
Jepang – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, Muhammad Syawal, menunjukkan dedikasinya sebagai calon pendidik dengan aktif mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak Jepang di wilayah Tokushige selama mengikuti program pertukaran mahasiswa di Nagoya Gakuin University (NGU), Jepang.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi langsung dari mata kuliah English for Young Learners yang pernah dipelajari Syawal selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Almuslim. Melalui kegiatan ini, Syawal tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan praktik nyata dalam mengembangkan kompetensi pedagogik di lingkungan internasional.
Selama berada di Tokushige, Syawal secara aktif berinteraksi dengan anak-anak Jepang melalui kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang dirancang secara menarik dan komunikatif. Ia menerapkan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik usia dini, seperti penggunaan permainan edukatif, percakapan sederhana, serta pengenalan kosakata dasar dalam bahasa Inggris.
Syawal menjelaskan bahwa pengalaman mengajar di Jepang memberikan tantangan sekaligus pembelajaran berharga baginya sebagai calon guru bahasa Inggris.
“Kegiatan mengajar anak-anak Jepang ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Di sini saya bisa menerapkan langsung ilmu dari mata kuliah English for Young Learners yang saya pelajari di kampus. Saya belajar bagaimana menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter anak-anak yang berbeda budaya dan bahasa,” ujarnya.
Menurutnya, mengajar anak-anak Jepang membutuhkan pendekatan yang kreatif agar proses pembelajaran berlangsung menyenangkan dan mudah dipahami.
“Anak-anak Jepang sangat antusias belajar bahasa Inggris. Saya mencoba menggunakan cara-cara yang sederhana dan menyenangkan seperti permainan, lagu, dan percakapan ringan supaya mereka lebih mudah memahami materi,” tambah Syawal.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak Jepang yang mengikuti pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga menjadi sarana bagi Syawal untuk mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya serta meningkatkan rasa percaya diri dalam mengajar di lingkungan internasional.
Pengalaman mengajar di Tokushige juga memperkaya wawasan Syawal tentang sistem pendidikan dan budaya belajar anak-anak di Jepang. Ia menilai bahwa kedisiplinan dan semangat belajar yang tinggi menjadi salah satu karakteristik yang menonjol dari peserta didiknya.
Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, keterlibatan Syawal dalam kegiatan pengajaran di luar negeri menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Almuslim mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam konteks global.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program pertukaran mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek akademik, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan profesional sebagai calon pendidik.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Almuslim, Zuraini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Muhammad Syawal yang mampu mengimplementasikan ilmu perkuliahan secara nyata di lingkungan internasional.
“Kami sangat mengapresiasi Muhammad Syawal yang mampu mengimplementasikan ilmu dari mata kuliah English for Young Learners secara langsung di Jepang. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Almuslim tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik nyata,” ujar Zuraini.
Ia menilai pengalaman mengajar di luar negeri merupakan bekal yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon guru profesional.
“Pengalaman seperti ini sangat penting bagi mahasiswa calon guru, karena mereka belajar menghadapi peserta didik dengan latar belakang budaya yang berbeda. Hal ini tentu akan memperkaya kompetensi pedagogik dan profesional mahasiswa,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan Muhammad Syawal mencerminkan kualitas mahasiswa FKIP yang mampu beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan internasional.
“Kami merasa bangga karena Muhammad Syawal tidak hanya mengikuti perkuliahan di Jepang, tetapi juga mampu berkontribusi melalui kegiatan pendidikan. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP Universitas Almuslim memiliki kesiapan untuk menjadi pendidik yang kompeten di tingkat global,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman praktik mengajar di luar negeri merupakan nilai tambah yang sangat penting bagi mahasiswa FKIP sebagai calon tenaga pendidik.
“Pengalaman mengajar secara langsung di lingkungan internasional seperti ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi mahasiswa ketika kembali ke tanah air. Kami berharap pengalaman Syawal dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri,” tutupnya.
Pengalaman Syawal mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak Jepang di Tokushige diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri sebagai sarana pengembangan diri, baik dari sisi akademik maupun keterampilan mengajar secara langsung di tengah masyarakat internasional.
