BEM Fisip Umuslim juara dua debat kompetisi se Sumatera

 

 

Badan Eksekutif Mahasisaw (BEM) Fakultas Ilmu sosial dan Politik (Fisip) Universitas Almuslim mengikuti kegiatan Konferensi BEM Fisip Se-Sumatera yang diselenggarakan di Universitas Syiah Kuala, (13-16/2/2020)

BEM Fisip Universitas Almuslim mengirimkan 3 mahasiswa sebagai Delegasi yaitu Husnul Fuadi (Ketua BEM), Rizki Firdhatul Utama (KABID Mahasiswa) dan Seisar Aryandi (Ketua HIMA-AP).

Konferensi yang mengagendakan kegiatan dengan Seminar, Focus Grup Discussion, rapat konferensi, dan Debat Kompetisi.
Konferensi BEM Fisip Se - Sumatera menghasilkan 3 isu utama untuk dikawal secara bersama yaitu Konflik Agraria, Pelanggaran HAM dan Kesehatan.

Dalam konferensi tersebut delegasi BEM FISIP Universitas Almuslim  lolos sebagai finalis  dan berhasil meraih juara dua debat kompetisi tersebut.
Debat yang diikuti  12 Universitas yaitu Universitas Syiah Kuala, Universitas Teuku Umar, Universitas, UIN Ar-Raniry, Universitas Sumatera Utara, Universitas Medan Area, Universitas Negeri Padang, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Riau, Universitas Bangka Belitung.(HUMAS).

Kisah Nafsul Mahasiswa Umuslim Bercerita dari Negeri Sakura Jepang

 

Seorang mahasiswi program studi bahasa Inggris FKIP Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen bernama Nafsul Muthmainnah.

Ia merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi baru duduk semester enam sekarang berada di Jepang. Nafsul yang lahir 2 Mei 1999 lalu.
Anak pertama dari dua bersaudara buah hati dari almarhum Marhaban dan T Asmara warga Pante Peusangan, Jangka mencatat beberapa prestasi.

Sejak semester pertama kuliah, Nafsul mulai memperdalam bahasa Inggris dan mengikuti berbagai perlombaan.
Menurut Kabag Humas Umuslim, Zulkifli M Kom  mengatakan, Nafsul sedang berada di Jepang bersama sejumlah mahasiswa Umuslim lainnya mengikuti program pertukaran mahasiswa antara Umuslim dan Nagoya Gakuin Universiti, Jepang.

Melalui pesan Watshap Nafsul menceritakan pengalamannya yang sudah beberapa bulan di Jepang.

Adapun coretan pengalamannya antara lain, ia senang bisa ke Jepang yang dikirim kampus melalui program pertukaran mahasiswa, karena ia bisa bertemu dengan orang yang berbeda-beda dan hebat, Perjalanan tersebut tulis Nafsul bisa menambah teman, pengalaman dan pengetahuan juga menambah motivasi dalam kuliah dan meniti karier kehidupan.

Di Jepang ia bertemu dan bergabung dan belajar dengan orang Korea, Kanada, Swedia, Amerika, Afrika, Filipina dan teman-teman dari berbagai negara di dunia lainnya, tulis Nafsul Muthmainnah.

Sebelum berangkat ke Jepang, kata Zulkifli M Kom, Nafsul merupakan mahasiswi yang kreatif dan mengikuti berbagai perlombaan dan meraih juara terutama sekali dalam perlombaan debat bahasa Inggris.

Catatan singkat, prestasi yang diraih Nafsul meraih juara satu dalam
menulis cerpen dalam lomba Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) tingkat provinsi tahun 2018.

Kemudian, meraih juara tiga dalam kegiatan lomba bahasa Inggris tingkat nasional atau National Universiti Debating Champinonship (NUDC) di Aceh tahun 2018 dan menjadi peserta lomba yang sama di Malang tahun 2018.

Kemudian meraih juara dua lomba debat bahasa Inggris (NUDC) tingkat provinsi tahun 2019, juara dua mahasiswa berprestasi LLDikti WilayahXIII Aceh tahun 2019 dan menduduki rangking ke 32 debat bahasa Inggris tingkat nasional di Surabaya tahun 2019 lalu.

“Sejak beberapa waktu lalu ia menjadi mahasiswa sebagai peserta pertukaran pemuda dengan Jepang,” ujar Zulkifli M Kom.

Nafsul dalam pesan WA mengatakan, berbagai kesuksesan yang diraih selama ini tentu bukan didapat begitu saja tetapi butuh kesabaran dankeseriusan, belajar dan dukungan teman-teman serta dosen.

