Universitas Almuslim - Universitas Almuslim

  • Prodi Peternakan gelar Seminar Nasional

    Peusangan-Prodi peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan akan melaksanakan Seminar Nasional bidang Peternakan yang direncanakan akan berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC)  Ampoen Chiek Peusangan Universitas Almuslim pada tanggal 8 April 2019 mendatang.

    Ketua Prodi Peternakan Umuslim   Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM  menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respon sektor peternakan dalam menghadapai Era Revolusi Industri 4.0, dimana era ini perkembangan  teknologi peternakan yang semakin hari semakin canggih khususnya  dari segi artificial intelligence, digital economy, big data, robotic, dan lainnya yang dikenal dengan disruptive innovation. Menghadapi tantangan tersebut, sistem pendidikan di sektor peternakan dituntut untuk dapat menghasilkan pelaku-pelaku peternakan dan generasi yang berkualitas dimasa depan.

    Adapun pemateri seminar adalah Prof. Dr. Sc.Agr.Ir. Suyadi, MS, IPU, Bidang Keahlian Biotek Reproduksi dan Genetika Molekuler, Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, IPU,Bidang Keahlian Teknologi Pakan dan Nutrisi Ruminansia, Universitas Gadjah Mada,Prof. Dr. Ir. Jahmes Hellyward, MS, IPU Bidang Keahlian Sosial Ekonomi Peternakan Universitas Andalas Padang Prof. Dr. Ir. Samadi,  M.Sc Bidang Keahlian Ilmu Nutrisi Ternak, Universitas Syiah Kuala dan drh.Rahmandi, M.Si Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Aceh, rinci Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM didampinggi Dekan Fakultas Pertanian T.M.Nur,MSi . 

    Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyambut baik kegiatan berskala nasional, harapannya  dengan seminar  ini  dapat menambah perbendaharaan kegiatan dalam menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi di kampus Umuslim.

    Semoga dengan seminar ini akan melahirkan berbagai solusi dan terobosan  untuk menjawab berbagai hal terkait perkembangan bidang Peternakan dewasa ini, sehingga para pemangku kepentingan  dapat mengambil berbagai manfaat dan mampu beradaptasi terhadap kebutuhan peternakan berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0, ungkap H.Amiruddin Idris.

    Seminar yang mengambil tema “Peningkatan Mutu Pendidikan dan Pembangunan Peternakan Berkelanjutan Berbasis Sumberdaya Lokal di Era Revolusi Industri 4.0” menghadirkan sejumlah pakar sebagai pemateri direncanakan akan dihadiri sebanyak 700 orang peserta

    Sasaran peserta seminar siswa  mahasiswa, Guru , Dosen, Pegawai Pemerintah, Masyarakat Peternak dan Umum serta stakeholder lainnya. Pendaftaran mulai dibuka 1 – 31 Maret 2019 di Sekretariat panitia  gedung administrasi Fakultas Pertanian Lt 2 kampus Timur Umuslim CP: Dr. Sitti Zubaidah (0852 7772 5431) dan Ir. Suryani - 0813 6064 3700) dengan biaya  bagi Siswa dan Mahasiswa Rp 25.000 dan  Umum Rp 50.000, jelas Sitti Zubaidah.(HUMAS) 

     

  • Prodi Peternakan Umuslim hadiri Munas FPPTPI

     

    Peusangan-Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan terlibat langsung menghadiri Musyawarah Nasional (Munas)  Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI) yang diselenggarakan di Hotel Kriad Muraya Banda Aceh, (4–6/4/ 2019).

    Menurut  informasi  dari ketua prodi  Peternakan Fakultas Pertanian Umuslim Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM, tuan rumah tahun ini Unsyiah Banda Aceh, agenda acara  membahas berbagai hal aktual  berhubungan dengan rumpun ilmu  Peternakan, seperti misalnya  sinkronisasi kurikulum peternakan merespon Revolusi Industri 4.0, dan sosialisasi awal standar penilaian akreditasi Prodi Peternakan, mengacu kepada Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Ilmu-ilmu Pertanian (LAM PTIP), diharapkan lulusan peternakan memiliki daya saing dan mampu beradaptasi  di Era Revolusi Industri 4.0, Jelas Sitti Zubaidah alumnus program doktor Universitas  Malang ini.

    Menurutnya keterlibatan Prodi Peternakan dalam kegiatan ini mendapat dukungan penuh Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi, karena menurutnya kegiatan ini  dapat memberikan manfaat besar untuk  pengembangan prodi Peternakan, bisa menjalin dan melanjutkan kerjasama dengan berbagai Fakultas  dan Universitas ternama di Indonesia.  Prodi Peternakan Umuslim  pada Munas ini  diwaliki oleh Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM dan Ir. Suryani, M.Pt

    Munas yang jadi tuan rumah Unsyiah Banda Aceh,  dihadiri  lebih 100 peserta  terdiri  Rektor, Dekan, Ketua  Jurusan,Ka  Prodi dan Ketua sekolah tinggi yang mengelola  pendidikan  bidang Peternakan dari berbagai perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta dari  seluruh Indonesia,  .(HUMAS).

     

  • Prodi Peternakan Umuslim Terima Ternak Sapi Aceh dari BPTU-HPT

     

     

    Peusangan-Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen Menerima 6 (Enam) ekor ternak sapi jantan Aceh dari Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui  Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri Aceh Besar,  

    Penyerahan ternak sapi tersebut dilakukan oleh Kasie Informasi dan Jasa Produksi  BPTU-HPT Indrapuri drh.Nellita Meutia, MSi yang diterima oleh Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian  Umuslim  Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM, bertempat di BPTU – HPT Indrapuri Aceh Besar, Selasa (4/3/2019).

    drh.Nellita Meutia, MSi pada arahan saat penyerahan tersebut menyampaikan bahwa “Sapi Pejantan Aceh tersebut merupakan sapi Afkir dengan Berat Badan dari 220 – 332 Kg yang berumur 3 – 10 Tahun yang masih dapat dikembangbiakan.

    Harapan kami semoga  bantuan ini dapat dimanfaatkan sebagai  Objek Praktikum, Pelatihan dan Pengembangan Pengetahuan Mahasiswa  pada Program Studi Peternakan Umuslim Aceh, harap  Nellita Meutia.

    Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Umuslim  Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM didampinggi  Dekan Fakultas Pertanian  Ir. T.M. Nur, M.Si mengucapkan terima kasih kepada pihak BPTU-HPT Indrapuri Aceh Besar atas kerjasama dan bantuan ternak sapi untuk Prodi Peternakan Umuslim..

    “Adanya bantuan ternak sapi ini sangat membantu Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Umuslim untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ujar  lulusan program doktor Universitas Brawijaya Malang ini. 

    Selain itu Prodi Peternakan Umuslim  terus  melakukan kerjasama dengan beberapa peternak yang telah sukses dalam rangka untuk mensukseskan   pelaksanaan beberapa program  akademik seperti  praktikum, penelitian dan pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa serta pengabdian masyarakat dalam upaya pengembangan Program Studi Peternakan Umuslim dimasa yang akan datang urai Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM.(HUMAS)

     

     

     

     

     

  • Puluhan Dosen seminarkan hasil penelitian

    Peusangan-Sebanyak 58 orang Dosen yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di aceh menyeminarkan hasil penelitiannya yang  berlangsung di ruang seminar Ampon Chiek Peusangan,kampus Universitas Almuslim (Umuslim), Selasa (27/11/2018).

    Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPPM ) Universitas Almuslim, menampilkan 25 orang pemakalah mewakili  sejumlah dosen dari anggota kelompok yang terlibat dalam  penelitian.

    Menurut ketua LPPM Umuslim  Dr. Halus Satriawan, S.P, M.Si, seminar hasil ini merupakan kegiatan yang bersifat wajib dan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban peneliti yang memenangkan hibah  Penelitian Dosen Pemula (PDP)  dari Kemeristek Dikti.

