Penjemputan Mahasiswa KKM Universitas Almuslim

Mahasiwa KKM Angkatan XIII Tahap I Tahun Akademik 2014-2015, mengakhiri masa kuliah kerja mahasiwa yang berlangsung selama satu bulan (17 November 2014 s/d 17 Desember 2014). Acara serah terima atau penyerahan kembali mahasiswa dari Pemerintah Aceh Utara dilaksanaknakan di aula Setdakab Aceh Utara Lhokseumawe (17/12)  sekitar pukul 15.00 WIB.
Dari Pemerintah Aceh Utara diwakili oleh Wakil Bupati Bapak Drs. H.M.Jamil, M.Kes, sementara dari pihak Universitas Almuslim diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Bapak Drs.Marwan Hamid, M.Pd. Pada kesempatan ini kedua belah berharap adanya kesinambungan kerjasama di bidang pemberdayaan masyarakat di wilayah Aceh Utara.

Dari pihak Pemerintah Aceh Utara berharap, di masa yang akan datang Universitas Almuslim dapat memberdayakan para intelektualnya untuk membantu masyarakat Aceh Utara di segaka bidang. Dan juga menambahkan bahwa Pemerintah Aceh Utara  berharap di masa mendatang lebih banyak lagi mahasiswa Almuslim yang ber-KKM di wilayah ini.
Bapak Drs,Marwan Hamid, M.Pd, yang mewakili pimpinan Universitas Almuslim mengajak semua pihak agar dapat mengaplikasikan tiori pergerakan, yang diasumsikan pergerakan ke arah perbaikan, pembaharuan,  dan hal-hal yang bersifat positif dan membangun bukan yang sebaliknya. Acara ini dihadiri seluruh Wakil Rektor, dosen pendamping, supervisor, Ketua Bapel KKM, dan pejabat di lingkungan Setdakab Aceh Utara.

Acara diakhiri dengan pertukaran cendramata dari pihak Umuslim, dan juga dari pihak Setdakab Aceh Utara. Dengan harapan masih ada ruang dan waktu yang dapat mempertemukan kita kembali dalam rangka membangun  masyarakat kita. (al)

Umuslim Menyelenggarakan Dialog, Diskusi, dan Sharing Penelitian

Hari ini, Rabu (17/12), Universitas Almuslim (Umuslim) kedatangan tamu, Dr. Brahmaputra Marjadi, MPH, Ph.D dari School of Medicine, the University of Western Sydney, Australia. Beliau seorang dokter, alumnus Universitas Airlangga yang saat ini menjadi dosen dan peneliti di Australia.
Kedatangan Dr. Brahm (panggilan akrab  beliau) dalam rangka menjadi pemateri dua kegiatan ilmiah di Umuslim. Kegiatan pertama diisi dengan “Dialog dan Sharing Tentang Penelitian; Strategi Menjalin Kerjasama Penelitian Antara Universitas Almuslim atau Dinas Kesehatan di  Aceh dengan Universitas di Australia; dan Strategi dan Peluang Mendapatkan Research Grant (Dana Penelitian) dan Fellowship Program di Australia”. Sedangkan kegiatan kedua dengan tema “Pencegahan Infeksi dalam Proses Persalinan bagi Tenaga Kesehatan (Sarana Pelayanan Kesehatan, khususnya non-RS)”.

Peserta yang hadir dari berbagai kalangan, mulai dosen dan mahasiswa beserta Ketua Yayasan Almuslim Peusangan, Rektor, Wakil Rektor, Dekan, dam Direktur di lingkungan Umuslim, Kepala dan para Pegawai Dinas Kesehatan Bireuen, para tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, dan perawat, dosen dan mahasiswa dari berbagai Akademi dan Sekolah Tinggi Kesehatan di Kabupaten Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Utara, dosen dari Unimal  hingga pegawai dari beberapa rumah sakit di Kabupaten Bireuen.

