Universitas Almuslim - University

  • Dosen fikom kenalkan teknologi IoT di bidang pertanian

     

    Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim melakukan  kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gele Lah, Kecamatan Bebesan Kabupaten Aceh Tengah, Minggu, (1/9/2019). 

    Menurut ketua tim pelaksana Imam Muslem R, M.Kom, “Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan rutin tiap semester yang dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian yang terdiri dari dosen tetap Fakultas Ilmu Komputer sebagai wujud aplikasi  Tri darma perguruan tinggi. 

    Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah sosialisasi pemanfaatan teknologi Internet of Things bidang teknologi otomatisasi pertanian, mitra kegiatan yang dipilih adalah salah satu kebun hidroponik milik PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) desa Gele Lah.

    Tanaman tersebut sekarang sudah  memproduksi tanaman selada untuk disalurkan ke pasar baik yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, maupun wilayah Kabupaten sekitarnya. 

    Menurut salah satu anggota tim pelaksana kegiatan, Dedy Armiady, M.Kom, “kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Aceh tengah, khususnya Desa Gele Lah yang mayoritas mata pencaharian bertani dan berkebun untuk paham dan sadar dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi Internet of Things, salah satunya adalah teknologi otomatisasi pertanian, yang mana teknologi ini sangat besar peranannya dalam meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan”, ujar Dedy. 

    Imam menambahkan, Kegiatan ini dilatarbelakangi laporan dari Mahasiswa Universitas Almuslim  yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kabupaten Aceh Tengah, bahwa aktivitas perkebunan dan pertanian di Kabupaten Aceh Tengah masih menggunakan metode manual dan konvensional serta sama sekali belum menerapkan teknologi Internet of Things untuk meningkatkan hasil produksinya. 

    Makanya kita turun ke lapangan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan hasil perkebunannya, terlebih lagi salah satu tanaman yang saat ini dibudidayakan oleh mitra adalah tanaman selada, permintaannya tinggi, bahkan pasar di Bireuen sendiri mengirim selada dari Kabupaten Aceh Tengah juga”, jelas Imam.  

    Dengan adanya kegiatan ini, tim pelaksana berharap agar masyarakat paham dengan pemanfaatan teknologi otomatisasi pertanian yang dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan. Tim pelaksana kegiatan juga berharap agar Kabupaten Aceh Tengah menjadi Kabupaten Pilot Project penggunaan teknologi pertanian dan perkebunan untuk wilayah provinsi Aceh.(HUMAS)

  • Dosen Fikom Umuslim latih siswa SMK

     

    Peusangan-Sebanyak 40 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Peusangan mendapat pelatihan ilmu bidang bahasa pemrograman Java dan pelatihan Desain Kemasan dari sejumlah dosen Fikom umuslim yang melakukan pengabdian di laboratorium multi media sekolah setempat, Selasa (27/11).

    Kegiatan yang mendapat apresiasi dari kepala sekolah SMK 2 Ermawati,M.Kom dan   antusias para siswa sekolah SMK tersebut merupakan suatu program yang dirancang beberapa dosen untuk bebagi ilmu secara langsung kepada para pelajar SMK yang ada di kabupaten Bireuen.

    Kepala sekolah SMKN 2 Peusangan Ermawati,M.Kom yang didampinggi kepala jurusan Desain dan Grafika  Mukhtar,M.Kom mengucapkan terimakasih atas dipilihnya sekolah mereka untuk lokasi pengabdian  dosen fikom Universitas Almuslim untuk  memberikan ilmu kepada anak didiknya, “Ini sangat bermanfaat bagi siswa, kami harapkan agar ada kelanjutan dari pengabdian hari ini “ ungkap Ermawati sambil menyalami pemateri.

    Menurut Mukhtar ada 40 siswa yang mengikuti pelatihan ini, dibagi  dua materi yaitu bidang pemrograman dan desain grafis, ini sangat bermanfaat bagi anak didiknya karena selama ini belum pernah mereka ajarkan ilmu ini secara mendetail, apalagi diajarkan oleh tenaga yang sangat komponten, jelas Mukhtar, M.Kom.

    Menurut salah seorang pemateri T Rafli A. S.Sn, M.Sn, bahwa program yang mereka lakukan ini merupakan  sebuah pengabdian, kami  dari dosen ingin memberikan sedikit ilmu baru yang bermanfaat bagi adik-adik dari  SMK 2 peusangan, ungkap pemegang sertifikat kompetensi bidang Desain Multimedia dari Badan Nasional sertifikasi Profesi ini.

    Menurut T Rafli A. S.Sn, M.Sn  tim pengabdian ini dibagi dua grup terdiri untuk materi Desain Kemasan T.Rafli A, S.Sn, M.Sn,  Riyadhul Fajri,M.Kom, Imam Muslem R,M.Kom, Zulkifli,M.Kom,T.M.Johan,MT, sedangkan untuk materi pemograman Java Dasril Azmi,M.Kom, Dedy Armiady, Sri winar,M.Kom, Iqbal,Mcs dan Fitri Rizani,M.Kom.(HUMAS)

     

     

     

  • Dosen Geografi Umuslim Bimtek di SMA Peusangan Selatan

     

     

     Sejumlah Dosen Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim  melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang  pengembangan media pembelajaran berbasis ICT bagi sejumlah guru SMA Negeri 1 Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen, Kamis (5/12). 

    Menurut ketua prodi Pendidikan Geografi Fkip Universitas Almuslim Aisyah A.Rahmad,MPd tujuan kegiatan ini untuk membantu guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT. Hal ini untuk meningkatkan layanan guru dalam memaksimalkan kemampuan peserta didik, hasil ini diharapkan agar nantinya para peserta didik dan lulusannya mempunyai kompetensi dalam memahami berbagai perkembangan ilmu pengetahuan. 

    Hal ini sesuai harapan pemerintah agar guru di era milenial ini guru bisa dan  mampu melahirkan berbagai gagasan dan tindakan inovatif untuk menghadapi tantangan abad ke-21.  

    Mengingat ICT sangat diperlukan oleh seorang guru dalam  mengembangkan media pembelajaran disekolah, maka kami dari Program Studi Pendidikan Geografi melakukan bimbingan teknis dalam mengembangkan media pembelajaran bagi guru di SMA Negeri I Peusangan, jelas Aisyah,MPd.

    Menurut Aisyah dalam program bimtek ini kami menurunkan sejumlah dosen untuk menjadi pemateri, adapaun dosen tersebut adalah  Rahmi, M.Pd, Cucut Satria Barona, M.Pd, Iskandar, M.Pd serta Nurhayati.

    Menurut kepala Sekolah SMA Negeri 1 Peusangan Selatan  Jumiati, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian dosen universitas almuslim atas kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi sekolah dalam rangka untuk membantu para guru dalam mengembangkan media pembelajarn berbasis ICT sesuai  tuntutan revolusi industri 4.0. dalam meningkatkan profesionalnya.(HUMAS)

     

  • Dosen Paud Umuslim pemateri Seminar Parenting

     

     

     

    Dosen Prodi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG PAUD) Fkip Universitas Almuslim Peusangan Bireuen menyampaikan  materi pada seminar Parenting dengan tema menjadi orang tua bijak di Era Milenial, berlangsung di aula sekolah Taman kanak-kanak Pertiwi Bireuen, (7/12/2019).

    Menurut Kepala Sekolah TK Pertiwi Nur Hasri Sativa, A.Ma seminar yang digelar pihaknya merupakan kegiatan rutin setiap semester tahun ini bekerja sama dengan prodi Paud universitas almuslim.

