Umuslim Debating Society Adakan Coaching Clinic di Kampus Ampoen Chiek Peusangan

Matangglumpangdua, Kamis (13/09) Umuslim Debating Society mengadakan 'Coaching Clinic And A Pro-Debt (Al Muslim Proliferation Debate) dengan dua orang nara sumber yang didatangkan dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara yaitu Muhammad Rafi dan Dio Harianto.

Acara yang dibuka dengan resmi oleh Drs. Nurdin Abdul Rahman, M.Si selaku pembina Umuslim Debating Society, dan juga sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional dan dihadiri oleh Kepala Pusat Informasi dan Promosi Universitas Al Muslim Al Azhar, SS., M.Sos yang juga sebagai dosen pada Prodi Hubungan Internasional. Tampak hadir peserta tiga puluhan orang dari guru-guru SMA di lingkup Kabupaten Bireuen, siswa SMA serta mahasiswa Umuslim.

Tema yang diangkat adalah "The Rise of The Underdog" serta sub tema "The Art of Expressing Ideas", sangat menarik karena akan mengarahkan ke peserta bagaimana teknik serta seni dalam mengemukakan pendapat walaupun berbeda dalam ide serta pemikiran sehingga orang akan tetap nyaman walaupun berbeda pandangan.

"Semoga peserta dapat mengambil sebanyak-banyaknya manfaat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengungkapkan ide-ide dalam bahasa Inggris", jelas Nurdin Abdul Rahman. 

Acara yang dipandu oleh Ratna Walis, S.Pd staf Kantor Urusan Internasional serta Muzakir alumni 'Student Exchange' Nagoya Gakuin University Jepang. (PIP Umuslim)

Prof. Dr. Wong Kung Teck Berikan Pelatihan SPSS di Umuslim

Matangglumpangdua, Selasa (04/09) Pelatihan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) bagi dosen Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII diadakan di kampus Ampoen Chiek Peusangan dengan nara sumber Prof. Dr. Wong Kung Teck dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Acara yang diikuti dosen Perguruan Tinggi Swasta di lingkup LLDIKTI Wilayah XIII tersebut begitu mendapat animo para dosen, sehingga acara yang berlangsung akan memberilkan begitu banyak manfaat bagi yang bersangkutan.

Acara pembukaan pelatihan yang dihadiri Ketua Yayasan Al Muslim Peusangan Drs. H. Yusri Abdullah, S.Sos, Rektor Universitas Al Muslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si serta Prof. Dr. Faisal, SH., M.Hum sebagai Kepala Lembaga Layanan Pendidikan  Tinggi Wilayah XIII Aceh.

Software SPSS diciptakan oleh Norman Nie, seorang lulusan Fakultas Ilmu Politik dari Stanford University, yang sekarang menjadi Profesor Peneliti Fakultas Ilmu Politik di Stanford dan Profesor Emeritus Ilmu Politik di University of Chicago. SPSS adalah salah satu program yang paling banyak digunakan untuk analisis statistika ilmu sosial. SPSS digunakan oleh peneliti pasar, peneliti kesehatan, perusahaan survei, pemerintah, peneliti pendidikan, organisasi pemasaran, dan sebagainya. Selain analisis statistika, manajemen data (seleksi kasus, penajaman file, pembuatan data turunan) dan dokumentasi data (kamus metadata ikut dimasukkan bersama data).

Merupakan kehormatan bagi Universitas Al Muslim (Umuslim) karena acara pelatihan ditunjuk oleh LLDIKTI untuk dilaksanakan di Universitas ini, semoga acara hari ini memberikan begitu banyak manfaat bagi para pesertanya. (PIP Umuslim) 

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Harapkan Tidak Ada Perbedaan PTS dan PTN

Matangglumpangdua, Selasa (04/09) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XIII Aceh, Prof.Dr.Faisal Rani,SH.,M.Hum mengharapkan agar tidak ada lagi perbedaan antara PTS dan PTN, hal tersebut harus dihilangkan  karena dalam UU sudah dijelaskan bahwa keduanya mempunyai kedudukan sama.

