SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe ikut tes toefl di Umuslim

Peusangan-Sebanyak 75 siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe mengikuti test Toefl secara gratis di laboratorium bahasa universitas almuslim (Umuslim) Peusangan, Rabu (30/1).

Para siswa yang datang dari kota Lhokseumawe didampingi  guru pembimbing Ihsan Umraity, Spd, sebelum mengikuti toefl juga sempat melihat suasana kampus umuslim kemudian mengikuti test toefl di laboratorium bahasa universitas almuslim yang berlokasi di kampus timur.

Menurut ka prodi bahasa inggris Fkip umuslim Dr .Silvi Listia Dewi, M.Pd program tes toefl ini merupakan salah satu perwujudan dari MoU prodi bahasa Inggris Fkip umuslim dengan SMA Sukma Bangsa.

Kita dengan berbagai fasilitas yang ada akan terus melakukan berbagai program untuk mengimplementasikan beberapa hal sesuai MoU yang telah di sepakati, ujar lulusan S3 bahasa inggris di salah satu universitas di Malang ini.

 

Para siswa SMA saat mengikuti Tes Toefl selain guru pendamping juga didampinggi ka prodi bahasa Inggris Dr .Silvi Listia Dewi, M.Pd, kepala Laboratorium bahasa Saifuddin A Haitamy,M.Pd dan Misnar, MA salah seorang dosen umuslim yang pernah mendapat training di Jepang.(HUMAS)

Selesai studi satu mahasiswa Jepang kembali kenegaranya.

 

Peusangan-Satu dari dua orang mahasiswa yang berasal dari Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang yang menempuh pendidikan  selama satu semester  di Umuslim telah menyelesaikan masa studinya dalam program pertukaran mahasiswa antara  universitas almuslim dan NGU Jepang.

Perpisahan pelepasan kembalinya mahasiswa Jepang kenegaranya dilakukan civitas akademika universitas almuslim secara sederhana bertempat di ruang rapat kampus Ampoen Chiek Peusangan, Selasa (29/1) sore.

Menurut Sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) umuslim,  Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil.,M.A yang telah menyelesaikan program pertukaran tersebut bernama Iwatsuki Shunichi (21) yang mengambil program kuliah satu semester di umuslim.

Sebenarnya angkatan kedua program pertukaran mahasiswa ini, ada dua mahasiswa dari NGU Jepang yang kuliah di umuslim,  satu orang mahasiswi Fukushima Kisae, dia memilih program selama 1 tahun (dua semester), sedangkan Iwatsuki Shunichi hanya memilih program 1 semester dan telah menyelesaikan  kewajiban perkuliahannya.

Perkuliahan yang diikuti kedua mahasiswa ini adalah perkuliahan khusus yang kelasnya disebut Kelas International, mereka selain mengikuti beberapa mata kuliah yang telah ditentukan juga belajar budaya dan bahasa selama berada di umuslim. jelas T.Cut Mahmud Azis.

Kelas Internasional yang dirancang, menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan Indonesia dengan mengikuti beberapa mata kuliah, acara pelepasan kembalinya mahasiswa Jepang tersebut dilakukan wakil rektor I Dr. Hambali, SE, MPd pada kesempatan tersebut  juga ikut memberikan  nasehat kepada Iwatsuki Shunichi. " Jika datang kembali ke Indonesia (Aceh), silahkan mampir ke universitas almuslim, kami akan menerima dengan tangan terbuka, kita telah seperti saudara," ungkap Hambali menyampaikan harapannya.

Iwatsuki Shunichi ketika diminta tanggapan dan pengalamanya selama kuliah di umuslim dengan bahasa indonesia terbata-bata menyampaikan ungkapan hatinya  betapa senangnya ia belajar di universditas almuslim, senang tinggal di Aceh  dan ingin belajar Islam,  ia ingin kembali ke Aceh,  orang Aceh baik-baik dan ramah-ramah, kemana ia pergi selalu disapa orang, makanannya juga enak ungkap lajangJepang sambil tersenyum. 

Acara pelepasan dihadiri wakil rektor, para Dekan, Ka.Biro dan Kabag dan para dosen yang mengajar kelas Internasional dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat oleh wakil rektor I umuslim Dr.Hambali, SE.,MPd kepada Iwatsuki Shunichi,  kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.(HUMAS)

Mahasiswa D III Kebidanan ikuti pembekalan etika profesi

 

 

Peusangan-Sejumlah  mahasiswa Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Kabupaten Bireuen  mengikuti  pelatihan dan pembekalan tentang etika profesi dalam pelayanan kebidanan, yang berlangsung  di Kampus Ampon Chiek Peusangan, Bireuen, selama dua hari, Kamis dan Jumat (1/2).

Menurut Direktur D III Kebidanan Nurhidayati MPH  bahwa  peserta pelatihan merupakan mahasiswa tingkat III (semester 6),  tujuan kegiatan ini untuk membekali para mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya menjadi bidan yang beretika, profesional, taat hukum dan menjunjung tinggi sumpah profesi dalam menjalani profesinya sebagai bidan.