    Seminar  ini bertujuan guna terjalinnya hubungan yang dinamis antara guru dan wali murid serta untuk memberikan penyegaran baru bagi wali murid agar menambah informasi penting dalam pengasuhan anak serta sharing diskusi bersama narasumber ahli,jelasnya.

    Seminar menghadirkan pemateri dosen prodi PAUD Umuslim Berliantika Putri Aswir, M.Pd. Kons didampingi moderator Fauziatul Halim, M.Pd ketua prodi pendidikan guru Paud (PG Paud) Fkip Universitas almuslim.

    Menurut pemateri orangtua merupakan role model bagi anak, karena 80% sikap anak di pengaruhi oleh pola asuh orangtua, sekarang pola asuh anak banyak yang sudah berubah karena semua hal bisa dilakukan secara online, sehingga anak sekarang  kurang memiliki interaksi sosial. 

    Di era Milenial ini untuk anak yang lahir setelah 2010 disebut dengan generasi alpha yaitu generasi yang sudah terbiasa dengan teknologi informasi, bahkan sejak masih dalam kandungan sudah dikenalkan bebagai macam peralatan teknologi, sehingga anak-anak lebih sangat akrab dengan teknologi, sehingga untuk mendidik generasi ini sangat jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.

    Untuk mendidik generasi ini orang tua diharapkan dapat melibatkan anak pada aktivitas sosial, terapkan gaya pengasuhan yang beribawa dan bijak, tingkatkan daya juang anak dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan life skill di rumah, perbanyak komunikasi verbal, urai dosen prodi PAUD Universitas Almuslim  Berliantika Putri Aswir, M.Pd. Kons.

    Acara berlangsung sukses dan mendapat sambutan antusias dari 65 orang peserta dari komunitas wali murid TK Pertiwi Bireuen, guru dan mahasiswa Paud umuslim.(HUMAS)

     

  • Dosen Pemula penerima Hibah DRPM Dikti seminarkan hasil penelitian

     

     Dosen pemula penerima hibah DRPM  Dikti pendanaan 2019 seminarkan hasil penelitiannya dihadapan revierwer, kegiatan tersebut  berlangsung di ruang seminar Ampon chiek Peusangan Universitas Almuslim, Rabu-Kamis, (18-19/12).

    Menurut ketua LPPM  Umuslim Dr. Halus Satriawan, M.Si didampinggi panitia  Rahmad Faraby,ST, seminar tersebut berlangsung berkat kerjasama LLdikti wilayah XIII Aceh dengan Universitas Almuslim, diikuti sebanyak 48 dosen dari 15 perguruan tinggi di Aceh baik negeri maupun swasta.

    Menurut Halus Satriawan lagi bahwa Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM)  Dikti setiap tahun memfasilitasi dosen  melaksanakan penelitan dan pengabdian masyarakat dalam bentuk Hibah Penelitian dan Pengabdian, karena penelitian merupakan kewajiban seorang dosen dalam mengaplikasikan tri darma Perguruan Tinggi.

    Jadi seminar yang dilaksanakan sebagai pertanggung jawaban bagi penerima hibah dari pemerintah, satu bentuk pertanggungjawaban dosen penerima hibah harus menyeminarkan hasil  penelitian atau pengabdian sesuai dengan skema penelitian atau pengabdian yang dimenangkannya, ungkap Halus Satriawan

    Adapun reviewer seminar ini adalah Prof. Dr. Nasrul A. Rahman, ST.,MT dari Prodi Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala,  Dr. A. Halim, M.Si (Prodi Pendidikan Fisika Universitas Syiah Kuala), jelas Halus Satriawan putra kelahiran Lombok NTB ini (HUMAS)..

     

  • Dosen Umuslim bahas DAS Ciliwung

     Dosen Universitas Almuslim Peusangan Dr Rini Fitri, SP MSi menjadi pembicara pada  FGD Telaah Permasalahan dan Solusi Penanganan DAS Ciliwung, yang digelar oleh Forum koordinasi pengelolaan DAS Ciliwung,  berlangsung di Gedung Laboratorium Multi Displin FMIPA Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok Jakarta, Selasa (17/12/2019).

    Rini Fitri dosen umuslim kelahiran Jeunib ini memyampaikan makalah dengan judul Agroforestri Solusi mewujudkan DAS Ciliwung Hulu berkelanjutan, menurut Rini Fitri Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu wilayah yang dibatasi oleh topografi secara alami atau punggung bukit sehingga seluruh air hujan yang jatuh di wilayah DAS akan mengalir ke alur-alur sungai, anak sungai, sungai utama dan akhirnya menuju titik pembuangan (outlet).

    DAS Ciliwung Memiliki tutupan hutan sangat minim, perkembangan lahan pertanian dan permukiman yang sangat cepat, akibatnya tutupan hutan 30% tidak bisa dicapai di DAS Ciliwung, Oleh karena itu Agroforestri adalah pilihan utama untuk meningkatkan tutupan pohon dan ini alternatif agroteknologi yang paling optimal untuk pengelolaan DAS dengan kategori yang harus dipulihkan karena tutupan lahan hutan yang susah ditingkatkan di DAS Ciliwung Hulu

    Dampak Kerusakan DAS terganggunya kondisi hidrologi, Erosi, menurunnya prduktivitas lahan, banjir musim hujan  dan kekeringan musim kemarau, Dan Pengelolaan DAS harus mampu meningkatkan sistem pertanian, memaksimalkan pendayagunaan lahan, menekan erosi dan degradasi lahan, meningkatkan pendapatan petani, degradsi lahan dengan meningkatkan tutupan pohon dan retensi air DAS, tutupan hutan > 30 %..

    Pengelolaan DAS  harus secara terpadu karena  mencakup keterkaitan berbagai unsur ekosistem, lintas daerah administratif dan melibatkan  banyak stakeholder pemerintah, swasta dan masyarakat,jelas alumnus program Doktor IPB.

    Pengembangan sistem agroforestri di DAS merupakan solusi dalam meningkatkan tutupan hutan untuk pengelolaan DAS yang kategori dipulihkan untuk mencapai DAS yang lestari atau berkelanjutan, jelas Rini Fitri.

    Acara diikuti puluhan peserta  terdiri dari Instansi terkait tentang lingkungan, dinas Pertanian, dinas kebersihan, Pertamanan dan Kehutanan  PDAM,LSM pemerhati lingkungan dan DAS, mahasiswa dan Guru dan beberapa stakeholder lainnya seputaran Jakarta dan Bogor. (HUMAS)

     

  • Dosen Umuslim Guest Teacher di SMA Sukma Bangsa

     

    Dosen  prodi Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitsa Almuslim Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd menjadi Guest Teacher di SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe, Sabtu (15/2/2020).

    Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd lulusan Program Doktor (S3) Universitas Negeri Malang ini  diundang  khusus oleh sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe sebagai Pemateri pada kegiatan Guest Teacher untuk  mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas 12 IPA dengan materi “ Motivation Letter”.

    Menurut Silvi Listia Dewi, proses belajar mengajar yang diterapkan dengan model SCL ( student center learning )  dipadu dengan seating arrangement akan membuat siswa tertarik dan aktif, baik dalam berdiskusi maupun dalam sharing idea.

    Tujuan  memberikan materi motivation letter ini agar siswa  SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe khususnya kelas XII mampu menulis surat motivasi sebagai salah satu dokumen untuk melanjutkan studi mereka ke perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri, ujar Silvi  mantan penyiar radio saat masa  kuliah (S1).

    Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd  ,  mengharapkan agar kegiatan Guest Teacher ini dapat dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan agar upaya untuk menumbuhkan semangat dan motivasi bagi siswa dapat berjalan dengan baik.

    Selain program ini juga akan dilakukan beberapa program lain dalam upaya implementasi MoU antara Fkip Umuslim dan SMAS Sukma Bangsa  Lhoksuemawe terus terlaksana dengan baik.(HUMAS)



  • Dosen Umuslim lakukan pelatihan penggunaan alat peraga untuk hilangkan fobia mapel matematika

     

    Dosen Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan melaksanakan sosialisasi serta pendampingan pembuatan alat peraga matematika  dan aplikasi pembelajaran bagi guru matematika SD Negeri 4 Kota Juang dan beberpa guru dari sekolah lain, bertempat di sekolah tersebut tanggal 15 -18 Juli 2019.

    Ketua tim pelatihan  Husnidar, M. Pd kepada Humas Umuslim melaporkan, bahwa  program pelatihan dan pedampingan ini merupakan program pengabdian masyarakat yang didanai Kemenristekdikti tahun 2019. Tambah Husnidar, M. Pd lagi bahwa dalam melaksanakan pengabdian ini pihaknya beranggotakan  Rahmi Hayati, M. Pd dan Tuti liana, M. Pd yang merupakan dosen Universitas Almuslim.

    Tujuan pengabdian ini dalam rangka peningkatan dan  memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran serta meminimalisir fobia terhadap mata pelajaran matematika pada diri siswa di Sekolah khususnya SD Negeri 4 Kota Juang. Seperti diketahui fobia matematika merupakan rasa tidak suka terhadap matematika yang berlebihan yang membuat anak malas mengenal matematika, penyebab hal tersebut biasanya dari pengalaman belajar matematika yang kurang menyenangkan atau mungkin cara mengajar guru yang sulit diikuti oleh siswa, papar Husnidar, M. Pd,

    Itulah tujuan program pengabdian yang kami laksanakan, untuk  mensosisialisasikan dan pedampingan cara memaksimalkan pembelajaran matematika dengan penggunaan alat peraga. Harapannya  melalui pelatihan ini diharapkan penyerapan  mata pelajaran (mapel) matematika kedepan  lebih baik dan menyenangkan terutama dikalangan murid sekolah dasar.

    Kepala sekolah SDN 4 Bireuen Ibu Beti Ibo Haryati, S. Pd menyambut baik kegiatan ini dan menghimbau kepada guru  agar dapat mengikuti kegiatan ini seacra serius, sehingga nantinya  menjadi referensi dan pada guru lain dalam penerapan  mengajar lebih inovatif. (HUMAS)

     

  • Dosen Umuslim lakukan Pengabdian di Desa Kuala Pusong Kapal, Aceh Tamiang

     

     Dosen Umuslim melakukan pengabdian masyarakat tentang pelatihan dan pendampingan penerapan Sistem Good Manufacturing Practice (GMP) atau cara pengolahan dan produksi pangan yang baik pada produksi terasi  UKM Camar Laut Desa Pusong Kapal Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. 

    Kegiatan Pelatihan dilakukan tim pengabdian Dosen Universitas Almuslim (Umuslim)  diikuti  40 peserta masyarakat pembuat terasi di Desa Kuala Pusong Kapal Seruway, melibatkan  dosen dari berbagai disiplin ilmu,  Zara Yunizar, M. Kom, Dewi Maritalia, M.Kes dan Sonny M. Ikhsan, SE., M, Si, pada hari Kams tanggal11 Juli 2019.

    Menurut ketua tim penelitian Rindhira Humairani, S.Pi.,MSi bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan rangkaian dari Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) yang merupakan hibah multi tahun Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) yang didanai kemenristek dikti.

    Menurutnya dengan kegiatan ini  diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis usaha terasi sebagai produk unggulan daerah.

    Materi pelatihan disampikan   Baihaqi, SPT.,M.Si (Dosen Teknologi Industri Pertanian) tentang GMP, tujuan GMP, ruang lingkup, system pengendalian hama, hygiene karyawan, peralatan dan pakaian kerja.

    Menurutnya sebelum mengikuti pelatihan, peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang proses pengolahan terasi yang  dilakukan selama ini untuk mengetahui apakah sudah sesuai GMP atau belum.

    Pelatihan mendapat sambutan bagus dari masyarakat karena selama ini belum pernah dilakukan pelatihan tentang proses pengolahan terasi yang baik dan benar di desa mereka, padahal Desa Kuala Pusong kapal merupakan produsen terasi udang rebon (udang sabee) yang sudah sangat  dikenal masyarakat(Humas) 

  • Dosen umuslim latih guru dan santri dayah tentang pembuatan pupuk organik

    Sejumlah dewan guru dan  santri Dayah Sirajul Huda Al Aziziyah Mereudu dilatih pengolahan tanah dan teknologi pembuatan pupuk organik (kompos dan biourine) dari bahan limbah pertanian dan peternakan, serta metode pemberian pupuk yang baik, oleh tim pengabdian masyarakat dosen Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen, berlokasi di desa Blang Awe Pidie Jaya,(20-22 juli 2019).

    Ketua tim  pengabdian Dr. Halus Satriawan. Sp.,M.Si menyampaikan kegiatan pelatihan dilakukan  dosen Universitas Almuslim Peusangan, sebagai implementasi  program Hibah yang didanai Kemenristekdikti melalui Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2019.

    Menurutnya tujuan pelatihan  untuk memberikan Informasi dan pengetahuan praktis dan teknis kepada dewan guru dan santri tentang pengolahan tanah mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman (pengendalian gulma dan pemupukan) yang sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan ditanam, jelas alumni bidang ilmu tanah  IBP Bogor ini.

    Selain itu juga kami mengajarkan  dan praktik langsung teknologi pembuatan pupuk organik (kompos dan biourine) dari bahan limbah pertanian dan peternakan, serta metode pemberian pupuk yang baik.

    Menurut  ahli bidang ilmu pengolahan tanah Fakultas Pertanian (FP) Umuslim  pelaksanaan pelatihan bagi guru dan santri ini, untuk memaksimalkan  pemanfaatan lahan pesantren bagi usaha budidaya pertanian, sehingga nantinya  dapat melatih kemampuan dan kemandirian santri dan guru dalam menyediakan kebutuhan pangan dan membantu dalam meningkatkan produktivitas mereka, papar Halus Satriawan yang kelahiran Lombok NTB ini.

    Kemudian Hakim Muttaqim, Mec.Dev.  anggota tim pengabdian menambahkan bahwa selain melatih  cara pengolahan tanah dan bidang pupuk kompos tim pengabdian juga memberikan pelatihan pengetahuan tentang sistem pemasaran atau tata niaga hasil pertanian kepada  dewan guru dan santri Dayah Sirajul Huda Al Aziziyah Mereudu.

    Harapannya dengan adanya pengetahuan ini kedepan diharapkan lembaga mitra mampu menciptakan sendiri pemasaran hasil panennya tanpa harus melalui jalur rentenir, terang  Hakim Muttaqim.

    Pimpinan Dayah Sirajul Huda Al-Aziziyah Meureudu kabupaten Pidie Jaya Tgk ikhwani, menyambut baik kegiatan pengabdian ini,kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengalaman dewan guru dan santri dalam bertani serta dalam hal pemasaran hasil pertanian, ujarnya.

