Hari Kedua Umuslim wisuda 299 lulusan dan 34 orang raih Cumlaude

 

 

 

 

  Peusangan- Pelaksanaan rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana (S1) dan ahli madya  Universitas Almuslim, pada hari kedua  mewisuda sebanyak 299 lulusan dengan rincian 255 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP), Diploma III Kebidanan 44 lulusan dan  sebanyak 34 lulusan  meraih  prediket  cumlaude.

Selain  prosesi wisuda lulusan Diploma III Kebidanan juga disumpah, Acara penyumpahan dipimpin Sekretaris Dinas Kesehatan Bireuen Dr.Irwan A.Gani berlangsung di Auditorium Akademic Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Minggu (2/12/2018).

Sebelum kata-kata sumpah di ucapkan oleh lulusan Diploma III Kebidanan, mereka terlebih dahulu di wisuda bersamaan dengan 255 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP). Jadi keselurahan yang di wisuda pada hari kedua sebanyak 299 orang dengan rincian, Diploma III Kebidanan 44 orang dan FKIP 255 orang, dari sejumlah lulusan tersebut sebanyak 34 orang  meraih  prediket lulusan  cumlaude

Pada kesempatan tersebut Rektor Umuslim, Dr H Amiruddin Idris SE,M.Si  dalam pidatonya menyampaikan, sekarang di era revolusi industri 4.0, banyak regulasi yang menuntut guru dan bidan harus kompeten. Hal itu tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Kebidanan.

Para lulusan kependidikan  dan Kebidanan yang di wisuda hari ini, harus terus belajar untuk meningkatkan kompetensi agar bisa menghadapi peserta didik generasi milenial di era Revolusi 4.0.

Sekarang Guru setelah selesai S1, belum diakui sebagai guru, tetapi masih dituntut lagi untukmengikuti Program Profesi Guru (PPG), begitu juga  bagi lulusan Diploma III kebidanan, setelah tamat tidak langsung bisa bekerja tetapi mereka harus lulus Uji kompetensi untuk memperoleh STR.

Sekarang Umuslim sedang berjuang untuk bisa menyelenggarakan Pelaksanaan PPG dimasa yang akan datang, sehingga lulusan siap menghadapi peserta didik generasi milenial di era Revolusi 4.0 ini, ujar Rektor Umuslim.

Kepada lulusan jangan berputus asa, jangan hanya bermimpi jadi PNS, teruslah belajar meningkatkan kompetensi keahlian karena masih banyak peluang lain yang bisa saudara lakukan. Apapun dan dimanapun yang kita lakukan merupakan wujud dari pengabdian seorang lulusan, jelas  H.Amiruddin Idris,SE.,MSi yang baru saja kembali dari Pulau Andaman dan Nikobar India.

Menurutnya menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, Universitas Almuslim terus melakukan berbagai inovasi  seperti pengembangan Cyber university, penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal Teknologi Informasi, Kecerdasan buatan, sistem siber (Cyber System),  untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil.

“Demikian pula bagi lulusan Diploma III Kebidanan, tidak boleh luput dari kemampuan keunggulan menguasai teknologi dan bahasa, hal ini karena perkembangan ilmu kedokteran yang begitu pesat dan tersebar cepat dengan berbagai penemuan baru,” ungkapnya.

Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan Universitas Almuslim menghadapi Revolusi Industri 4.0.yaitu  program inovasi sistem pembelajaran pendidikan online learning (Cyber University).

Program  Cyber University  nantinya diharapkan menjadi solusi bagi Universitas Almuslim dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital yang semakin berkembang.

“Baru saja kampus ini menyelesaikan  program   Pendidikan Jarak Jauh dan Hibah Sistem Pembelajaran Daring Indonesia  (SPADA Indonesia) yang bertujuan untuk meningkatkan akses belajar mahasiswa dari dosen-dosen PTN dan PTS di seluruh Indonesia, dimana mahasiswa  mendapat pembelajaran secara Daring (online),” ungkap Rektor Universitas Almuslim.

Hadir dan ikut memberikan  sambutan pada wisuda Umuslim hari kedua,  Kepala Lembaga Layanan Pendidikan  Tinggi  (LLDiKTI) XIII Aceh, Prof Faisal A.Rani,SH,M.Hum dan ketua Pembina Yayasan Almuslim yang juga Anggota DPR RI, Drs Anwar Idris. Kemudian dilanjutkan dengan  orasi ilmiah disampaikan Prof Djufri, M.Si, Dekan FKIP Unsyiah dengan tema tantangan Guru masa depan..(HUMAS)

Jika tak Siap, Desa Dikhawatirkan Tertinggal di Era Industri

 Peusangan-Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof Apridar membahas kesiapan desa di era revolusi industri 4.0 demikian disampaikannya dalam orasi ilmiah pada Wisuda sarjana dan ahli madya Angkatan XXXI Universitas Almuslim, Bireuen, yang berlangsung di Auditorium Akademik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, kampus umuslim Sabtu (1/12/2018).