    Seminar    dibuka  Wakil Rektor Bidang Akademik Umuslim Dr. H.Hambali, M.Pd, yang juga bertindak sebagai reviewer,  mengharapkan kepada dosen agar dapat  terus meningkatkan dan membudayakan  penelitian dan publikasi.

    Menurutnya   dengan banyaknya penelitian  maka semakin mempertegas sumbangsih kampus dalam pengembangan IPTEKS dan peningkatan posisi tawarnya di masyarakat, papar Dr.H. Hambali,SE,MPd

    Kemudian secara terpisah  sekretaris LPPM Umuslim Ernawita,MSc, kegiatan ini dilaksanakan oleh LPPM Umuslim karena LPPM umuslim sudah berstatus madya,   kegiatan seminar  berlangsung sehari penuh  diikuti dosen peneliti penerima hibah bidang Pertanian, Sosial, Pendidikan, Kesehatan, Teknik dan Hukum,.

    Para dosen tersebut  berasal dari Universitas Almuslim, Universitas Gunung Leuser, Universitas Gajah Putih Takengon, Universitas Sains Cut Nyak Dien Langsa, Stikes Getsempena Lhoksukon, Politeknik Aceh Selatan, STIH Muhamaddiyah Takengon dan Stie kebangsaan Bireuen, ujar Ernawita yang sedang menyelesaikan program doktor (S3) di Jerman ini.(HUMAS)

     

     

     

  • Puluhan operator desa ikuti pelatihan

    Peusangan-Puluhan operator komputer desa di kecamatan Peusangan Selatan kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan penggunaan beberapa aplikasi komputer dan internet. Menurut salah seorang tutor pelatihan Imam Muslem,M.Kom bahwa tujuan pelatihan yang dilaksankan di aula kantor camat Peusangan Selatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada tenaga  operator desa tentang beberapa aplikasi komputer yang bisa digunakan untuk membantu pihak desa dalam hal  kebutuhan pengolahan data desa, jelasnya.

    Menurut Imam Muslem pelatihan ini dilaksanakan dua gelombang dan dikhususkan bagi operator desa, para tenaga  pelatihan berasal dari Dosen Fikom Universitas Almuslim seperti Dedy Armiady, Zulkifli, Iqbal  dan Sri Winar,M.Kom terang Imam Muslim.

    Menurut Imam Muslim pelatihan ini terus dilakukan pihaknya sesuai permintaan dari beberapa pihak lainnya, baik pihak sekolah maupun dari desa, sebelumnya kami juga sudah melaksanakan pelatihan bagi murid SMK dengan materi desain produk dan desain grafis dengan pemateri T.Rafli yang merupakan tenaga yang bersertifikat kompetensi nasional paparnya.(HUMAS)

     

  • Rakernas Kemenristekdikti 2019 berakhir, ini dia Rekomendasinya

    Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2019 Kemenristekdikti yang digelar di Universitas Diponegoro Semarang,  yang berlangsung  selama dua hari ( 3-4/1/ 2019) telah berakhir dan ditutup secara resmi. Rakernas yang mengambil tema "Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang Terbuka, Fleksibel, dan Bermutu"Rakernas 2019 menghasilkan rekomendasi yang strategis bagi perumusan kebijakan di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi dalam menghadapi era disrupsi. 

    Adapun  beberapa rumusan kesimpulan kebijakan Kemenristekdikti 2019 antara lain :

    Pembelajaran dan Kemahasiswaan

    a. Penyesuaian sistem dan kurikulum yang diintegrasikan dengan sistem pembelajaran online ataupun blended learning tanpa menambah SKS. Penyesuaian ini termasuk fleksibilitas dalam penerapan model semester atau triwulan.

    b. Penyiapan kebutuhan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi dan kemampuan kerja dan sikap kerja (employability) dengan pemberian sertifikasi, peningkatan prestasi kemahasiswaan, dan pemberian pengalaman profesional.

    c. Pembentukan sikap mahasiswa dan lulusan yang toleran, empatik, menghargai ragam budaya, dan cinta tanah air yang perlu diintegrasikan dengan pendidikan anti korupsi dan bela negara dalam kurikuler, kokurikuler, atau ekstra kulikuler.

    d. Pengajuan pembukaan prodi inovatif untuk bidang ilmu yang menjadi prioritas negara, yang saat ini dijamin mudah dan cepat, asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

    e. Kemitraan dengan industri dalam perumusan kurikulum, pelaksanaan teaching industry, program multi entry multi exit system (MEME), dan magang industri, dan penjaminan mutu untuk penyelenggaraan pendidikan vokasi yang bermutu.

     Kelembagaan Iptek dan Dikti

    Perguruan Tinggi harus melakukan :

    1.  Penyesuaian Prodi dan Kurikulum dengan mengintegrasikan literasi baru untuk merespon Revolusi Industri 4.0

    2. Penyiapan diri menyambut beroperasinya perguruan tinggi luar negeri

    3.  Untuk perguruan tinggi vokasi:

    a. Pembuatan rencana revitalisasi yang detil dan komprehensif

    b. Pengimplementasian program MEME

    c. Pembukaan prodi baru kekinian sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri

    4. Lembaga litbang agar meningkatkan akreditasi kelembagaannya

    Sumber Daya Iptek dan Dikti

    1. Relevansi Pengembangan SDM dan Kebutuhan Prioritas Pembangunan

    Rencana Induk Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Tinggi agar menjadi acuan/pedoman bagi perguruan tinggi dan LPNK dalam mengevaluasi serta mengembangkan program dan kebijakan, baik melalui analisis kebutuhan kualifikasi maupun kompetensi SDM (pendidik, tenaga kependidikan, peneliti, dan perekayasa).

    2. Kebijakan terkait Homebase Dosen

    a. Perguruan tinggi dan LPNK perlu mengevaluasi kualifikasi dan kompetensi SDM (pendidik, tenaga kependidikan, profesional, peneliti, dan perekayasa). Terutama dalam memantau beban kinerja SDM-nya berbasis full time equivalent (Ekivalensi Waktu Mengajar Penuh/EWMP) yang nantinya diterapkan sebagai dasar rekomendasi pembukaan program studi dan sharing sumber daya manusia, baik pada Pendidikan Tinggi maupun sumber daya manusia dari LPNK, atau lembaga lainnya.

    b. Sistem informasi sumberdaya terintegrasi (Sister)  agar digunakan sebagai sarana monitoring dan evaluasi serta kenaikan pangkat bagi dosen di perguruan tinggi.

    3. Sarana Prasarana Pembelajaran Mutakhir

    a. Perguruan tinggi segera menyiapkan proses pembelajaran model daring dengan memanfaatkan sarana dan prasarana khas era revolusi industri 4.0 (smart class room, augmented reality, artificial intelligence, virtual reality, data analytic, dan 3D printing) yang sifatnya tidak hanya berfokus pada peningkatan akses dan mutu, tetapi juga efisiensi proses pembelajaran.

    b. Perguruan tinggi harus mempersiapkan SDM yang memahami 4 komponen keilmuan: 1) mengubah mindset dan talent; 2) memiliki pemahaman humanity; 3) memiliki kompetensi minimal 4C yang terampil dalam pemanfaatan sarana dan prasarana di era revolusi industri 4.0, dan; 4) memiliki kompetensi teknis praktis yang difasilitasi melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

    c. Perguruan tinggi dan LPNK perlu memanfaatkan sumber daya manusia (expert) di tataran praktis seperti pada bidang industri, perbankan, kesehatan, dan bidang lainnya yang selaras dengan kebutuhan program studi atau perguruan tinggi.

    d. Perguruan tinggi dan LPNK perlu mengembangkan resource sharing khas era revolusi Industri 4.0 dan revolusi industri yang lebih tinggi, yang mendukung proses pembelajaran dan penelitian yang dapat mendongkrak potensi ilmu pengetahuan Indonesia.