     

     

  • Dosen Umuslim latih murid SD belajar Bahasa Inggris komunikatif

     

    Dosen dan mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip)  Universitas Almuslim, melakukan    pelatihan bahasa Inggris komunikatif metode bermain dan bernyanyi, kegiatan pengabdian ini  di lakukan di SD Negeri  15 Peusangan., Kamis, (5/12).

    Menurut ketua prodi pendidikan Bahasa Inggris Universitas Almuslim, Dr.Silvi Listia Dewi ,M.Pd tujuan  kegiatan ini  untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris  kepada Young Learner di tingkat Sekolah Dasar (SD), sehingga anak SD tidak lagi merasa asing dengan Bahasa Inggris, sekaligus membuka gerbang pengetahuan bagi siswa siswi SD dalam menggali informasi.

    Pada kegiatan pengabdian dosen tersebut, selain pengenalan Bahasa Inggris melalui bermain dan bernyanyi, siswa-siswi juga diperkenalkan    kegiatan reading corner dan gerakan literasi sekolah yang disponsori  balai baca dan dibimbing langsung  Misnar, MA dan Zuraini, M.Pd dibantu beberapa  mahasiswa Prodi pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Almuslim. 

    Kepala sekolah SD N 15 Peusangan, Zulkarnaini, S.Pd  menyambut baik  kegiatan pengabdian yang dilakukan dosen bahasa Inggris Universitas Almuslim, pihkanya mengucapkan terima kasih, semoga program ini dapat  membudayakan ekosistem literasi sekolah, ujarnya.(HUMAS)

     

     

  • Fak.Pertanian Umuslim MoU dengan FP Unsyiah dan Unimal

    Peusangan-Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen melakukan penandatanganan naskah kerjasama (MoU) dengan fakultas Pertanian  Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, (20/12/2018). 

    Penandatangan naskah kerjasama tersebut  dilakukan masing-masing dekan fakultas ketiga perguruan tinggi tersebut, Fakultas Pertanian Umuslim dilakukan Dekan Fakultas Pertanian Umuslim Ir.TM.Nur, MSi sedangkan Unsyiah dilakukan Prof.Dr. Samadi., M.Sc selaku Dekan FP Unsyiah kemudian  sebelum dilakukan penandatanganan dengan  Unsyiah,  juga telah dilakukan MoU dengan Fakultas pertanian Unimal Lhokseumawe, yang penandatanganan naskah kerjasama dilakukan  Dekan FP Unimal Dr. Mawardati, M.Si dan Dekan FP Umuslim Ir. T.M.Nur, MSi. 

    Wakil dekan I Fakultas Pertanian Umuslim Drh.Zulfikar,MSi menjelaskan  tujuan dilakukan penandatanganan kerjasama ini untuk meningkatkan jaringan kerja sama antar Universitas khususnya Fakultas Pertanian dalam bidang penelitian, pengajaran, pengabdian masyarakat dan kemahasiswaan. 

    Saat penandatanganan kerjasama  turut  disaksikan wakil Dekan FP Unsyiah, wakil rektor I Umuslim Dr. Hambali., M.Pd, Ka.Prodi Kehutanan Umuslim Dr.Ir.OK Hasnanda Syahputra,MP dan beberapa ka.prodi dalam lingkup Fakultas Pertanian Universitas Almuslim, ungkap Drh.Zulfikar, MSi.(HUMAS)

     

     

    Foto : Ramadhan

  • Fakultas Teknik gelar futsal Mortar Cup III

    Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (Himateksu) Fakultas Teknik (FT) Universitas Almuslim mengelar  turnamen futsal Mortar Cup III diikuti  oleh semua mahasiswa Prodi Teknik Sipil yang tersebar di 7 club futsal.


    Turnamen bertema : "Bergerak Dengan Kreatifitas Bersama Dalam Prioritas" ini, diadakan selama dua hari, 23 hingga 24 Desember 2019, berlokasi di arena futsal WK, kawasan Matangglumpangdua, Bireuen.

    Ketua panitia turnamen futsal Mortar Cup, Putra Arief Fonna, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan olah raga rutin tahunan yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himateksu, yang juga melibatkan pengurus periode sebelumnya.

    Dalam sambutannya Wakil dekan Bidang kemahasiswaan FT Umuslim, Muhammad Yanis, ST., MT mengharapkan turnamen ini menjadi ajang kebersamaan civitas akademika khususnya FT Umuslim.

    "Turnamen futsal ini harus mampu memelihara semangat kebersamaan serta memelihara tingkat kesegaran mental dan kebugaran fisik mahasiswa dari rutinitas sehari - hari," kata Yanis.

    Yanis menutup sambutannya dengan harapan kedepannya juga akan dilibatkan alumni - alumni FT yang tersebar di seluruh wilayah Aceh, sebagai ajang temu ramah mahasiswa dan alumni dalam wadah olah raga.

    Pertandingan pertama langsung mempertemukan antara tim dari Teknik Sipil Angkatan 2016 berhadapan dengan tim dari Teknik sipil Angkatan 2015.

    Sejak menit awal, kedua tim saling melakukan penyerangan. Namun Angkatan 2015 unggul lebih dulu setelah berhasil membobol gawang Angkatan 2016 pada pertengahan babak pertama, 1-0 untuk kemenangan Angkatan 2015 tidak berubah sampai turun minum. Memasuki akhir babak kedua, angkatan 2016 berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sehingga pertandingan pun berakhir imbang.(HUMAS)

  • Family Gathering Keluarga Besar Universitas Almuslim di Laot Jangka

     

     Dalam rangka  meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan Civitas Akademika Universitas Almuslim ( Umuslim) Peusangan melaksanakan Family Gathering (Hari Keluarga), bertempat di  taman wisata Laot Jangka Kecamatan Jangka, Sabtu (10/11/2018).

    Acara di awali dengan sambutan Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi yang meyampaiakan bahwa, kegiatan hari libur ini kita manfaatkan untuk menjadi hari keluarga, sebagai wujud kebersamaan dan kekeluargaan antara Rektorat, Dekanat, Dosen, karyawan dan seluruh staff yang bekerja di kampus Umuslim.

    Walaupun kegiatan ini tidak sering diadakan, tetapi pertemuan keluarga hari ini, hendaknya dapat dijadikan momen yang bermanfaat, berkesan dan dapat mempererat kebersamaan sesama keluarga besar umuslim beserta keluarga, sehingga akan dapat  menumbuhkan iklim kerja yang produktif dan kondusif di lingkungan kampus dalam upaya mengembalikan dan meningkatkan kejayaan kampus  masa yang akan datang, Ujar H.Amiruddin Idris.

    “Acara keluarga ini untuk  menjaga hubungan kekeluargaan dan kebersamaan keluarga besar Universitas Almuslim “ Jelas H.Amiruddin Idris lagi.

    Suasana acara Family Gathering  di kemas dalam bentuk  rekreasi keluarga, di lakukan dalam suasana penuh kekeluargaan, keakraban, kebersamaan dan penuh kegembiraan.

    Kegiatan dengan jamuan  hidangan menu kari kambing kuah “Belanggong” ala chief Tgk Rahmad Tanoh Abee,  ikan Bandeng bakar, ditambah aneka kue dan buah-buahan, plus minuman poligami segar,  telah menambah hangatnya  suasana “Hari keluarga umuslim di Laot Jangka” sehingga suasana kecapekan diruangan kampus, terasa larut dalam kegembiraan di hamparan laut selat malaka.

