■ Edisi 23 Juni 2026

BIREUEN – Universitas Almuslim (Umuslim) sukses menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Angkatan XL Program Diploma, Sarjana dan Magister pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Acara sakral yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai unsur pejabat penting, mulai dari Gubernur Aceh yang diwakili oleh Asisten III Dr. A. Murtala, M.Si bersama sejumlah pejabat daerah. pimpinan dan anggota DPRK Bireuen, Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Para Petinggi Yayasan Almuslim Peusangan Ketua Pembina dan Pengurus Yayasan Almuslim Peusangan (YAP), Ketua dan anggota Senat Universitas Almuslim, serta rektor beserta jajaran wakil rektor, dekan, dosen, tenaga kependidikan, unsur Forkopimcam Peusangan, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, pimpinan perguruan tinggi, tokoh pendidikan, serta tokoh-tokoh masyarakat, Para Wisudawan/Ti, para orang tua wisudawan serta para Undangan lainnya yang memadati ruang prosesi.

Diawal prosesesi wisuda Angkatan ke XL ini, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Hakim Muttaqim B.SOC, S.H, SC M.EC DEV AFA, melaporkan bahwa Umuslim meluluskan sebanyak 666 wisudawan. Dari total tersebut, 106 lulusan meraih predikat Pujian (Cumlaude), sementara 560 lulusan lainnya berhasil meraih predikat Sangat Memuaskan.

Berikut adalah rincian jumlah wisudawan berdasarkan fakultas dan program studi:
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: 299 orang
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: 98 orang
- Program Pascasarjana: 83 orang
- Fakultas Pertanian: 53 orang
- Fakultas Ilmu Komputer: 48 orang
- Fakultas Kesehatan: 42 orang
- Fakultas Teknik: 31 orang
- Fakultas Ekonomi: 12 orang

Dalam pidatonya, Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar di tengah masyarakat.
Mengutip pemikiran sejarawan dunia, Profesor Yuval Noah Harari, Dr. Marwan mengingatkan bahwa tantangan terbesar abad ini bukan lagi eksploitasi manusia, melainkan ancaman menjadi “tidak relevan” akibat ketidakmampuan beradaptasi dengan teknologi dan perkembangan zaman.
“Ke depannya, yang bertahan dari setiap kesulitan bukanlah yang paling pintar, tetapi sarjana-sarjana yang adaptif,” tegas Dr. Marwan di hadapan ratusan wisudawan.
Sebagai kampus wakaf, Umuslim berkomitmen melahirkan lulusan yang utuh—tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan luas dalam pengabdian. Merujuk pada HR. Ahmad mengenai penyempurnaan akhlak, Rektor berpesan agar para lulusan selalu menjaga kehormatan ilmu mereka dengan moralitas yang luhur.

Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Rektor mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilan mereka hari ini tidak lepas dari cucuran keringat dan doa malam orang tua. Ia menekankan bahwa di balik toga yang megah, ada pengorbanan luar biasa yang tidak pernah tertulis di dalam transkrip nilai.
“Hari ini ketika nama Anda dipanggil satu per satu, ingatlah bahwa sesungguhnya yang sedang dipanggil bukan hanya Anda. Ada nama ayah dan ibu di belakang itu. Ada ayah yang bekerja dari pagi hingga malam demi membiayai kuliah Anda. Ada ibu yang menyimpan doa dalam setiap sujudnya,” ucap Dr. Marwan penuh takzim.
Selain memberikan wejangan, Dr. Marwan juga memaparkan laporan perkembangan pesat Universitas Almuslim dalam lima tahun terakhir sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik. Beberapa capaian signifikan Umuslim hingga tahun 2026 meliputi:
| Indikator Capaian | Detail Perkembangan (Hingga Tahun 2026) |
| Ekspansi Program Studi | Melonjak dari 24 prodi (2021) menjadi 35 prodi (2025) — naik 45,83%. |
| Mutu Akreditasi | 1 Prodi meraih peringkat Unggul, 23 peringkat Baik Sekali, 9 peringkat Baik, dan 2 Terakreditasi Pertama. |
| Kepercayaan Publik | Tren pendaftaran mahasiswa baru dan jumlah mahasiswa aktif terus meningkat konsisten dalam 5 tahun terakhir. |
| Penguatan SDM & Jejaring | Peningkatan jumlah dosen berpendidikan S3, lonjakan publikasi ilmiah, serta perluasan kerja sama riset kolaboratif. |
Di akhir sambutannya, Rektor menitipkan lima bekal hidup penting bagi para alumni baru Universitas Almuslim saat terjun ke masyarakat:
- Jangan pernah berhenti belajar (lifelong learning).
- Jaga integritas di atas popularitas.
- Muliakan kedua orang tua.
- Jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama.
- Berikan kontribusi nyata bagi daerah asal.
“Semoga wisudawan dan wisudawati menjadi generasi yang membawa perubahan bagi bangsa, agama, dan tanah kelahiran,” pungkas Dr. Marwan.
Momentum wisuda ini sekaligus menegaskan kembali komitmen kuat Universitas Almuslim dalam mencetak tenaga profesional yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.*(Humas_Umuslim)
