
Dokumentasi foto mahasiswa KKM Universitas Almuslim dan KPM UIN Ar-Raniry dalam aksi bersih-bersih di Taman Kota Keude Matang, Kecamatan Peusangan.
Bireuen – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim bersama mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry melaksanakan aksi bersih-bersih gabungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Kota Keude Matang, Kecamatan Peusangan, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian integral dari program KKM dan KPM yang mengusung tema pemulihan dampak bencana banjir di wilayah Kota Matang. Seperti diketahui, Kecamatan Peusangan baru-baru ini terdampak banjir bandang yang mengakibatkan endapan lumpur di sejumlah titik, tumpukan sampah yang menyumbat saluran air, serta terganggunya ekosistem di kawasan taman kota.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa secara langsung terlibat dalam upaya pemulihan lingkungan dengan membersihkan sampah plastik, sampah organik, serta membuka saluran air yang tersumbat. Aksi ini tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung ketahanan masyarakat pascabencana.
Kolaborasi lintas kampus antara Universitas Almuslim dan UIN Ar-Raniry mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial generasi muda terhadap permasalahan lingkungan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mitigasi bencana di masa mendatang.
Selain bertujuan memulihkan kondisi lingkungan, kegiatan bersih-bersih gabungan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang kolaborasi dan silaturahmi antar mahasiswa lintas kampus, yang diharapkan dapat mempererat hubungan dan membuka peluang kerja sama sosial lainnya di masa depan.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa tampak antusias dan bekerja secara gotong royong membersihkan area taman kota dan sekitarnya. Dengan penuh semangat, peserta mengumpulkan berbagai jenis sampah dan memastikan lingkungan sekitar kembali bersih dan tertata.
Salah satu perwakilan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial kepada mahasiswa dan masyarakat. “Melalui kolaborasi lintas kampus ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tugas bersama, tanpa memandang latar belakang kampus maupun institusi,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang turun langsung membantu pemulihan lingkungan pascabencana. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Dengan terlaksananya aksi bersih-bersih gabungan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif yang lebih kuat dalam menjaga lingkungan, sekaligus mempertegas peran strategis mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan sosial dan lingkungan di tengah masyarakat.
