Laporan : Bd. Liananiar,S.Tr.Keb., MKM/Ketua Pelaksana

Bireuen_ Rabu, 21 Oktober 2026 Jam 08.30 s/d 11.00 WIB bertempat di gedung Kampus Timur Aula Ruang Kuliah Umum. Dalam upaya melahirkan sumber daya manusia unggul dan menyongsong Visi Indonesia Emas 2045, Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar Kuliah Umum bertajuk “Generasi Emas Tanpa Pernikahan Dini: Penguatan Literasi Kesehatan Reproduksi untuk Mewujudkan Remaja Perempuan yang Sehat, Cerdas dan Berdaya”.
Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa Fakultas Kesehatan Sarjana dan DIII Kebidanan ini menghadirkan pakar/praktisi di bidang Obstetri dan Gynekologi dan Kesehatan reproduksi. Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya pernikahan dini serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja.


Siti Rahmah, SST, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Kesehatan, dalam sambutannya menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan masa depan seseorang.
“Pernikahan dini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan reproduksi remaja perempuan, tetapi juga berpotensi menghentikan akses pendidikan serta memicu lingkaran kemiskinan baru. Pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi adalah hak mendasar agar remaja dapat mengambil keputusan yang bijak bagi hidupnya. Melalui edukasi yang tepat, kita ingin memastikan setiap remaja perempuan tumbuh menjadi sosok yang cerdas, mandiri, dan berdaya,” ujar dr. Imam Zahari, Sp.OG selaku Pemateri. Beliau menambahkan, “Melalui sikap yang komunikatif dan edukatif, mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa menunda pernikahan hingga usia matang adalah investasi besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya demi terwujudnya Indonesia Emas.”
Sebagai dosen, kami berharap mahasiswa Kebidanan tidak hanya menguasai teori medis di ruang kuliah, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Saat memberikan edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini, mahasiswa harus bersikap empati, profesional, dan tanpa menghakimi. Mereka perlu menyampaikan informasi kesehatan reproduksi berbasis bukti (evidence-based) dengan bahasa yang mudah dipahami oleh remaja dan orang tua,” tegas bd. Liananiar, S.Tr.Keb., MKM, Ketua Pelaksana kegiatan kuliah umum.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim berkomitmen untuk terus menjadi pelopor dalam gerakan sosial dan edukasi masyarakat demi mencetak generasi muda berkualitas yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang sejahtera. Fakultas Kesehatan merupakan lembaga pendidikan/organisasi yang berkomitmen tinggi dalam mencetak generasi muda unggul, berintegritas, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa melalui edukasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat.#Humas_Umuslim