    Suasana kehangatan di hari keluarga ini, benar-benar memberi satu kesan yang perlu terus dikenang, tetesan rujak manis telah memaniskan suasana persaudaraan, apalagi dengan  santapan kari kuah belangong, hirupan jus poligami   dan keceriaan bocah-bocah yang ikut menikmati hari keluarga, ditambah hembusan sepoi angin laut selat malaka, yang menusuk sampai  pori-pori kulit ari  sekujur  tubuh keluarga besar Universitas Almuslim, memberikan kesejukan, kebahagiaan dan  kenangan tersendiri di Family Gathering ini.

    Tetapi Kemesraan itu terus berlalu seiring  berkumandangnya suara Azan Zhuhur dari puncak mesjid di pesisir kawasan wilayah minapolitan kabupaten Bireuen.

    Selain dihadiri Rektor dan isteri serta keluarga besar Universitas Almuslim, acara tersebut juga ikut dihadiri  Ketua Yayasan Almuslim Peusangan beserta keluarga dan juga beberapa guru dari  Pesantren Terpadu Almuslim,  acara ditutup dengan pembacaan Doa.(Humas)

     

     

     

     

  • Fenomena Warkop Gampong di Era Milenial

     

    OLEH ZULKIFLI, M.Kom, Dosen Universitas Almuslim Peusangan-Bireuen

    KEBIASAAN masyarakat Aceh minum kopi di warung kopi (warkop) sudah menjadi tradisi secara turun-temurun dan mengakar di kalangan masyarakat. Kalau kita berkeliling ke setiap gampong di Aceh, seakan tak ada gampong yang tidak ada warkop.
    Hampir semua sudut gampong pasti ada warkop, minimal satu gampong punya satu bahkan lebih, meski dekorasi dan arsitekturnya berbentuk warkop sederhana atau tradisional.

    Karena kondisi yang seperti itu sampai-sampai ada pendapat bahwa orang Aceh itu pemalas atau tak produktif, karena setiap waktu asyik nongkrong di warkop.
    Ada juga pendapat warkop merupakan  tempat menggali ide dan mendapatkan berbagai informasi, ruang untuk bersilaturahmi, berdiskusi,  dan membahas sesuatu yang terkadang memang penting sambil meneguk kopi, sehingga banyak orang menjadikan warkop sebagai ruang publik yang multifungsi.
    Bentuk warkop gampong di Aceh umumnya sederhana dan  tradisional, mulai dari fasilitas meja kursi hingga peralatan pengolahan saringan tradisionalnya. Tak terkecuali menu pendamping kopi, kue basah bikinan masyarakat kampung yang diolah secara tradisional, misalnya, pulut panggang, pisang goreng, boh rom-rom (klepon), timphan, kue mangkuk, dan berbagai kue basah tradisional lainnya.

    Warkop gampong terdiri atas dapur kopi dengan pemanas bara api, peralatan saring kopi, peralatan minum, rak tempat kue, deretan bangku, atau kursi panjang terbuat dari bahan kayu dan bambu ala desa. Warnanya pun warna alami yang terlihat sudah kusam, hanya sebagian kecil warkop  gampong yang kursinya terbuat dari plastik. Sebagian warkop di gampong rata-rata punya pelanggan tetap.

    Setiap hari pelanggan nongkrong hanya untuk menikmati secanggir kopi, kecuali ada pertandingan sepakbola, tentunya pelanggan menghabiskan waktunya ngopi sambil menonton televisisampai pertandingan usai. Kalau lagi ada turnamen bergengsi tingkat dunia semua warkop berlomba memasang pelbagai perangkat parabola untuk mempermudah menangkap siaran. Pemilik warkop tak lagi menghiraukan konsekuensi pengeluaran  warkop, yang penting siaran langsung bisa lancar dinikmati oleh pemirsa yang sekaligus pelanggan warkop.

    Bagi mayoritas masyarakat Aceh, menonton televisi di warkop, khususnya pertandingan sepak bola sambil menikmati segelas kopi mempunyai keasyikan dan kenikmatan tersendiri,  sehingga tidak heran apabila ada pertandingan bola bergengsi semua warkop penuh dan harus menambah kursi ekstra.
    Pemesan kopi juga beragam, ada yang pesan satu gelas duduk satu jam, ada juga pesan setengah gelas alias kopi pancung, lalu duduk berjam-jam, sesuai kondisi keuangan pemesan.

    Dulu kebiasaan orang tua di gampong saat ke luar dari pekarangan rumahnya menuju ke sawah, ladang, bahkan kantor, selalu memilih rute yang ia bisa singgah di warkop. Ya, hanya untuk menikmati secangkir kopi sambil bercengkrama dengan temannya sebelum menuju lokasi kerja masing-masing. Kondisi yang saya ceritakan di atas umumnya merupakan secuil kondisi warkop-warkop di Aceh tahun 2000 ke bawah.

    Sedangkan kondisi saat ini (tahun 2000 ke atas) atau pasca tsunami kondisi tersebut tentunya telah berubah total.  Seiring perubahan kondisi warkop di gampong sedikit banyaknya juga telah mengikuti perkembangan warkop di kota-kota yang bertumbuh bak jamur di musim hujan,baik di ibu kota kecamatan, kabupaten, maupun level provinsi.

    Kondisi hari ini ada warkop gampong yang justru mengikuti tren atau gaya warkop kota. Mereka mulai mendesain warkopnya menjadi kafe yang lengkap dengan fasilitas wifi 24 jam, kursi sofa, dan sajian kopinya pun mengikuti era masa kini. Tak lupa pula dirancang minimal  satu spot menarik untuk selfie.
    Kita sangat bangga dan berterima kasih pada pengusaha warkop yang telah membuka usaha kafe sesuai kondisi zaman. Ini menandakan pemilik warkop punya visi dan wawasan  enterpreneurship yang bagus.

    Minimal mampu membaca situasi peluang bisnis yang menjanjikan. Usaha-usaha tersebut telah pula mewarnai pertumbuhan kuliner Aceh dan meningkatkan ekonomi masyarakat menengah ke bawah dan membuka lapangan pekerjaan. Usaha dan kemajuan yang dijalankan kafe atau warkop semi kafe telah mewarnai proses peningkatan ekonomi masyarakat dan mempermudah beberapa pihak untuk  memperlancar proses tugas dan pekerjaannya yang serba online, baik sebagai pekerja, mahasiswa, dan anggota masyarakat lainnya.

    Namun, di balik keuntungan positif dari kehadiran warkop modern tersebut banyak juga yang salah dimanfaatkan, sehingga bisa menimbulkan kemudaratan bagi perkembangan generasi muda dan masyarakat secara umum. Betapa tidak, dengan sistem hotspot internet 24 jam, ada kawula muda telah menyalahgunakan fasilitas tersebut untuk enjoy dan nongkrong tanpa ada batasan waktu dan adab seorang anak yang hidup di negeri syariat.

    Bahkan banyak pula anak muda yang nongkrong di kafe atau warkop semi kafe sambil main judi online. Mereka duduk di warkop dengan gaya setengah sopan, duduk  jongkok kaki ke atas tempat duduk, bahkan ada juga yang sambil tiduran di kursi panjang, tanpa menghiraukan lagi orang tua yang kadang singgah untuk minum kopi.

    Ada juga warkop atau kafe modern di kota besar saat azan, kadang menutup rapat pintu  tokonya sampai satu nyamuk pun tidak bisa masuk ke dalam kafe, teryata di dalam atau restoran  penuh dengan manusia yang asyik berselancar dengan internet tanpa menghiraukan  azan, atau pun suara mengaji dari setiap corong mikrofon masjid dan meunasah.

