tiga hari ini juga diserahkan penghargaan kepada PTS dan dosen berprestasi di lingkup LLDikti wilayah 13 Aceh baik dari katagori Universitas, sekolah tinggi maupun akademi,  turut dihadiri badan penyelenggara   dari unsur yayasan dan unsur pimpinan Perguruan Tinggi Swasta se Aceh,dan jajaran LLDikti 13 Aceh.  (HUMAS).

 

 

LDK se aceh gelar silaturahmi di Umuslim

 

Ratusan mahasiswa dari bebrbagai kampus di aceh berkumpul di Universitas Almuslim dalam rangka mengikuti  Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah (FSLDKD) Aceh KE XII yang berlangsung selama tiga hari, (21-23/11/2019)

Menurut Ketua panitia Muhammad Kausar FSLDKD (Forum Silahturrahmi Lembaga Dakwah Kampus Daerah) merupakan salah satu bentuk forum koordinasi dan silaturahim LDK seluruh aceh.

Tujuan kegiatan  sebagai sarana merumuskan kebijakan tahunan Fsldkd dan sebagai sarana komunikasi dari silaturahim pengurus lembaga dakwah kampus se Aceh. 

Acara forum silaturrahim lembaga dakwah kampus daerah (FSLDKD) ke 12 tahun ini diikuti 15 LDK se Aceh dan Universitas Almuslim sebagai tuan rumah. Acara ini dilaksanakan 2 tahun sekali, dan berbeda-beda tuan rumahnya, tahun 2014 di Langsa, 2017 di Kutacane, jelas  Muhammad Kausar.

Acara  dirangkaikan dengan seminar tentang pemuda dan UMKM dibuka rektor umuslim yang diwakili wakil rektor bidang kemahasiswaan  Dr.Ir.Saiful Hurri,MSi, pada kesempatan tersebut menyambut baik acara ini, mengharapkan semua pihak untuk bisa menjadikan umuslim sebagai lokasi berbagai kegiatan karena menurutnya umuslim sudah mempunyai beberapa sarana representatif untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan.

Turut menyampaiakn sambutan ketua LDK Formada umuslim Agus Meriza pada kesempatan tersebut menyampaikan agar dapat menjadikan forum ini sebagai forum komunikasi dan silaturahmi antar peserta dari seluruh aceh.

Sedangkan Ketua Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus Daerah (FSLDKD) Aceh, Andika  menjelaskan tentang keberadaan forum yang menurutnya forum ini  berfungsi  sebagai sarana komunikasi dan silaturahim pengurus Lembaga Dakwah Kampus se Aceh dalam membentuk karakter mahasiswa dan memperkuat dakwah serta sarana syiar pengamalan syariat islam dikalangan mahasiswa dan generasai muda secara umum.

Kegiatan ini diikuti sekitar  700 peserta seminar dan 100 orang sebagai peserta Musyawarah daerah dari 15 Lembaga dakwah kampus (LDK) dari berbagai kampus di Aceh dan diisi  berbagai kegiatan seperti  Musyawarah Besar FSLDKD,  sekolah LDK, sarasehan LDK, seminar kemuslimahan, seminar fundraising, fieldtrif, aksi solidaritas, closing ceremony dan perlombaan antar LDK, jelas Muhammad Kausar.

Tema FSLDK 12, kemajuan Islam di Tangan Pemuda, ada pun rangkaian kegiatan  berupa Musyawarah Daerah, talk show  diisi pemateri Dr. Tgk. Amri, LC, MA dan  pelatihan UMKM oleh pimpinan  Bank Aceh Bireuen Hendra Supardi S.Hi, MSM serta Sherly Annavita Rahmi, M.SIPh, selain  juga digelar aneka lomba Antar LDK, Sarasehan antar LDK, Aksi Solidaritas, serta PMLDK.

Acara pembukaan dihadiri wakil rektor,dekan, pimpinan bank aceh syariah Bireuen dan Matangglumpang dua, perwakilan LDK se Aceh, ormawa dan mahasiswa dalam lingkup Umuslim.(HUMAS)

 

Dosen BDPI Umuslim bahas kawasan konservasi perairan

 

Dua orang dosen universitas almuslim dari  program studi Budidaya Perairan (BDPI) menjadi pemateri dalam kegiatan FGD bidang Konservasi  Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh, (20/11/2019).

Kegiatan FGD di Bireuen yang membahas Survei Pengelolaan Zonasi KKPD Bireuen menghadirkan  Rindhira Humairani Z,SPi, MSi  (Dosen Universitas Almuslim) dan  Dr. Faeok Afero, S.Pi., M.Sc Kasie yang membawahi bidang Konservasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Aceh untuk menginisiasi pembentukan zona kawasan konservasi perairan, dalam pemaparannya Rindhira Humairani menjelaskan mengenai potensi pesisir Kabupaten Bireuen dalam rangka rencana usulan kawasan konservasi. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Panglima Laut dan Abu Laut seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bireuen,Kelompok nelayan tambak dan nelayan jaring serta perwakilan dari WCS dan WWF. 

Hasil dari FGD  ini akan digunakan untuk menyusun dokumen hasil survey rencana pengelolaan dan zonasi kawasan Konservasi Perairan Daerah Kabupaten Bireuen.

Pada waktu bersamaan di kabupaten Aceh Selatan Muliari S.Kel., M.S yang menjabat ketua prodi Budi Daya Perairan (BDPI) universitas almuslim juga menjadi pemandu dalam FGD yang membahas  Penataan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kabupaten Aceh Selatan.

 Kehadiran Muliari dosen umuslim di FGD kabupaten Aceh Selatan sekaligus merupakan tim ahli biofisik kegiatan survey  atas penunjukan oleh  Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui Dirjen Pengelolaan Ruang Laut BPSDL

 Menurut Muliari S.Kel., M.S, kawasan konservasi Perairan atau sering disingkat dengan KKP menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.30/MEN/2010 adalah kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan. 

Pembentukan kawasan konservasi perairan perlu untuk dilakukan sebagai upaya untuk menjamin keberlanjutan ekosistem perairan sehingga sifatnya sebagai Sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dapat dipertahankan.

Pemerintah sendiri, melalui Kemenerian Kelautan dan Perikanan, telah menargetkan 20 juta hektar luas kawasan konservasi perairan untuk ditetapkan pada tahun 2020. Target tersebut belum sepenuhnya dapat tercapai.

 Sejak tahun 2006, Provinsi Aceh telah mencadangkan Kawasan konservasi Perairan Daerah dan baru satu yang ditetapkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan yaitu KKPD Kota Sabang, jelas ka prodi budi daya perairan universitas almuslim. 

Dengan berlakunya UU no.23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, dimana kewenangan pengelolaan pesisir dan laut tidak lagi berada di pemerintah kabupaten/kota, maka KKP yang sudah diinisiasi oleh kabupaten/kota harus dicadangkan ulang oleh pemerintah provinsi yang pada tanggal 26 November 2018 diterbitkan SK Gubernur no. 523/1297/2018 yang menetapkan kembali beberapa wilayah kawasan konservasi perairan dan beberapa lokasi baru yang salah satunya adalah Kabupaten Bireuen.(HUMAS)

Subcategories