Universitas Almuslim - Universitas Almuslim

  • Bank Indonesia dirikan BI Corner di Umuslim

     

     

    Peusangan- Bank Indonesia Lhokseumawe dirikan BI Corner di perpustakaan Universitas Almuslim Peusangan, Bantuan pojok baca (BI Corner ) tersebut , diresmikan penggunaannya oleh Bupati Bireuen yang diwakili Sekretaris Daerah Bireuen Ir.Zulkifli, Sp, Kamis (6/12) di perpustakaan Induk kampus umuslim.

    Sekda Bireuen Ir Zulkifli,Sp dalam sambutannya saat peresmian, menyambut baik atas program Bank Indonesia Corner dan E-Almuslim (perpustakaan digital Universitas Almuslim), harapannya dengan bantuan sistem digital ini dapat  memudahkan dan praktis bagi mahasiswa  mencari bahan bacaan. Dengan adanya bantuan beberapa perangkat perpustakaan elektronik dari Bank Indonesia Lhokseumawe ini agar dapat dimanfaatkan dengan baik, "Terimakasih kepada Bank Indonesia yang telah berperan aktif membantu perpustakaan”, harap Sekda.

    Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yufrizal dalam sambutannya mengatakan bahwa BI Corner di Universitas Almuslim Peusangan merupakan BI Corner kedua, setelah sebelumnya sudah ada di perpustakaan daerah Kabupaten Bireuen.

    "Kami berharap pojok baca ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa di Universitas Almuslim dalam meningkatkan minat baca dan kegiatan akademik" ujar Yufrizal.

    Rektor Universitas Almuslim Peusangan Dr H Amiruddin Idris, SE.,MSi menyambut baik dan berterimakasih atas bantuan pojok baca (BI Corner),  Kami mengapresiasi kepedulianBank Indonesia Lhokseumawe  yang mendirikan BI Corner di perpustakaan Umuslim.

    Harapannya semoga dengan bantuan  BI Corner dari Bank Indonesia Lhoksemawe ini,akan mempermudah dan bermanfaat bagi mahasiswa dalam  kebutuhan referensi untuk membantu menyelesaikan kuliah, ungkap Rektor Umuslim.

    Semoga bantuan ini  dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan semangat literasi di kalangan mahasiswa dan masyarakat khususnya dalam hal mendapatkan buku dan berbagai pengetahuan lainnya melalui perangkat berbasis IT,  menghadapi era digital  saat ini, jelas H.Amiruddin Idris (HUMAS)

     

    Foto : Hery Gustami

  • Amazing Istanbul

    KHAIRUL HASNI,Dosen Prodi Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, sedang menempuh program doktor (S3) bidang HI di Ritsumeikan University Kyoto Japan, melaporkan dari Istanbul, Turki.

     

    Datang ke Turki, negeri yang penuh sejarah ini, merupakan pengalaman pertama bagi saya. Tujuan saya ke sini dalam rangka mengikuti International Conference on Islam and Islamic Studies, kegiatan yang difasilitasi oleh World Academy of Science, Engineering and Technology Turkiye. Ikut konferensi internasional merupakan salah satu syarat bagi kami untuk menyelesaikan program doktoral (S3).

    Seusai konferensi, saya berkesempatan melihat suasana Kota Istanbul yang relatif sibuk dengan berbagai bisnis dan dipenuhi turis mancanegara. Yang paling banyak dikunjungi adalah Istanbul, provinsi yang terletak di Turki barat laut. Tepatnya di wilayah Marmara. Luasnya 5.343 kilometer persegi dan jumlah penduduknya 81.916.871 jiwa (data 2018, worldomater).

    Istanbul kaya akan sejarah, mulai dari kebangkitan kekaisaran Yunani dan pendirian Byzantium hingga perubahan budaya dari Yunani ke Romawi dan pembentukan Konstantinopel (bahasa Turki: Kostantiniyye atau stanbul) hingga abad ke-20.

    Sekitar 470 tahun lalu Istanbul merupakan ibu kota Turki. Saat ini tidak lagi, tetapi kota ini tetap menjadi pelabuhan utama dan pusat komersial yang paling penting di Turki.

    Ibu kota Turki saat ini adalah Ankara, kota terbesar kedua di Turki. Negara ini terdiri atas 81 provinsi. Masing-masing memiliki gubernur yang ditunjuk oleh presiden dan dewan terpilih. Mayoritas penduduk Turki menganut Islam dengan persentase mencapai 99,8% dari total penduduknya. Muslim di Turki pengikut paham Sunni. Yang ikut Syi’ah kecil jumlahnya.

    Selain berwisata, saya juga belajar mengenai sejarah Turki yang menarik. Banyak desain bangunan lama yang bernilai history telah dijadikan tempat wisata dan dipelihara dengan baik. Saat mempelajari sejarah Turki, saya juga ingin tahu sosok Edorgan di mata masyarakatnya.

    Bahasa yang digunakan masyarakat Turki adalah bahasa Turki, Arab, dan Inggris. Kebanyakan dari mereka lebih mahir berbahasa Arab dibandingkan bahasa Inggris.

    Perjalanan ke Istanbul tidaklah terlalu rumit, karena visanya bisa diurus secara online. Fasilitas hotelnya sangat banyak yang juga mudah didapat secara online. Menurut data Kementerian Pariwisata Turki, 32,4 juta wisatawan asing berkunjung ke Turki sepanjang 2017, Jerman 3,5 juta wisatawan, disusul Iran dengan 2,5 juta wisatawan.

    Saya juga beberapa kali bertemu pengungsi Suriah yang meminta bantuan untuk beberapa kebutuhannya. Pemerintah Turki telah membantu 3.272.150 pengungsi Suriah yang ditempatkan pada perumahan di hampir setiap kota di Turki , terutama di wilayah perbatasan. Menurut orang yang saya ajak berbincang-bincang, Turki telah memberikan pelayanan umum kepada pengungsi Suriah mencakup bantuan pendidikan, kesehatan, keamanan, dan juga biaya hidup.

    Kunjungan lainnya yang menarik bagi saya adalah melihat masjid-masjid yang dibangun dengan indah menakjubkan. Ada tujuh masjid terindah serta bersejarah di Turki, yaitu Masjid Hagia Shopia, Masjid Bayazid II, Masjid Sulaiman, Masjid Biru (Blue Mosque), Masjid Yeni Valide Camii, Masjid Ortakoy Camii, Masjid Dolmabahce, dan ada 82.693 masjid lainnya di Turki.

    Saya berkunjung ke Masjid Sultan Ahmed yang dipadati turis asing. Masjid Sultan Ahmed juga dikenal sebagai Blue Mosque (Turki: Sultan Ahmet Camii). Blue Mosque adalah masjid bersejarah di Istanbul. Masjid ini terus berfungsi sebagai masjid. Rasanya tak pernah berhenti orang berkunjung ke sini. Blue Mosque dibangun antara tahun 1609-1616 selama pemerintahan Sultan Ahmed. Ubin biru yang dilukis dengan tangan menghiasi dinding interior masjid dan pada malam hari masjid dipenuhi warna biru sebagai lampu membingkai lima kubah utama masjid, enam menara, dan delapan kubah sekunder.

    Blue Mosque adalah salah satu tempat bersejarah paling ikonik di Istanbul dan merupakan bagian penting dari cakrawala kota dengan enam menara yang megah. Di sisi atas terdapat rantai besar dan area atas terdiri dari 20.000 ubin keramik yang masing-masing memiliki 60 desain tulip. Di bagian bawah terdapat 200 kaca patri. Pada tingkat yang lebih rendah dan di setiap dermaga, bagian dalam masjid dilapisi lebih dari 20.000 ubin keramik buatan tangan znik, dibuat di znik (Nicaea kuno) di lebih dari 50 desain tulip yang berbeda-beda. Ubin di tingkat yang lebih rendah adalah desain tradisional, di tingkat galeri desain mereka menjadi flamboyan dengan representasi bunga, buah, dan cypress. Sebagian besar pengunjung berasal dari negara Islam, sedangkan yang nonmuslim diberikan hijab/kerudung untuk penutup kepala bila memasuki area masjid.

    Bagi saya, tak ada kata lain yang lebih tepat untuk menggambarkan semua kehebatan itu, kecuali Amazing Istanbul!

    Sisi lain yang menarik untuk dipelajari dalam perspektif politik dan pembangunan adalah Turki saat ini banyak berubah dan pembangunanya begitu cepat. Pada tahun 1924, Presiden Turki pertama Mustafa Kemal Ataturk menempatkan serangkaian reformasi politik, sosial, dan budaya yang pada akhirnya akan mengubah Kekaisaran Ottoman sebelumnya menjadi negara sekuler. Namun, lebih dari 90 tahun berlalu Turki tak sepenuhnya sekuler. Masih ada beberapa pengaruh agama. Pemerintahan Turki diatur dalam konstitusi yang disahkan tahun 1982. Konstitusi ini memberi bentuk pemerintahan parlementer yang terdiri atas presiden, perdana menteri, dan legislatif, Majelis Nasional Agung, dan legislator dipilih rakyat untuk masa jabatan lima tahun.

