
Dokumentasi foto Kepala KUI Universitas Almuslim menyalurkan bantuan melalui Aliansi Pemuda Peduli yang akan diberikan langsung kepada anak-anak yatim yang terdampak banjir di Aceh.
Bireuen – Universitas Almuslim melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kerja sama kemanusiaan lintas negara dengan mendampingi sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) internasional dalam menyalurkan bantuan bagi anak-anak yatim yang terdampak banjir di Aceh.
Bantuan kemanusiaan tersebut diserahkan kepada Kantor Urusan Internasional Universitas Almuslim sebagai mitra lokal yang memfasilitasi koordinasi dan proses penyaluran kepada pihak pengelola donasi di lapangan, yakni Aliansi Pemuda Peduli. Organisasi ini bertanggung jawab dalam mendistribusikan bantuan kepada para penerima manfaat, khususnya anak-anak yatim yang terdampak bencana banjir.
Adapun bantuan yang dihimpun berasal dari sejumlah organisasi kemanusiaan internasional yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, yaitu Peace Winds Japan dari Jepang, NGO Pakar HR TAJA IJ Malaysia, NGO IK Clinic TAJA IJ Malaysia, serta NGO Ihsan Johor Malaysia.
Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan melalui Aliansi Pemuda Peduli untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yatim yang terdampak banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Bireuen, khususnya di Kecamatan Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, dan Kutablang yang sebelumnya menjadi daerah dengan dampak banjir cukup signifikan.
Head of International Office Universitas Almuslim, Risky Novialdi, S.IP., M.HI., mengatakan bahwa keterlibatan Kantor Urusan Internasional dalam kegiatan ini merupakan bagian dari peran strategis universitas dalam membangun jejaring kerja sama global yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, Universitas Almuslim tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penghubung antara berbagai lembaga internasional dengan komunitas lokal sehingga berbagai bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara efektif dan tepat sasaran.
“Melalui Kantor Urusan Internasional, Universitas Almuslim berupaya menjadi jembatan kolaborasi antara organisasi kemanusiaan internasional dengan masyarakat lokal. Kami memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat sampai kepada pihak yang benar-benar membutuhkan, khususnya anak-anak yatim yang terdampak bencana banjir,” ujar Risky Novialdi.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai NGO internasional ini merupakan bentuk nyata solidaritas kemanusiaan lintas negara dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.
Selain itu, kerja sama ini juga memperlihatkan kuatnya hubungan antara lembaga kemanusiaan internasional dengan masyarakat Aceh, yang selama ini dikenal memiliki semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi.
Risky berharap, sinergi yang telah terbangun ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, tidak hanya dalam kegiatan bantuan kemanusiaan, tetapi juga dalam berbagai program kerja sama internasional lainnya yang dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat semangat solidaritas kemanusiaan sekaligus mempererat hubungan kerja sama antara organisasi internasional dengan masyarakat Aceh dalam upaya pemulihan pasca bencana,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Almuslim kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat, khususnya di Provinsi Aceh. (Elga Safitri)
