
Kuliah Lapangan Mitigasi Bencana, Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Almuslim Kunjungi BPBD Bireuen
Bireuen 5 Mei 2026. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Almuslim melaksanakan kuliah lapangan Mata Kuliah Mitigasi Bencana ke Kantor BPBD Kabupaten
Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa di bawah bimbingan Dr. Ir. Cut Azizah, S.T., M.T.Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, penanganan darurat, serta peran BPBD dalam penanggulangan bencana di daerah.


Rombongan mahasiswa disambut oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bireuen, Ir. Marwan, S.T., M.T., bersama Fadli, S.Sos., Kasi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, serta M. Jani, Staf BPBD Kabupaten Bireuen sekaligus Danpos Pemadam Kebakaran Wilayah Juli.
Dalam sambutannya, Ir. Marwan, S.T., M.T. menyampaikan bahwa kegiatan kuliah lapangan seperti ini penting untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap kondisi nyata di lapangan. Sebagai alumni Teknik Sipil Universitas Almuslim, ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus belajar dengan baik dan memahami peran keilmuan teknik sipil dalam mendukung penanggulangan bencana.
“Mahasiswa Teknik Sipil harus mampu melihat bahwa ilmu yang dipelajari di kampus memiliki hubungan langsung dengan keselamatan masyarakat. Perencanaan bangunan, drainase, jalan, jembatan, dan infrastruktur publik harus memperhatikan aspek risiko bencana sejak awal,” ujar Marwan.

Pada sesi materi, BPBD Kabupaten Bireuen menjelaskan tugas pokok dan fungsi lembaga dalam tiga tahapan penanggulangan bencana, yaitu prabencana, saat bencana, dan pascabencana. Pada tahap prabencana, BPBD berperan dalam pencegahan, kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, pemetaan risiko, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Pada saat bencana, BPBD menjalankan koordinasi tanggap darurat, evakuasi, pendataan, penanganan korban, dan dukungan logistik. Sementara itu, pada tahap pascabencana, BPBD berperan dalam pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
Mahasiswa juga mendapat materi tentang pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, dan penanganan darurat. Dalam diskusi, mahasiswa diminta menjelaskan kesiapsiagaan mereka apabila menghadapi banjir. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat obatan, senter, pakaian, makanan ringan, air minum, dan kebutuhan dasar lain untuk kondisi darurat.
Selain menerima materi, mahasiswa juga diajak melihat langsung peralatan kebencanaan yang dimiliki BPBD Kabupaten Bireuen. Petugas menjelaskan fungsi beberapa peralatan yang digunakan untuk evakuasi, penanganan darurat, dan operasional lapangan.
Mahasiswa juga mengunjungi gudang logistik BPBD untuk melihat kesiapan bantuan dasar yang disiapkan bagi masyarakat terdampak bencana.Dosen pengampu Mata Kuliah Mitigasi Bencana, Dr. Ir. Cut Azizah, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kuliah lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa Teknik Sipil.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa mitigasi bencana tidak hanya dibahas secara teoritis, tetapi juga harus dipahami melalui praktik kelembagaan dan kondisi lapangan.“Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana BPBD bekerja dalam penanggulangan bencana.
Dari kegiatan ini, mereka dapat memahami bahwa teknik sipil memiliki peran besar dalam tahap prabencana, terutama melalui perencanaan infrastruktur yang aman, adaptif, dan memperhatikan risiko wilayah,” ujar Cut Azizah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang hubungan antara ilmu teknik sipil, kesiapsiagaan masyarakat, dukungan logistik, dan penanganan bencana. Kegiatan ini juga memperkuat kerja sama pembelajaran antara perguruan tinggi dan BPBD Kabupaten Bireuen dalam membangun kesadaran mitigasi bencana sejak dini.(Mz)