    Saat ini Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah menjabat dua periode, karena terpilih lagi pada Pemilu 2018. Karier Erdogan sebelum menjabat Presiden Turki dimulai dari Perdana Menteri dari 2003 hingga 2014, dan sebagai Wali Kota Istanbul dari 1994 hingga 1998. Pada tahun 2001 Erdogan mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dan terpilih sebagai Presiden pada tahun 2014. Presiden Erdogan berasal dari politik islamis dan demokrat konservatif, serta mempromosikan kebijakan ekonomi sosial konservatif dan liberal dalam pemerintahannya. Di masanya, pembangunan ekonomi dan infrasturktur yang berkembang di Turki sangat singnifikan perubahannya. Pertumbuhan tahunan rata-rata dalam PDB per kapita adalah 3,6%. Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) riil antara 2002 dan 2012 lebih tinggi daripada skor dari negara-negara maju. Sehingga, timbul sebutan nama “Turki baru” di bawah kekuasaan Presiden Erdogan telah berhasil meningkatkan ekonomi yang besar. Dari awalnya ranking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10% per tahun. Di masa pemerintahan Erdogan pula Turki telah masuk ke dalam 20 negara besar terkuat di dunia (G-20).

    Setelah memenangkan masa jabatan keduanya sebagai presiden pada bulan Juni, Presiden Erdogan mengokohkan penciptaan rezim politik baru. Erdogan juga telah menggunakan keadaan darurat dua tahun terakhir, sehingga membuat kewalahan masyarakat dalam mengikuti berbagai kebijakan politik dan ekonomi yang dilakukannya, karena banyak kebijakan yang sewaktu-waktu berubah. Namun, rakyatnya tetap mengikuti kebijakan itu dan ikut aktif menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pemerintahan otoriter yang mereka rasakan saat ini.

     

     

    Cerita ini pernah tayang di http://aceh.tribunnews.com pada tanggal 20/12/2018/ dengan judul : Amazing-istanbul 

  • Belajar penerapan Syariat Islam di Negara Qatar

    OLEH KHAIRUL HASNI, Dosen Prodi Hubungan Internasional FISIP Universitas Almuslim  (Umuslim) Peusangan, Bireuen, sedang menempuh program doktor Hubungan Internasional di Ritsumeikan University Kyoto Japan, melaporkan dari Qatar

    QATAR merupakan negara penghasil minyak dengan pendapatan per kapita tertinggi. Ditopang oleh cadangan gas alam dan minyak yang terbesar ketiga di dunia. Negara ini tidak mengenakan pajak penghasilan terhadap warganya. Tingkat pajaknya pun terendah di dunia. Dengan jumlah penduduk 2,27 juta, Qatar menduduki peringkat salah satu negara terkaya di dunia.

    Kehadiran saya ke negara Qatar  pertama untuk mempelajari berbagai hal tentang pelaksanaan syariat islam di negeri kaya minyak, kedua saya gunakan untuk bertemu beberapa keluarga dan sahabat yang sedang bekerja dan study di negeri tersebut.

    Saat pertama sekali tiba di Qatar, saya saksikan banyak orang asing (ekspatriat) yang melayani orang asing di airport maupun di pusat layanan transportasi. Hampir semua yang bekerja adalah orang asing. Jumlah pekerja asing sekitar 88% dari penduduk Qatar dan orang India merupakan komunitas terbesar di sini, disusul Nepal, Bangladesh, Filipina, Mesir, Sri Lanka, Pakistan, dan Indonesia.

    Negara ini sangat mengandalkan tenaga asing untuk pertumbuhan ekonominya. Pekerja migran mencapai 86% dari total penduduk dan mencapai 94% dari total angkatan kerja.

    Di Qatar, 90% orang dapat dan mengerti bahasa Inggris. Jadi, Anda tidak perlu cemas jika tak bisa berbahasa Arab di sini, karena sebagian besar mereka bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

    Walaupun orang asing mempunyai peran penting dalam pengembangan ekonomi di Qatar, tapi banyak masalah juga dengan pekerja migran, yaitu pemotongan gaji, pembatasan gerak, penahanan sewenang-wenang, dan pelecehan fisik, mental, dan seksual. Itu karena, di Qatar belum ada aturan khusus yang mengatur tentang ini.

    Di sisi lain, perempuan Qatar cenderung memilih pekerjaan di pemerintahan, khususnya di kementerian pendidikan, kesehatan, dan urusan sosial. Posisi tingkat tinggi dipegang terutama oleh laki-laki. Tapi kehadiran tenaga kerja asing telah menempatkan lebih banyak perempuan di ranah publik. Selain itu perempuan asing sebagian besar dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, pengasuh anak, guru, perawat, dan pekerja administrasi.

    Berkunjung ke Qatar kali ini membuat saya juga berkesempatan untuk belajar tentang pelaksanaan syariat Islam. Qatar merupakan negara yang mayoritas penduduknya (76%) muslim. Hukum syariah diterapkan pada hukum yang berkaitan dengan hukum keluarga, warisan, dan beberapa tindakan kriminal (termasuk perzinahan, perampokan, dan pembunuhan).

    Sangat menarik melihat implementasi syariat Islam di negara ini. Qatar menganut sistem hukum campuran antara hukum sipil dan hukum syariat. Jika terdakwa seorang muslim maka hanya pengadilan syariahlah yang memiliki yurisdiksi atas kejahatannya.

    Selain itu, beberapa poin sempat saya catat selama di Qatar. Pertama, dalam perspektif perbankan, Pemerintah Qatar telah menjadi pemain terkemuka di sektor perbankan Islam sejak awal 1980-an, ketika bank pertamanya yang berbasis syariah dibuka untuk bisnis.

    Kedua, dalam pelaksanaan syariat Islam tahun 2014, Qatar meluncurkan kampanye kesopanan untuk mengingatkan wisatawan tentang kode busana sederhana di publik. Saya melihat orang asing yang bekerja di swalayan tidak diharuskan untuk berbusana muslim. Yang penting, mereka mengenakan pakaian yang sopan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

    Ketiga, negara ini membuka space bagi nonmuslim. Contohnya, minuman beralkohol yang legal diperjualbelikan di sebagian Qatar. Misalnya, beberapa hotel bintang lima diperbolehkan menjual alkohol kepada konsumen nonmuslim.

    Ada sejumlah peraturan yang mengatur konsumsi alkohol. Muslim tidak diizinkan mengonsumsi alkohol di Qatar. Apabila tertangkap mengonsumsi alkohol maka dapat dicambuk atau dideportasi. Namun, muslim yang dipidana karena alkohol bisa mendapatkan pengurangan hukuman beberapa bulan apabila dia mampu menghafal Alquran saat dipenjara.

    Suatu hal yang luar biasa, Qatari (sebutan untuk orang Qatar), khususnya yang kaya, mereka umumnya membangun masjid di samping rumah mereka. Siapa saja dapat datang untuk beribadah di situ. Boleh dikatakan negara ini adalah negara seribu masjid. Apalagi di sini, shalat jamaah wajib dilakukan di lingkungan masjid.

    Kehadiran pekerja asing juga ikut memengaruhi kehidupan masyarakat Qatari. Misalnya, makanan khas Qatar telah dipengaruhi oleh hubungan dekat ke Iran dan India. Wajar kalau makanan khas Qatar juga telah dipengaruhi oleh cita rasa kedua negara itu.

    Terus terang, ada perasaan yang sangat nyaman karena makanan yang tersedia itu adalah halal. Saya sangat terkesan dengan cita rasa makanan di Qatar, tapi sayang belum semuanya saya coba.

     

    Cerita ini pernah tayang dihttp://aceh.tribunnews.com pada tanggal 19/11/2018/ dengan judul : Menghafal-quran-hukuman-dikurangi

     

  • DOSEN UMUSLIM BERI KULIAH DI MALAYSIA

      

    Peusangan-Dosen Universitas Almuslim Peusangan Bireuen, Hakim Muttaqim,B.Soc.Sc.,M.Ec.Dev di undang secara khusus menjadi dosen tamu  di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

    Kehadiran dosen fakultas ekonomi umuslim ke negeri jiran tersebut, memenuhi  undangan Fakulti Pengurusan Hotel dan Pelancongan, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia Puncak Alam, Selangor Malaysia.

    Hakim Muttaqim  memberikan materi kuliah kepada mahasiswa UiTM tentang peningkatan ekonomi dan wisata halal, kegiatannya berlangsung di kampus utama UiTM Puncak Alam, Selangor Malaysia,pada  Selasa dan Rabu (19-20 /3). 

    Selain Hakim Muttaqim dalam perkuliahan  tersebut juga ikut Dr. Mohd Raziff Jamaluddin selaku Timbalan Dekan bidang riset dan jaringan UiTM.

    Dalam pertemuan tersebut dosen Malaysia ini menyatakan bahwa UiTM sangat senang dengan adanya kolaborasi dalam pengembangan kedua intitusi ini, kedepannya akan di fokuskan kerjasama riset dan publikasi.

    Di sela-sela kegiatan memberi kuliah Dekan FE Universitas Almuslim,  juga menjajaki kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia..

    Apalagi  Universitas Almuslim yang telah dinobatkan sebagai PTS katagori Universitas terbaik di Aceh, terus membuka diri bekerjasama dengan mengirimkan dosen dan mahasiswanya kebeberapa perguruan tinggi di luar negeri, jelas Hakim Muttaqim.

    Sementara itu,penyelidik UiTM,Prof Madya Dr. Mohd Hafiz Hanafiah menyambut baik rintisan kerjasama ini, menurutnya  ini akan memperkuat jaringan yang baik dengan kampus di Indonesia khususnya bidang kolaborasi riset dan publikasi International dengan dosen Universitas Almuslim Bireuen di masa depan.(HUMAS)

     

     

  • Dosen Umuslim di undang ke Kepulauan Riau.

