Universitas Almuslim Jadi Ruang Diseminasi Kajian Fiskal Regional Triwulan II 2026

Bireuen, 24 September 2026 — Universitas Almuslim menjadi ruang pelaksanaan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Aceh.


Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Civitas Akademika sebagai Penggerak Ekonomi Kawasan” tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai perkembangan fiskal dan perekonomian regional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi.


Kegiatan dihadiri oleh jajaran Universitas Almuslim, civitas akademika, serta jajaran Kanwil DJPb Provinsi Aceh. Diseminasi ini menghadirkan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Safuadi, S.T., M.Sc., Ph.D., dan Kepala Bagian Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Dr. Mahpud Sujai, S.E., Ak., MPAcc., sebagai narasumber sekaligus pembukaan oleh Wakil Rektor III Universitas Almuslim, Dr. drh. Zulfikar, M.Si.


Dalam sambutannya, Dr. drh. Zulfikar menyampaikan apresiasi kepada Kanwil DJPb Provinsi Aceh atas pelaksanaan kegiatan Diseminasi Kajian Fiskal Regional di Universitas Almuslim. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi civitas akademika untuk memperoleh informasi dan pemahaman yang lebih luas mengenai kondisi fiskal serta perkembangan ekonomi di Aceh.


Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Peran tersebut tidak hanya melalui proses pendidikan dan pengajaran, tetapi juga melalui penelitian, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusi pemikiran dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.


“Universitas memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Karena itu, sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah, termasuk dalam memahami kondisi fiskal dan ekonomi regional, menjadi sangat penting,” ujar Dr. drh. Zulfikar dalam sambutannya.


Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat menjadi ruang diskusi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Universitas Almuslim dan Kanwil DJPb Provinsi Aceh.
Selanjutnya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Safuadi, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan materi mengenai peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.


Dalam pemaparannya, Safuadi mengangkat tema “Dari Kampus Pencetak Lulusan Menjadi Mesin Pencipta Kekayaan” serta membahas bagaimana universitas kelas dunia mampu melahirkan inovasi dan perusahaan raksasa.
Safuadi menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki potensi yang besar untuk menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan ekonomi. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menghasilkan lulusan, tetapi juga dapat menjadi pusat lahirnya inovasi, penelitian, kewirausahaan, dan berbagai gagasan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


“Kampus memiliki sumber daya berupa ilmu pengetahuan, mahasiswa, dosen, dan hasil riset. Potensi tersebut perlu dikembangkan sehingga perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan nilai ekonomi,” jelas Safuadi.


Ia juga menekankan pentingnya membangun keterhubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka ruang yang lebih besar bagi pengembangan inovasi serta pemanfaatan potensi daerah.


Menurut Safuadi, pemahaman terhadap kondisi fiskal regional juga penting bagi civitas akademika agar dapat melihat berbagai persoalan pembangunan secara lebih komprehensif dan menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan daerah.


Selanjutnya oleh Dr. Mahpud Sujai, S.E., Ak., MPAcc., selaku Kepala Bagian Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Provinsi Aceh, menyampaikan materi terkait “Kajian Fiskal Regional Triwulan II Tahun 2026” yang memberikan gambaran mengenai perkembangan kondisi fiskal dan perekonomian regional Aceh.


Dalam paparannya, Mahpud menjelaskan bahwa Kajian Fiskal Regional merupakan salah satu instrumen untuk melihat perkembangan ekonomi dan fiskal daerah secara lebih menyeluruh.


Informasi tersebut dapat menjadi bahan untuk memahami kondisi pembangunan sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan, tantangan dan peluang yang dihadapi daerah berkaitan kondisi fiskal dan perekonomian daerah untuk dapat berkembang secara berkelanjutan. Informasi ini penting untuk menjadi bahan diskusi bersama, termasuk fungsi perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi melalui berbagai kajian dan penelitian,” kata Mahpud.


Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan ekonomi kawasan. Dengan kapasitas akademik dan sumber daya yang dimiliki, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi melalui penelitian, kajian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Diseminasi Kajian Fiskal Regional Triwulan II 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman civitas akademika Universitas Almuslim terhadap kondisi fiskal dan perekonomian Aceh.


Tema “Mewujudkan Civitas Akademika sebagai Penggerak Ekonomi Kawasan” juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam ekosistem pembangunan. Civitas akademika diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.


Melalui kegiatan ini, Universitas Almuslim dan Kanwil DJPb Provinsi Aceh juga memperkuat ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, kajian, penelitian, dan pengembangan ekonomi kawasan.


Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan adanya penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Kehadiran Kanwil DJPb Provinsi Aceh di Universitas Almuslim diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam mendukung pembangunan Aceh.


Universitas Almuslim terus berkomitmen untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.■Humas_Umuslim