Pada sesi  pertama pemateri memberikan motivasi kepada peserta bahwa orang Indonesia tidak kalah mutunya dari orang negara lain, bahwa ‘Kita BISA!’, kesetiaan dan ketaatan pada protokol adalah tabiat terpenting dan harus dilakukan oleh peneliti/praktisi/dosen dan institusi, di samping itu menekankan perlunya mengajarkan metode penelitian di universitas dengan mudah, perlunya pengembangan logika, daya pikir, kritis, dan kreativitas serta harus mampu berbahasa Inggris. Pemateri menekankan pentingnya kesesuaian antara apa yang tertulis dengan apa yg dilaksanakan (nexus teori, penelitian dan praktek), serta hal-hal yang harus diperhatian dalam menjalin kerjasama dengan institusi luar negeri, kendala yang kita miliki, dan bentuk kerjasama yang perlu dibangun.

Pada sesi kedua, pemateri membahas Healthcare-Associated Infection (HAI: infeksi yang didapat seseorang dari lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan) dengan mengutip Florence Nightingale (Notes on Hospitals, 3rd edition London: Longman, Green, Longman, Roberts, and Green; 1863; p. iii), “Mungkin adalah suatu prinsip yang aneh bahwa syarat yang paling utama bagi suatu Rumah Sakit adalah bahwa ia tidak boleh mencelakai orang yang sedang sakit” dan seorang perawat senior (2005), “Jangan menambah penderitaan pasien. Mereka sudah sakit; itu sudah cukup menderita”. Dengan gambar slide pemateri memperlihatkan contoh penularan melalui HAI, infeksi Nosokomial, Segitiga Epidemiologi, faktor mikroba, Infeksi Nosokomial Terbanyak, faktor lingkungan, serta membahas  pentingnya kewaspadaan baku, dan kewaspadaan tambahan.

Peserta yang hadir berjumlah 734 orang, di luar perkiraan panitia. Antusias peserta terlihat dari banyak dan kualitasnya pertanyaan yang diajukan. Seperti pertanyaan tentang penggunaan citotek, bagaimana kiat merubah perilaku masyarakat, kebiasaan akan kesehatan,  bagaimana para tenaga kesehatan dalam menangani keselamatan pasien, bagaimana kiat dan strategi mendapatkan beasiswa atau dana hibah dari Australia,  termasuk masukan untuk menjadikan Universitas Almuslim sebagai tempat afiliasi atau hosting para peneliti dari Australia yang melakukan penelitian di Aceh. Kapan waktu yang tepat bagi bidan untuk melakukan penelitian?,  bagaimana menjaga kontiniutas dan registrasi dalam menjalankan proyek maupun program kesehatan dalam kerjasama institusi ?. Bagaimana mengubah perilaku bidan dalam pelayanan kesehatan untuk selalu tersenyumn, dan bagaimana merubah kondisi Puskesmas dalam melakukan pelayanan kesehatan senyaman mungkin seperti pelayanan di Bank.  Dan masih ada beberapa pertanyaan lagi,  jawaban yang diberikan pemateri sangat menarik, disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, diselingi dengan humor intelek.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Almuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si menyampaikan bahwasanya penelitian sebagai instrumen kemajuan bangsa harus terus dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi. Saking pentingnya penelitian, tercermin dari nama kementerian pendidikan yang sebelumnya Kemendiknas yang berubah nama menjadi Kemenristek Dikti. Beliau juga menyinggung hal yang berhubungan dengan kesehatan, betapa pentingnya menjaga sterilisasi peralatan kedokteran. Beliau apresiasi dengan para panitia yang telah menghadirkan tamu jauh dari Australia untuk singgah dan sharing pengalaman dan ilmu kepada para peserta diskusi. Kegiatan ini ditutup oleh Ketua Yayasan Almuslim Peusangan, H. Yusri Abdullah, S.Sos di mana beliau berpesan untuk dapat menyelenggarakan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Rokhmat Hidayat, M.Cs (Ketua Divisi Riset LPPM Universitas Almuslim), Ketua Panitia Drs. Nurdin Abdul Rahman, M.Si, dan Sekretaris Nurhidayati, MPH (Direktur DIII Kebidanan) berjalan sangat sukses yang mana tidak terlepas dari kerjasama dan kekompakkan tim panitia kolaborasi, yang terdiri dari LPPM dan DIII Kebidanan Umuslim, Dinas Kesehatan Kabupaten  Bireuen, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Bireuen, dan Ikatan Alumni Kebidanan Universitas Almuslim (IKABUA). (al)