    4. Rekrutmen Dosen

    Perguruan Tinggi agar menyiapkan skema multi-rekrutmen SDM (dosen, peneliti dan perekayasa) yang sumber dayanya telah disiapkan oleh Kemenristekdikti melalui program beasiswa PMDSU dan LPDP, atau program lainnya.

    Riset dan Pengembangan

    1. Pimpinan perguruan tinggi (PT), L2Dikti, dan LPNK agar lebih meningkatkan kualitas publikasi dengan antara lain mendorong para dosen dan peneliti serta mahasiswa untuk melakukan publikasi pada jurnal yang bereputasi.

    2. Pimpinan PT, L2Dikti, dan LPNK agar memaksimalkan pemanfaatan SINTA untuk berbagai kegiatan di lingkungannya masing-masing.

    3. Pimpinan PT dan lembaga penelitian harus mendorong para peneliti untuk memperhatikan karya ilmiah lain baik dari peneliti dari luar negeri maupun luar negeri untuk menjadi referensi penelitian yang dikembangkan.

    4. Dirjen terkait agar segera menyelesaikan regulasi untuk semakin meningkatkan penggunaan dan pemanfaatan Sinta, baik untuk kepentingan akademis (kenaikan pangkat, renumerasi, dan sebagainya) maupun kepentingan pendukung terkait lainnya.

    5. Pimpinan PT, L2Dikti, dan LPNK agar semakin mendorong para pihak terkait semakin meningkatkan output risbang dalam bentuk KI (seperti Paten, Hak Cipta dan lainnya) dan prototipe lebih dari Technology Readiness Level (TRL).

    6. Pimpinan PT, L2Dikti, dan LPNK agar meningkatkan kerjasama pemanfaatan alat laboratorium dan kerjasama sumberdaya riset dan pengembangan

    7. Pimpinan PT, L2Dikti, dan LPNK agar berkoordinasi dengan unit yang ditugasi dalam menelaah dan mempertajam program dan anggaran risbang berdasarkan Perpres 38/2018.

    Inovasi

    1. Perguruan Tinggi (PT) agar mempersiapkan implementasi RPERMEN Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi dengan cara:

    a. Memasukan ke dalam renstra PT

    b. Mempersiapkan sumber daya yang diperlukan

    c. Membangun jejaring dengan partner potensial tersebut di atas

    2. Aktor Inovasi terutama yang merupakan stakeholders Ditjen Penguatan Inovasi (PT, Lembaga Pemerintah Non Kementerian atau LPNK, bisnis dan komunitas) wajib menggunakan Tingkat Kesiapan Inovasi (KATSINOV) sebagai alat ukur produk inovasi dan calon produk inovasi sebagai sarana penentuan kebijakan.

    3.  Para pemangku kepentingan di bidang teknologi wajib untuk berperan aktif dan bersinergi, saling mengontrol dan mengisi untuk membangun Sistem Nasional Audit Teknologi yang mampu mengarahkan bagi terbentuknya Lembaga Auditor Teknologi profesional yang didukung oleh Auditor Teknologi yang kompeten dan bersertifikat, serta mampu membangun dan membina pengembangan kompetensi dan profesionalisme auditor teknologi.

    4. PT, LPNK, bisnis dan komunitas untuk mempercepat tercapainya tujuan negara perlu membangun strategi dan kemauan politik negara yang kuat untuk mengembangkan sistem inovasi nasional dan sistem inovasi daerah melalui:

    a. Penguatan iklim inovasi yang kondusif;

    b. Penguatan sinergi pelaku inovasi;

    c. Penguatan inovasi di badan usaha

    d. Penciptaan pasar produk inovasi;

    e. Pendanaan inovasi;

    5. Penumbuhan budaya inovasi

    6. Pengukuran dan penetapan kapasitas inovasi.

    7. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi perlu menyusun kebijakan, mendampingi, dan memfasilitasi penugasan khusus dalam pengembangan teaching industry di perguruan tinggi dengan rencana  aksi:

    a. Tahun 2019, Blue Print Teaching Industry penugasan khusus bagi perguruan tinggi

    b. Program pengembangan teaching industry, untuk penugasan khusus masuk dalam Renstra Kemenristekdikti dan Renstra setiap Perguruan Tinggi periode 2020 – 2024

    8. Perguruan tinggi agar mengembangkan teaching industry untuk mendukung pengembangan klaster inovasi yang berbasis pada produk unggulan daerah dengan mengingtegrasikan kapasitas dan sumberdaya di perguruan tinggi, baik dalam bentuk start-up maupun dalam bentuk kolaborasi dengan industri dan pemerintah daerah.

    9. Perguruan tinggi agar mendorong pemanfaatan inkubasi teknologi untuk melahirkan start-up unggulan dari hasil penelitian dan pengembangan, melalui pemanfaatan pendanaan riset atau pengabdian masyarakat.

    10. Perguruan Tinggi agar membentuk UNIMART (University Market), sebagai showroom untuk memasarkan produk perguruan tinggi dengan memanfaatkan teknologi digital.

    11. Reformasi Birokrasi

    12. Pimpinan PTN agar melakukan right sizing organisation, memperbaiki proses bisnis organisasi, dan mengurangi jumlah dosen yang menduduki jabatan admisitratif

    13. Pimpinan PTN dan LLDikti agar meningkatkan kualitas pelayanan publik yang ditandai dengan peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).

    14. Pimpinan PTN agar membentuk dan memberdayakan Unit Layanan Terpadu (ULT) sebagai sarana pemberian layanan secara terpusat kepada masyarakat, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

    15. Pimpinan PTN dan LLDIKTI agar meningkatkan produktivitas dosen (jumlah publikasi) serta meningkatkan utilisasi penggunaan ruangan dan sarana-prasarana bersama.

    Pengawasan Internal Kemenristekdikti

    1. Pimpinan Unit Kerja agar mengoptimalkan Peran Satuan Pengawas Internal sebagai konsultan dan quality assurance di Unit Kerja masing-masing.

    2. Pimpinan Unit Kerja segera melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Temuan Hasil Pengawasan Internal dan Eksternal serta melaporkannya kepada Inspektorat Jenderal.

    3. Pimpinan Unit Kerja agar segera melakukan Updating Data Wajib Lapor LHKPN dan melakukan Pelaporan E-LHKPN secara tepat waktu sesuai Permenristekdiki Nomor 43 Tahun 2015.

    4. Pimpinan Unit Kerja agar mencanangkan serta melaksanakan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK maupun WBBM.

    Rakernas 2019 diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Kemenristekdikti mulai dari, pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenristekdikti, Kepala LPNK dalam koordinasi Kemenristekdikti, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Ketua Komisi VII, Ketua Komisi X, Ketua DPD RI, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Balitbang/Deputi Kementerian terkait, BUMN, serta instansi terkait lainnya.

    Sumber: Siaran PersKemenristekdikti Nomor  : 3/SP/HM/BKKP/I/2019,

    Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

     

     

  • Ramadhan Plus

     

    DRS. SYARKAWI, M.ED

    Kepala Bapel-KKM Universitas Almuslim Bireuen

    Marhaban Ya Ramadhan! Setiap memasuki bulan Ramadhan ucapan ini hampir saban tahun menghiasi setiap halaman muka media di Aceh, bahkan dunia yang mayoritas penduduknya muslim, juga tidak ketinggalan berbagai baliho dan spanduk yang dipasang sepanjang jalan protokol baik yang dipasang panitia mesjid, pemerintah maupun oleh perusahaan swasta.

    Hadirnya slogan tersebut tentunya berkaitan erat dari isi firman Allah swt: “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepadamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa”.(Q.S. Al-Baqarah:183).

