Sambut Ramadan, Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim Gelar Sunat Massal Gratis untuk 70 Anak Pascabanjir

Bireuen – Puluhan anak dari keluarga terdampak banjir di sejumlah kecamatan Kabupaten Bireuen mendapatkan layanan sunat massal gratis yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim di Peusangan, Minggu (15/2/2026) pagi. Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari kepedulian dunia akademik terhadap masyarakat pascabencana sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan sunat massal gratis yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim ini juga terlaksana melalui kerja sama dengan Forum Dakwah Perbatasan, yang turut mendukung aspek sosial dan dakwah dalam kegiatan kemanusiaan pascabencana.

Selain layanan khitan gratis, peserta juga menerima santunan berupa uang tunai, kain sarung, serta Al-Qur’an yang diserahkan oleh panitia bersama mitra medis, di antaranya Taman Iskandar Muda Jakarta serta tokoh dermawan H Datum Hadisaputro. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang masih menghadapi dampak ekonomi pascabanjir.

Pelaksanaan sunat massal melibatkan sejumlah operator medis yang mayoritas merupakan dokter bedah. Proses tindakan dilakukan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) serta Respiratory Intensive Care Unit (RICU) Fakultas Kedokteran setempat, dengan menerapkan standar medis dan keselamatan pasien secara ketat.

Dekan Fakultas Kedokteran Umuslim, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sosial ini telah dimulai sejak sehari sebelumnya melalui pengobatan massal gratis, kemudian dilanjutkan dengan sunat massal sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia menuturkan sekitar 70 anak mengikuti kegiatan tersebut, sebagian besar berasal dari keluarga terdampak bencana banjir.

Menurutnya, kegiatan sosial kesehatan seperti ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan kedokteran untuk hadir membantu masyarakat, khususnya dalam kondisi pascabencana. Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi amal kebaikan bersama sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik, tenaga medis, dan masyarakat.

Sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Bireuen, dr. Zumirda menambahkan bahwa keterlibatan dokter bedah dalam kegiatan ini bertujuan memastikan kualitas tindakan tetap sesuai standar profesi. Ia juga menegaskan bahwa pemberian bingkisan menjelang Ramadan merupakan bentuk kepedulian moral sekaligus dukungan spiritual bagi anak-anak dan keluarga peserta. Selain itu, ia turut dikenal sebagai Wakil Persatuan Ahli Bedah Indonesia Aceh, sehingga aspek keselamatan prosedur medis menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ketua panitia kegiatan, dr. Dara Farasina, menyampaikan bahwa pelaksanaan sunat massal ini telah dipersiapkan secara matang, termasuk melalui pelatihan teknis bagi dokter operator. Ia menilai koordinasi lintas profesi dan dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting sehingga kegiatan berjalan lancar dan tertib.

Sebelumnya, Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim telah menggelar Training of Trainer (ToT) Teknik Dorsumsisi yang Aman Menurut Perspektif Ahli Bedah pada Sabtu (14/2/2026). Pelatihan tersebut bertujuan memberikan briefing, penyamaan persepsi, serta penguatan kompetensi teknis bagi para dokter agar pelaksanaan khitanan massal berlangsung aman, profesional, dan sesuai standar kedokteran.

Teknik dorsumsisi sendiri merupakan salah satu metode sirkumsisi yang banyak digunakan dalam praktik bedah modern karena dinilai efektif dan relatif aman bila dilakukan sesuai prosedur. Melalui pelatihan tersebut, para dokter dibekali pemahaman mengenai aspek sterilisasi alat, ketepatan teknik sayatan, anestesi, serta edukasi pascatindakan guna meminimalkan risiko komplikasi.

Melalui rangkaian kegiatan sosial kesehatan ini, Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim berharap dapat terus berkontribusi membantu masyarakat, terutama mereka yang terdampak bencana. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana edukasi kesehatan sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, tenaga medis, dan masyarakat luas.

Penulis: Elga Safitri