     

    Peusangan-Salah seorang dosen prodi Peternakan fakultas pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan kabupaten Bireuen provinsi Aceh  drh Zulfikar, MSi, hadir ke Provinsi Riau untuk menjadi pemateri pada kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun kepulauan Riau.

    Hadirnya drh.Zulfikar,MSi dosen program studi Peternakan Universitas Almuslim di kabupaten yang mempunyai Motto " Azam di pasak, Amanah di tegak"  ini  memenuhi undangan  dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun kepulauan Riau, sebagai  pemateri pada pelatihan bidang peternakan dan kesehatan hewan  yang digelar di Hotel Gembira Tanjung Batu pulau Tanjung Baru Karimun pada tanggal 24-27/3.

    Di undangannya dosen Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan tersebut untuk memberikan pelatihan kepada 50 peserta  yang  terdiri dari peternak dan petugas kesehatan hewan di Wilayah kerja Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun Kepulauan Riau selama tiga hari. 

    Menurut informasi dari Drh Zulfikar,MSi, dirinya diminta untuk memberikan materi tentang teknis pencegahan penyakit dan manajemen pemeliharaan hewan besar dan kecil, selain dirinya sebagai narasumber yang berasal dari kampus,  juga hadir drh. Topan dari Dinas Peternakan Provinsi Aceh didampingin drh. Syauqi Kepala Bidang Peternakan dan kesehatan hewam Dinas Pangan dan Pertanian kabupaten Karimun Kepulauan Riau, ujar kandidat  doktor bidang pengelolaan sumberdaya dan lingkungan  Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.(HUMAS)

     

     

  • Dosen Fikom Umuslim latih siswa SMK

     

    Peusangan-Sebanyak 40 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Peusangan mendapat pelatihan ilmu bidang bahasa pemrograman Java dan pelatihan Desain Kemasan dari sejumlah dosen Fikom umuslim yang melakukan pengabdian di laboratorium multi media sekolah setempat, Selasa (27/11).

    Kegiatan yang mendapat apresiasi dari kepala sekolah SMK 2 Ermawati,M.Kom dan   antusias para siswa sekolah SMK tersebut merupakan suatu program yang dirancang beberapa dosen untuk bebagi ilmu secara langsung kepada para pelajar SMK yang ada di kabupaten Bireuen.

    Kepala sekolah SMKN 2 Peusangan Ermawati,M.Kom yang didampinggi kepala jurusan Desain dan Grafika  Mukhtar,M.Kom mengucapkan terimakasih atas dipilihnya sekolah mereka untuk lokasi pengabdian  dosen fikom Universitas Almuslim untuk  memberikan ilmu kepada anak didiknya, “Ini sangat bermanfaat bagi siswa, kami harapkan agar ada kelanjutan dari pengabdian hari ini “ ungkap Ermawati sambil menyalami pemateri.

    Menurut Mukhtar ada 40 siswa yang mengikuti pelatihan ini, dibagi  dua materi yaitu bidang pemrograman dan desain grafis, ini sangat bermanfaat bagi anak didiknya karena selama ini belum pernah mereka ajarkan ilmu ini secara mendetail, apalagi diajarkan oleh tenaga yang sangat komponten, jelas Mukhtar, M.Kom.

    Menurut salah seorang pemateri T Rafli A. S.Sn, M.Sn, bahwa program yang mereka lakukan ini merupakan  sebuah pengabdian, kami  dari dosen ingin memberikan sedikit ilmu baru yang bermanfaat bagi adik-adik dari  SMK 2 peusangan, ungkap pemegang sertifikat kompetensi bidang Desain Multimedia dari Badan Nasional sertifikasi Profesi ini.

    Menurut T Rafli A. S.Sn, M.Sn  tim pengabdian ini dibagi dua grup terdiri untuk materi Desain Kemasan T.Rafli A, S.Sn, M.Sn,  Riyadhul Fajri,M.Kom, Imam Muslem R,M.Kom, Zulkifli,M.Kom,T.M.Johan,MT, sedangkan untuk materi pemograman Java Dasril Azmi,M.Kom, Dedy Armiady, Sri winar,M.Kom, Iqbal,Mcs dan Fitri Rizani,M.Kom.(HUMAS)

     

     

     

  • Dosen Umuslim akan Mengajak Mahasiswa HI Kuliah di Singapura

    Kampus Umuslim, Kamis (09/11) Dosen Prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Almuslim dalam arahannya kepada Mahasiswa Prodi HI Semester I, yang nantinya pada Semester V akan mengambil Mata Kuliah yang berkaitan dengan Indian Ocean, maka pertemuan kuliah terakhirnya akan diselesaikan di Singapura, dengan mengikuti satu diskusi Interasional di salah satu lembaga riset terkemuka di dunia. Mengenai biaya, telah memiliki solusi bersama dan disepakati.

    Di samping mengikuti forum diskusi yang akan dihadiri kalangan diplomatik atau Kedutaan Besar dan pakar hubungan Internasional, mereka juga akan mengunjungi beberapa lembaga Internasional seperti ASEM, APEC, dan lainnya. Dua orang mahasiswa akan dipilih untuk presentasi di depan mahasiswa Global Studies di Singapura. Hal ini akan dilakukan jika para mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut mampu berbahasa Inggris dan menguasai materi yang berkaitan dengan Samudera Hindia (India Ocean).

    Menurut Poncut (T. Mahmud Azis, S.Fil., MA), hal ini penting untuk memacu mahasiswa untuk mau belajar, memperdalam ilmunya, dan menguasai bahasa Inggris. Kalau kita menguasai bahasa Inggris maka akan muncul konfidensi kita dalam berkomunikasi dengan orang asing. Kita tidak akan minder. Apalagi di sana mereka akan mengikuti diskusi penting dengan orang-orang penting dan mesti aktif untuk bertanya. Beliau berjanji kepada mahasiswa untuk mengorganisir kegiatan yang terbaik untuk mereka selama di Singapura. Mereka adalah generasi harapan bangsa dan harapan bagi masa depan Indonesia. (PIP Umuslim)

  • Fak.Pertanian Umuslim MoU dengan FP Unsyiah dan Unimal

    Peusangan-Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen melakukan penandatanganan naskah kerjasama (MoU) dengan fakultas Pertanian  Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, (20/12/2018). 

    Penandatangan naskah kerjasama tersebut  dilakukan masing-masing dekan fakultas ketiga perguruan tinggi tersebut, Fakultas Pertanian Umuslim dilakukan Dekan Fakultas Pertanian Umuslim Ir.TM.Nur, MSi sedangkan Unsyiah dilakukan Prof.Dr. Samadi., M.Sc selaku Dekan FP Unsyiah kemudian  sebelum dilakukan penandatanganan dengan  Unsyiah,  juga telah dilakukan MoU dengan Fakultas pertanian Unimal Lhokseumawe, yang penandatanganan naskah kerjasama dilakukan  Dekan FP Unimal Dr. Mawardati, M.Si dan Dekan FP Umuslim Ir. T.M.Nur, MSi. 

    Wakil dekan I Fakultas Pertanian Umuslim Drh.Zulfikar,MSi menjelaskan  tujuan dilakukan penandatanganan kerjasama ini untuk meningkatkan jaringan kerja sama antar Universitas khususnya Fakultas Pertanian dalam bidang penelitian, pengajaran, pengabdian masyarakat dan kemahasiswaan. 

    Saat penandatanganan kerjasama  turut  disaksikan wakil Dekan FP Unsyiah, wakil rektor I Umuslim Dr. Hambali., M.Pd, Ka.Prodi Kehutanan Umuslim Dr.Ir.OK Hasnanda Syahputra,MP dan beberapa ka.prodi dalam lingkup Fakultas Pertanian Universitas Almuslim, ungkap Drh.Zulfikar, MSi.(HUMAS)

     

     

    Foto : Ramadhan

  • Family Gathering Keluarga Besar Universitas Almuslim di Laot Jangka

     

     Dalam rangka  meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan Civitas Akademika Universitas Almuslim ( Umuslim) Peusangan melaksanakan Family Gathering (Hari Keluarga), bertempat di  taman wisata Laot Jangka Kecamatan Jangka, Sabtu (10/11/2018).

    Acara di awali dengan sambutan Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi yang meyampaiakan bahwa, kegiatan hari libur ini kita manfaatkan untuk menjadi hari keluarga, sebagai wujud kebersamaan dan kekeluargaan antara Rektorat, Dekanat, Dosen, karyawan dan seluruh staff yang bekerja di kampus Umuslim.

    Walaupun kegiatan ini tidak sering diadakan, tetapi pertemuan keluarga hari ini, hendaknya dapat dijadikan momen yang bermanfaat, berkesan dan dapat mempererat kebersamaan sesama keluarga besar umuslim beserta keluarga, sehingga akan dapat  menumbuhkan iklim kerja yang produktif dan kondusif di lingkungan kampus dalam upaya mengembalikan dan meningkatkan kejayaan kampus  masa yang akan datang, Ujar H.Amiruddin Idris.

    “Acara keluarga ini untuk  menjaga hubungan kekeluargaan dan kebersamaan keluarga besar Universitas Almuslim “ Jelas H.Amiruddin Idris lagi.

