Mahasiswa KKM Universitas Almuslim Laksanakan Pendampingan Psikologis Siswa Pascabencana di SMKN 2 Peusangan

Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKM Universitas Almuslim, Helmalia Putri dengan guru dan siswa SMK N 2 Peusangan.

Bireuen – Program Pendampingan Psikologis Siswa Sekolah Menengah Umum Pascabencana melalui Program Konseling Remaja Gratis dilaksanakan di SMK Negeri 2 Peusangan pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim, Helmalia Putri, sebagai bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pemulihan kesehatan mental siswa pascabencana.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara tatap muka di lingkungan sekolah serta melalui layanan konseling daring menggunakan media percakapan WhatsApp. Program ini merupakan tahap awal pengenalan layanan konseling remaja kepada siswa, dengan tujuan memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk mengenali serta mengungkapkan kondisi emosional yang mereka alami setelah bencana.

Dalam rangka pengenalan dan dokumentasi program, sebanyak 145 siswa dari berbagai jurusan di SMKN 2 Peusangan ditemui. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 siswa menunjukkan respons positif dan bersedia mengikuti sesi pendampingan awal. Para peserta berasal dari jurusan Teknik Grafika dan Tata Kecantikan.

Sesi konseling awal dilaksanakan secara berkelompok dengan pendekatan suportif, bertujuan menciptakan suasana yang kondusif agar siswa merasa lebih terbuka dan tidak tertekan. Melalui konseling kelompok, siswa didorong untuk saling mendengarkan dan memahami bahwa pengalaman emosional pascabencana merupakan hal yang wajar dan dapat dihadapi bersama.

Kepala SMK Negeri 2 Peusangan, Amri, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pendampingan psikologis tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membantu siswa menyalurkan perasaan serta mendukung kesiapan mental mereka dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Ia juga menilai program konseling remaja ini relevan dengan kebutuhan siswa pascabencana yang masih memerlukan pendampingan emosional secara berkelanjutan.

Para guru SMKN 2 Peusangan turut memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Mereka menilai pendampingan psikologis dapat membantu siswa menjadi lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan dan mengurangi beban emosional yang berpotensi mengganggu konsentrasi belajar.

Sementara itu, para siswa menunjukkan antusiasme yang cukup baik meskipun sebagian masih merasa malu untuk menceritakan pengalaman mereka secara mendalam dalam sesi tatap muka. Namun demikian, dalam konseling awal, siswa telah mampu mengungkapkan emosi yang dirasakan, seperti kecemasan, ketakutan, dan kesedihan. Hal ini menjadi indikator awal bahwa pendekatan pendampingan yang dilakukan mulai memberikan dampak positif.

Selain layanan tatap muka, konseling daring melalui WhatsApp juga disediakan sebagai alternatif bagi siswa yang merasa lebih nyaman menyampaikan perasaan secara personal dan tertulis. Layanan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa serta memberikan fleksibilitas dalam mengakses pendampingan psikologis.

Melalui pelaksanaan Program Konseling Remaja Gratis ini, diharapkan pendampingan psikologis bagi siswa SMKN 2 Peusangan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan, baik melalui sesi lanjutan tatap muka maupun layanan konseling daring, guna mendukung pemulihan kesehatan mental siswa secara optimal pascabencana.