Sistem Informasi Managemen Universitas Almuslim Peusangan Bireuen

Di era globalisasi ini Sistem Informasi Managemen sangat dibutuhkan baik oleh Lembaga pendidikan, perusahaan apalagi sebuah Universitas.  Di Universitas Almuslim SIM ini dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kesempurnaan arus informasi, baik untuk bidang akademik, keuangan, kemahasiswaan, kepegawaian dan hubungan kerjasama.
Yang tak kalah penting SIM ini erat hubungannya dengan segala aktifitas mahasiswa baik semasa mereka di bangku kuliah maupun hubungannya setelah tamat. Karena di SIM inilah jantungnya informasi baik ketika mereka mendaftar, mengisi KRS, nilai, sampai akhirnya informasi mengenai transkrip nilai mereka di akhir masa pendidikan.
Apabila sistem yang ada di SIM baik, berarti secara keseluruhan sistem managemen terpadunya sudah barang tentu mendapat apresiasi yang baik dari penggunanya. 

 Managemen (SIM) yang terintegral dan terpadu dengan baik akan menolong secara sempurna dalam mengintegrasikan data, mempercepat dan mengestimasikan  pengolahan data sehingga melahirkan kualitas informasi dan kontrol managemen yang sempurna pula. Sehingga dapat mengantisipasi pelayanan terhadap civitas akademika di kampus.
Apalagi dengan sistem yang ada dapat menyederhanakan cara kerja sebagai contoh meningkatkan akurasi dalam pencatatan absen yang sudah menggunakan ‘finger print’ atau ‘finger sensor’. Kegiatan ini sudah barang tentu memudahkan kerja Bidang Human Resource dalam penilaian terhadap kinerja staf atau dosen yang ada di lingkungan kampus.

Itulah sebagian dari kegiatan yang ada di SIM Universitas Almuslim, yang saya tangkap dari bincang-bincang sejenak dengan Saudara Husni, beserta rekan-rekan beliau di ruangan SIM. Penampilan mereka yang sederhana tidak mengurangi nilai dan bobot kerja mereka yang tidak sederhana. Mudah-mudahan mereka dapat bekerja secara maksimal demi kemajuan Universitas Almuslim yang kita cintai.(al)

Sosialisasi “Youth Adventure & Youth Leaders Forum 2015" di Universitas Almuslim.

Diskusi bersama inspiring leader serta mahasiswa alumni luar negeri yang diselenggarakan oleh Lpm Suara Almuslim (LPM SA) dan DEMA IAIA , volunteer Bireuen. Dalam kegiatan ini ‘Gerakan Mari Berbagi Knowledge - Bireuen’ mencoba sharing tentang beasiswa Luar Negeri, dan di sinilah tempat pemuda-pemuda terbaik dari seluruh Indonesia (15/12).

Kebetulan pemuda-pemuda terbaik yang terpilih  dari seluruh Indonesia di antara 50 orang, 2 di antaranya dari Bireuen yaitu: Murni M.Nasir( Participant of Youth Adventure and Youth Leaders Forum 2014 ), dan Andi Irawan (GMB Initiator). Merupakan pemateri pada acara ini, di samping Nurmulya Sapitri yang merupakan Ketua LPM-SA.

Diskusi ini mengajak mahasiswa untuk mengetahui bagaimana cara agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan berskala nasional dan internasional, bagaimana menjadi pemuda-pemuda di atas rata-rata. Sehingga selain berkuliah mereka dapat berkiprah di dalam perkembangan dan kemajuan pemuda dan pendidikan.

Dan jadilah pemuda yang terbaik yang menjadi panutan bagi generasi lainnya, bukan hanya mahasiswa yang hanya kutu buku, dan hanya tahu tentang kampus tanpa tahu apa yang terjadi  tentang kekinian dan perkembangan pemuda serta pendidikan. Kegiatan ini memberikan inspirasi bagi peserta untuk menjadi pemuda di atas rata-rata, pemuda yang maju dan ingin mengembangkan diri. Bukan hanya pemuda yang pintar berbicara tanpa dapat berbuat apa-apa, tetapi pemuda dan mahasiswa yang inspiratif bagi generasinya. (al)

Subcategories

You are here: Home News and Events