    Suasana acara Family Gathering  di kemas dalam bentuk  rekreasi keluarga, di lakukan dalam suasana penuh kekeluargaan, keakraban, kebersamaan dan penuh kegembiraan.

    Kegiatan dengan jamuan  hidangan menu kari kambing kuah “Belanggong” ala chief Tgk Rahmad Tanoh Abee,  ikan Bandeng bakar, ditambah aneka kue dan buah-buahan, plus minuman poligami segar,  telah menambah hangatnya  suasana “Hari keluarga umuslim di Laot Jangka” sehingga suasana kecapekan diruangan kampus, terasa larut dalam kegembiraan di hamparan laut selat malaka.

    Suasana kehangatan di hari keluarga ini, benar-benar memberi satu kesan yang perlu terus dikenang, tetesan rujak manis telah memaniskan suasana persaudaraan, apalagi dengan  santapan kari kuah belangong, hirupan jus poligami   dan keceriaan bocah-bocah yang ikut menikmati hari keluarga, ditambah hembusan sepoi angin laut selat malaka, yang menusuk sampai  pori-pori kulit ari  sekujur  tubuh keluarga besar Universitas Almuslim, memberikan kesejukan, kebahagiaan dan  kenangan tersendiri di Family Gathering ini.

    Tetapi Kemesraan itu terus berlalu seiring  berkumandangnya suara Azan Zhuhur dari puncak mesjid di pesisir kawasan wilayah minapolitan kabupaten Bireuen.

    Selain dihadiri Rektor dan isteri serta keluarga besar Universitas Almuslim, acara tersebut juga ikut dihadiri  Ketua Yayasan Almuslim Peusangan beserta keluarga dan juga beberapa guru dari  Pesantren Terpadu Almuslim,  acara ditutup dengan pembacaan Doa.(Humas)

     

     

     

     

  • FKU Umuslim Berakhir, ini dia juaranya

     

    Peusangan- Penutupan kegiatan  Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) berlangsung semarak  ditandai dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang dan diiringi nyanyian lagu perpisahan dan lambaian bendera peserta kegiatan seperti dari Bem,HMJ,UKM, mereka mengucapkan sayonara dan bersalaman penuh persahabatan.

    Festival Kebudayaan Umuslim (FKU), yang pembukaannya menampilkan berbagai kesenian termasuk tarian nusantara hasil koreografer mahasiswa umuslim, dimana tarian ini dimainkan seratusan mahasiswa yang berasal dari Universitas Almuslim,Universitas Pakuan Bogor dan mahasiswi dari Nagoya Gakuin university (NGU) Jepang, Selain melibatkan mahasiswa umuslim dan  beberapa  perguruan tinggi dan sekolah menengah atas seputaran kabupaten Bireuen, Festival Kebudayaan yang merupakan ajang tahunan tersebut  juga  ikut  hadir penyair nasional Fikar W.Eda dan pegiat seni Apa Kaoy.

    Wakil Rektor III Umuslim Ir.Saiful Hurry,MSi saat pidato penutupan menyampaikan apresiasi kepada panitia atas kesuksesan pelaksanaan Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) yang ke 3, pihaknya berharap untuk kedepan agar kegiatannya dapat ditingkatkan lagi baik bidang kreativitas maupun kualitasnya, dan pesertanya juga  lebih luas lagi, dengan mengundang peserta dari berbagai daerah dan perguruan tinggi yang lebih banyak lagi, harap Saiful Hurry

    Ketua Pema Andy Maulana bersyukur atas suksesnya FKU ini, ajang ini merupakan tempat terjalin silaturahmi antara seluruh civitas akademika, mahasiswa dan beberapa kampus lain.

    Adapun pemenang dalam kegiatan tersebut : Bidang Vokal Solo Pria, juara I, M.Iqbal ( F.Teknik umuslim),juara 2. Rizki Alkausar (SMA 1 Bireuen), 3.Rahmat (IAI Almuslim), Vokal Solo Wanita, juara I,  Mauliza Sari (SMA 1 Bireuen), juara 2 Azizah (Lhokseumawe), juara 3 Jauza (Lhokseumawe), Harapan I Cut Vita Aryana (Unimal Lhokseumawe), Harapan 2 Ocha Febri Riyanti (Kebidanan Umuslim).

    Kemudian bidang lomba Bola Sarung juara I Fakultas Ekonomi Umuslim, Juara 2 KSR-PMI, cabang Cakceng, tingkat SMA, Juara I Amanda Melani (SMA 2 Peusangan), Juara 2 Nuraida (SMK 1 Peusangan), Caceng mahasiswa, Juara I Intan Fajarna (Fisip), Juara 2 Mursyida (FKIP), Lomba Dodaidi mahasiswa Juara I Safira Amalia ( Unimal Lhokseumawe),Juara 2 Nurliza (EKP Umuslim), Dodaidi siswa Juara I Maulizar Sari (SMA I Bireuen), Juara 2 Liza Maiviza (MAN 3  Bireuen).

    Dilanjutkan dengan lomba  Stand peserta pameran kreativitas, Stand  terbaik diraih UKM Alaska, Stand terfavorit Fakultas Teknik , Duta mahasiswa Juara I Agam, Achdan ( Fisip umuslim), Inong Puja (Fisip), juara 2.Agam. M.Nizar (Teknik), Inong. Tiara (Fisip), Fotografi Juara I Salman, juara 2. Khaitami.

    Lomba opini Juara 1 Naila Zafira ( Fkip umuslim), Juara 2. Azzura (Fisip), Lomba Tarik tambang Putra, Juara I Bem Teknik, Juara 2.Bem Fisip, tarika tambang  Putri Juara I HMJ Bahasa Indonesia, Juara 2 HMJ EKP, Fashion show, Juara I TK juara I Izzatus safira (TK Ar Reza), Juara 2.Syahira (RA At Taqwa), Baca Puisi, mahasiswa Juara I Nurul Yana (Fkip), Juara 2 Syahrizal (Teknik), Baca Puisi, siswa Juara I Asmaul Husna (SMA I Bireuen), Juara 2.Saumi Naila (Pesantren Almuslim),permainan Congklak Mahasiswa Juara I Israimi (Fkip), Juara 2 Khairunnisak (Teknik), Congklak siswa Juara I Merry ( SMPS Ummul Ayman), Juara 2 Ikwani (MAN 7 Bireuen).(Humas)

     

     

     

     

  • Hari Kedua Umuslim wisuda 299 lulusan dan 34 orang raih Cumlaude

     

     

     

     

      Peusangan-Pelaksanaan rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana (S1) dan ahli madya  Universitas Almuslim, pada hari kedua  mewisuda sebanyak 299 lulusan dengan rincian 255 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP), Diploma III Kebidanan 44 lulusan dan  sebanyak 34 lulusan  meraih  prediket  cumlaude.

    Selain  prosesi wisuda lulusan Diploma III Kebidanan juga disumpah, Acara penyumpahan dipimpin Sekretaris Dinas Kesehatan Bireuen Dr.Irwan A.Gani berlangsung di Auditorium Akademic Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Minggu (2/12/2018).

    Sebelum kata-kata sumpah di ucapkan oleh lulusan Diploma III Kebidanan, mereka terlebih dahulu di wisuda bersamaan dengan 255 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP). Jadi keselurahan yang di wisuda pada hari kedua sebanyak 299 orang dengan rincian, Diploma III Kebidanan 44 orang dan FKIP 255 orang, dari sejumlah lulusan tersebut sebanyak 34 orang  meraih  prediket lulusan  cumlaude

    Pada kesempatan tersebut Rektor Umuslim, Dr H Amiruddin Idris SE,M.Si  dalam pidatonya menyampaikan, sekarang di era revolusi industri 4.0, banyak regulasi yang menuntut guru dan bidan harus kompeten. Hal itu tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Kebidanan.

    Para lulusan kependidikan  dan Kebidanan yang di wisuda hari ini, harus terus belajar untuk meningkatkan kompetensi agar bisa menghadapi peserta didik generasi milenial di era Revolusi 4.0.

    Sekarang Guru setelah selesai S1, belum diakui sebagai guru, tetapi masih dituntut lagi untukmengikuti Program Profesi Guru (PPG), begitu juga  bagi lulusan Diploma III kebidanan, setelah tamat tidak langsung bisa bekerja tetapi mereka harus lulus Uji kompetensi untuk memperoleh STR.

    Sekarang Umuslim sedang berjuang untuk bisa menyelenggarakan Pelaksanaan PPG dimasa yang akan datang, sehingga lulusan siap menghadapi peserta didik generasi milenial di era Revolusi 4.0 ini, ujar Rektor Umuslim.

    Kepada lulusan jangan berputus asa, jangan hanya bermimpi jadi PNS, teruslah belajar meningkatkan kompetensi keahlian karena masih banyak peluang lain yang bisa saudara lakukan. Apapun dan dimanapun yang kita lakukan merupakan wujud dari pengabdian seorang lulusan, jelas  H.Amiruddin Idris,SE.,MSi yang baru saja kembali dari Pulau Andaman dan Nikobar India.

    Menurutnya menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, Universitas Almuslim terus melakukan berbagai inovasi  seperti pengembangan Cyber university, penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal Teknologi Informasi, Kecerdasan buatan, sistem siber (Cyber System),  untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil.

    “Demikian pula bagi lulusan Diploma III Kebidanan, tidak boleh luput dari kemampuan keunggulan menguasai teknologi dan bahasa, hal ini karena perkembangan ilmu kedokteran yang begitu pesat dan tersebar cepat dengan berbagai penemuan baru,” ungkapnya.

    Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan Universitas Almuslim menghadapi Revolusi Industri 4.0.yaitu  program inovasi sistem pembelajaran pendidikan online learning (Cyber University).

    Program  Cyber University  nantinya diharapkan menjadi solusi bagi Universitas Almuslim dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital yang semakin berkembang.

    “Baru saja kampus ini menyelesaikan  program   Pendidikan Jarak Jauh dan Hibah Sistem Pembelajaran Daring Indonesia  (SPADA Indonesia) yang bertujuan untuk meningkatkan akses belajar mahasiswa dari dosen-dosen PTN dan PTS di seluruh Indonesia, dimana mahasiswa  mendapat pembelajaran secara Daring (online),” ungkap Rektor Universitas Almuslim.

    Hadir dan ikut memberikan  sambutan pada wisuda Umuslim hari kedua,  Kepala Lembaga Layanan Pendidikan  Tinggi  (LLDiKTI) XIII Aceh, Prof Faisal A.Rani,SH,M.Hum dan ketua Pembina Yayasan Almuslim yang juga Anggota DPR RI, Drs Anwar Idris. Kemudian dilanjutkan dengan  orasi ilmiah disampaikan Prof Djufri, M.Si, Dekan FKIP Unsyiah dengan tema tantangan Guru masa depan..(HUMAS)

  • HMJ Agribisnis umuslim gelar pelatihan kepemimpinan

    Peusangan-Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Peusangan melaksanakan  kegiatan  Pelatihan Kepemimpinan dan Pengenalan Organisasi bagi mahasiswa prodi tersebut, bertempat di aula kampus timur Universitas Almuslim, Sabtu (15/12/ 2018).

    Menurut  ketua HMJ prodi Agribisnis Fakultas Pertanian  Universitas Almuslim Wahyu Umaya, bahwa kegiatan ini dilaksankan satu hari penuh, bertujuan untuk  menumbuhkan semangat dan keinginan berorganisasi  bagi mahasiswa.

    Kegiatan yang mengambil  tema " Membangun sikap tanggung jawab dan disiplin dalam berorganisasi, menghadirkan pemateri   alumni yang telah sukses dalam berorganisasi seperti kakanda  Saifanur Suryadi. SP dan Muhammad Razanur.SP, kedua mereka adalah alumni fakultas pertanian dan juga mantan Presiden dan pengurus oraganisasi Pemerintah Mahasiswa (PEMA) Umuslim, jelas Wahyu.

    Ketua Program Studi Agribisnis Elfiana SP,.M.Si, mengucapkan terimakasih kepada HMJ, kami sangat mendukung kegiatan yang digelar HMJ dengan mengelar  kegiatan yang  bermanfaat bagi mahasiswa guna  meningkatkan kapasitas keilmuan khususnya bidang organisasi.(HUMAS)

    Foto : Ramadhan

  • Kemenristekdikti gelar Rakernas 2019, apa saja kegiatannya

     

     

    Peusangan-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengawali tahun 2019 menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas)  bertempat di Gedung Soedarto, Universitas Diponegoro Semarang.

    Rakernas yang mengambil tema "Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang Terbuka, Fleksibel, dan Bermutu"  berlangsung selama dua hari ( 3-4/1/ 2019).

    Rakernas 2019  dibuka secara resmi oleh Menristekdikti Mohamad Nasir, dihadiri Sekretaris Daerah Jawa Tengah serta diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Kemenristekdikti mulai dari, pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenristekdikti, Kepala LPNK dalam koordinasi Kemenristekdikti, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Ketua Komisi VII, Ketua Komisi X, Ketua DPD RI, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Balitbang/Deputi Kementerian terkait, BUMN, serta instansi terkait lainnya.

    Rakernas 2019 Kemenristekdikti menjadi Momentum   Mempersiapkan SDM Millenial, Memformulasikan  Regulasi di Era Disrupsi, menciptakan Inovasi untuk Peningkatan Daya Saing Bangsa Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus kerja Pemerintah di tahun 2019.

    Presiden Joko Widodo mengatakan SDM di Indonesia harus mampu menghadapi dan memanfaatkan peluang dari perubahan dunia dan perkembangan teknologi yang berubah begitu cepatnya. Dengan demikian, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia utamanya SDM di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi.

    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat membuka acara menyampaiakan bahwa Rakernas 2019 menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan Kemenristekdikti untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi era disrupsi yang berdampak pada bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi.

    “ Mencermati situasi di atas, pertanyaannya adalah bagaimana kita harus menyiapkan diri? Jawabannya adalah kita harus melakukan self disruption. Kita harus melakukan transformasi dengan mendisrupsi diri sendiri,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir.

    Kemudian tambah Kemenristekdikti Menteri Mohamad Nasir lagi bahwa saat ini Pemerintah menginginkan agar Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menjadi lebih terbuka, fleksibel dan bermutu. Untuk itu, kita harus membuat ekosistem riset, teknologi dan pendidikan tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar, yaitu masyarakat dan industri.

    Menteri Nasir menambahkan bahwa dalam menghadapi disruptive innovation dalam bidang industri dan pendidikan tinggi, Kemenristekdikti akan mengurangi atau memangkas regulasi bagi perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang menghambat mereka menyesuaikan diri dengan disruptive innovation. Salah satu regulasi tersebut terkait kewajiban membayar Pajak Penghasilan (PPh) bagi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) serta terkait program studi.

    "Kalau PTNBH disuruh bayar PPh pasal 25 (Undang-Undang Pajak Penghasilan), problemnya ada di mahasiswa lagi. Saya sudah lapor ke Menkeu. Beliau akan tinjau kembali," ungkap Menristekdikti.

    PTNBH yang memiliki otonomi dalam mengembangkan program studi diharapkan  Menteri Nasir tidak diberatkan dengan pajak yang seharusnya dibayarkan oleh orang pribadi yang memiliki usaha dan badan usaha (perusahaan). Diharapkan PTNBH dapat alokasikan anggaran lebih banyak untuk fasilitas pembelajaran.

    "PTNBH termasuk Perguruan Tinggi Negeri, ditugasi Pemerintah meningkatkan mutu dengan sistem pembelajaran yang dilakukan secara mandiri, tapi kalau ini dikenakan Pajak sebagai Penghasilan, padahal dana yang diterima dari masyarakat, ini masalah," ungkap Menteri Nasir.

    Selain pengurangan regulasi dalam perpajakan bagi PTNBH, Menteri Nasir juga memudahkan pendirian program studi yang dibutuhkan oleh industri, walaupun program studi tersebut belum ada dalam Keputusan Menristekdikti Nomor 257/M/KPT/2017 tentang daftar nama atau nomenklatur program studi yang dapat dibuka pada perguruan tinggi di Indonesia.

    "Dulu kalau tidak ada di (daftar) nomenklatur, prodi tidak bisa dibuka. Sekarang jika tidak ada dalam daftar itu, perguruan tinggi akan membuka prodi sesuai kondisi real, silahkan. Yang penting demand-nya ada. Industri yang gunakan ada. Contoh prodi yang akan dibuka itu jurusan tentang kopi, silakan saja. Ini di Sulawesi Selatan. Di Aceh juga akan ada yang buka Prodi Kopi," ungkap Menteri Nasir.

    Dengan kemudahan membuka program studi baru, Menteri Nasir berharap perguruan tinggi negeri dan swasta mencari potensi daerah yang dapat dipelajari sehingga potensi tersebut dapat dikomersialkan lebih baik.

    Ketua Umum Rakernas 2019, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Rektor Undip dan seluruh Panitia Rakernas 2019 yang telah bekerja keras dan bersinergi sehingga acara dapat berlangsung dengan baik.

    Ainun menyatakan bahwa Rakernas 2019 merupakan penyelenggaraan Rakernas ke 5 sejak lahirnya Kemenristekdikti di tahun 2014,  tema yang diangkat pada setiap Rakernas disesuaikan dengan tantangan riset, teknologi dan pendidikan tinggi yang selalu berkembang dari tahun ke tahun.

    Ainun menambahkan bahwa tema "Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang Terbuka, Fleksibel, dan Bermutu" sesuai dengan tantangan yang dihadapi di era Revolusi Industri 4.0. Iptek dan inovasi membutuhkan keterbukaan dan fleksibilitas yang tinggi untuk memicu kreativitas untuk menghasilkan inovasi.

    Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama merasa bangga dan menyambut baik penyelenggaraan Rakernas 2019 dan  Universitas Dipenogoro (Undip) sebagai tuan rumah. Rektor Undip berharap agar Rakernas 2019 dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan strategis di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. dan pihaknya  dalam penyelenggaraan Rakernas 2019 telah diimplementasikan berbagai inovasi.

    “ Dalam pelaksanaan Rakernas 2019 kita memakai konsep ramah lingkungan diantaranya ‘paperless’ dan ‘plasticless’. Semua materi rakernas tersedia dalam format digital, tidak dicetak,” tutur Rektor Undip.

    Dalam kesempatan yang sama, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono berharap hasil dari Rakernas turut mengembangkan perguruan tinggi dan riset di Jawa Tengah.

    "Saya harapkan dari forum ini akan menghasilkan berbagai rekomendasi yang kita jadikan dasar penyusunan strategi kebijakan tidak hanya lingkup Kemenristekdikti saja, tapi juga (bagi) Pemerintah Provinsi," ungkap Sri Puryono.

