Mahasiswa Universitas Almuslim Latih Ibu PKK mengolah Daun Kelor menjadi Teh, Mie, dan Biskuit


Bireuen – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, mahasiswa penerima Program Hibah Mahasiswa Berdampak dari Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen, beberapa waktu lalu melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan pengolahan pangan lokal berbahan dasar daun kelor.
Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026, bertempat di Desa Pante Baro Gle Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, dengan melibatkan mahasiswa dari Program Studi Sarjana Kebidanan, Diploma Toga Kebidanan, serta Informatika Medis.


Pelatihan tersebut diikuti oleh Ketua TP-PKK Desa Citra Bakti, seluruh anggota PKK, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan cara mengolah daun kelor menjadi berbagai produk bernilai ekonomis seperti teh daun kelor lemon, mie daun kelor, serta biskuit berbahan daun kelor.


Tidak hanya teori, para peserta juga langsung melakukan praktik mulai dari proses pembuatan hingga pengemasan produk. Menariknya, hasil produk yang telah dibuat langsung dikemas rapi menggunakan kemasan modern lengkap dengan label menarik, sehingga siap dipasarkan sebagai produk home industry masyarakat desa.


Selain itu, mie daun kelor yang telah diproduksi juga langsung diolah menjadi menu khas daerah yaitu mie goreng Aceh. Masyarakat yang hadir menyatakan rasa mie tersebut sangat lezat dan unik.


“Rasanya enak sekali dan tidak ada pengawet, jadi aman dikonsumsi semua kalangan, terutama anak-anak agar bergizi dan membantu mencegah stunting,” ujar salah satu warga yang ikut mencicipi hasil olahan.


Bidan Desa setempat, Desy Agustina, Amd Keb menyampaikan bahwa produk mie daun kelor ini sangat potensial untuk dijadikan menu tambahan gizi di Posyandu.
“Ini bisa menjadi menu andalan di Posyandu karena kandungan gizinya tinggi dan cocok untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita,” ungkapnya.


Sementara itu, teh daun kelor yang dicampur lemon juga mendapat respon positif dari peserta. Warna hijau alami dan rasa segar dinilai sangat menggugah selera untuk dikonsumsi sebagai minuman sehat.
“Tehnya segar sekali, apalagi ditambah lemon, warnanya cantik kehijauan dan rasanya menyenangkan,” kata salah seorang anggota PKK.


Tak kalah menarik, biskuit daun kelor yang berwarna hijau juga menjadi perhatian peserta karena dapat dijadikan alternatif kue sehat untuk Lebaran yang tidak hanya menarik secara tampilan tetapi juga kaya gizi.


Dosen pembimbing kegiatan, Nuraina, M.Keb dan Siti Rahmah, M.Kes, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program tersebut dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi peluang usaha kecil masyarakat desa. Daun kelor sangat mudah didapat dan bisa tumbuh dalam kondisi apa pun. Kelor juga kaya manfaat sebagai antioksidan, pewarna alami makanan, serta mengandung berbagai nutrisi dan vitamin yang baik untuk semua usia,” ujar dosen pembimbing.


Ke depan, tim mahasiswa juga merencanakan kegiatan lanjutan berupa pelatihan pemasaran produk secara online, agar hasil olahan masyarakat dapat menjangkau konsumen lebih luas dan meningkatkan pendapatan keluarga.


Ketua TP-PKK Desa Citra Bakti menyampaikan rasa senang dan apresiasi atas program ini. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru dan dapat menjadi langkah awal membangun usaha rumahan berbasis pangan sehat.
Program ini menjadi bukti nyata implementasi Mahasiswa Berdampak Universitas Almuslim, yang tidak hanya hadir memberikan edukasi, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.(Muzammil)

sumber: Nuraina_R