Selain itu menurut Nurhidayati pelatihan ini  juga sebagai persiapan bagi lulusan untuk mempersiapkan dirinya mengikuti uji kompetensi yang merupakan salah satu  syarat dalam mendapatkan Surat Tanda Registrasi Bidan (STR).

Adapun materi yang diajarkan dalam pembekalan tersebut antara lain  etika profesi kebidanan, kebijakan tentang uji kompetensi nasional, dan beberapa materi lainnya yang berkaitan dengan etika profesi.

Para pemateri, antara lain Elly Safri SSiT MKM, Nurhayati MPH, Siti Rahmah SSt MKes, Anna Malia SSt MKen, Sri Raudhati SsiT MKM, selain mahasiswa peserta yang mengikuti pelatihan sejumlah dosen.(HUMAS)

 

 

Mahasiswa Umuslim KKM di Tiga Kecamatan

Peusangan-Sebanyak 240 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim)  diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen untuk melaksanakan pengabdian yang dikemas dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di tiga Kecamatan yaitu Peudada, Peusangan Selatan dan Gandapura.

Proses penempatan dimulai dengan penyerahan peserta dari Umuslim yang diwakili  Wakil Rektor III Umuslim, Ir Saiful Huri,MSi kepada pemerintah kabupaten Bireuen  diwakili Sekda Ir Zulkifli,Sp, selanjutnya, diserahkan kepada  camat di tiga  lokasi penempatan yaitu (Peudada, Peusangan Selatan dan Gandapura),prosesi penyerahan berlangsung  dilapangan kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten, Cot Gapu Bireuen, Kamis (7/2/2019).

Sekda Bireuen Ir.Zulkifli, Sp dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa yang ditempatkan di desa agar dapat mentaati segala aturan dan menghargai setiap kearifan lokal yang berlaku di gampong.

Pemerintah Bireuen menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKM dan diharap para camat agar dapat mengarahkan, membimbing  dan mensosialisasikan ke desa penempatan.

Setiba di desa lakukan orientasi mengenali desa dan seluruh perangkat desa serta potensi  jumlah penduduk serta potensi lainnya yang dimiliki desa, kalau ada hal-hal yang potensial agar dapat  dikoordinasi dengan dosen pembimbing lapangan dan perangkat desa guna dikembangkan jadi peluang usaha bagi masyarakat.

"Saya harap, adik-adik mahasiswa dapat menjadi katalisator atau punya daya ungkit dan mengerakkan serta memotivasi agar gampong bisa berbuat lebih banyak yang sesuai dengan kebutuhan," harap Sekda Bireuen Ir.Zulkifli,Sp.

Rektor Umuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si pada kesempatan tersebut diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. H. Saiful Hurri, Msi dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini merupakan satu kewajiban bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya di kampus Universitas Almuslim.

Menurutnya  tolak ukur keberhasilan kegiatan KKM ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada beberapa hal diantaranya, pendewasaan mahasiswa calon pemimpin dan pengabdi di masyarakat, tercipta dan meningkatnya jiwa pengabdian ilmu dan partisipasi aktif mahasiswa serta dosen dalam membangun desa (gampong), selain itu, menambah pengalaman ilmu nyata di masyarakat, sehingga terjadi penguatan kemampuan intelektualnya.

Kepada para mahasiswa peserta KKM, diharapkan agar dapat ber adaptasi dengan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan ini  sesuai  agenda dan program   yang  telah  direncanakan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Rektor Umuslim.

Sementara itu Ketua Badan Pelaksana (Bapel) KKM Umuslim, Drs. Syarkawi, M.Ed dalam keterangannya menjelaskan bahwa peserta KKM Angkatan XVII Tahap II ini berjumlah 240 orang, mereka berasal dari enam Fakultas, yakni Fakutas Pertanian (FP) sejumlah 19 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sejumlah 97 orang, Fakultas Teknik (FT) sejumlah 19 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) 23 orang, Fakultas Ekonomi (FE) sejumlah 48 orang dan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) sejumlah 34 orang.

Tambah kepala Bapel KKM  lagi, mereka akan mengabdi  selama 37 (tiga puluh tujuh) hari, terhitung mulai tanggal 7 Februari hingga 15 Maret 2019 di 48 gampong (desa) dalam tiga kecamatan, setiap gampong ditempatkan lima mahasiswa dan didampingi  12 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), setiap DPL  akan mensupervisi empat gampong.

Para peserta KKM tersebut menjelang akhir program KKM ini atau paling telat satu minggu sebelum berakhir, akan dilakukan Monev (monitoring dan evaluasi) oleh pimpinan Rektorat dan Dekanat Universitas Almuslim,” jelas Drs.Syarkawi,M.Ed.(HUMAS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Subcategories

You are here: Home News and Events