Peringati Hari Laut Sedunia 2026, Prodi Kehutanan Umuslim Bersihkan Pantai Cemara dari 180 Kilogram Sampah

Bireuen, 20 Juni 2026 – Program Studi Kehutanan Universitas Almuslim menggelar aksi bersih-bersih di kawasan wisata Pantai Cemara, Gampong Lingka Kuta, Kabupaten Bireuen, dalam rangka memperingati World Oceans Day (hari laut sedunia), Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Aksi Nyata untuk Pantai Tanpa Sampah” ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan kelestarian ekosistem laut.


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Kehutanan Universitas Almuslim, Nuraida, S.P., M.Si., serta mendapat dukungan dari Dekan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim, Dr. Elfiana, S.P., M.Si., dan Wakil Ketua I DPRK Bireuen, Surya Dharma. Aksi lingkungan ini melibatkan sekitar 100 volunteer yang terdiri atas Aksi ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, di antaranya siswa dan guru dari SMK Negeri 1 Gandapura, SMA Negeri 1 Gandapura, MAN 5 Gandapura, HMJ Geografi Almuslim, HMJ Teknik Lingkungan, Kohati Bireuen, PII Bireuen, HMI Cabang Bireuen, Turun Tangan Bireuen, Adiwiyata Green, serta KPH Wilayah V Aceh, serta berbagai komunitas dan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan.


Ketua Panitia, Gunawan, menjelaskan bahwa momentum Hari Laut Sedunia dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap permasalahan sampah di wilayah pesisir.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kebersihan pantai dan laut. Besarnya jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” kata Gunawan.


Dukungan juga diberikan oleh Wakil Ketua I DPRK Bireuen, Surya Dharma, yang turut terlibat langsung dalam aksi pembersihan pantai bersama para peserta. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya melalui ajakan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kita tidak cukup hanya mengajak masyarakat menjaga lingkungan, tetapi juga harus memberikan contoh melalui tindakan nyata. Saya berharap kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan pantai dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” ungkap Surya Dharma.


Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 180 kilogram, yang terdiri atas 24,2 kilogram sampah organik, 102,2 kilogram sampah anorganik, 49,2 kilogram sampah residu, dan 4,4 kilogram sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).


Selain aksi bersih pantai, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang disampaikan oleh mahasiswa Prodi Kehutanan Umuslim. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis sampah, teknik pemilahan, serta pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya guna mengurangi pencemaran lingkungan.

Dominasi sampah anorganik yang ditemukan selama kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan plastik sekali pakai masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah di kawasan pesisir. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan pantai yang bersih dan lestari.


Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dan laut serta mendorong terciptanya perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan demi mewujudkan ekosistem pesisir yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.■Humas_Umuslim


Sumber: FS M