
Mahasiswa KKM Universitas Almuslim, Naqia Salsabila dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP saat memperkenalkan jam analog dalam bahasa Inggris kepada anak-anak di Desa Raya Tambo, Kecamatan Peusangan.
Bireuen – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim melaksanakan program kerja mandiri berupa pembelajaran pengenalan jam analog dalam bahasa Inggris kepada anak-anak di Desa Raya Tambo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Kegiatan edukatif ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung pemulihan proses pembelajaran anak-anak pascabencana banjir yang sempat mengganggu aktivitas pendidikan di wilayah tersebut.
Program pembelajaran ini dirancang untuk membantu anak-anak tetap mendapatkan pengalaman belajar yang bermanfaat meskipun berada dalam kondisi keterbatasan sarana pendidikan akibat dampak banjir. Fokus utama kegiatan adalah memperkenalkan konsep waktu melalui jam analog sekaligus menanamkan dasar penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa KKM Universitas Almuslim, Naqia Salsabila dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP yang menjadi pelaksana kegiatan, memulai pembelajaran dengan mengenalkan angka bilangan menit dalam bahasa Inggris, mulai dari kelipatan lima hingga enam puluh. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tahap demi tahap tentang cara membaca jam analog, termasuk memahami posisi jarum jam dan jarum menit serta cara menyebutkan waktu dalam bahasa Inggris secara sederhana.
Setelah penyampaian materi, anak-anak diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembacaan jam analog secara bergiliran. Metode praktik ini bertujuan memastikan pemahaman mereka terhadap materi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris, khususnya dalam konteks pengenalan waktu.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap sesi pembelajaran. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga berpartisipasi dalam diskusi ringan dan latihan membaca jam. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi sederhana tetap dapat memberikan dampak positif, terutama bagi anak-anak yang tengah beradaptasi dengan situasi pascabencana.
Walaupun dilaksanakan dengan keterbatasan fasilitas belajar akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih, proses pembelajaran tetap berjalan efektif. Mahasiswa KKM memanfaatkan media pembelajaran sederhana, seperti gambar jam analog dan alat bantu visual lainnya, sehingga materi tetap dapat dipahami dengan baik oleh peserta.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak Desa Raya Tambo, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca jam analog sekaligus memperkaya kosakata bahasa Inggris yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, program ini juga menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap pemulihan pendidikan masyarakat terdampak bencana.
Melalui inisiatif semacam ini, mahasiswa KKM Universitas Almuslim tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung proses pemulihan sosial dan pendidikan masyarakat, sehingga diharapkan semangat belajar anak-anak tetap terjaga meskipun berada dalam situasi pascabencana.
Penulis: Elga Safitri
