BIREUEN — 11 September 2026_ Universitas Almuslim (Umuslim) menerima kunjungan silaturahmi rombongan Friendship Force International dalam suasana penuh keakraban dan nuansa budaya Aceh. Kunjungan tersebut diikuti oleh tujuh warga Jepang bersama rombongan Friendship Force dari Banda Aceh sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan dan pertukaran budaya lintas negara.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh keluarga besar Universitas Almuslim melalui suguhan budaya Aceh berupa tarian Aceh dari Sanggar Mirah Delima dan hidangan khas Aceh. Penyambutan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Aceh kepada para tamu internasional.

Dari pihak Universitas Almuslim, penyambutan diwakili oleh Wakil Rektor II, Dr. Sonny M. Ihsan Mankuwinata. Dalam sambutannya, Dr. Sonny menyampaikan apresiasi dan keterbukaan Universitas Almuslim terhadap kunjungan Friendship Force International.
“Universitas Almuslim menyambut baik kunjungan dari pihak Friendship Force International. Kami berharap silaturahmi ini dapat menjadi awal dari semakin banyak kolaborasi yang dapat kita kerjakan bersama ke depan, terutama dalam bidang kebudayaan,” ujar Dr. Sonny.»
Menurutnya, interaksi lintas budaya merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman dan persahabatan antarmasyarakat. Universitas Almuslim, kata dia, terbuka untuk menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya dan komunitas internasional.
Budaya Aceh Menjadi Jembatan Persahabatan

Dalam kunjungan tersebut, para tamu dari Jepang diperkenalkan dengan sejumlah kekayaan budaya Aceh. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat utama Friendship Force, yaitu membangun persahabatan melalui pertemuan langsung antarmasyarakat dari berbagai negara.
Tidak hanya budaya, para tamu juga diajak menikmati berbagai hidangan khas Aceh. Sajian tersebut dipersiapkan secara khusus oleh Ibu Irni Aryani, owner Bigfam Bakery, yang juga merupakan istri dari Rektor Universitas Almuslim.
Kehadiran kuliner khas Aceh dalam penyambutan menjadi bagian penting dari pengalaman para tamu. Makanan tidak hanya hadir sebagai jamuan, tetapi juga sebagai medium untuk memperkenalkan identitas, tradisi, dan keramahan masyarakat Aceh.
Melalui hidangan khas tersebut, para tamu Jepang mendapatkan kesempatan untuk mengenal Aceh dari sisi yang lebih dekat dan personal—melalui cita rasa, keramahan, serta tradisi menerima tamu yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh.
KUI Umuslim Perkuat Diplomasi Budaya
Kunjungan ini turut difasilitasi oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Almuslim di bawah koordinasi Ketua KUI Universitas Almuslim, Risky Novialdi.
Risky Novialdi menegaskan bahwa kunjungan Friendship Force International menjadi momentum penting bagi Universitas Almuslim untuk memperluas jejaring internasional melalui pendekatan yang tidak selalu formal dan institusional.
Menurutnya, hubungan internasional tidak hanya dibangun melalui penandatanganan kerja sama, tetapi juga melalui persahabatan, pertukaran pengalaman, kebudayaan, dan perjumpaan antarmanusia.
«“Kunjungan seperti ini memiliki nilai strategis bagi Universitas Almuslim. Kita tidak hanya menerima tamu dari luar negeri, tetapi juga memperkenalkan Aceh, budaya Aceh, dan keramahan masyarakat Aceh kepada masyarakat internasional,” ujar Risky.»
Ia menambahkan bahwa KUI Universitas Almuslim akan terus mendorong berbagai bentuk interaksi internasional yang memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat.
«“Kami berharap Friendship Force International dapat menjadi salah satu pintu untuk membangun lebih banyak ruang kolaborasi, khususnya dalam pertukaran budaya, pendidikan, community engagement, dan berbagai kegiatan internasional lainnya,” tambahnya.»
Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi
Kunjungan Friendship Force International ke Universitas Almuslim menjadi gambaran bahwa hubungan internasional dapat tumbuh dari sesuatu yang sederhana: sebuah kunjungan, sebuah percakapan, sebuah hidangan, dan sebuah persahabatan.
Bagi Universitas Almuslim, kehadiran tujuh warga Jepang bersama rombongan Friendship Force dari Banda Aceh tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Aceh yang terbuka, ramah, kaya budaya, sekaligus memiliki semangat untuk terhubung dengan dunia internasional.
Silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kunjungan, tetapi berkembang menjadi hubungan jangka panjang yang melahirkan berbagai bentuk kolaborasi antara masyarakat Jepang, Friendship Force, dan Universitas Almuslim.
Dari Aceh untuk dunia, persahabatan menjadi jembatan untuk mempertemukan budaya, membuka peluang kolaborasi, dan membangun hubungan internasional yang lebih bermakna. “Aceh Meusyehue, Almuslim Maju”■Humas_Umuslim