    Fenomena ini bukan tidak mungkin suatu saat juga akan menjalar ke warkop semi kafe yang ada di tingkat gampong. Kita tentunya tidak alergi dengan perkembangan teknologi dan juga tidak membenci usaha warkop atau kafe, tetapi dengan kondisi seperti ini kita juga tidak ingin generasi Aceh hilang peradaban, krisis moral dan akhlak.

    Kalau hal ini tidak diantisipasi, kita sangat mengkhawatirkan krisis moral akan menjadi "bom waktu" baru bagi Aceh, selain narkoba di tingkat gampong.
    Inilah fenomena yang harus kita sikapi hari ini. Dulu warkop gampong seakan begitu santun, sederhana, dan adem ayem, tutup saat kegiatan keagamaan, pelanggan para orang tua duduk berdiskusi sebagai tempat refreshing dengan hidangan secangkir kopi ditemani kepulanasap rokok daun nipah.

    Untuk mengantisipasi diperlukan perhatian dan upaya preventif dini, membuat aturan dan regulasi, tentunya perlu keterlibatan semua pihak, baik penguasa, pengelola warkop dan masyarakat agar usaha kuliner berjalan lancar dan maju, upaya menyelamatkan masa depan generasi muda juga berjalan baik.
    Kondisi hari ini tentunya peran aktif orang tua untuk selalu memantau dan mengawasi remaja milenial harus ditingkatkan, kalau tidak diantisipasidari sekarang, apa yang pernah disampaikan Prof Farid Wajdi, mantan rektor UIN Ar- Raniry. "Ini musibah yang lebih besar dari bom atom," katanya. Ini karena kekhawatirannya melihat generasi muda yang duduk di kafe siang dan malam, dan kurang produktif dan efektif dalam pemanfaatan waktu.


    Artikel ini telah pernah tayang  di Serambinews.com dengan judul Fenomena Warkop Gampong di Era Milenial, hari Jumat, 3 Januari 2020.


  • Fikom dan Fisip Umuslim MoA dengan Dharmawangsa Medan

     

    Dua Fakultas di lingkup Universitas Almuslim Peusangan Bireuen mengadakan Memorandum of Agreement (MoA) dengan dua fakultas di lingkup Universitas Dharmawangsa (Undhar) Medan, bertempat di ruang rapat kampus induk Universitas Almuslim Matangglumpag Dua, Senin (9/12).

    Penandatangan kedua MoA tersebut ditandatangani masing-masing dekan,  Fikom Umuslim oleh Taufiq,ST.,MT dan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Dharmawangsa Prof.Dr.Suwardi Lubis,MS, kemudian Dekan Fisip Umuslim Drs.Ilyas Ismail,MA.P dan dekan Fisip Undhar Dr.Kariaman sinaga,M.AP.

    Perwakilan Universitas Almuslim pada kesempatan tersebut diwakili Taufiq,ST,MT dan Dr,Cut Khairani,MSi menyampaiakan rasa senangnya atas inisiatif Universitas Dharmawangsa Medan berkunjung ke Universitas Almuslim dalam rangka mengadakan Memorandum of Agreement (MoA) antara dua fakultas dilingkup Universitas Dharmawangsa Medan dan Universitas Almuslim, harapannya agar  perjanjian kerjasama ini dapat diimplementasikan kegiatannya dalam bentuk aksi nyata secara bersama misalnya bidang penelitian, study banding dan bidang akademik lainnya, 

    Kemudian perwakilan Universitas Dharmawangsa Medan Amru Yasir,S.Kom.,M.kom menyampaiakan bahwa  mereka memilih Universitas Almuslim sebagai salah satu mitra kerja sama, karena mereka mengetahui bahwa Umuslim merupakan salah satu PTS di Aceh yang telah banyak mengalami perkembangan dan merupakan Universitas terbaik di lingkup LLDikti XIII Aceh. 

    Banyak hal yang bisa kami manfaatkan dan belajar dari Universitas Almuslim, walaupun kampus Umuslim berada di kampung tetapi banyak perkembangan dan kelebihan seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPPM)  sudah klaster utama serta mampu melakukan kerjasama dengan berbagai kampus dan  lembaga, baik dalam maupun luar negeri, papar Drs.Zulkarnain,M.Ap dosen Fisip Undhar  mantan Sekpel Lldikti wil XIII Aceh menambahkan. 

    Saat penandatanagan MoA dari universitas Dharmawangsa turut hadir Amru Yasir,M.kom Ka.prodi teknologi Informasi, Drs.zulkarnain,M.Ap (Fisip),Ega Evinda Putri,M.kom, Randika Kanike Bania,M.Kom, Jovi antaraes,M.kom, Nur Ambia Arma,M.Ap dan Dr. Budiman Purba,M.Ap (Lembaga Penelitian).

    Sedangkan dari Universitas Almuslim selain Dekan juga dihadiri wakil dekan Fisip Dr.Cut Khairani,Msi, dan wakil dekan Fikom Riyadhul Fajri,M.Kom serta didampingi sejumlah dosen.(HUMAS).

  • Fikom Umuslim jalin Kerjasama dengan PT PIM

    Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim Peusangan Bireuen menandatangani  Memorandum of Agreement (MoA) dengan PT.Pupuk Iskandar Muda (PIM) Lhokseumawe.

    Perjanjian dalam bentuk kerjasama ini ditandatangai oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fikom Umuslim Riyadhul Fajri, S.St,M.Kom dan Direktur Utama PT PIM Husni Achmad Zaki bertempat di komplek PT PIM Krueng Geukuh Senin (24/2).

    Usai penandatanganan tersebut Riyadhul Fajri menyampaiakan terimakasih kepada jajaran perusahan PT PIM atas terlaksananya penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) ini.

    Penandatanganan Nota Kesepahaman ini  sebagai langkah awal untuk memanfaatkan potensi dan kemampuan yang dimiliki kedua pihak dan  merupakan tindak lanjut untuk mensukseskan program Kemendikbud yang baru saja diluncurkan dalam program kampus merdeka, ujar Wakil Dekan Fikom bidang akademik Fikom Umuslim.

    Harapannya  dengan adanya perjanjian kerjasama ini dapat terus diimplementasikan kegiatannya dalam bentuk aksi nyata secara bersama,“ Kami sangat membutuhkan kerjasama ini dalam rangka membekali mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya sambil belajar dilingkungan industri sesuai harapan pemerintah”, ujar Riyadhul Fajri.

    Menurut Riyadhul Fajri lingkup kerjasama yang telah ditandatangani Fikom Umuslim dengan perusahaan pupuk ini meliputi, kerjasama dalam bidang pengembangan kurikulum, kerjasama bidang pengembangan sumber daya manusia, kerjasama dalam bidang tata kelola kelembagaan, kerjasama dalam bidang pengembangan program studi,kerjasama dalam bidang penelitian dan kerjasama dalam bidang penjaminan mutu,jelasnya.