    Berdasarkan ayat di atas bahwa bagi umat Islam untuk meraih pangkat taqwa tidaklah mudah, akan tetapi bukan tidak mungkin dapat diperoleh oleh seseorang, asalkan tunduk dan patuh pada “Amar ma’ruf dan nahi munkar”. Tentunya dalam konteks puasa, seseorang harus dilalui oleh suatu proses sehingga ia bisa meraih gelar “taqwa”. Proses yang dimaksudkan di sini ialah proses membuat perencanaan dalam mengisi dan mengatur waktu.

    Sepuluh awal dari Ramadhan sebagai “rahmah”, maka pada fase ini kita diharapkan untuk menjadikan star awal Ramadhan ini untuk bisa berjalan mulus dan sukses demi untuk melempangkan jalan memasuki fase selanjutnya dengan sempurna. Apabila fase ini berjalan tidak tuntas tentunya untuk menjalankan pada fase kedua akan terjadi ketimpangan.

    Ibarat mahasiswa yang sedang kuliah apabila ada mata kuliah semester satu ada yang tidak tuntas tentunya harus menyempatkan waktunya untuk mengulang kembali pelajaran yang tertinggal, walaupun dia bisa melanjutkan ke semester selanjutnya, tetapi masih belum tuntas dan sempurna.

    Lalu sepuluh di pertengahan sebagai “maghfirah” yaitu keampunan yang diberikan Allah merupakan suatu hal yang sangat diharapkan, karena tanpa keampunan-Nya, siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Hal ini tentunya kita harus benar-benar bertaubat kepada Allah swt sebagai “Taubatan Nashuha”.

    Rahmad dan maghfirah dua hal yang sangat mulia disusuli dengan sepuluh akhir dari Ramadhan, yaitu “itqun minan naar”, yang sungguh luar biasa kasih sayang Allah kepada hamba-Nya bagi yang melaksanakan ibadah puasa dan mengisi Ramadhan ini dengan berbagai kebijakan. Pantaslah Allah menjuluki orang-orang seperti ini sebagai orang-oarang yang bertaqwa.

    Ibadah-ibadah sunat yang sebelum ini jarang kita lakukan, maka pada kesempatan ini kita tekuni dengan setekun-tekunnya. Ibarat petani, maka sepuluh akhir dari Ramadhan merupakan panen raya yang penuh berkah. Ibarat bahtera besar, penumpang harus mengisinya dengan barang-barang berharga.

    Ibarat orang di perantauan, akan membawa oleh-oleh untuk dibawa pulang ke kampung halaman. Dan ibarat investor akan menginvestasikan harta kekayaannya, agar kelak mendapat keuntungan di hari nanti.

    Oleh karena itu seorang mukmin sejati, di kesempatan yang mulia ini harus memperbanyak lagi membaca al-Quran, bacaan shalawat, zikir, tahmid, tasbih dan memperbanyak sedekah dan shalat tahajjud, dengan harapan memperoleh lailatul qadar. Karena Rasulullah saw sangat tekun menghidupkan malam-malam sepuluh akhir dari Ramadhan. Sayyidah Aisyah r.a pernah berkatan, “Rasulullah saw apabila telah masuk (sepuluh malam yang terakhir) beliau hidupkan malam-malam itu, membangunkan keluarganya dan mempererat (tidak mencampuri isteri-isterinya)” (H.R Bukhari dan muslim).

    Berdasarkan hadist di atas menginspirasikan kita betapa Rasullullah saw yang sudah ada jaminan masuk syurga, akan tetapi begitu antusias menggunakan kesempatan malam-malam terakhir ini untuk bermunajad kepada Allah swt. Hal ini menyiratkan kepada kita secara filosofis betapa besar hikmah yang Allah anugerahkan kepada umat Muhammad saw. Dan betapa ruginya kita sekiranya tidak memanfaatkan kesempatan emas dalam kehidupan ini.

    Ramadhan akan melambaikan tangannya meninggalkan kita. Jika kita masih diberikan umur panjang, mungkin tahun-tahum selanjutnya akan berjumpa lagi. Atau barangkali Ramadhan ini adalah Ramadhan pemungkas dan perpisahan dengan kita. Maka sisa hanya beberapa hari lagi, tidak ada jalan lain kecuali kita penuhi hari dan malamnya dengan mengabdi kepada Allah sembari merenungi dan mengevaluasi diri, mengintropeksi serta merefleksi apa dan sejauh mana ibadah-ibadah yang sudah kita lakukan, termasuk bila dosa-dosa apa yang pernah kita lakukan.

    Lailatul Qadar

    Jumbur ulama berpendapat bahwa lailatul qadar turun pada tanggal-tanggal ganjil setelah masuk pada sepuluh hari yang terakhir bulan Ramadhan, yaitu pada tanggal 21,23,25,27 dan 29. Kecuali itu yang terbanyak pada 27 Ramadhan, sebagaimana diisyaratkan oleh Rasulullah saw dengan sabdanya “Barang siapa yang mencari (mengharapkan) lailatul qadar, maka carilah ia pada malam tanggal 27 (Ramadhan)”. (H.R. Ahmad dari Abdullah bin Umar).

    Hikmah mengapa lailatul qadar tidak bisa ditentukan malamnya dengan pasti. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam pada bulan Ramadhan, mulai dari awal sampai akhir dapat tekun dan giat beribadah, dengan harapan ibadahnya itu bertepatan dengan lailatul qadar yaitu suatu malam yang sangat mulia dan agung dimana ibadahnya itu lebih baik daripada seribu malam (83 tahun 4 bulan).

    Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Allah untuk mengatur segala sesuatu. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.

    Syawal tiba

    Jika Ramadhan telah kita jalani dengan sukses dan sempurna, yaitu dengan menikmati “Rahmah” di sepuluh awal Ramadhan, dengan memperoleh “maghfirah” di sepuluh pertengahan dan dengan meraih “`itqun minan naar” serta dengan bertatahkan “taqwa”, maka memasuki 1 Syawal layaklah diberi ucapan “minal `aidin wal faizin”. Semoga termasuk (golongan) orang-orang yang kembali kepada fitrah (tanpa dosa) dan termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan.

    Sehubungan dengan datangnya hari raya Idul Fitri, kita diwajibkan membayar zakat fitrah bagi dirinya, anak dan istrinya serta untuk orang-orang yang menjadi tanggungan kita. Dan bila mana telah tiba dan kita melaksanakan shalat Idul Fitri, dimana sebelumnya hendaklah mandi terlebih dahulu, kemudian berpakaian yang rapi dan memakai wangi-wangian serta agar makan-minum walau hanya sedikit.

    Hal yang perlu diperhatikan dalam merayakan hari raya Idul Fitri, janganlah berlomba-lomba di dalam kemewahan. Pamer pakaian yang serba mewah dan mahal. Karena hari raya diperuntukkan kepada orang-orang yang bertambah taqwanya. Sebagaimana sabda Rasulullah “bukanlah Hari Raya itu untuk orang yang berpakaian baru, akan tetapi Hari Raya itu bagi orang yang taqwanya bertambah”.

    Ramadhan plus

    Idealnya orang yang berpuasa dan mendirikan (melaksanakan shalatnya pada malam lailatul qadar) karena keimanan yang teguh mengharapkan pahala dari Allah, dan mendapat keampunan-Nya, Allah menganugerahi taqwa. Sementara di hari fitri dengan kesucian dari noda dan dosa karena telah menjalani puasa, maka Allah memperuntukkan hari raya itu untuk orang-orang taqwanya semakin bertambah.

    Ini artinya taqwa yang sudah diperoleh di bulan Ramadhan, memasuki bulan syawal, taqwa itu semakin kuat dan konsisten. Apalagi bila diiringi dengan puasa syawal maka Allah akan memberikan ganjaran yang banyak. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Barang siapa yang berpuasa pada bulan bulan Ramadhan kemudian diiringi puasa enam hari di bulan syawal, maka seakan-akan dia berpuasa setahun”.(H.R. Muslim dan lainnya dari Abu Ayyub Al-Anshari).

