
Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi melalui kegiatan Pendampingan Audit Internal Berbasis ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 16–17 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di Ruang Rapat Wisma Ilda, kampus Timur, Universitas Almuslim.

Kegiatan ini dipimpin dan dibuka langsung secara resmi oleh Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., dengan melibatkan sebanyak 34 peserta yang mengikuti proses penguatan kapasitas dan pendampingan terkait peningkatan mutu perguruan tinggi serta persiapan sertifikasi ISO.
Pelaksanaan audit internal tersebut menjadi salah satu langkah strategis Universitas Almuslim dalam membangun sistem penjaminan mutu yang lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, universitas berupaya memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi, tata kelola kelembagaan, serta berbagai layanan akademik dan nonakademik berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu di lingkungan kampus, sehingga peningkatan kualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab unit penjaminan mutu, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan unit kerja di lingkungan universitas.
Dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, Universitas Almuslim menghadirkan sejumlah narasumber dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang sistem penjaminan mutu internal, audit, serta persiapan sertifikasi ISO.


Narasumber yang terlibat yakni Dr. Ir. M. Aman Yaman, M. Agric., Sc., IPU, selaku Fasilitator Wilayah Sistem Penjaminan Mutu Internal (Faswil SPMI) Kemendiktisaintek; Dr. Ir. Irvan Subandar, S.P., M.Si., sebagai lead auditor; Ir. Mudatsir, S.Pt., M.Si., IPM, sebagai auditor; serta Ir. Sri Jeksi, S.Pt., M.Si., yang bertugas sebagai document control.
Kegiatan tersebut turut dilaksanakan melalui kerja sama dengan lembaga mitra yang dipimpin Ir. Sholichin A. Darmawan, Direktur Utama PT Decra Group Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung penguatan sistem manajemen mutu sekaligus membantu Universitas Almuslim mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam proses sertifikasi ISO.
Dalam pelaksanaan audit internal, pemahaman mengenai tujuan dan urgensi audit menjadi salah satu aspek penting yang ditekankan. Audit tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan pemeriksaan untuk menemukan kekurangan atau kesalahan, melainkan sebagai instrumen untuk menjamin mutu, mengevaluasi pelaksanaan standar, dan mendorong perbaikan secara berkelanjutan.
Perguruan tinggi saat ini menghadapi tuntutan yang semakin besar untuk menunjukkan akuntabilitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Tuntutan tersebut berkaitan dengan pemenuhan standar akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), penerapan sistem manajemen mutu berstandar internasional, pengembangan akreditasi internasional, serta pelaksanaan evaluasi dan audit kinerja kelembagaan.
Dalam konteks tersebut, audit internal memiliki peran penting untuk memastikan bahwa berbagai kebijakan dan standar yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Audit juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kendala, menemukan peluang perbaikan, dan memastikan setiap unit kerja memiliki langkah tindak lanjut yang jelas.
Auditor dituntut memiliki kompetensi, integritas, objektivitas, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Mereka tidak hanya bertugas memeriksa kesesuaian dokumen atau kelengkapan administrasi, tetapi juga memahami proses kerja, mengidentifikasi akar permasalahan, serta menyusun rekomendasi yang dapat membantu unit terkait meningkatkan kinerjanya.
Dengan pendekatan tersebut, audit internal diharapkan mampu memperkuat kepercayaan terhadap sistem penjaminan mutu universitas sekaligus menjaga kredibilitas dan marwah institusi.
Salah satu tujuan strategis kegiatan ini adalah membangun budaya mutu yang tumbuh dari kesadaran bersama, bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur atau kekhawatiran menghadapi pemeriksaan.
Budaya mutu menempatkan setiap unsur organisasi sebagai bagian penting dalam proses peningkatan kualitas. Setiap unit kerja diharapkan memahami standar yang berlaku, melaksanakan tugas sesuai prosedur, mendokumentasikan kegiatan secara tertib, serta melakukan evaluasi terhadap hasil kerja yang telah dicapai.
Melalui audit internal yang dilaksanakan secara sistematis, universitas dapat memperoleh gambaran mengenai tingkat kesesuaian antara standar yang ditetapkan dan pelaksanaannya di lapangan. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan yang tepat dan terukur.
Penerapan ISO 9001:2015 yang berorientasi pada sistem manajemen mutu serta ISO 21001:2018 yang dirancang untuk sistem manajemen organisasi pendidikan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola Universitas Almuslim.
Kedua standar tersebut memberikan kerangka bagi organisasi untuk mengelola proses secara sistematis, meningkatkan efektivitas layanan, serta memastikan kebutuhan dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan mendapat perhatian yang memadai.
Bagi Universitas Almuslim, penerapan prinsip-prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan, memperkuat konsistensi pelaksanaan standar, dan membangun sistem kerja yang semakin efektif.
Dengan demikian, audit internal tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan, tetapi menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Dengan adanya Pendampingan dalam kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman teknis mengenai pelaksanaan audit, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut di fakultas maupun unit kerja masing-masing.
Peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran mutu di lingkungan kerjanya. Peran tersebut mencakup membantu unit kerja memahami standar, mendorong ketertiban dokumentasi, mengidentifikasi ketidaksesuaian, serta menyampaikan rekomendasi perbaikan berdasarkan temuan yang objektif.
Kemampuan melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) secara profesional dan humanis juga menjadi salah satu aspek penting yang ingin diperkuat melalui kegiatan tersebut.
Pendekatan profesional berarti audit dilaksanakan berdasarkan kriteria dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, pendekatan humanis menekankan pentingnya komunikasi yang santun, sikap saling menghargai, serta pemahaman bahwa tujuan utama audit adalah membantu organisasi menjadi lebih baik.