    Usai penandatangan MoA ini kedua pihak melakukan foto bersama dengan sejumlah karyawan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Lhokseumawe.(HUMAS)







     

  • Fisip umuslim gelar buka puasa bersama

     Peusangan-Civitas Akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (Fisip) Universitas Almuslim (Umuslim) mengelar acara buka puasa bersama sekaligus silaturahmi, yang di gelar kampus timur, Senin, (20/5)

    Menurut ketua Bem Fisip Husnul Fuadi, kegiatan ini dalam rangka mempererat silaturahmi antara rektorat, dekanat, mahasiswa dan alumni, Insya Allah bulan depan kami juga akan mengelar beberapa kegiatan lain dalam rangka promosi fakultas Ilmu sosial dan politik kepada adik-adik SMA dan masyarakat secara umum ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut mewakili Alumni disampaikan Munazir Nurdin atau lebih populer  "Boh Manok" mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara silaturahmi ini, semoga dengan  jumlah alumni yang sudah sukses di Fisip akan dapat memajukan fakultas ini kedepan, ungkap anggota DPRK Bireuen terpilih ini.

     Turut menyampaikan sambutan Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi mengukapkan  rasa bahagia atas silaturahmi dalam bentuk buka puasa bersama yang di gelar mahasiswa Fisip, semoga kebersamaan dan kekeluargaan ini dapat mempererat  ukhuwah diantara civitas akademika umuslim. 

    Walaupun kita berada di kampung tetapi dengan kekompakan semua pihak baik rektorat, dekanat, alumni dan mahasiswa akan menjadi satu kekuatan yang luar biasa bagi kampus  dalam menata pengembangan kampus dimasa yang akan datang, papar H.Amiruddin Idris.

    Hadir  dalam buka puasa tersebut Ketua Yayasan, Rektor, wakil rektor, dosen alumni, mahasiswa dan  tokoh masyarakat seputaran kampus, acara buka bersama diakhiri dengan menyantap kuah belangong dan shalat magrib berjamaah.

    Sehari sebelumnya Fakultas Ekonomi Umuslim juga  menggelar acara serupa, yang  dihadiri  Civitas Akademika,  dosen, alumni , ormawa dan mahasiswa.(HUMAS)

     

  • Fkip Umuslim menangkan dua hibah dari Kemenristekdikti

     

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip) Universitas Almuslim Peusangan berhasil memenangkan dua hibah dari  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), hibah tersebut yaitu  bidang program bantuan pembelajaran berpusat mahasiswa atau Student Center Learning (SCL) berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Hibah Penugasan Dosen di Sekolah (PDS).

    Kepastian berhasilnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip) Universitas Almuslim memenangkan hibah tersebut disampaikan Dekan FKIP Universitas Almuslim M.Taufiq,MPd, Jumat (14/5), berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Nomor: B/358/B2.1/PB.01.00/2019 tanggal 27 Mei 2019 dan Nomor B/464/B2.1/BP.01.01/2019 tanggal 15 Mei 2019. 

    Menurut M.Taufiq tujuan program hibah SCL, untuk meningkatkan kualitas dosen dalam mengajar, nantinya mahasiswa diharapkan akan memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, kreativitas, literasi digital, problem solving, dan self directed learning.

    Pada program hibah SCL berbasis TIK melibatkan 18 dosen dari 9 program studi dalam lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim. 

    Semua  dosen tersebut merupakan pengampu sembilan mata kuliah yang direncanakan pada program hibah tersebut. Kesembilan mata kuliah tersebut masih disampaikan melalui perkuliahan tatap muka, namun melalui program SCL berbasis TIK, mata kuliah tersebut akan disampaikan menggunakan pendekatan Blended Learning.

    Nantinya dari program hibah ini  akan menghasilkan sembilan suntingan/kompilasi video aktivitas pembelajaran di kelas, implementasi mata kuliah pada sembilan  program studi yang memanfaatkan TIK menggunkan metode SCL dan nantinya akan adanya sembilan Artikel yang dipublikasikan pada jurnal Nasional.

    M.Taufiq mengharapkan melalui hibah SCL berbasis TIK ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran dosen pada era Revolusi Industri 4.0. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan literasi data, literasi teknologi, dan literasi sosial seluruh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, semoga kedepan  program hibah SCL berbasis TIK ini dapat diperluas pada program studi-program studi lain dalam lingkup Universtas Almuslim.

    Menurut  M.Taufiq  bahwa yang menangkan hibah SCL berbasis TIK ini hanya 11 Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia, untuk pulau Sumatera hanya ada dua perguruan tinggi yang lolos, satu di Bengkulu dan satu Universitas Almuslim di Aceh, ini merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan ungkap M.Taufiq terharu.

    Sebelumnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip) Universitas Almuslim juga telah ditetapkan sebagai pemenang Hibah Penugasan Dosen di Sekolah (PDS), hal ini sesuai surat Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)  Nomor B/464/B2.1/BP.01.01/2019 tanggal 15 Mei 2019.

    Menurut Dekan Fkip program Hibah PDS sistemnya  mengirimkan dosen untuk melaksanakan pembelajran di sekolah serta mengimplementasikannya di perguruan tinggi, sedangkan Hibah SCL berbasis TIK lebih menekakann pada peningkatan kemampuan dosen dalam melaksanakan pembelajaran pada era revolusi 4.0. 

    Kegiatan SCL berbasis TIK sejalan dengan implementasi E-Learning di Universitas Almuslim yang telah dimulai pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017 sesuai dengan SK Rektor Nomor 776/SK/Umuslim/PG.2016 tanggal 24 Juni 2016, jelasnya.(HUMAS)

     

  • Gedung Tua Almuslim Saksi Bisu Saat Konflik

     

     

    OLEH CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim Peusangan, anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen.

    PERTAMA kali saya kenal nama Almuslim dari cerita ibu saya semasa hidupnya, “Almuslim itu tempat ibu dulu sekolah.” Ya, waktu itu ada Pendidikan Guru Agama (PGA) Almuslim dan Pesantren Almuslim. Dulunya, Almuslim itu dikenal dan ditakuti serdadu Belanda, karena memiliki tokoh pejuang yang juga pendiri Almuslim, seperti Tgk Abdurrahman Meunasah Meucap, Tgk Chik Muhammad Djohan Alamsyah (Ulee Balang Peusangan), Tgk Ibrahim Meunasah Barat, Tgk Abbas Bardan, Tgk Abed Idham, Habib Ammad, dan sederet tokoh lainnya.

    Sejarah awal Almuslim dimulai tahun 1929. Saat itu, ulama dan ulee balang di Peusangan mendirikan organisasi sosial bernama Jamiatul Muslim (saat ini namanya Yayasan Almuslim Peusangan). Yayasan ini tergolong unik, berbeda dengan yayasan lain di Indonesia bahkan dunia, yakni milik masyarakat Kecamatan Peusangan lama (sebelum pemekaran), setelah pemekaran jadi empat kecamatan: Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, dan Jangka. Setiap lima tahun sekali para keuchik, imum gampong, dan imum mukim dalam empat kecamatan itu bermusyawarah memilih ketua yayasan.

    Yayasan ini sempat hilang dalam peredaran, kemudian tahun ‘70-an atas inisiatif almarhum M. A. Jangka, saat itu Camat Peusangan, bersama beberapa tokoh pendidikan, pemerintahan, tokoh masyarakat, mereka bermusyawarah untuk menghidupkan kembali yayasan ini.

    Pelan tapi pasti yayasan terus bergerak, dimulai dengan mendirikan beberapa sekolah tingkat dasar dan menengah, kemudian 14 Zulkaidah 1406 H bertepatan dengan 1 Agustus 1985 didirikanlah Perguruan Tinggi Almuslim (PTA) yang membawahi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STP), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK), tetapi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah yang merupakan cikal bakal lahirnya  Institut Agama Islam (IAI) Almuslim sekarang kampusnya berlokasi di Paya Lipah Kecamatan Peusangan, jaraknya  lebih kurang 3 kilometer arah barat  dari kampus Universitas Almuslim, sedangkan lokasi gedung tua Almuslim sekarang telah menjadi kantor yayasan almuslim peusangan (YAP) dan pusat administrasi Pesantren Almuslim Peusangan.

