
Dokumentasi foto Kepala KUI Universitas Almuslim dengan Peace Winds Japan.
Bireuen – Menjelang Hari Raya Idulfitri, harapan dan kepedulian hadir bagi anak-anak yatim yang terdampak banjir di Aceh melalui kolaborasi antara Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Almuslim dan Peace Winds Japan (PWJ), organisasi kemanusiaan asal Jepang. Melalui koordinasi yang dibangun bersama Universitas Almuslim, PWJ memberikan santunan dan bantuan pakaian Lebaran sebagai wujud kepedulian nyata bagi anak-anak yang berada dalam situasi rentan pascabencana.
Inisiatif ini bermula dari pertemuan antara tim KUI Universitas Almuslim dan perwakilan Peace Winds Japan, yaitu Rika Yamamoto, Shoji Endo, dan Svetlana Babina, untuk membahas kondisi masyarakat terdampak banjir di Aceh serta berbagai upaya pemulihan yang telah dilakukan oleh unsur-unsur lokal. Dalam pertemuan tersebut, KUI Universitas Almuslim menyampaikan gambaran kebutuhan masyarakat, termasuk pentingnya memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim yang kehilangan rasa aman dan kebahagiaan di tengah masa pemulihan.

Untuk memahami situasi secara langsung, tim Peace Winds Japan bersama KUI Universitas Almuslim kemudian mengunjungi kawasan terdampak banjir di Peusangan. Kunjungan lapangan tersebut menunjukkan secara nyata bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan dukungan fisik, tetapi juga empati dan solidaritas bagi mereka yang paling rentan. Dari rangkaian proses tersebut, Peace Winds Japan memutuskan untuk mendukung program santunan anak yatim menjelang Lebaran yang digagas oleh Aliansi Pemuda Peduli.
Bantuan yang diberikan meliputi pembelian pakaian Lebaran dan pemberian santunan bagi anak-anak yatim. Di tengah suasana pemulihan, dukungan ini diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan sederhana, memulihkan semangat, serta mengingatkan mereka bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit.
Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Almuslim, Risky Novialdi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Peace Winds Japan.
“Respons cepat dari Peace Winds Japan menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Kami sangat bersyukur karena dalam waktu singkat mereka mengambil keputusan untuk membantu anak-anak yatim menjelang Lebaran. Bagi kami, ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi juga tentang menghadirkan perhatian, harapan, dan kebahagiaan bagi mereka yang sedang bangkit dari dampak banjir,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut juga didukung oleh tim KUI Universitas Almuslim, yaitu Al Furqan dan Nafsul Muthmainnah, yang berperan aktif dalam memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara universitas dan Peace Winds Japan.
Mewakili Peace Winds Japan, Rika Yamamoto menyampaikan bahwa PWJ merasa terhormat dapat membawa semangat solidaritas dari masyarakat Jepang untuk mendukung masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Ia menuturkan bahwa PWJ merasa senang dapat membantu meringankan penderitaan masyarakat terdampak sekaligus turut berbahagia bersama anak-anak yatim yang menyambut Hari Raya. Menurutnya, pesan utama dari dukungan ini adalah pentingnya saling berbagi, terutama pada saat masyarakat sedang menghadapi kesulitan.
Lebih dari sekadar dukungan menjelang Idulfitri, komitmen Peace Winds Japan tidak berhenti sampai di sini. Organisasi tersebut juga menyampaikan niat untuk mengembangkan program bantuan yang berorientasi pada keberlanjutan di Aceh. Dalam waktu dekat, Peace Winds Japan berencana menjalin kolaborasi yang lebih luas dengan Universitas Almuslim guna mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Almuslim dalam menjembatani kolaborasi kemanusiaan ini.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh organisasi internasional kepada Universitas Almuslim untuk turut membantu masyarakat Aceh yang terdampak banjir. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui langkah-langkah pemulihan yang memberikan manfaat nyata, memperkuat solidaritas lintas negara, dan mendorong keberlanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Peace Winds Japan dan Universitas Almuslim ini menunjukkan bahwa sinergi antara organisasi kemanusiaan internasional dan perguruan tinggi dapat menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Menjelang Lebaran, dukungan ini tidak hanya menghadirkan santunan dan pakaian baru bagi anak-anak yatim, tetapi juga membawa pesan yang lebih mendalam: bahwa di tengah ujian pemulihan pascabencana, kepedulian, kebersamaan, dan harapan tetap hidup. (Elga Safitri)