    Taqwa itu suatu yang sangat berharga dalam pandangan Allah, karena taraf dan derajat manusia ternyata terdapat pada tingkat ketaqwaan kepada Allah semata. Dan Allah sangat mengapresiasikan hamba-Nya.

    Sungguh taqwa itu sesuatu yang sangat bernilai bagi seseorang dalam pandangan Allah. Karena taraf dan derajat manusia ternyata terletak pada tingkat ketaqwaan kepada Allah semata. Sebagaimana pengakuan Allah swt dengan firman-Nya” sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa kepadaNya.”(Q.S. Al-Hujarat:13).

    Taqwa itu mengacu pada konsep/kaedah mengikuti semua perintah Allah dan menjauhi larangannya. Maka siapa saja yang tunduk dan patuh kepada perintah dalam bentuk apapun dan sanggup meninggalkan berbagai bentuk larangan dan bahkan syubhat sekalipun mampu ditinggalkan, maka di situlah telah nilai esensial yang dimiliki. Taqwa di hati siapa pun, laki-laki atau perempuan, tua atau pun muda, yang mengarah kepada “ibadah mukaramun, Laa yaa’shunallaha fima amarahum wa yaf’aluna maa yu’maruun”.

     

    Berita  ini pernah tayang di http://aceh.tribunnews.com/ pada tanggal 06/05/2019 di Rubrik OPINI dengan judul Ramadhan Plus.

     

     

     

  • Rektor Umuslim tutup Acara Kaneut

    Peusangan- Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi  menutup secara resmi acara Kaneut (Kreativitas aneuk teknik) fakultas teknik Sipil  umuslim di Auditorium Academic Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus umuslim, Selasa (26/3).

    Menurut ketua panitia Oriza Alfandy, Kaneut merupakan  program tahunan mahasiswa teknik sipil umuslim  bertujuan untuk pengembangan aktivitas kemahasiswaan,  wahana  silaturrahmi dan sharing pendapat antara mahasiswa, civitas akademika fakultas teknik dan para alumninya.

    Rektor umuslim H.Amiruddin Idris saat penutupan kegiatan memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan yang digelar mahasiswa fakultas teknik, menurutnya kegiatan ini selain menumbuhkan semangat kreativitas dikalangan mahasiswa juga dapat mempererat silaturahmi  antara civitas akademika, alumni dan mahasiswa

    Panitia  mengelar berbagai lomba yang diikuti  mahasiswa dan siswa  SLTA, berlangsung sejak tanggal 23 -26 maret 2019, Adapun pemenang lomba antara lain  lomba futsal tingkat SLTA juara I SMAN 2 Bireuen, Juara 2 SMAN 1 Gandapura dan stop score Zuri, untuk Futsal tingkat Mahasiswa Juara I Politeknik Lhokseumawe, juara 2 UKM LPM desa, top score Andre Maireza. Bidang AutoCad, juara I Handri (Politeknik Lhokseumawe), Juara 2 Ichsan (Unimal).

    Acara ditutup dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba dan juga diserahkan santunan untuk anak yatim dari beberapa sekolah sekitar kampus.(Humas)

     

  • RSS

  • RSS

  • Sanggar Mirah Delima Umuslim tampil di Indosiar

     

    Peusangan-Tim Sanggar Mirah Delima (SMD) Universitas Almuslim Peusangan tampil di studio Indosiar Jakarta, kehadiran tim sanggar binaan Hj.Nuryani Rachman,SPd tersebut dalam rangka menemani dan memberikan dukungan penuh kepada salah seorang anggotanya yaitu Cut Rianda Zuhra yang tampil pada liga dangdut Indonesia atau LIDA 2 Indosiar, Kamis (21/3/2019) malam.

    Setelah menyanyikan sebuah tembang Hijrah Cinta  sebagai lagu wajib, dilanjutkan dengan kolaborasi lagu Aceh, penampilan Cut Zuhra yang  tercatat sebagai mahasiswi Universitas Almuslim  mendapat nilai baik dari dewan juri dengan menyalakan lampu biru.

    Setelah mengajukan  beberapa pertanyaan dan evaluasi dari tim juri kepada Cut Zuhra,  para Host yang terdiri empat orang   memberikan kesempatan kepada Sanggar Seni Mirah Delima Universitas Almuslim yang selama ini merupakan grup sanggar tempat Cur Rianda Zuhra mengembangkan seni tarinya untuk menampilkan salah satu gerakan tarian Aceh.

    Walau dengan jumlah personil yang kurang lengkap, dengan kondisi masih kelelahan karena baru tiba dari Aceh, tetapi Alhamdulillah penampilan anak-anak tidak mengecewakan, ungkap Hj.Nuryani Rachman yang secara khusus hadir ke studio untuk memberikan dukungan dan semangat kepada Cut Rianda Zuhra bersama sanggar Umuslim.

    Yang sangat menakjubkan  tim Sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim, turut melibatkan Kisae mahasiswi asal Jepang, gadis dari negeri matahari terbit ini sekarang sedang  menempuh pendidikan di Universitas Almuslim, Kisae  ikut serta menari bersama tim Sanggar Mirah Delima, dipenampilannya gadis asal negeri "Bom atom" ini terlihat sudah tidak canggung lagi memainkan gerakan dan menabuh rapai salah satu alat musik tradisionil Aceh.

    Kisae mahasiswi Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang yang sudah satu semester menempuh pendidikan di Umuslim, selama ini aktip terlibat dalam setiap aktivitas seni dan kemahasiswaan yang dilakukan Sanggar Mirah Delima Umuslim. Tim SMD Umuslim ini merupakan salah satu sanggar yang kerap mewakili Indonesia dalam mengikuti pentas seni di dalam dan  luar negeri.

    Usai penampilannya  Kisae gadis Jepang ini, menjadi perhatian  Host tim LIDA 2 Indosiar, saat diwawancara dengan bahasa Indonesia terpatah-patah, Kisae  menyampaikan  bahwa dia sangat suka dengan tarian Aceh, pada saat itu Kisae juga sempat menyanyikan lagu Aceh berjudul Nanggroe Aceh, sehingga mendapat tepukan dan simpati dari pemirsa Indosiar.

    Penabuh rapai pada acara tersebut  Angga Eka Karina didampinggi Safwandi menyampaikan  rasa puas atas penampilannya di studio televisi swasta nasional.(HUMAS)

     

  • Selesai studi satu mahasiswa Jepang kembali kenegaranya.

     

    Peusangan-Satu dari dua orang mahasiswa yang berasal dari Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang yang menempuh pendidikan  selama satu semester  di Umuslim telah menyelesaikan masa studinya dalam program pertukaran mahasiswa antara  universitas almuslim dan NGU Jepang.

    Perpisahan pelepasan kembalinya mahasiswa Jepang kenegaranya dilakukan civitas akademika universitas almuslim secara sederhana bertempat di ruang rapat kampus Ampoen Chiek Peusangan, Selasa (29/1) sore.

    Menurut Sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) umuslim,  Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil.,M.A yang telah menyelesaikan program pertukaran tersebut bernama Iwatsuki Shunichi (21) yang mengambil program kuliah satu semester di umuslim.

    Sebenarnya angkatan kedua program pertukaran mahasiswa ini, ada dua mahasiswa dari NGU Jepang yang kuliah di umuslim,  satu orang mahasiswi Fukushima Kisae, dia memilih program selama 1 tahun (dua semester), sedangkan Iwatsuki Shunichi hanya memilih program 1 semester dan telah menyelesaikan  kewajiban perkuliahannya.