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam Rakernas 2019 akan dilakukan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran pada tahun 2018, serta outlook program dan anggaran tahun 2019. Selain itu akan disusun rekomendasi langkah-langkah strategis Kemenristekdikti dalam menghadapi tantangan terkait pengembangan riset, teknologi, dan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, dan bermutu serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

    Rakernas 2019 juga akan menjadi wadah pembahasan isu-isu strategis seperti program studi inovatif, pengembangan distance learning (open university), pengembangan teaching factory atau teaching industry pada perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia Indonesia pada Revolusi Industri 4.0, pendidikan tinggi vokasi, penguatan institusi riset dan inovasi di Indonesia, perusahaan pemula (startup), serta isu strategis lainnya.

    Ajang ini juga dimeriahkan oleh pameran produk hasil riset maupun inovasi perguruan tinggi dan LPNK dalam koordinasi Kemenristekdikti. Menristekdikti, Kepala LPNK dan jajaran Eselon I dan II Kemenristekdikti berkesempatan mengunjungi ‘stand’ pameran usai pembukaan Rakernas 2019. Beberapa benda pamer yang hadir di pameran ini antara lain BPPT Lock (Unit Pelindung Beton di Pesisir Pantai), Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue (BPPT), Sepatu Pengaman Sepatu Boot ber-SNI (BSN), Sensor Tanah Longsor (LIPI), D'Ozone (Filter Udara) dari Undip, Dompet Tuna Netra, Chemcar (Alat Penghemat Bahan Bakar),  Inkubator UNNES, Varietas Padi Unggul (UNSOED); Alat Rehabilitasi Medis Pasien Post Stroke, Produk Implan Bone Filler, Baterai Lithium dari UNS; Laser Gesek (Friction Welding), CNC untuk Industri Kreatif dari POLINES, Program SBMPTN & SNMPTN (LTMPT), Program Bela Negara (Kemenhan), Pendidikan Anti Korupsi dan program unit utama lainnya di lingkungan Kemenristekdikti.

    Pada Rakernas 2019 ini juga juga dilakukan Peluncuran Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada Jumat, 4 Januari 2019, pemberian Penghargaan Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) 2018, dan penghargaan Peringkat LAPOR pada PTN dan LLDikti.

     

    Sumber: Siaran PersKemenristekdikti Nomor  : 2/SP/HM/BKKP/I/2019 

    Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

  • Kisah Peneliti Indonesia pertama mendarat di Kepulauan Andaman & Nicobar India

    OLEH T CUT MAHMUD AZIZ, MA, Dosen Prodi Hubungan Internasional, FISIP Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, melaporkan dari Port Blair, India 

    KM (Kapal Motor) Aceh Millenium yang berangkat dari Pelabuhan Malahayati dengan mengangkut sampel komoditas dan produk Aceh tiba dan bersandar di Pelabuhan Port Blair, ibu kota kepulauanAndaman dan Nikobar di India pada 4 Januari 2018.

    Bersandarnya kapal ini merupakan momentum awal perjalanan ekspedisi perdana dalam merintis kembali hubungan kerja sama Aceh-India. Kapal yang terdiri atas satu nakhoda dan enam anak buah kapal ini menjadi titik awal terbangunnya konektivitas perdagangan barang antara Aceh dan Andaman & Nikobar.

    Terbangunnya konektivitas kerja sama ini tidak lepas dari hasil kajian dan penelitian yang dilaksanakan Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen dan Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara. Bahkan satu bulan lalu Rektor Umuslim, Dr Amiruddin Idris MSi bersama mantan rektor Unimal, Prof Dr Apridar diundang ke India atas fasilitasi penuh oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri (BPPK Kemenlu) RI.

    Keberangkatan KM Aceh Millenium dengan kapasitas 150 ton difasilitasi oleh Kemenlu RI untuk mengangkut komoditas dan produk Aceh untuk dipamerkan di Port Blair, mulai dari furnitur, kopi, kelapa, rempah-rempah, minyak nabati, kue khas Aceh, souvenir, batu split, semen, kayu hingga pasir. Semua komoditas ini di bawah koordinasi Kadin Aceh. Kedatangan KM ini disambut oleh Wakil Kepala Perwakilan RI untuk India dan Bhutan, Fientje M Suebu, bersama perwakilan Pemerintah Kepulauan Andaman & Nicobar, dan KadinAndaman & Nikobar (ACCI).

    Dua hari kemudian hadir duta besar LBBP RI untuk India dan Bhutan, Sidharto Reza Suryodipuro dalam acara pameran di Port Blair. Sebelum pengiriman sampel komoditas produk Aceh ke India, BPPK Kemenlu RI di bawah arahan Dr Siswo Pramono (Kepala BPPK Kemlu) dan Dr Arifi Saiman (Kepala Pusat P2K2 Aspasaf BPPK Kemlu) membentuk tim Market Intelligence terdiri atas tiga peneliti, yaitu Teuku Cut Mahmud Aziz MA (Umuslim), Dr Ichsan (Unimal), dan Dr Muzailin Affan (Universitas Syiah Kuala) yang bertugas mengkaji peluang kerja sama perdagangan dan jasa antara Aceh dan kepulauan Andaman-Nikobar dan Chennai.

    Secara geografis Aceh dan Kepulauan Andaman & Nikobar berdekatan, sekitar 749 km atau 465 mil jaraknya jika dibandingkan dengan jarak dari kepulauan tersebut ke India daratan seperti Chennai atau Kalkuta, yakni 1.363 km atau 847 mil. Kepulauan ini berada di bagian utara Aceh, timur India, barat Malaysia, selatan Myanmar, dan berada di tengah Samudra Hindia.

    Ada sekitar 570 pulau di kepulauan tersebut. Baru 38 pulau yang berpenghuni. Dapat dibayangkan, 95% komoditas dan produk bagi penduduk di kepulauan didatangkan dari Chennai yang mengakibatkan tingginya biaya angkut, terutama untuk material konstruksi.

    Berhubung Aceh dekat dengan kepulauan tersebut maka Aceh harus dapat memanfaatkan peluang dan India menjadi pasar sangat menjanjikan bagi Aceh. Kepulauan Andaman & Nikobar berpenduduk sekitar 400.000 jiwa. Nama “Nikobar” memang populer di Aceh karena sering menjadi lokasi terdamparnya nelayan Aceh, lalu ditahan berbulan-bulan dan dipulangkan ke Indonesia melalui Port Blair.

    Tim peneliti berangkat dari Kuala Lumpur menuju Chennai, lalu dari Chennai dengan penerbangan domestik menuju Port Blair. Banyak pilihan pesawat menuju Port Blair. Waktu tempuhnya sekitar dua jam. Ketika pesawat hendak mendarat di Bandara Internasional Port Blair, Veer Savarkar terlihat di bawah hamparan pulau-pulau dengan hutan yang lebat, pasir putih dan perairan yang mengitarinya berwarna hijau muda. Luar biasa indahnya.

    Ketika turun dari pesawat kami disambut petugas bandara yang sudah tahu rencana kedatangan kami. Wajah petugas bandara ada yang seperti orang Mongol. Kami dipersilakan duduk dan ditanyai paspor. Mereka begitu ramah dan sudah tahu rencana kedatangan delegasi Indonesia ke Port Blair dalam rangka membuka konektivitas antara Aceh dan Andaman-Nikobar.

    Selama di Port Blair, tim melakukan observasi lapangan dengan mengunjungi pasar tradisional seperti Sunday Market, pasar buah, dan pelabuhan.

    Cita rasa makanan di Port Blair sama dengan di Aceh. Cocok dengan lidah kita, berbeda jika saya bandingkan dengan makanan di New Delhi, bumbu karinya terasa lebih keras. Mencari masjid dan restoran halal tak begitu sulit karena di sini banyak penduduk muslim. Pelayan restoran mengenakan tutup kepala. Ini menandakan bahwa restoran dan kota ini telah memenuhi standar internasional yang siap menjadi kota turis. Harga makanannya terjangkau seperti harga di Aceh.

    Penduduknya ramah, wajahnya banyak yang seperti orang Aceh. Kotanya terbilang bersih. Menariknya, kami tak pernah melihat orang merokok. Suasana kotanya seperti di Sabang, banyak bangunan tua dan pohon-pohon besar nan rindang, dan penduduknya agak padat. Aktivitas ekonomi dinamis hingga larut malam, harga barang relatif murah, khususnya kain dan pakaian. Jauh lebih murah apabila dibandingkan di Indonesia. Berada di sini seperti berada di Aceh tetapi sulit kami temukan atau memang tak ada warung kopi di sini seperti di Aceh, minuman kopi tidak begitu populer, umumnya mereka minum teh dan susu.

    Dari Port Blair, kami lanjutkan perjalanan ke Maldive-nya India, yaitu Pulau Havelock. Kami naik feri yang jauh lebih bagus dan besar dibandingkan dengan feri dari Pelabuhan Ulee Lheue-Balohan, Sabang. Pemiliknya seorang pengusaha ACCI, biaya tiketnya (pp) sekitar satu juta rupiah per orang. Waktu tempuh ke Pelabuhan Havelock sekitar dua jam 30 menit.

    Penumpang umumnya turis domestik dari India daratan. Setiba di Pelabuhan Havelock, kami terkesima melihat banyak sekali ikan ukuran besar di bawah jembatan. Kalau di Aceh ikan-ikan itu mungkin sudah dipancing karena konsumsi ikan di Aceh terbilang tinggi, berbeda dengan di India, mereka lebih suka daging kambing dan ayam.