Hal tersebut disampaikan  kepala  Lembaga layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XIII (dulu kopertis wil XIII) pada kuliah umum, mengawali kuliah perdana mahasiswa Universitas Al Muslim (Umuslim) tahun akademik 2018/2019, berlangsung di Auditorium Academic Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan,kampus Umuslim 

Kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa Umuslim ini, menurut Prof.Dr.Faisal Rani,SH.,M.Hum, ke depan paradigma Perguruan Tinggi  harus dirubah,  dikotomi  PTS dan PTN harus dihilangkan, makanya nama Kopertis sekarang dirubah namanya menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).

Sekarang semua perguruan tinggi diarahkan  membangun budaya mutu  agar memiliki daya saing tingkat global dan di bursa tenaga kerja. Mutu menjadi tujuan utama sebuah perguruan tinggi, akreditasi menjadi ukuran untuk melihat sebuah perguruan tinggi berkualitas. Lulusan yang mencari kerja, dilihat akreditasi program studi  bukan pada perguruan tinggi negeri (PTN) ataupun PTS, jelas mantan Dekan Fakultas Hukum Unsyiah ini.

Prodi di PTN belum tentu lebih bagus dari PTS, seperti beberapa universitas di kota besar  dan luar negeri, ada prodi di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lebih berkualitas dibandingkan PTN, jelas Prof.Faisal Rani,SH.,M.Hum.

Bahkan banyak  PTN sekarang, telah merubah statusnya seperti Badan Layanan Umum (BLU), kalau BLU berarti pengelolaannya hampir sama dengan mengelola PTS (swasta).

Pada kesempatan tersebut Prof.Faisal Rani, SH,.M.Hum menyampaiakan materi, berhubungan dengan peningkatan mutu pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0. Menurut mantan Dekan Fakultas Hukum Unsyiah tersebut. perguruan tinggi merupakan lembaga formal,  diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja yang berkompoten, guna mnghadapi industri kerja  yang seiring dengan kemajuan teknologi.

Suatu perguruan tinggi untuk meraih kesuksesan, harus meningkatkan skill lulusan, semua bidang harus meningkatkan kualitas, karena   kuantitas bukan lagi menjadi indikator utama dewasa ini, ungkap Prof Dr.Faisal Rani,SH.,M.Hum Teknologi diperlukan karena merupakan hasil pengembangan dan rekayasa ilmu pngetahuan, tujuannya untuk membuat manusia mudah untuk hidup Jadi kelahiran teknologi bukan untuk merusak, yang merusak itu berarti sudah keluar dari koridor niat dari proses pengembangan ilmu pengetahuan,jelasnya.

Menurut Prof.Faisal Rani di era revolusi industri 4.0 sekarang, akan mesdisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan iptek serta pendidikan tinggi. Makanya revolusi industri 4,0 tantanganya sangat berat, semua pihak harus menyikapi  secara cepat dan tepat.

Turut menyampaikan sambutan  Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi,  mengucapkan terimaksih atas kehadiran Ketua LLDIKTI dan merupakan momen silaturahim, karena Prof.Faisal Rani merupakan pejabat baru pada Lembaga tersebut.

H.Amiruddin Idris juga mengulas perkembangan kampus Umuslim, yang berada di sebuah kecamatan  dan menyampaikan kesiapannya menjadi tuan rumah berbagi kegiatan dari LLDIKTI Aceh. Umuslim saat ini merupakan sebuah PTS yang telah memperoleh nilai akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan nilai Baik (B) dari BAN-PT, dan hampir semua program studi juga sudah terakreditasi dengan nilai Baik (B).

