Satu Tahun di Jepang, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Almuslim Siap Kembali ke Aceh

Jepang – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, Muhammad Syawal, resmi menuntaskan kegiatan perkuliahan dalam program pertukaran mahasiswa di Nagoya Gakuin University (NGU), Jepang. Kabar tersebut disampaikan Muhammad Syawal kepada Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Almuslim, Zuraini, S.Pd., M.Pd., pada Selasa, 24 Februari 2026.

Dalam pesannya, Syawal menyampaikan bahwa seluruh kegiatan akademik yang diikutinya selama satu tahun telah selesai, termasuk proses administrasi akademik yang menjadi bagian dari program pertukaran mahasiswa internasional.

Selain menyelesaikan perkuliahan, Syawal juga membagikan pengalaman berkesan selama mengikuti acara perpisahan mahasiswa internasional bertajuk IJS Farewell Party 2026 yang diselenggarakan oleh pihak kampus Nagoya Gakuin University. Pada kesempatan tersebut, ia dipercaya menyampaikan sambutan perpisahan mewakili mahasiswa internasional.

Dalam pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Jepang, Syawal mengungkapkan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu selama masa studinya di Jepang.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada pihak Kantor Urusan Internasional NGU, terutama Akira-san dan Yuki-san yang selalu membantu kehidupan mahasiswa internasional. Saya juga berterima kasih kepada para guru bahasa Jepang, khususnya Mizuno-sensei dan Suematsu-sensei yang telah mengajarkan bahasa Jepang dengan baik,” ujar Syawal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada teman-teman sekelasnya, para Resident Assistant (RA) yaitu Ibuki, Taiyou, Sota, Miku dan Aoi, serta dua sahabat dekatnya yang dianggap seperti keluarga selama berada di Jepang.

“Terima kasih juga kepada teman-teman sekalian, terutama teman sekelas saya. Terima kasih kepada para RA yang selalu membantu. Secara khusus saya juga berterima kasih kepada Akane dan Hikari yang banyak menolong saya selama di Jepang, bahkan sejak sebelum saya tiba di Jepang. Mereka bukan hanya teman, tetapi sudah seperti keluarga atau kakak bagi saya,” ungkapnya.

Di akhir pidatonya, Syawal mengajak seluruh mahasiswa internasional untuk dapat bertemu kembali di masa mendatang.

“Jika di masa depan kita memiliki kesempatan, mari kita bertemu kembali. Terima kasih semuanya, NGU saikou, minna daisuki,” tuturnya menutup pidato perpisahan tersebut.

Syawal juga menyampaikan bahwa ia mengikuti program pertukaran mahasiswa di Nagoya Gakuin University bersama mahasiswa PGSD FKIP Universitas Almuslim, Fakhrurrozi. Keduanya dijadwalkan kembali ke Bireuen, Provinsi Aceh pada 18 Maret 2026 setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan di Jepang.

Selama mengikuti program pertukaran mahasiswa di Jepang, Syawal juga aktif memperkenalkan budaya dan potensi daerah Aceh dalam kegiatan internasional I-Festa yang digelar pada 5 Mei 2025 di kampus Nagoya Gakuin University.

Sebagai perwakilan Universitas Almuslim, Syawal memaparkan berbagai aspek menarik tentang Aceh kepada para mahasiswa Jepang. Ia menjelaskan posisi geografis Aceh yang strategis serta memperkenalkan sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Danau Laut Tawar di Takengon yang terkenal dengan kopi Gayo serta pesona wisata bahari Sabang yang menawarkan pengalaman snorkeling dan diving dengan panorama bawah laut yang memukau.

Dalam presentasinya, Syawal juga memperkenalkan Universitas Almuslim sebagai salah satu perguruan tinggi di Aceh yang memiliki tiga kampus, termasuk Kampus Timur tempat ia menempuh pendidikan.

Tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik dan promosi budaya, Syawal juga menorehkan prestasi dengan mengikuti ajang Japanese Speech Contest yang diselenggarakan pada 2 Desember 2025. Kompetisi tahunan tersebut diikuti oleh mahasiswa internasional dari berbagai negara, dan dari sejumlah peserta terpilih lima finalis terbaik. Dalam kompetisi tersebut, Syawal berhasil meraih Juara III.

Selain itu, Syawal juga aktif mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak Jepang di wilayah Tokushige sebagai bentuk implementasi dari mata kuliah English for Young Learners yang pernah dipelajarinya di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Almuslim. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman praktik nyata dalam mengembangkan kompetensi pedagogik di lingkungan internasional.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Almuslim, Zuraini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Muhammad Syawal dalam menyelesaikan program pertukaran mahasiswa tersebut.

“Kami sangat bangga atas keberhasilan Muhammad Syawal yang telah menyelesaikan program pertukaran mahasiswa di Jepang dengan baik. Selama di sana, ia tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga aktif memperkenalkan budaya Aceh serta meraih prestasi akademik,” ujar Zuraini.

Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., menyampaikan bahwa keberhasilan Syawal menjadi bukti bahwa mahasiswa FKIP Universitas Almuslim mampu beradaptasi dan berprestasi di lingkungan internasional.

“Keberhasilan Muhammad Syawal menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP Universitas Almuslim mampu bersaing di tingkat internasional. Kami berharap pengalaman dan prestasi yang diraih selama di Jepang dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa,” ungkapnya.

Program pertukaran mahasiswa yang diikuti Muhammad Syawal menjadi bagian dari upaya Universitas Almuslim dalam memperluas jejaring kerja sama internasional serta meningkatkan kompetensi global mahasiswa. Pengalaman akademik, budaya, dan sosial yang diperoleh selama satu tahun di Jepang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan diri mahasiswa maupun kemajuan Universitas Almuslim di masa mendatang.