    Di Havelock kami kunjungi Pantai Kalapather dan Radhanagar. Di depan pintu masuk Kalapather banyak kios souvenir pernak-pernik yang terbuat dari kerang laut dan mutiara, juga baju bertuliskan Havelock. Harga mutiara terbilang murah, mulai Rp 50.000-Rp 200.000. Paling murah mutiara putih, lalu yang warnanya agak merah jambu. Di sini ada delapan titik keramaian. Kami menginap di Arpita Penthouse, daerah yang paling ramai penginapannya.

    Dalam diskusi dengan tourism agent kami mendapat informasi bahwa kunjungan turis di Havelock setiap hari mencapai 3.000-an orang. Sepanjang jalan banyak sekali penginapan dan hotel besar yang sedang dibangun. Sekitar 20% area di sini dipakai untuk kegiatan pariwisata, sedangkan sisanya tetap dijadikan lingkungan alami dengan hutan-hutan lebat. Di sepanjang jalan kami lihat banyak sekali pohon pinang dan kelapa, terasa seperti suasana di Bireuen dan Aceh Utara.

    Sebelum kembali ke Port Blair, kami berbincang sambil melihat-lihat buku tamu penginapan. Tertera deretan nama, negara, dan tanda tangan dari warga negara yang berlibur di Havelock. Banyak dari Eropa dan Amerika, bahkan dari Israel. Ketika kami tanya “Apakah sudah ada sebelumnya turis atau peneliti dari Indonesia?” Pemilik penginapan menjawab,”Andalah yang pertama.”

    Ini merupakan kesempatan langka dan menjadi pengalaman sangat berharga bagi kami, karena untuk menuju kemari membutuhkan izin yang ketat. Selain pengurusan visa, kami harus mengisi formulir izin khusus untuk dapat masuk ke Andaman dan Nikobar

    Saking tak mudahnya, Duta Besar Amerika atau kalangan Kedubes Amerika di India hingga saat ini belum diizinkan masuk ke sana, sedangkan Indonesia dapat masuk. Ini semua tak terlepas dari hubungan diplomasi Indonesia dengan India yang terjalin sangat baik.

    Dari Havelock kami kembali ke Port Blair dari Port Blair kami lanjutkan perjalanan ke Chennai.

    Di sini kami mengadakan pertemuan dan mewawancarai beberapa pengusaha dan General Manager Chennai Airport. Chennai, kota terbesar keempat di India, tertata rapi, relatif bersih dengan penduduk yang ramah. Suasana kotanya seperti Kota Makassar di Sulawesi Selatan.

    Sedangkan yang dapat diimpor dari Andaman & Nikobar dan Chennai ke Aceh, antara lain, bahan tekstil dan pakaian juga produk laut seperti ikan tuna, udang, kepiting, lobster, dan mutiara. Hasil observasi dan wawancara di Sunday Market, Port Blair, bahwasanya masyarakat kepulauan ini tak banyak mengonsumsi ikan, khususnya tuna, padahal perairan Teluk Benggala terkenal dengan potensi ikan tunanya.

    Barang yang diekspor ke Port Blair dapat dilanjutkan dengan mengirim barang tersebut ke Chennai. Ini dapat menjadi pasar yang potensial bagi Aceh dan Sumatra pada umumnya untuk masuk ke mainland.

     

    Cerita ini pernah tayang di http://aceh.tribunnews.com tanggal 10/02/2019/kisah-peneliti-pertama-mendarat-di-andaman.

     

     

  • Lulusan Kebidanan ikut Ukom

     

    Peusangan-Program Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim kembali ditunjuk oleh Kemenristek Dikti melalui Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) sebagai lokasi pelaksanaan ujian Uji Kompetensi Nasional (TUK)  tenaga kesehatan Bidan atau sering disebut dengan ujian kompetensi (Ukom).

    Pelaksanaan Uji kompetensi (Ukom)  Bidan di Bireuen diikuti sebanyak  89  peserta yang berasal dari lulusan Diploma III Kebidanan Almuslim  63 orang  dan  26 orang dari Akademi Kebidanan Munawarah Bireuen, ujian berlangsung  di kampus Diploma III Kebidanan umuslim, Sabtu (9/3/2019).

    Direktur III Kebidanan Umuslim Nurhidayati, MPh menyampaikan bahwa ujian Ukom ini merupakan bagian dari proses evaluasi pembelajaran dan diatur dalam Permenristekdikti No 12 tahun 2016 dan bagi yang lulus akan diberikan Surat tanda Registrasi (STR) sebagai pengakuan kompetensi profesi.

    Tambah Nurhidayati lagi bahwa  pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Kemenristek Dikti melalui Dirjen Belmawa atas dipilihnya kampus Kebidanan Umuslim sebagai lokasi pelaksanaan ujian kompetensi bagi lulusan kebidanan, pelaksanaan ujian berlangsung aman dan lancar, diawasi langsung pengawas dari pusat  yang hadir   Evi Nurakhiriyanti  dari Akbid Gema Nusantara Bekasi Jawa Barati(HUMAS)

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Mahasiswa FE Umuslim hadiri kongres ISMEI di Jakarta

    Peusangan-Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim (Umuslim) mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti kongres Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) yang berlangsung di Universitas Trisakti Jakarta, (3-8/12/2018).

     Yang menghadiri acara tersebut adalah  Heri Munandar mahasiswa semester V prodi ekonomi pembangunan (EKP), merupakan salah seorang pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Umuslim.

    Menurut Heri Munandar acara kongres juga dirangkaikan dengan seminar  nasional dengan tema : Peluang dan tantangan indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 demi sustainabilitas pembangunan ekonomi.

    Dekan FE Umuslim, Hakim Muttaqim.M.Ec.Dev mengatakan bahwa dikirimnya Heri Munandar mewakili BEM Fakultas Ekonomi pada acara tersebut merupakan bentuk tanggung jawab fakultas dalam memberikan ruang aktualisasi kepada mahasiswa  kancah nasional dalam era revolusi indutri 4.0. Kita berharap dengan mengikuti kegiatan ini, akan dapat menambah wawasan dan keilmuan baru bagi mahasiswa, dan nantinya semangat dari mahasiswa yang  telah kita kirim dapat menjadi inspirasi bagi kawan-kawan yang lain, sehingga nantinya mahasiswa kita bisa sejajar dengan yang lain, walaupun  kampus kita di daerah tapi mahasiswanya  tidak kampungan, papar  Hakim Muttaqim.

    Secara terpisah Heri Munandar yang mengikuti acara ini mengucapkan terimakasih atas kepercayan dan memfasilitasi dirinya sebagai perwakilan dari Bem FE Umuslim untuk bisa hadir dan bersilaturahmi dengan kawan-kawan dari berbagai universitas di Indonesia.

    Dirinya  berjanji akan menularkan berbagai informasi terbaru, hasil dari acara tersebut kepada teman semua, banyak informasi dan ilmu yang kami peroleh dalam ajang tingkat nasional tersebut.

    Acara selain diikuti mahasiswa juga hadir para pakar bidang ekonomi dan  beberapa instansi pemerintah, perusahaan dan lembaga keuangan lainnya.(HUMAS)

     

     

  • Mahasiswa KKM gelar aneka lomba

    Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim Peusangan  Angkatan XVII 2019  yang melaksanakan pengabdiannya di kabupaten Bireuen melakukan berbagai kegiatan.

    Mengakhiri pengabdian  di desa mereka melaksanakan berbagai program yang melibatkan masyarakat desa, seperti reiboisasi di pantai wisata Panggah, kemudian di Kecamatan Peudada mereka juga melaksankan MTQ anak-anak dan berbagai program pendidikan lainnya. Kegiatan yang digelar di kecamatan masing-masing ini berlangsung dari tanggal (11-14/3/2019).

    Seperti dilaporkan koordinator dosen DPL KKM di Kecamatan Peudada Riyadhul Fajri M,Kom bahwa banyak kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa  melibatkan para pelajar dan masyarakat, mereka banyak arahkan program ke bidang Pendidikan seperti MTQ dan berbagai bimbingan pedampingan dan bimbingan anak sekolah lainnya,  jelas Riyadhul Fajri.

    Kegiatan MTQ tingkat anak-anak yang dibuka Sekcam Peudada Maksalmina melibatkan unsur pemuda mendapat dukungan dan bantuan dari masyarakat. Seperti apa yang disampaiakan  keuchik Neubok Naleung kecamatan Peudada Nasruddin  mewakili dari 16 desa lokasi penempatan KKM, menurutnya pihaknya sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKM Universitas Almuslim, dengan adanya mahasiswa kkm membuat kegiatan  walau programnya sederhana tapi sangat terbantu masyarakat  dalam memotivasi dan   meningkatkan  mental anak dalam mengikuti pendidikan  di setiap  desa, ungkapnya.(HUMAS).

     

     

     

     

  • Mahasiswa Umuslim KKM di Tiga Kecamatan

    Peusangan-Sebanyak 240 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim)  diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen untuk melaksanakan pengabdian yang dikemas dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di tiga Kecamatan yaitu Peudada, Peusangan Selatan dan Gandapura.