Dalam pelaksanaannya, auditor diharapkan mampu membedakan antara evaluasi terhadap sistem kerja dan penilaian terhadap pribadi seseorang. Temuan audit harus disampaikan secara objektif, disertai bukti yang relevan, serta dirumuskan menjadi rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.
Dengan cara tersebut, hasil audit diharapkan tidak menimbulkan budaya saling menyalahkan, tetapi justru membangun keterbukaan dan kesediaan setiap unit untuk melakukan pembenahan.

Selain kompetensi teknis, etika auditor juga menjadi perhatian penting. Auditor dituntut menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh selama proses pemeriksaan, menghindari konflik kepentingan, bersikap independen, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap tahapan audit.
Prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi untuk memastikan bahwa pelaksanaan audit internal berlangsung secara kredibel dan menghasilkan informasi yang dapat dipercaya.
Keberhasilan audit internal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan auditor dalam menemukan ketidaksesuaian, tetapi juga oleh keseriusan pimpinan dan unit kerja dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan.
Oleh karena itu, komitmen pimpinan Universitas Almuslim menjadi bagian penting dalam pelaksanaan sistem penjaminan mutu. Hasil audit harus menjadi bahan evaluasi yang ditindaklanjuti melalui langkah korektif dan perbaikan yang terencana, bukan sekadar menjadi laporan administratif yang disimpan tanpa tindak lanjut.
Setiap temuan yang memerlukan perbaikan perlu dianalisis untuk mengetahui penyebabnya, kemudian diikuti dengan penetapan langkah penyelesaian, penanggung jawab, dan pemantauan pelaksanaan perbaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Tindak lanjut tersebut diperlukan agar audit memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi. Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat dirasakan langsung oleh fakultas, program studi, unit pelayanan, dan seluruh pemangku kepentingan universitas.
Dukungan pimpinan juga diperlukan dalam menyediakan sumber daya yang memadai bagi pelaksanaan penjaminan mutu, termasuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi auditor, penguatan dokumentasi, dan pengembangan sistem evaluasi yang efektif.
Di sisi lain, apresiasi terhadap auditor yang menunjukkan kinerja baik dapat menjadi salah satu upaya untuk membangun motivasi, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat keberlanjutan pelaksanaan audit internal di lingkungan kampus.
Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap mutu bukan hanya berada pada auditor atau unit penjaminan mutu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur organisasi.

Pelaksanaan Audit Internal Berbasis ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 nantinya menjadi bagian dari langkah Universitas Almuslim dalam mempersiapkan institusi menghadapi tuntutan pengelolaan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
Penguatan sistem penjaminan mutu diharapkan dapat membantu universitas meningkatkan konsistensi pelaksanaan standar, memperbaiki efektivitas proses kerja, serta membangun tata kelola yang lebih akuntabel dan transparan.
Upaya menuju perguruan tinggi dengan akreditasi unggul memerlukan proses yang berkesinambungan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, hingga peningkatan standar mutu. Seluruh tahapan tersebut membutuhkan dukungan kebijakan pimpinan, kompetensi sumber daya manusia, ketersediaan bukti pelaksanaan kegiatan, serta budaya kerja yang berorientasi pada kualitas.
Melalui penguatan kompetensi auditor dan keterlibatan aktif setiap unit kerja, Universitas Almuslim diharapkan semakin siap menghadapi proses evaluasi mutu secara internal maupun eksternal.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga diharapkan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif bagi peserta mengenai pelaksanaan audit, pengelolaan dokumen, identifikasi ketidaksesuaian, penyusunan rekomendasi, dan mekanisme tindak lanjut.
Lebih dari sekadar persiapan sertifikasi, penguatan sistem mutu merupakan investasi kelembagaan untuk memastikan bahwa proses pendidikan, pelayanan, dan pengelolaan universitas terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Dengan komitmen pimpinan, dukungan tenaga ahli, serta partisipasi aktif seluruh sivitas akademika, Universitas Almuslim berupaya membangun sistem penjaminan mutu yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga mampu mendorong perbaikan nyata dan berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, Universitas Almuslim menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat fondasi kelembagaan dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing.■Humas_Umuslim