Dalam orasi ilmiah tersebut, guru besar Ilmu Ekonomi itu menyampaikan perlu peningkatan kompetensi aparatur desa agar tidak tertinggal di era revolusi industri. “Saya tau peningkatan kompetensi itu sudah dilakukan dalam bentuk pelatihan, saya usulkan agar ini sinergi dengan kampus, jadi kampus bukan hanya mengeluarkan ijazah, tapi juga sertifikat kompetensi, semisal kompetensi birokrasi, anggaran dan lain lain buat calon aparatur desa,” ungkap  Apridar.

Pola itu bisa dilakukan terpusat antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, dan Kementerian Riset, Teknologi Pendidikan Tinggi serta Kementerian Agama. Jadi, ke depan, sambung Apridar, untuk menjadi kepala desa itu harus memiliki kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan tinggi. “Kalau syaratnya begini kesannya akan berat betul jadi kepala desa, syarat boleh berat asal kesejahteraan juga sebanding dengan beratnya itu,” sebutnya.

Selain itu, dia meminta agar Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh terus mendorong inovasi dan keterbukaan di tingkat pemerintah desa. Teknologi informasi memudahkan desa untuk mempromosikan unggulan lewat kanal internet. Hanya saja, perlu upgrade kemampuan bagi aparatur desa, ungkap Apridar dalam orasi ilmiahnya yang turut dipancarkan secara langsung melalui Radio Suara Almuslim pada gelombang 90.9 FM dan Live streaminng Youtube  Channel Universitas Almuslim.Untuk itu sambung Apridar, perlu dipersiapkan konsep kemajuan desa. Dia khawatir, jika tak ada persiapan, maka desa akan tertinggal di era revolusi industri ini

“Tugas pemerintah saat ini, membantu akses internet dan listrik yang bagus ke desa. Nanti kampus bantu edukasi, lembaga lain juga begitu. Perlu kerjasama untuk kemajuan desa, tak bisa dikerjakan satu kementerian saja,” ujar Apridar yang baru saja bersama Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi kembali dari pulau Andaman dan Nikobar India, atas undanganBadan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (BPPK Kemlu RI)-(HUMAS).

Umuslim telah lahirkan dua pemikiran besar untuk bangsa

>Peusangan-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan telah melahirkan pemikiran besar untuk bangsa, demikian cuplikan pidato Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi saat  sidang senat terbuka Wisuda sarjana dan ahli madya angkatan XXXI, Prosesi wisuda turut disiarkan langsung melalui Radio Suara Almuslim pada gelombang 90.9 FM dan Live streaminng Youtube  Channel Universitas Almuslim berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim, Sabtu (1/11/2018).

Menurut H.Amiruddin Idris karya besar tersebut pertama dicetuskan oleh tokoh ulama Aceh pada tahun 1939,  saat lembaga pendidikan di Peusangan ini masih bernama Jamiatul Muslim  menjadi tuan rumah pertemuan para tokoh ulama di Aceh membentuk organisasi PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh) sehingga melahirkan pemikiran bagi lahirnya sebuah organiasasai yang merupakan cikal bakal Majelis Ulama Indonesia atau MPU di Aceh.

Pemikiran besar kedua, pada tahun 2018 ini, yaitu berhasilnya Civitas  Akademika  Universitas Almuslim  merintis dan  melahirkan kembali pemikiran yang sangat bersejarah, yaitu  terjalinnya konektivitas kerjasama antara Indonesia melalui Aceh dengan India yang telah terputus berabad-abad lamanya. Dimana pemikiran dan gagasan terwujudnya pengembangan kerjasama ekonomi dan konektivitas antara Aceh dan Kepulauan Andaman dan Nicobar di India, ditelurkan dari Kampus yang berada di kampung ini. Pemikiran yang  dimulai dengan  dilaksanakan seminar tahun 2016 yang turut dihadiri Konsulat  India yang berkedudukan di Medan 

Menurut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi  terwujudnya konektivitas dan kerjasama ekonomi hasil seminar tersebut, pihaknya bersama Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Apridar  baru saja kembali  dari Kepulauan Andaman dan Nicobar dan Chennai di India. Kehadiran kedua pimpinan Perguruan Tinggi di Aceh ini ke pulau di India tersebut, atas undangan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (BPPK Kemlu RI), untuk mencari peluang pengembangan kerjasama ekonomi dan konektivitas antara Aceh dan Kepulauan Andaman dan Nicobar di India.

" Patut kita berbangga bahwa kerjasama ini lahir dari sumbangsih pemikiran Universitas Almuslim" ungkap Rektor Universitas Almuslim H.Amiruddin Idris, SE,MSi dihadapan Staf Ahli Gubernur Aceh  Bidang Keistimewaan,SDM dan Kerjasama, Dr.Iskandar AP.,S.Sos.,M.Si, Bupati dan orang tua/wali wisudawan.

Berarti dalam sejarah kampus yang berada di kampung tepatnya  di sebuah  kota kecamatan,  telah berhasil melahirkan  pemikiran besar yang sangat berguna bagi bangsa dan Negara, jelas H Amiruddin Idris dihadapan unsur Forkopimda , tokoh masyarakat dan orang tua/wali wisudawan dan undangan lainnya. (HUMAS)

.

 

 

Subcategories