
Bireuen – Upaya meningkatkan literasi digital sejak usia dini terus digalakkan oleh mahasiswa Universitas Almuslim melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Salah satu inisiatif edukatif tersebut diwujudkan oleh Rehan, mahasiswi Program Studi Informatika, yang melaksanakan program kerja mandiri bertajuk “Angka Rahasia Programmer Muda” di SD Negeri 9 Jeunieb, Kabupaten Bireuen, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Program ini difokuskan pada pengenalan konsep dasar teknologi digital melalui metode kreatif Pixel Art dengan pendekatan Unplugged Coding, yakni pembelajaran konsep coding tanpa menggunakan perangkat komputer. Pendekatan ini dipilih agar siswa sekolah dasar dapat memahami logika teknologi secara sederhana, menyenangkan, serta sesuai dengan kondisi sarana belajar di lingkungan sekolah.
Rehan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap pentingnya literasi digital sejak dini, khususnya bagi anak-anak di wilayah desa. Menurutnya, pemahaman dasar tentang cara kerja teknologi tidak harus selalu dimulai dari perangkat canggih, melainkan bisa melalui pendekatan visual dan logika sederhana yang mudah dipahami anak-anak.
Dalam kegiatan pembelajaran, siswa diperkenalkan pada konsep bahwa gambar digital yang tampil di layar sebenarnya tersusun dari kotak-kotak kecil yang disebut pixel. Pixel-pixel tersebut diatur oleh kode angka yang membentuk pola visual tertentu. Rehan kemudian mengenalkan konsep angka biner 0 dan 1 sebagai instruksi dasar dalam sistem digital: angka 0 melambangkan ruang kosong, sedangkan angka 1 menunjukkan bagian yang harus diarsir untuk membentuk gambar.
Suasana kelas berlangsung interaktif ketika siswa diminta mempraktikkan langsung konsep tersebut melalui papan pixel berukuran 7×7 di buku masing-masing. Dengan mengikuti deretan angka yang diberikan, siswa berhasil membentuk pola gambar hati (love). Antusiasme siswa semakin meningkat saat tantangan berikutnya diberikan menggunakan papan pixel 10×10 untuk menyusun gambar yang lebih kompleks, yakni emoji kucing.
Selain praktik individu, beberapa siswa juga diberi kesempatan maju ke depan kelas untuk menyusun pixel pada papan tulis. Aktivitas ini tidak hanya melatih pemahaman konsep, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian tampil, serta kemampuan berpikir logis dan sistematis.
Program ini secara khusus menyasar siswa kelas 6 SD dengan pertimbangan kesiapan kognitif mereka dalam memahami hubungan antara angka, logika, dan visualisasi gambar. Materi yang disampaikan dirancang tidak hanya memperkenalkan aspek teknis sistem digital, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, ketelitian, serta minat terhadap teknologi sejak dini.
Kepala sekolah dan para guru menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai dunia teknologi secara praktis dan menyenangkan. Metode pembelajaran yang sederhana namun aplikatif dianggap efektif dalam membantu siswa memahami konsep abstrak menjadi lebih konkret.
Melalui program “Angka Rahasia Programmer Muda”, diharapkan siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi pasif, tetapi mulai memahami logika dasar di balik sistem digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang teknologi informasi, seni digital, dan pemrograman di masa depan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKM Universitas Almuslim kepada masyarakat melalui edukasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan pendekatan kreatif dan kontekstual, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan dasar.
Program ini menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan tidak selalu bergantung pada teknologi tinggi, melainkan pada kreativitas dalam menyampaikan pengetahuan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak-anak yang terinspirasi untuk mengenal dunia teknologi secara positif, kreatif, dan produktif.
Penulis: Elga Safitri