    Perkuliahan yang diikuti kedua mahasiswa ini adalah perkuliahan khusus yang kelasnya disebut Kelas International, mereka selain mengikuti beberapa mata kuliah yang telah ditentukan juga belajar budaya dan bahasa selama berada di umuslim. jelas T.Cut Mahmud Azis.

    Kelas Internasional yang dirancang, menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan Indonesia dengan mengikuti beberapa mata kuliah, acara pelepasan kembalinya mahasiswa Jepang tersebut dilakukan wakil rektor I Dr. Hambali, SE, MPd pada kesempatan tersebut  juga ikut memberikan  nasehat kepada Iwatsuki Shunichi. " Jika datang kembali ke Indonesia (Aceh), silahkan mampir ke universitas almuslim, kami akan menerima dengan tangan terbuka, kita telah seperti saudara," ungkap Hambali menyampaikan harapannya.

    Iwatsuki Shunichi ketika diminta tanggapan dan pengalamanya selama kuliah di umuslim dengan bahasa indonesia terbata-bata menyampaikan ungkapan hatinya  betapa senangnya ia belajar di universditas almuslim, senang tinggal di Aceh  dan ingin belajar Islam,  ia ingin kembali ke Aceh,  orang Aceh baik-baik dan ramah-ramah, kemana ia pergi selalu disapa orang, makanannya juga enak ungkap lajangJepang sambil tersenyum. 

    Acara pelepasan dihadiri wakil rektor, para Dekan, Ka.Biro dan Kabag dan para dosen yang mengajar kelas Internasional dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat oleh wakil rektor I umuslim Dr.Hambali, SE.,MPd kepada Iwatsuki Shunichi,  kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.(HUMAS)

  • Seminar Investasi Cerdas generasi Milenial di Umuslim

    Peusangan-Puluhan mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen mengikuti seminar  Investasi Cerdas Generasi Milenial, berlangsung di ruang seminar Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim,Sabtu (2/3/2019).

    Seminar  dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pegadaian Cabang Bireuen bekerjasama dengan Universitas Almuslim  berlangsung satu hari dibuka secara resmi oleh wakil rektor III Umuslim Ir.Saiful Hury,MSi.

    Pada  pembukaan seminar  Ir.Saiful Hurry,MSi menyampaiakan bahwa kampus Umuslim menyambut baik seminar yang digelar   BUMN yang mempunya motto “Mengatasi masalah Tanpa Masalah” , harapanya semoga seminar  ini dapat bermanfaat bagi seluruh peserta, menurutnya program Pegadaian sekarang banyak yang bisa membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studinya, semoga hadirnya BUMN Pegadaian  di kampus dapat membantu penyelesaian berbagai masalah yang dihadapi mahasiswa Umusllim khususnya dalam hal kekurangan biaya kuliah.

    Karena menurut wakil rektor III Umuslim, persoalan utama yang dihadapi mahasiswa umuslim sekarang  dalam hal pendanaan, banyak mahasiswa umuslim yang sudah tamatpun sekarang banyak belum mengambil Ijazah karena terbentur dengan kekurangan biaya, semoga dengan adanya seminar ini nantinya mahasiswa mengetahui berbagai produk dari Pegadaian yang bisa membantu mahasiswa dalam hal mengatasi masalah pembiayaan, harap Ir.Saiful Hury,MSi.

    Kemudian pada kesempatan tersebut kepala Pegadaian Bireuen Abdul Arif Fadilla, SE menyampaikan bahwa sekarang di pegadaian banyak produk yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dengan agunan yang tanpa dikenakan bunga, seperti misalnya agunan Handphone, laptop, emas ataupun dengan jaminan lainnya yang sangat mudah dan tanpa dikenakan bunga.

    “ Khusus mahasiswa ada investasi emas dan juga ada gadaian  tanpa dikenakan  jasa dan tanpa bunga,  agunannya bisa laptop,  handphone dan lainnya dengan lamanya dua bulan dan bisa diperpanjang lagi, program ini untuk membantu mahasiswa apabila kesulitan biaya dalam kuliah” jelas Abdul Arif Fadilla, SE

    Materi seminar disampaikan  Ronal Fahrizan salah seorang manager pada PT Pegadaian (persero) Area Aceh, yang membahas tentang Inflasi dan investasi yang paling aman yang bisa diikuti oleh mahasiswa.

    Menurutnya bagi yang sedang kuliah  investasi emas  lebih mnguntungkan dibandingkan investasi yg lain, nilainya cenderung naik dan jarang turun,  dapat dengan mudah dijual atau dijadikan jaminan apabila secara mendadak ada keperluan untuk kuliah, karena  tidak membutuhkan waktu yang berbelit-belit untuk memperolehnya uang karena bisa menjual dengan mudah di toko emas, jelas Ronal Fahrizan putra kelahiran  Batu Raja Palembang ini.

    Seminar tersebut  selain diikuti mahasiswa dari berbagai prodi dilingkup  Umuslim juga turut hadir beberapa dosen antara lain Rahmad,M.AP, Drh Zulfikar,MSi, Drs.Faizin,MSi, Zulkifli,M.Kom dan acara diakhiri dengan penyerahan secara simbolis sertifikat dan buku tabungan Emas pegadaian kepada perwakilan dosen dan mahasiswa.(HUMAS).

     

     

     

  • Senam sehat di kampus Umuslim

     Peusangan-Pagi itu Jumat ( 22/2/2019), rembulan sisa malam  itu tidak meninggalkan sedikitpun sisa cahaya malam, yang ada hanya warna langit yang masih terasa kelabu dan udara embun dingin  sisa ekses hujan lebat yang terjadi di malam jumat.

    Mentari pagi di hari jumat tersebut muncul penuh dengan membawa nuansa kecerahan, udara masih  belum begitu panas, hanya berada pada tataran sisa dingin embun malam,  pelan tapi pasti sesuai perputaran pada koridornya, pencahayaan siang itu sedikit demi sedikit terus mulai mengeluarkan juluran lidahnya dari peraduan  untuk menunaikan tugas sucinya,   hadir  menyinari setiap relung bumi yang mulai berdenyut.

    Sesuai jadwal dan undangan para civitas akademika Universitas Almuslim terdiri dari Rektor, wakil rektor, dosen mahasiswa dan karyawan juga turut perwakilan Kemenkes RI, Dinkes Bireuen dan staf puskesmas Peusangan terus melangkah membentuk barisan demi barisan untuk melakukan  senam sehat di pagi Jumat.

    Dengan balutan pakaian olahraga satu persatu peserta  dengan pelan tapi pasti mulai melangkah ke halaman depan gedung Ampon Chiek Peusangan kampus Universitas Almuslim Peusangan Kabupaten Bireuen.

    Agenda kehadirannya untuk melakukan  olahraga senam sehat yang difasilitasi Direktorat Pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular Kementerian kesehatan RI.

    Acara olahraga  pagi di kampus Universitas Almuslim tersebut  menampilkan beberapa senam sehat untuk pernapasan dan senam kesehatan lainnya, gerakan senam yang diselingi gerakan senam Aerobic dan poco-poco telah menambah hangatnya gerakan menjaga kesehatan dilingkungan kampus.

    Dengan adanya olahraga rutin  nantinya  akan  tumbuh suburnnya bunga-bunga persahabatan yang memancarkan semerbak wewangian semangat kekeluargaan di kalangan civitas akademika Universitas Almuslim.

    Senam sehat beraroma Aerobic yang dipandu Instruktur senam Santi salah seorang tenaga medis Dinkes Bireuen ini telah melenyapkan kemalasan berolahraga, bahkan gerakan senam tersebut telah membakar semangat peserta untuk terus mengintip setiap gerakan dan goyangan kepala serta lenturan tangan  yang diperagakan instruktur.