Dengan berbagai kekurangan tidak menghambat bagi dirinya untuk berprestasi.“Nafsul merupakan mahasiswi tim pendebat kunci dalam tim debat bahasaInggris Umuslim saat ini,” ujar Zulkfili.


https://aceh.tribunnews.com/amp/2020/02/17/kisah-nafsul-mahasiswa-umuslim-bireuen-bercerita-dari-negeri-sakura-jepang-ini-sederet-prestasinya

Dosen Umuslim Guest Teacher di SMA Sukma Bangsa

 

Dosen  prodi Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitsa Almuslim Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd menjadi Guest Teacher di SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe, Sabtu (15/2/2020).

Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd lulusan Program Doktor (S3) Universitas Negeri Malang ini  diundang  khusus oleh sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe sebagai Pemateri pada kegiatan Guest Teacher untuk  mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas 12 IPA dengan materi “ Motivation Letter”.

Menurut Silvi Listia Dewi, proses belajar mengajar yang diterapkan dengan model SCL ( student center learning )  dipadu dengan seating arrangement akan membuat siswa tertarik dan aktif, baik dalam berdiskusi maupun dalam sharing idea.

Tujuan  memberikan materi motivation letter ini agar siswa  SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe khususnya kelas XII mampu menulis surat motivasi sebagai salah satu dokumen untuk melanjutkan studi mereka ke perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri, ujar Silvi  mantan penyiar radio saat masa  kuliah (S1).

Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd  ,  mengharapkan agar kegiatan Guest Teacher ini dapat dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan agar upaya untuk menumbuhkan semangat dan motivasi bagi siswa dapat berjalan dengan baik.

Selain program ini juga akan dilakukan beberapa program lain dalam upaya implementasi MoU antara Fkip Umuslim dan SMAS Sukma Bangsa  Lhoksuemawe terus terlaksana dengan baik.(HUMAS)



Mahasiswa umuslim ikut pelatihan di Denpasar

 

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) universitas almuslim kembali  lolos untuk  mengikuti pelatihan pembuatan gerak animasi 3 dimensi  di  Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Bali  mulai tanggal 21  Januari – 17 Februari 2020.

Menurut informasi dosen pengasuh mata kuliah animasi Fikom Umuslim T.Rafli Abdillah,MS.n, ini merupakan angkatan ketiga universitas almuslim meloloskan mahasiswanya mengikuti program pelatihan di Pulau dewata Bali.

Mereka yang lolos  tiket pesawat ke Bali (PP), akomodasi dan konsumsi selama pelatihan di pulau wisata terkenal didunia  tersebut  ditanggung Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Bali, jelas T.Rafli Abdillah.

Pelatihan khusus animasi di Indonesia setiap tahun diadakan Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Bali."Angkatan ini kita mengirimkan dua orang, sedangkan  tahun lalu lima orang dengan materi yang berbeda,sudah tiga tahun ini umuslim mengirimkan mahasiswanya mengikuti pelatihan tersebut", jelas T.Rafli Abdillah.

Balai Diklat Industri (BDI)  adalah merupakan lembaga dibawah binaan Kementerian Industri dengan spesialisasi animasi, kerajinan dan barang seni, program pelaksanaan diklat berbasis spesialisasi dan kompetensi sesuai SKKNI serta Uji kompetensi dan sertifikasi.

Mahasiswa umuslim sebelumnya  tahun 2019  juga telah mengikuti pelatihan bidang Pencitraan Cahaya dan Gambar Digital 3 Dimensi dan mereka telah mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Tambah T.  Rafli Abdillah lagi peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah  seluruh Indonesia, untuk menjadi peserta harus lolos seleksi , semua biaya di tangung pemerintah.

Pelatihan ini diadakan setiap tahun dengan kompetensi yang beragam khususnya yang berhubungan dengan animasi dan  Industri Kreatif, jelasnya

Tujuan pelatihan  ini untuk membekali pengetahuan peserta dalam  upaya meminimalisir kesenjangan antara lulusan akademik dengan kebutuhan dunia industri.

Peserta  di uji kompetensi  yang dilakukan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) nasional,  yang lulus  mendapatkan dua sertifikat, sertifikat pelatihan dan sertifikasi profesi  BNSP,  jelas T.Rafli Abdillah salah seorang instruktur animasi bersertifikat nasional.

Adapun mahasiswa yang lolos angkatan ini dan ban berhak mengikuti pelatihan ini adalah Muhammad Ichsan dan  Alvin khairi, keduanya dinyatakan lolos setelah mengikuti serangkaian ujian tes.(HUMAS)

 

 

Subcategories

You are here: Home News and Events