    Saya bergabung dengan Almuslim tahun 1992, setelah lulus SMEA Peusangan dan menjadi staf tata usaha. Saat itu, gedung kuliah sangat terbatas, masih semipermanen. Biro rektor dulunya berada di Gedung Sekretariat Pesantren Terpadu Almuslim sekarang. Gedung ini merupakan gedung tua yang direhab atas bantuan PT Arun NGL Co Lhokseumawe.

    Gedung ini sangat kokoh karena dibangun dengan batu bata yang disusun mendatar. Beberapa kali gempa tidak ada yang retak. Gedung ini menjadi saksi bisu saat konflik berkecamuk di Aceh. Saat konflik pernah saya dan teman harus tiarap di lantai menghindari peluru karena terjadi baku tembak di seputaran kampus.

    Gedung ini bersebelahan dengan Markas Koramil Peusangan, tentunya menjadi sasaran bom atau peluru pihak GAM. Kami yang sedang bekerja terkena imbasnya. Saya ingat waktu itu, laki-laki diminta berbaris di halaman gedung, sedangkan perempuan tetap berada di dalam ruangan.

    Suasana sangat mencekam, kami tak bersuara, lutut kami gemetar. Air mata membasahi pipi mengenang suasana tersebut. Saat itu hanya doa yang yang terbetik di dalam hati, perasaan penuh tanda tanya: Masih adakah kesempatan untuk menghirup udara esok hari? Dengan hati gundah, akhirnya rekan-rekan yang diminta berbaris kembali ke ruangan, semua memiliki kenangan tersendiri yang tak terlupakan. Gedung tua itu benar-benar jadi saksi bisu perjalanan proses pendidikan tinggi di Almuslim. Gedung tua ini juga berperan dalam sejarah berdirinya Kabupaten Bireuen, saat detik-detik pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen perdana. Semua yang ikut dalam rapat tersebut tidur beralaskan tikar sederhana, menunggu hasil keputusan esok harinya.

    Selain itu, banyak juga tamu luar negeri, pejabat tinggi, mulai dari pejabat pusat, provinsi, kabupaten, dan pimpinan proyek vital datang ke gedung tua ini dan dijamu di ruangan tersebut.

    Pada 15 Januari 2003 Universitas Almuslim (Umuslim) lahir sebagai hasil peleburan beberapa sekolah tinggi dan akademi dalam lingkup Perguruan Tinggi Almuslim, diresmikan oleh Gubernur Aceh waktu itu, Ir Abdullah Puteh MSi. Saat peresmian, gedung tua itu merupakan gedung utama biro rektor dan area utama lokasi peresmian.

    Saya ingat, setelah acara peresmian Umuslim, Gubernur Aceh melanjutkan perjalanan dinas ke Kecamatan Makmur. Eh, di dalam perjalanan tiba-tiba rombongan gubernur diserang pihak sipil bersenjata. Dalam rombongan ada Ibu Marlinda, istri Gubernur Abdullah Puteh dan istri Pak Amiruddin Idris (Rektor pertama Umuslim yang juga Wakil Bupati Bireuen). Saat rombongan kembali, istri rektor menceritakan kronologis kejadian, mereka diselamatkan aparat keamanan dan dipakaikan rompi antipeluru. Dalam kejadian itu sempat tertembak seorang perwira polisi. Suasananya sangat mencekam. Saya dan rekan-rekan mendengarnya saja merinding ketakutan.

    Alhamdulilah, perjalanan Umuslim yang dimulai dari pahit getir semasa penjajahan Belanda dan diresmikan di tengah kondisi konflik, tetap bertekad bulat mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Tahun 2002, universitas mengalamai perkembangan signifikaan saat Rektor Umuslim, Amiruddin Idris menjabat Wakil Bupati Bireuen periode 2002-2007. Banyak bantuan pemerintah, baik pusat maupun daerah, diberikan untuk Universitas Almuslim. Sejak saat itulah banyak gedung perkuliahan yang terbuat dari papan atau yang semipermanen berubah menjadi gedung permanen. Termasuk penambahan beberapa mebel dan lab. Kampus Umuslim pun mulai menampakkan wajah sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang sesungguhnya.

    Saat tsunami melanda Aceh 26 Desember 2004, beberapa perguruan tinggi di Banda Aceh, baik PTN maupun PTS sempat lumpuh, banyak dosen dan mahasiswa meninggal. Nah, saat itu Umuslim ikut menampung mahasiswa yang selamat. Sampai-sampai jumlah mahasiswa tak sebanding dengan jumlah ruang kuliah dan kursi. Rektor Umuslim, H Amiruddin Idris lalu memohon bantuan kepada beberapa donatur untuk membantu Umuslim. Salah satu lembaga yang mengulurkan bantuan dari Italian Goverment, perwakilan negara Italia. Hasilnya, bisa dibangun gedung perkuliahan bertingkat, perumahan dosen, sarana ibadah, fasilitas laboratorium, dan pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan beasiswa untuk lanjutan studi dosen.

    Tahun 2007, tercatat sebagai tahun puncak perkembangan Umuslim. Banyak calon mahasiswa masuk dengan persaingan ketat, ditambah dengan adanya kepercayaan pemerintah pusat melalui Kementerian Dikti sebagai pelaksana Program Pendidikan Guru dalam Jabatan di Provinsi Aceh, sehingga mahasiswanya mencapai 20.000 orang. Di tengah persaingan yang sangat kompetitif, puluhan program hibah dari Dikti pun berhasil dimenangkan.

    Dengan bertambahnya jumlah mahasiswa, manajemen kampus berupaya mencari network penggalangan dana untuk membangun gedung baru. Lalu rektorat bersama yayasan bermusyawarah dengan keluarga Ampon Chiek Peusangan untuk memanfaatkan gedung bersejarah milik Ulee Balang Peusangan (rumoh geudong milik Ampon Chiek Peusangan) sebagai tempat perkuliahan dan perkantoran. Dengan catatan gedung itu tidak boleh diubah bentuknya, tetap sebagai rumoh geudong. Kini kawasan ini dikenal sebagai Kampus Ampon Chik Peusangan, Universitas Almuslim yang berlokasi di depan Masjid Besar Peusangan.

    Universitas Almuslim terus melakukan berbagai inovasi dan memperluas jalinan kerja sama untuk mengabdi mencerdaskan anak negeri, mengikuti berbagai regulasi yang terus bergulir sesuai kondisi. Sekarang, puluhan dosen sedang menyelesaikan studi S3 di dalam maupun luar negeri. Setiap tahun pula Kampus NGU Jepang mengirim mahasiswanya untuk belajar di Umuslim, begitu pula sebaliknya. Umuslim juga rutin mengirim mahasiswa PPL-KKM ke Thailand dan Malaysia.

    Kesungguhan, jalinan kerja sama, dan kekompakan telah mengantarkan Umuslim menjadi Universitas Swasta Terbaik Se-Aceh Tahun 2018, sebagaimana ditetapkan oleh Kemenristekdikti melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIII Aceh. Alhamdulillah. Umuslim terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Aceh dan bangsa.

     

    Tulisan ini telah pernah tayang di https://Aceh.tribunnews.com tanggal 11/7/2019/ dengan judul Gedung tua almuslim saksi bisu saat konflik.