    Diiringi dengan beberapa aransemen musik seperti poco-poco, musik putar  kiri dan kanan juga tak ketinggalan musik lagu Kemesraan karya Iwan Fals, dengan arahan instruktur  bertubuh atletis yang berdiri di barisan paling depan telah menambah semangat dan hangatnya suasana ber olahraga di pagi Jumat yang dingin itu.

    Satu persatu peserta yang telah berhadir di kampus Ampon Chiek Peusangan Universitas Almuslim seakan ikut menyatu  dengan berbagai gerakan yang dilakukan peserta sehingga mereka semuanya mengikuti setiap tarikan nafas, lenturan gerakan tubuh pemandu yang diringi alunan musik yang penuh semangat dan  nuansa kegembiraan.

    Tak terasa tetesan demi tetesan keringat yang keluar dari pori-pori terus mengalir membasahi setiap jengkal tubuh peserta, diselinggi  cekikan ketawa kecil sambil menahan geli akibat kesalahan gerakan dan juga dengaran suara teriakan yel..yel terus menggema mengikuti arahan sang pemandu.

    Begitu juga dengan bunyi  perut kosong yang terus berdendang mengikuti irama musik di pagi Jumat tersebut, kaki dan tangan mulai kepegalan, nafas yang terengah-engah, tetapi itu bukan satu halangan bagi peserta untuk terus melakukan berbagai gerakan olahraga sehat tersebut,   dengan resep  sedikit lirikan ke kiri kanan dan sunggingan  senyum senang kepada teman, sehingga berbagai kekurangan, kecapekan dan tantangan tersebut terus menghilang seirama dengan gerakan dan alunan musik yang terus berputar mengikuti setiap arahan instruktur.

    Setiap peserta terus menghela nafas yang semakin memendek, guna untuk dapat mengikuti kesamaan irama musik dan gerakan pemandu yang begitu agresif dan kencang dalam melenturkan tubuhnya untuk mencapai keseimbangan pernafasan.

    Senam sehat di pagi jumat di kampus universitas almuslim tersebut  telah menyemaikan  semangat gerakan menjaga kesehatan dan menumbuhkan  semangat untuk mempererat ikatan kekeluargaan dan kebersamaan antara pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa.

    Walaupun dengan engahan nafas pendek tetapi hanya dengan senyuman dan lirikan kiri kanan semangat peserta terus bertambah sehingga mampu mengikuti setiap arahan instruktur, peserta sedikitpun tidak menunjukan kerut wajah lelah. Yang ada wajah gembira dengan aura senang penuh kecerian dan kebersamaan, hal ini tergambar usai olahraga tersebut peserta larut dalam suasana foto bareng dan selfi bersama yang penuh canda ria.

    Acara diakhiri dengan sosialisasi hidup sehat yang berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan  disampaikan  Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI dan pemeriksaan kesehatan gratis  yang di fasilitasi Dinkes Bireuen dan puskesmas Peusangan bekerja sama dengan Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim.(HUMAS)

     

  • Seperti Menemukan Negeri Sendiri di Negeri Orang

    Oleh BILLAL FARANOV, Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional (HI) Fisip Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, sedang ikut pertukaran mahasiswa di Nagoya Gakuin University Jepang,  melaporkan dari Jepang

    JEPANG dikenal sebagai salah satu negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia. Sistem pendidikannya yang berbasis teknologi menjadikan Jepang sebagai salah satu negara tujuan yang difavoritkan pelajar Indonesia. Berdasarkan survei Japan Student Services Organization (Jasso) tahun 2017, terhitung 4.630 pelajar Indonesia yang studi di Jepang. Rinciannya, 3.670 pelajar di institusi pendidikan tinggi dan sejenisnya, 960 orang lagi di institusi pendidikan bahasa Jepang.

    Indonesia berada pada peringkat keenam sebagai penyumbang pelajar ke Jepang di bawah Tiongkok, Vietnam, Nepal, Korea Selatan, dan Taiwan. Saya dan rekan saya, Alfurqan Ismail, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tahun ini (2018) terpilih mewakili Universitas Almuslim sekaligus Indonesia pada program pertukaran mahasiswa ke Nagoya Gakuin University (NGU). Saya bisa menuntut ilmu di Jepang karena mengikuti program pertukaran mahasiswa, sebagai wujud implementasi dari hasil penandatanganan kerja sama (MoU) antara Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen-Aceh dengan NGU Jepang.

  • Seribuan Guru ikuti seminar pendidikan

    Peusangan-Seribuan guru dari berbagai tingkatan mengikuti seminar Pendidikan yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip) Universitas Almuslim Peusangan bertempat di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan Kampus umuslim, Sabtu (30/3)

    Seminar yang dimoderatori Silvi Listia Dewi (Dosen tetap Umuslim) mengusung tema “ Guru Hebat di Era Revolusi Industri 4.0” dibuka secara resmi  Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi , pada kesempatan tersebut  memberikan apresiasi  atas kehadiran sejumlah guru dari berbagai daerah untuk mengikuti seminar, semoga seminar ini ada faedah dan manfaat bagi guru, ujar H.Amiruddin Idris.

    Tambah Amiruddin Idris lagi, bahwa awal karir dirinya juga dimulai dari seorang guru, jadi dunia guru baginya tidak asing lagi,  semua hal yang berkaitan  dengan masalah  guru pernah  saya  alami dan ikuti, ungkap mantan guru SMA dan SMK Peusangan ini.

    Seminar menghadirkan Prof.Dr.DJufri, MSi (Dekan Fkip Unsyiah) dengan materi  Guru hebat di Era Revolusi Industri 4.0, sedangkan  Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, Spd.,M.Pd menyampaikan materi tentang “ Kebijakan pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0”

     Prof.Dr.DJufri, MSi, dalam materinya menegaskan bahwa mutu guru adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan , generasi unggul akan dihasilkan oleh pendidikan dan guru yang unggul, seorang guru harus memiliki beberapa kompetensi antara lain kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional dengan kualifikasi akademik minimal S1, jelas suami Suji Hartini, MPd.

    Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin,SPd,.MPd menyampaiakan arah kebijakan pendidikan Aceh, menurutnya fokus utama pihaknya sekarang adalah pemenuhan jumlah guru PNS untuk semua mata pelajaran di SMA dan SMK, kemudian  pemerataan  jumlah guru pada semua satuan pendidikan sampai ke pelosok desa.

    Sekolah dipelosok harus juga diasuh oleh guru-guru yang berkualitas, jadi guru tidak lagi tertumpuk di sekolah kota saja tetapi harus bersedia ditugaskan sampai ke pelosok, ini merupakan tugas berat pemerintah aceh  ujar putra kelahiran  Jangka yang pernah bertugas di Sabang.

    “ Kita akan evaluasi semua guru baik PNS maupun guru  kontrak pemerintah Aceh, mereka harus siap ditugaskan pada sekolah dan daerah yang kekurangan guru, jelas mantan kadis pendidikan kotamadya Banda Aceh.

    Seminar   diikuti  guru dari berbagai tingkatan dari Bireuen dan beberapa daerah tetangga kabupaten Bireuen  di akhiri dengan penyerahan cendera mata dan buku berjudul “ Bireuen merupakan segitiga emasnya ekonomi Aceh” karya H.Amiruddin Idris kepada  pemateri.(HUMAS)

     

     

     

     

     

  • SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe ikut tes toefl di Umuslim

    Peusangan-Sebanyak 75 siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe mengikuti test Toefl secara gratis di laboratorium bahasa universitas almuslim (Umuslim) Peusangan, Rabu (30/1).

    Para siswa yang datang dari kota Lhokseumawe didampingi  guru pembimbing Ihsan Umraity, Spd, sebelum mengikuti toefl juga sempat melihat suasana kampus umuslim kemudian mengikuti test toefl di laboratorium bahasa universitas almuslim yang berlokasi di kampus timur.

