Presensi Online Mulai Berjalan, Dekan FKIP Pantau Kehadiran Dosen Secara Langsung

Dokumentasi foto Dekan FKIP Universitas Almuslim sedang memantau layar monitoring presensi online di hari kedua.

Bireuen – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., terus aktif melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan presensi online dosen di lingkungan fakultas tersebut. Aktivitas tersebut terlihat pada hari kedua setelah pemasangan televisi sebagai layar monitoring presensi online, Selasa, 7 April 2026.

Pada kesempatan tersebut, Dekan FKIP tampak berdiri tepat di depan layar monitoring sambil memperhatikan data presensi yang ditampilkan secara langsung. Layar tersebut menampilkan informasi kehadiran dosen, jadwal perkuliahan, serta jumlah mahasiswa yang mengikuti proses pembelajaran di masing-masing kelas. Kehadiran pimpinan fakultas secara langsung dalam memantau sistem tersebut menunjukkan komitmen FKIP Universitas Almuslim dalam memastikan implementasi sistem presensi digital berjalan optimal.

Dr. Sari Rizki menyampaikan bahwa keberadaan layar monitoring presensi online memberikan manfaat yang sangat besar dalam mendukung pengawasan kegiatan akademik. Menurutnya, sistem ini memungkinkan pihak fakultas untuk melihat secara langsung perkembangan proses belajar mengajar, baik terkait dosen yang hadir maupun yang belum masuk kelas, serta jumlah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.

Ia menjelaskan bahwa dengan tampilan data yang tersaji secara real time, proses monitoring menjadi lebih mudah dan efektif. Pimpinan fakultas tidak perlu lagi menunggu laporan manual, karena seluruh informasi telah tersedia secara terintegrasi melalui sistem digital. Hal ini dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat kedisiplinan dalam pelaksanaan perkuliahan.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa layar monitoring presensi online memudahkan dirinya dalam mengawasi dosen yang aktif melaksanakan perkuliahan sesuai jadwal. Apabila terdapat dosen yang belum masuk kelas, ia dapat segera mengambil langkah cepat dengan menghubungi dosen yang bersangkutan untuk menanyakan alasan ketidakhadiran.

Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata untuk pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam memastikan proses pembelajaran tetap berjalan sesuai dengan perencanaan akademik. Dengan demikian, mahasiswa tetap memperoleh haknya untuk mengikuti perkuliahan secara optimal.

Penerapan sistem monitoring presensi online ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih disiplin dan profesional di lingkungan FKIP Universitas Almuslim. Kehadiran pimpinan fakultas yang secara langsung memantau sistem menjadi contoh nyata bahwa transformasi digital tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari.

Lebih lanjut, keberadaan layar monitoring tersebut juga membantu dalam proses evaluasi akademik secara berkelanjutan. Data kehadiran dosen dan mahasiswa yang tersaji secara sistematis dapat menjadi bahan analisis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap program studi.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara intensif, FKIP Universitas Almuslim optimistis bahwa sistem presensi online dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. Upaya ini sekaligus memperkuat komitmen fakultas dalam mengembangkan tata kelola akademik berbasis teknologi yang modern, transparan, dan akuntabel. (Elga Safitri)