
Bireuen – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim (UMUSLIM) Angkatan XXVIII melaksanakan kegiatan bertajuk Penguatan Literasi Membaca untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Anak terhadap Banjir pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan Desa Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, dan mendapat sambutan positif dari pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UMUSLIM, dengan Rike Mahara sebagai pelaksana utama. Rike Mahara merupakan mahasiswa Program Studi Administrasi Publik yang aktif mendorong penguatan literasi anak berbasis isu kebencanaan, khususnya banjir yang kerap melanda wilayah Peusangan dan sekitarnya.
Penguatan literasi membaca ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan minat baca anak-anak desa, tetapi juga untuk menanamkan pemahaman dasar mengenai kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Melalui bahan bacaan edukatif, cerita bergambar, dan diskusi sederhana, anak-anak diajak memahami apa itu banjir, penyebabnya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan diri ketika bencana terjadi.
Rike Mahara dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran anak-anak terhadap pentingnya literasi sebagai bekal pengetahuan dan kesiapsiagaan. Menurutnya, membaca bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi juga sarana efektif untuk menanamkan nilai kewaspadaan, kepedulian lingkungan, dan kesiapan menghadapi situasi darurat.
“Melalui literasi membaca, anak-anak tidak hanya belajar memahami teks, tetapi juga belajar memahami kondisi lingkungan sekitar mereka. Harapannya, pengetahuan ini dapat membentuk sikap siaga dan tanggap terhadap bencana, khususnya banjir,” ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Novianti, M.Pd. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang mengintegrasikan literasi dengan edukasi kebencanaan. Menurutnya, pendekatan ini relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi dapat dikembangkan secara kontekstual, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Anak-anak menjadi lebih antusias karena materi yang disampaikan dekat dengan realitas kehidupan mereka,” ungkap Novianti, M.Pd.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Tanoh Mirah. Geuchik Tanoh Mirah, Khuzari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKM UMUSLIM atas kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dan kebencanaan. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi anak-anak desa.
“Kami sangat mendukung kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi anak-anak. Literasi membaca yang dikaitkan dengan kesiapsiagaan banjir sangat penting, mengingat wilayah kami termasuk daerah yang berpotensi terdampak bencana,” ujar Khuzari.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKM Umuslim Angkatan XXVIII diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, khususnya dalam aspek literasi dan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis edukasi dan kesadaran lingkungan.