    Proses penempatan dimulai dengan penyerahan peserta dari Umuslim yang diwakili  Wakil Rektor III Umuslim, Ir Saiful Huri,MSi kepada pemerintah kabupaten Bireuen  diwakili Sekda Ir Zulkifli,Sp, selanjutnya, diserahkan kepada  camat di tiga  lokasi penempatan yaitu (Peudada, Peusangan Selatan dan Gandapura),prosesi penyerahan berlangsung  dilapangan kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten, Cot Gapu Bireuen, Kamis (7/2/2019).

    Sekda Bireuen Ir.Zulkifli, Sp dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa yang ditempatkan di desa agar dapat mentaati segala aturan dan menghargai setiap kearifan lokal yang berlaku di gampong.

    Pemerintah Bireuen menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKM dan diharap para camat agar dapat mengarahkan, membimbing  dan mensosialisasikan ke desa penempatan.

    Setiba di desa lakukan orientasi mengenali desa dan seluruh perangkat desa serta potensi  jumlah penduduk serta potensi lainnya yang dimiliki desa, kalau ada hal-hal yang potensial agar dapat  dikoordinasi dengan dosen pembimbing lapangan dan perangkat desa guna dikembangkan jadi peluang usaha bagi masyarakat.

    "Saya harap, adik-adik mahasiswa dapat menjadi katalisator atau punya daya ungkit dan mengerakkan serta memotivasi agar gampong bisa berbuat lebih banyak yang sesuai dengan kebutuhan," harap Sekda Bireuen Ir.Zulkifli,Sp.

    Rektor Umuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si pada kesempatan tersebut diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. H. Saiful Hurri, Msi dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini merupakan satu kewajiban bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya di kampus Universitas Almuslim.

    Menurutnya  tolak ukur keberhasilan kegiatan KKM ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada beberapa hal diantaranya, pendewasaan mahasiswa calon pemimpin dan pengabdi di masyarakat, tercipta dan meningkatnya jiwa pengabdian ilmu dan partisipasi aktif mahasiswa serta dosen dalam membangun desa (gampong), selain itu, menambah pengalaman ilmu nyata di masyarakat, sehingga terjadi penguatan kemampuan intelektualnya.

    Kepada para mahasiswa peserta KKM, diharapkan agar dapat ber adaptasi dengan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan ini  sesuai  agenda dan program   yang  telah  direncanakan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Rektor Umuslim.

    Sementara itu Ketua Badan Pelaksana (Bapel) KKM Umuslim, Drs. Syarkawi, M.Ed dalam keterangannya menjelaskan bahwa peserta KKM Angkatan XVII Tahap II ini berjumlah 240 orang, mereka berasal dari enam Fakultas, yakni Fakutas Pertanian (FP) sejumlah 19 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sejumlah 97 orang, Fakultas Teknik (FT) sejumlah 19 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) 23 orang, Fakultas Ekonomi (FE) sejumlah 48 orang dan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) sejumlah 34 orang.

    Tambah kepala Bapel KKM  lagi, mereka akan mengabdi  selama 37 (tiga puluh tujuh) hari, terhitung mulai tanggal 7 Februari hingga 15 Maret 2019 di 48 gampong (desa) dalam tiga kecamatan, setiap gampong ditempatkan lima mahasiswa dan didampingi  12 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), setiap DPL  akan mensupervisi empat gampong.

    Para peserta KKM tersebut menjelang akhir program KKM ini atau paling telat satu minggu sebelum berakhir, akan dilakukan Monev (monitoring dan evaluasi) oleh pimpinan Rektorat dan Dekanat Universitas Almuslim,” jelas Drs.Syarkawi,M.Ed.(HUMAS)

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Mahasiswa Umuslim tanam pohon di Pantai Pangah

     

    Peusangan-Mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) yang sedang melaksanakan pengabdian dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM)  di kecamatan Gandapura, Senin (4/3/2019) melakukan program “Reboisasi” di daerah wisata pantai Pangah desa Ie Rhob kecamatan Gandapura.

    Menurut  perwakilan mahasiswa KKM kecamatan Gandapura bahwa program ini dirintis oleh mahasiswa yang dipadukan dengan program kecamatan, harapannya  dengan adanya kegiatan reboisasi ini kondisi pantai pangah akan lebih rindang dan hijau semoga pantai ini dapat  berkembang dan menjadi destinasi lokasi wisata pantai yang maju kedepannya.

    Acara reboisasi ini dibuka ketua Yayasan Almuslim Peusangan H.Yusri Abdullah,S.sos, pada kesempatan tersebut  mengharapkan agar tumbuhan yang ditanam ini dapat bermanfaat kepada kita dan sampai kepada anak cucu" harap H. Yusri Abdullah,S.sos

    Secara terpisah Kepala Bapel KKM Umuslim Drs.Syarkawi,M.Ed menyambut baik program yang dilakukan mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian di kecamatan Gandapura, harapannya semoga apa yang telah dilaksanakan  mahasiswa dapat di jaga dan kembangkan lagi oleh masyarakat setempat, harapnya.

     Kegiatan ini dihadiri oleh  Kapolsek Gandapura, Babinsa koramil Gandapura, perwakilan Camat Gandapura,  Yayasan Almuslim, dan Geuchik desa yang ada penempatan mahasiswa KKM, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta anggota pramuka dari kecamatan Gandapura.(HUMAS)

     

     

  • Mahasiswi Jepang senang menari tarian Aceh

     

    Peusangan- Kisae Fukushima (20)  seorang mahasiswi   dari Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang, saat ini sedang kuliah di Universitas Almuslim berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

    Betapa tidak, gadis yang berasal dari negeri matahari terbit ini, berhasil memainkan perannya sebagai Ratu, saat  pementasan permainan tarian nusantara, tarian tersebut merupakan  tarian persembahan  dalam  memeriahkan pembukaan Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) ke-3 yang berlangsung di kampus universitas almuslim, Senin (6/11/2018).

    Dalam tarian tersebut Kisae Fukushima bertindak sebagai Ratu, dengan memakai pakaian adat Aceh yang berwarna merah dipadu dengan kain sarung dan sulaman kuning keemasan membalut setiap jengkal tubuhnya, teryata  sukses  memainkan perannya sebagai pemain utama,  putri jepang ini   sanggup mengikuti pelunturan  lenggokan tubuh dan gerakan tanganya yang  gemulai, bersamaan hentakan  kaki terus bergerak  dengan berbagai ritme gerakan sesuai tabuhan rapai sebagai  iringan musik pengiring.

    Kisae Fukushima, si putri dari negeri olah raga SUMO ini,  mempunyai postur tubuh dengan tinggi yang ideal untuk ukuran seorang penari,  mampu menyeimbangkan  gerakan lenturan tubuh dan goyangan kepala, sehingga berhasil menyeimbangkan persamaan    gerakan kecepatan,   satu tangan dengan tangan lainnya dan hentakan berirama seratusan  pasang kaki dengan kaki lainya dalam satu barisan.

    Dengan kemampuannya menyeimbangkan setiap langkah dalam kebersamaan, mampu untuk  memainkan setiap gerakan pada tarian nusantara tersebut,  membuat  putri Jepang yang selalu menyunggingkan senyuman lewat bibir tipisnya , nampak menonjol dalam setiap gerakan, ditambah balutan pakaian aceh yang memancarkan aura keberanian, sehingga membuat  penonton kagum  dan terkesima dengan penampilannya.

    Keberadaan  mahasiswa dari Jepang  pada Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) ke-3, Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi, menjelaskan bahwa mahasiswa Jepang tersebut berjumlah  dua orang, mereka hadir  dalam rangka  mengikuti   kuliah program pertukaran mahasiswa yang merupakan  implementasi dari kerjasama (MoU)  yang telah ditandatangani pihak Universitas Almuslim dengan  NGU Jepang    beberapa tahun lalu. 

    Usai penampilannya Kisae Fukushima menuturkan, rasa senang dan bahagianya bisa menari dengan tarian Aceh dan Nusantara , “Saya sangat senang bisa sukses menari tadi” ungkap Kisae Fukushima didampinggi temannya Natsuko Mizutani yang merupakan alumni angkatan pertama program pertukaran mahasiswa Umuslim dengan NGU, kebetulan juga ikut hadir menyaksikan FKU ke-3.

    “ Pertama ikut latihan saya sangat khawatir,apalagi selama ini saya belum pernah menari tarian Aceh,  karena gerakan tarian Aceh sangat susah, kecepatan dan kebersamaannya tinggi  sekali, apalagi dalam tarian tersebut saya menjadi ratu, yang gerakan tubuh harus  bergerak dengan gerakan tari Guel yang merupakan  kunci dari penampilan tarian tersebut, ujar gadis Jepang  tersenyum sambil menunduk kepala.

    “Tetapi saya  kerja keras dan rajin latihan selama satu bulan di kampus, akhirnya berkat arahan kak Maulida sebagai pelatih, kebersamaan teman-teman, saya bisa tampil dengan baik, saya sangat tertarik tarian ini, dan akan terus belajar untuk bisa semuanya, baik gerakan, melenturkan  gerakan badan, kecepatan hentakan tangan dan kaki, permainan tarian aceh gerakan dinamis dan sangat kompak sekali”  cerita Kisae Fukushima dengan gaya bahasa Jepangnya yang masih kental.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada, dosen, teman-teman dan panitia yang sudah mengajak saya ikut menari” saya senang dan bahagia sekali , apalagi bisa  memakai pakaian adat Aceh, ujar gadis berkulit putih bersih ini. (Humas)