Pascasarjana Umuslim Gelar Kuliah Tamu Internasional: Meningkatkan Kompetensi Pedagogik dalam Kurikulum Adaptif


Bireuen, 4 April 2026_ Universitas Almuslim (Umuslim), sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu internasional bertemakan “Penguatan Kompetensi Pedagogik Profesional Berkelanjutan dalam Implementasi Kurikulum yang Adaptif”


Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula MA jangka Umuslim ini dihadiri oleh Direktur Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si., CEIA Wakil Direktur I Dr. Saiful Bahri, M.Pd Wakil Direktur II Dr. Dra. Cut Khairani, M.Si Ketua Program Studi (Prodi)  Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Dr. Rahmi Novalita, M.Pd., Ketua prodi  Magister Administrasi Pendidikan Dr. Munawar, M.Pd., Ketua prodi  Magister Pendidikan Dasar Dr. Yulia Santi, M.Pd.,  beberapa dosen dari berbagai fakultas serta 327 Mahasiswa Program Pascasarjana Umuslim, dan peserta umum dari berbagai daerah.


Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Pascasarjana Umuslim, Prof. Dr. Halus Satriawan, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pedagogik sebagai upaya menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik dan jejaring internasional mahasiswa Pascasarjana Universitas Almuslim.


Lebih dari itu, sebagai puncak dari kerja sama strategis, kedua institusi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (Implementation of Agreement/IA) yang bertujuan memperkuat sinergi dalam program kuliah tamu dan penelitian kolaboratif. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka peluang pengembangan penelitian dan ilmu pengetahuan secara lebih luas, baik di tingkat regional maupun global.


Pemateri utama dalam seminar ini adalah Prof. Dr. Abdul Halim Bin Masnan dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Abdul didampingi oleh Ketua Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Umuslim, Dr. Alfi Syahrin, M.Pd., yang sekaligus bertindak sebagai moderator acara.


Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Halim menekankan pentingnya pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk era digital dan kecerdasan buatan (AI). Ia menyatakan bahwa teknologi harus diadaptasi secara tepat dalam proses pendidikan agar tidak ketinggalan zaman. “Perkembangan teknologi menjawab kebutuhan akan adaptasi, dan pendidikan harus selalu diperbarui mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat dan tidak pernah berhenti. Ia juga menyoroti tantangan dalam menghadapi perubahan kurikulum serta pentingnya inovasi dan strategi dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia.


Pada acara puncak, sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme menyajikan berbagai pertanyaan dari peserta terkait tantangan moral dan etika di tengah pesatnya perkembangan teknologi.Diskusi ini menciptakan suasana Aula yang lebih hidup dan meriah.

Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah tentang bagaimana menanggulangi menurunnya moral generasi muda dan pentingnya penguatan karakter di tengah kemajuan teknologi. Prof. Abdul menegaskan bahwa teknologi harus disertai dengan penguatan etika dan moral, serta peran orang tua sebagai teladan utama dalam membentuk karakter generasi muda. “Semua berawal dari peran tangan guru yang hebat,” tutupnya


Sebagai rangkuman, seminar ini mengingatkan bahwa di balik kemajuan dunia, pendidikan harus tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan etika. Guru sebagai insan mulia memiliki peran vital dalam membimbing generasi penerus agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia.


Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus memperkuat kompetensi pedagogik dan memperhatikan aspek karakter dalam proses pendidikan. (Muzammil)