Universitas Al Muslim juga merupakan PTS di wilayah LLDIKTI XIII, yang paling banyak meluluskan dosennya dalam sertifikasi dosen (Serdos) , jelas Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi. Pada kesempatan tersebut, Rektor mengharapkan bimbingan dan pembinaan dari kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, agar kampus kebanggaan masyarakat Bireuen ini menjadi lebih baik lagi dan bisa bersaing untuk tingkat global. Acara dihadiri  ketua yayasan Almuslim Peusangan, wakil rektor, dosen, ormawa, ratusan mahasiswa dan sivitas akademika lainnya. (Humas-PIP)

 

Dekan Ekonomi Umuslim Pimpin Apel Pagi di Awal Bulan

Kampus Induk Umuslim, Senin (03/09) Hakim Muttaqim, B.Soc.Sc., M.Ec.Dev selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Al Muslim Peusangan Bireuen bertindak sebagai pimpinan apel pagi di awal bulan September 2018 ini. Pada prinsipnya apel pagi setiap Senin pertama di awal bulan merupakan ajang silaturahmi dan saling bertukar informasi demi peningkatan prestasi Universitas Al Muslim (Umuslim) 

Hakim Muttaqim menjelaskan;" Kemajuan serta peningkatan minat calon mahasiswa terhadap Umuslim bukan semata-mata tanggung jawab rektor beserta jajarannya, atau tanggung jawab dekan setiap Fakultas, atau tanggung jawab panitia SPMB semata. Tapi yang benar adalah merupakan tanggung jawab sivitas akademika Umuslim secara keseluruhan. Secara internal kita tidak dapat bertanya mengapa begini dan mengapa begitu, terkecuali yang bertanya dari kalangan eksternal. Kalau kalangan internal yang bertanya maka yang bertanya itu tidak merasa bertanggung jawab atas perkembangan Umuslim secara keseluruhan." 

Apel pagi di hari Senin di awal bulan kali ini seperti biasa dihadiri jajaran Rektorat, Ka. Biro, Dekan, Kabag, Ka. UPT, dosen serta staf  di lingkup Umuslim. Hakim Muttaqim menambahkan bahwa saat ini adalah awal tahun akademik 2018-2019 pada semester ganjil, diharapkan kepada semua jajaran untuk saling berkordinasi sehingga proses belajar dan mengajar akan berlangsung secara baik, sehingga akan tercapainya kemajuan serta peningkatan prestasi mahasiswa maupun institusinya. (PIP Umuslim)

Kuliah Umum Prof. Dr. Faisal, SH., M.Hum di Umuslim

Kampus Ampoen Chiek Peusangan, Selasa (04/09) Prof. Dr. Faisal, SH., M.Hum sebagai Kepala Lembaga Layanan Pendidikan  Tinggi Wilayah XIII di hadapan jajaran sivitas akademika Umuslim, Ketua Yayasan Almuslim Peusangan Drs. H. Yusri Abdullah, S.Sos, Rektor Dr. H.Amiruddin Idris, SE., M.Si beserta tamu/undangan. memberikan 'Kuliah Umum' dengan tema; " Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi di Era Revolusi 4.0".

Inti dan makna era revolusi 4.0 adalah perubahan dunia yang tengah memasuki revolusi industri 4.0 atau revolusi industi dunia keempat dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Akhirnya segala hal menjadi tanpa batas (borderless) dengan daya komputasi dan data yang tak terbatas (unlimited) karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. Akhirnya di era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi. (PIP Umuslim)

 

Pemuda Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Tebing Cot Panglima

Cot Panglima - Krueng Simpo - Juli - Bireuen, Jum'at (17/08) - Bendera merah putih raksasa berukuran 27x10 meter akhirnya berkibar di tebing Cot Panglima.  Para pengibar bendera adalah; Indra Budiman (Basarnas), Fakhrurrazi (Alaska Universitas Al Muslim), Siti Rahmah dan Ikhwanul Muslim (Federasi Panjat Tebing Indonesia Cabang Bireuen).

Inspektur upacara Kapten (Purn) Dito Bangun, komandan upacara Andri Kusuma Atmaja (Mahasiswa LintasAlam Fakultas Hukum Universitas Samudera Langsa). Teks proklamasi dibacakan oleh Muhammad Ichsan (Komunitas Forum Mahasiswa Bireuen) mahasiswa semester lima prodi Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Lhokseumawe.

Acara pengibaran bendera tersebut berlangsung begitu khidmat, yang diikuti oleh elemen mahasiswa dan pemuda dari berbagai lini menunjukkan begitu besarnya rasa kebangsaan generasi muda. (Alaska-PIP Umuslim)

 

Subcategories