Tim debat Universitas Almuslim lolos ke tingkat nasional

Peusangan-Tim debat Bahasa Inggris mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) berhasil lolos ke tingkat nasional setelah meraih juara dua pada Lomba National University Debating Championship (NUDC) Tingkat Wilayah AcehTahun 2019 yang digelar LLDikti XIII Aceh  di  Banda Aceh, Senin s/d Rabu, ( 8-10/4/2019). 

Menurut panitia NUDC 2019, Drs. M. Najib, M. Pd, NUDC merupakan lomba debat  Bahasa Inggris tingkat Provinsi yang diselenggarakan oleh LLDIKTI  diikuti  Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), peraih nilai maksimal  lomba tingkat Provinsi akan mewakili Aceh ke event yang sama di tingkat nasional, Jelas M.Najib.

Tambah M.Najib  tujuan lomba ini agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggris, serta  meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menjadikan kampus yang lebih bermartabat, kedepan pihaknya merencanakan selain event Bahasa Inggris juga bidang  Bahasa Indonesia.

Ketua dewan juri NUDC LLDikti XIII Aceh  Rachmad Nurcahyo saat penutupan menyampaikan, dengan debat ini dapat  meningkatkan daya saing mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi melalui debat ilmiah, otomatis juga meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris lisan dan menciptakan kompetisi yang sehat antar mahasiswa, serta  meningkat kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis, analitis sehingga mahasiswa mampu bersaing ditingkat nasional maupun Internasional, jelasnya.

Tim debat mahasiswa Universitas Almuslim  yang beranggotakan Nafsul Muthmainnah ( prodi Bahasa Inggris Fkip),  Azzura Mayyasyi (Prodi Hubungan Internasionla Fisip) dan  Ahsani Taqwim(Prodi Hubungan Internasional Fisip), pendamping Ratna Walis,Spd dari ronde pertama sampai semifinal berhasil menempatkan dirinya pada posisi pertama, sehingga berhak  menjadi 'first breaking' dengan VP sempurna.  

Saat  grand final,  lomba yang  diikuti perguruan tinggi  negeri dan swasta  ini,  tim debat  mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen sedikit selisih angka dengan Perguruan Tinggi Negeri Unsyiah Banda Aceh, sehingga Umuslim  menempatkan dirinya pada posisi kedua dan dinyatakan juga berhak mewakili aceh berlomba pada event yang sama di tingkat nasional yang akan di gelar bulan Juli di Jakarta. 

Adapun urutan pemenang lomba  juara 1  Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, juara II  Universitas Almuslim Bireuen, juara III Politeknik Negeri Lhoksemawe kemudian harapan 1 Universitas Malikulsaleh, harapan II STKIP Bina Bangsa Getsempena dan harapan III Universitas Samudera Langsa. (HUMAS)

 

Tiga Guru Besar dan satu kadis bahas Peternakan Era 4.0

Peusangan-Tiga  orang Guru Besar  dari tiga Universitas  Negeri di Indonesia dan satu kepala dinas membahas tentang peternakan masa depan di era revolusi Industri 4.0. Kegiatan pertemuan pakar peternakan tersebut berlangsung  pada seminar nasional yang digelar prodi peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, bertempat di Auditorium Academik Center (AAC)  Ampoen Chiek Peusangan Universitas Almuslim, Senin (8/4/2019).

Seminar tingkat nasional dengan  tema “Peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan peternakan berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal di era revolusi industri 4.0” dibuka secara resmi Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi. Pada pidato pembukaan Rektor Umuslim   Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyampaiakan, bahwa bidang peternakan di era revolusi industri 4.0 mempunyai peluang besar untuk berkembang dan maju, bagi mahasiswa agar dapat memanfaatkan peluang ini, jangan terus memimpikan jadi PNS, karena  peluangnya sangat kecil, sekarang rubahlah pemikiran jangan lagi PNS oriented, kalau mau lakukan enterpreneurship bidang peternakan secara profesional, karena  masih terbentang luas bagi lulusan peternakan dan sangat menjanjikan, ungkap H.Amiruddin Idris,SE.,MSi.

Adapaun  pakar yang jadi pemateri  dalam seminar tersebut   Prof. Dr.Sc.Agr.Ir Suyadi, MS, IPU dari Universitas Brawijaya,Malang, Alumni University Halle Jerman ini menyampaiakan bahwa  Peternakan di Revolusi Industri 4.0 melalui IoT (Internet of Think),  karena konsumen menyukai sistem e-commerce sehingga industri peternakan dapat tumbuh berkembang,maka diperlukan  keterlibatan pemerintah, masyarakat, pelaku industri dan akademisi agar peternakan di era revolusi industri 4.0 dapat maju, jelas Ketua Program Doktor Ilmu Ternak  Universitas Brawijaya Malang.

Pemateri kedua,Prof. Dr. Ir. Jahmes Hellyward, MS, IPU (Universitas Andalas Padang), menurut mantan kadis parawisata dan kebudayaan Provinsi Sumatera Barat  bahwa Revolusi Industri 4.0 dapat meningkatkan kesejahteraan peternak melalui komoditas unggulan lokal melalui kurikulum kompetensi dari akademik, papar penggagas  Tour de Singkarak bertaraf Internasional ini.