    Menurut ka prodi bahasa inggris Fkip umuslim Dr .Silvi Listia Dewi, M.Pd program tes toefl ini merupakan salah satu perwujudan dari MoU prodi bahasa Inggris Fkip umuslim dengan SMA Sukma Bangsa.

    Kita dengan berbagai fasilitas yang ada akan terus melakukan berbagai program untuk mengimplementasikan beberapa hal sesuai MoU yang telah di sepakati, ujar lulusan S3 bahasa inggris di salah satu universitas di Malang ini.

     

    Para siswa SMA saat mengikuti Tes Toefl selain guru pendamping juga didampinggi ka prodi bahasa Inggris Dr .Silvi Listia Dewi, M.Pd, kepala Laboratorium bahasa Saifuddin A Haitamy,M.Pd dan Misnar, MA salah seorang dosen umuslim yang pernah mendapat training di Jepang.(HUMAS)

  • SMP IT Azkia Bireuen kunjungi lab MIPA Umuslim

    Peusangan-Sebanyak 50 siswa SMP IT Azkia Bireuen melakukan kunjungan edukatif ke laboratorium MIPA Universitas Almuslim (Umuslim) yang berlokasi di kampus  Umuslim Matangglumpang Dua Kecamatan Peusangan, Senin(1/4).

    Kedatangan  siswa-siswi SMP IT Azkia ke Umuslim  di dampinggi guru mata pelajaran IPA Saida Putri Meutia. Spd dan diterima langsung  kepala  UPT Laboratorium MIPA Umuslim drh.Yusrizal Akmal. MSi. 

    Menurut  Yusrizal Akmal tujuan kunjungan siswa dari SMP IT Azkia Bireuen ke labaratorium MIPA Umuslim ini untuk memperdalam beberapa  materi tentang sel, pengenalan mikroskop beserta alat laboratorium lainya melalui praktikum. Dalam pertemuan tersebut Yusrizal Akmal turut didampinggi teknisi laboratorium  Fatma Zuhra M.Pd dan Elsa Yerita Marhami asisten dari prodi pendidikan Biologi Universitas Almuslim.

    Menurut kepala  UPT Laboratorium MIPA Umuslim drh.Yusrizal Akmal. MSi.bahwa pihaknya sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan belajar di laboratorium, beberapa waktu lalu pihaknya juga telah menerima kunjungan beberapa sekolah tingkat SLTA yang ada di Kabupaten Bireuen dan Lhokseumawe, Jelas Yusrizal Akmal.(HUMAS)

     

     

  • Sofyan DJalil semangati mahasiswa Umuslim

    Peusangan-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD menyampaikan kuliah umum di Universitas Almuslim peusangan , acara berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Matangglumpang dua.Kamis (14/03/2019).

    Kuliah umum yang disampaikan  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI tersebut bertemakan  kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0.  Dalam pemaparan putra kelahiran Aceh Timur ini lebih banyak menyemangati dan memberikan motivasi kepada mahasiswa  dan perkembangan dunia IT sekarang.

    Menurut Sofyan DJalil   Revolusi Industri 4.0 harus dihadapi dengan berbagai persiapan , untuk menghadapi perkembangan tersebut diperlukan semangat optimis, pantang menyerah, berpikir positif, gembira, sabar,mau belajar, kontrol diri dan spritual.

    Dewasa  ini dengan perkembangan teknologi banyak berita Hoaks yang menyebar begitu  gencar, jadi mahasiswa harus pandai memanfatkan fungsi otak untuk  menangkal dan menghindari berita hoak (bohong) tersebut,jelas Sofyan Jalil. 

    Pada kesempatan tersebut Sofyan Jalil juga mengajak mahasiswa untuk mengubah midset , menurutnya, orang sukses  bukan hanya berasal dari keluarga hebat, tetapi orang biasa saja juga bisa sukses, Siapapun bisa jadi sukses yang penting ada kemauan,ungkap Sofyan DJalil.

    Kepada adik-adik mahasiswa agar tidak berkecil hati   kuliah di kampung karena orang belajar  di kampung juga bisa sukses,  maka mahasiswa atau siapa saja diminta tidak minder, banyak kampus ternama di Amerika Serikat lokasinya daerah kampung. 

    Mahasiswa harus berpikir untuk menjadi besar. “Bila ada kemauan, pastik ada jalan,” ungkap  Sofyan DJalil  dihadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

    Rektor Umuslim Dr Amiruddin Idris, SE MSi, pada kesempatan tersebut mengulas sejarah keberadaan Yayasan Almuslim Peusangan dan juga menyampaikan keberadaan kampus Umuslim yang posisinya di kampung jauh dari akses pemerintahan, kampus ini memiliki 7 Fakultas dan 26 Program Studi (Prodi) dan ber akreditasi Institusi dengan nilai  B, dan baru saja dinobatkan oleh LLDIKTI XIII Aceh sebagai Perguruan Tinggi Terbaik katagori Universitas papar H.Amiruddin Idris.

    Acara diakhiri dengan penyerahan  sertifikat tanah oleh menteri kepada  Universitas Almuslim dan Yayasan Almuslim Peusangan yang diterima masing-masing Rektor Umuslim,Ketua Pembina dan ketua Yayasan Almuslim Peusangan.(HUMAS)

     

  • Sofyan Jalil semangati mahasiswa Umuslim

     

    Peusangan-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Dr.Sofyan A.Djalil SH.,M.A.,M.ALD menyampaikan kuliah umum di Universitas almuslim peusangan , acara berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Matangglumpang dua.Kamis (14/03/2019).

    Kuliah umum yang disampaikan  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI tersebut bertemakan  kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0. Dalam pemaparan putra kelahiran Aceh Timur ini lebih banyak menyemangati dan memberikan motivasi kepada mahasiswa  dan perkembangan dunia IT sekarang.

    Menurut Sofyan Jalil   Revolusi Industri 4.0 harus dihadapi dengan berbagai persiapan , untuk menghadapi perkembangan tersebut diperlukan semangat optimis, pantang menyerah, berpikir positif, gembira, sabar,mau belajar, kontrol diri dan spritual. Dewasa  ini dengan perkembangan teknologi banyak berita Hoaks yang menyebar begitu  gencar, jadi mahasiswa harus pandai memanfatkan fungsi otak untuk  menangkal dan menghindari berita hoak (bohong) tersebut,jelas Sofyan Jalil. 

    Pada kesempatan tersebut Sofyan Jalil juga mengajak mahasiswa untuk mengubah midset , menurutnya, orang sukses  bukan hanya berasal dari keluarga hebat, tetapi orang biasa saja juga bisa sukses, Siapapun bisa jadi sukses yang penting ada kemauan,ungkap Sofyan Jalil.

    Kepada adik-adik mahasiswa agar tidak berkecil hati   kuliah di kampung karena orang belajar  di kampung juga bisa sukses,  maka mahasiswa atau siapa saja diminta tidak minder, banyak kampus ternama di Amerika Serikat lokasinya daerah kampung.

    Mahasiswa harus berpikir untuk menjadi besar. “Bila ada kemauan, pastik ada jalan,” ungkap  Sofyan Jalil  dihadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

    Rektor Umuslim Dr Amiruddin Idris, SE MSi, pada kesempatan tersebut mengulas sejarah keberadaan Almuslim Peusangan dan juga menyampaikan keberadaan kampus Umuslim yang posisinya di kampung jauh dari akses pemerintahan, kampus ini memiliki 7 Fakultas dan 26 Program Studi (Prodi) dan terakreditasi Institusi dengan nilai  B, papar H.Amiruddin Idris.

    Acara di akhiri dengan penyerahan  sertifikat tanah oleh menteri kepada  univerrsitas almuslim dan Yayasan almuslim Peusangan yang diterima masing-masing Rektor Umuslim,Ketua Pembina dan ketua Yayasan Almuslim peusangan(HUMAS)