Mahasiswa KKM Universitas Almuslim Laksanakan Pendampingan Psikososial Pascabanjir Berbasis Edukasi Matematika di Keude Matang Geulumpang Dua

Bireuen — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat, khususnya pascabencana banjir. Silvia Amanda, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, melaksanakan kegiatan pendampingan psikososial pascabanjir berbasis edukasi matematika melalui permainan ular tangga di Desa Keude Matang Geulumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Eli Nofriati, M.Pd.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa KKM Universitas Almuslim yang bertujuan membantu pemulihan kondisi psikososial anak-anak terdampak banjir, sekaligus mendukung keberlanjutan proses pendidikan mereka. Pendampingan dilaksanakan di Balai Pengajian Al-Ikhlas dan diikuti oleh anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Dalam pelaksanaannya, Silvia Amanda menggunakan media permainan ular tangga yang telah dimodifikasi dengan muatan soal-soal matematika sederhana. Metode ini dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan tidak menegangkan, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain tanpa merasa terbebani.

Permainan edukatif tersebut dinilai efektif dalam membantu mengurangi stres, kecemasan, maupun trauma yang mungkin masih dirasakan anak-anak pascabencana banjir. Selain berfungsi sebagai sarana hiburan yang edukatif, kegiatan ini juga melatih kemampuan berhitung, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan keberanian anak-anak dalam menjawab soal secara mandiri.

Silvia Amanda menjelaskan bahwa kegiatan ini lebih menekankan proses pendampingan yang humanis daripada sekadar pencapaian akademik. Ia berharap melalui pendekatan permainan edukatif, anak-anak dapat kembali merasakan bahwa belajar, khususnya matematika, adalah aktivitas yang menyenangkan.

Menurutnya, interaksi yang hangat, suasana ceria, serta kesempatan bagi anak-anak untuk bermain sambil belajar menjadi bagian penting dalam membantu pemulihan mental pascabencana. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan matematika, tetapi juga dukungan emosional yang dapat membantu menumbuhkan kembali semangat belajar.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Eli Nofriati, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan program yang tidak hanya edukatif tetapi juga responsif terhadap kondisi psikologis masyarakat pascabencana. Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan pendampingan psikososial berbasis edukasi matematika ini, diharapkan anak-anak terdampak banjir dapat bangkit secara mental, kembali percaya diri, serta memiliki motivasi belajar yang lebih baik. Kehadiran mahasiswa KKM Universitas Almuslim di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan dampak positif, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun kemanusiaan.

Penulis: Elga Safitri