Selanjutnya juga hadir pakar Peternakan dari Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samadi,  M.Sc, pakar bidang keahlian ilmu nutrisi ternak,  menyampaiakan bahwa  petani cerdas  merupakan petani yang mampu meningkat produktivitas peternakan melalui sistem manajemen ICT yang terpadu sehingga Feed,Food dan Well dapat terwujud, Jelas pria kelahiran Manggeng Aceh Selatan.

Sedangkan Kepala Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Aceh diwakili Sekretaris Dinas Farhan, S. Pt., M.P, menjelaskan program dinas peternakan Aceh, menurutnya sekarang Pemerintah Aceh  sudah melakukan Revolusi Industri 4.0 yaitu dengan program ACEH SIAT ( Aceh Sistem Informasi Aceh Terpadu) untuk Peternakan di seluruh Aceh melalui program uggulan dari Hulu ke hilir, serta berbasis kawasan, jelasnya.

Menurut ketua panitia seminar Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM    dengan seminar nasional ini diharapkan  dapat menghasilkan berbagai solusi untuk menjawab berbagai hal terkait perkembangan bidang peternakan, sehingga para pemangku kepentingan  memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi terhadap kebutuhan peternakan berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0, ungkap mantan pekerja NGO FAO-UN ini.

Seminar  diikuti ratusan  peserta terdiri dari pegawai pemerintah,  mahasiswa, guru, dosen, siswa masyarakat peternak dan umum dan turut dihadiri para Wakil Rektor dan Dekan dalam lingkup Universitas Almuslim. (HUMAS)

 

 

SMP IT Azkia Bireuen kunjungi lab MIPA Umuslim

Peusangan-Sebanyak 50 siswa SMP IT Azkia Bireuen melakukan kunjungan edukatif ke laboratorium MIPA Universitas Almuslim (Umuslim) yang berlokasi di kampus  Umuslim Matangglumpang Dua Kecamatan Peusangan, Senin(1/4).

Kedatangan  siswa-siswi SMP IT Azkia ke Umuslim  di dampinggi guru mata pelajaran IPA Saida Putri Meutia. Spd dan diterima langsung  kepala  UPT Laboratorium MIPA Umuslim drh.Yusrizal Akmal. MSi. 

Menurut  Yusrizal Akmal tujuan kunjungan siswa dari SMP IT Azkia Bireuen ke labaratorium MIPA Umuslim ini untuk memperdalam beberapa  materi tentang sel, pengenalan mikroskop beserta alat laboratorium lainya melalui praktikum. Dalam pertemuan tersebut Yusrizal Akmal turut didampinggi teknisi laboratorium  Fatma Zuhra M.Pd dan Elsa Yerita Marhami asisten dari prodi pendidikan Biologi Universitas Almuslim.

Menurut kepala  UPT Laboratorium MIPA Umuslim drh.Yusrizal Akmal. MSi.bahwa pihaknya sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan belajar di laboratorium, beberapa waktu lalu pihaknya juga telah menerima kunjungan beberapa sekolah tingkat SLTA yang ada di Kabupaten Bireuen dan Lhokseumawe, Jelas Yusrizal Akmal.(HUMAS)

 

 

Dosen Umuslim di undang ke Kepulauan Riau.

 

Peusangan-Salah seorang dosen prodi Peternakan fakultas pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan kabupaten Bireuen provinsi Aceh  drh Zulfikar, MSi, hadir ke Provinsi Riau untuk menjadi pemateri pada kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun kepulauan Riau.

Hadirnya drh.Zulfikar,MSi dosen program studi Peternakan Universitas Almuslim di kabupaten yang mempunyai Motto " Azam di pasak, Amanah di tegak"  ini  memenuhi undangan  dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun kepulauan Riau, sebagai  pemateri pada pelatihan bidang peternakan dan kesehatan hewan  yang digelar di Hotel Gembira Tanjung Batu pulau Tanjung Baru Karimun pada tanggal 24-27/3.

Di undangannya dosen Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan tersebut untuk memberikan pelatihan kepada 50 peserta  yang  terdiri dari peternak dan petugas kesehatan hewan di Wilayah kerja Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun Kepulauan Riau selama tiga hari. 

Menurut informasi dari Drh Zulfikar,MSi, dirinya diminta untuk memberikan materi tentang teknis pencegahan penyakit dan manajemen pemeliharaan hewan besar dan kecil, selain dirinya sebagai narasumber yang berasal dari kampus,  juga hadir drh. Topan dari Dinas Peternakan Provinsi Aceh didampingin drh. Syauqi Kepala Bidang Peternakan dan kesehatan hewam Dinas Pangan dan Pertanian kabupaten Karimun Kepulauan Riau, ujar kandidat  doktor bidang pengelolaan sumberdaya dan lingkungan   Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.(HUMAS)

 

 

Subcategories

You are here: Home News and Events