
Bireuen – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., melepas secara simbolis 397 mahasiswa yang akan mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan pelepasan berlangsung di Musholla Kampus Timur Universitas Almuslim, Kamis pagi, 13 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Wakil Dekan FKIP Universitas Almuslim serta para Ketua Program Studi di lingkungan FKIP. Pelepasan ini menjadi penanda bahwa mahasiswa peserta PPL telah menyelesaikan tahapan pembekalan dan siap menjalankan praktik secara langsung di sekolah-sekolah yang telah ditentukan.
Dalam sambutan dan arahannya, Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., menekankan bahwa pelaksanaan PPL merupakan bagian penting dari proses pendidikan calon guru. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menerapkan ilmu dan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga harus menunjukkan sikap, etika, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai calon pendidik.

Ia mengingatkan mahasiswa agar selama berada di sekolah tempat pelaksanaan PPL dapat menjaga nama baik pribadi, program studi, FKIP, dan Universitas Almuslim.
“Selama melaksanakan PPL, mahasiswa membawa nama Universitas Almuslim. Karena itu, jagalah sikap, etika, kedisiplinan, dan hubungan baik dengan pihak sekolah. Tunjukkan bahwa mahasiswa FKIP Universitas Almuslim mampu menjadi calon pendidik yang profesional dan berkarakter,” demikian arahan Dekan FKIP.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadikan PPL sebagai kesempatan belajar secara langsung dari lingkungan sekolah. Pengalaman selama berada di lapangan diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai kondisi nyata dunia pendidikan, termasuk bagaimana berinteraksi dengan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, maupun lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Microteaching dan PPL FKIP Universitas Almuslim sekaligus Koordinator Kegiatan Pembekalan PPL, Yessi Kartika, M.Pd., menyampaikan bahwa pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 terdapat sebanyak 397 mahasiswa yang mengikuti program PPL.
Menurut Yessi, para mahasiswa tersebut terdiri atas mahasiswa sembilan Program Studi yang ada dilingkup FKIP, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta mahasiswa yang akan melaksanakan PPL pada jenjang SMP dan SMA.
“Total mahasiswa yang mengikuti PPL pada semester ini sebanyak 397 mahasiswa. Mereka akan ditempatkan di 67 sekolah yang tersebar pada beberapa jenjang pendidikan,” jelas Yessi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 mahasiswa berasal dari PAUD, 245 mahasiswa dari PGSD, serta 140 mahasiswa dari jenjang SMP/SMA dari Program Studi lainnya yang ada dilingkup FKIP.

Untuk lokasi penempatan, mahasiswa PPL akan diterjunkan ke 67 sekolah, yang terdiri atas 42 sekolah untuk PGSD, 22 sekolah pada jenjang SMP/SMA, serta 3 sekolah untuk PAUD.
Selain PPL reguler di Kabupaten Bireuen, FKIP Universitas Almuslim juga kembali memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti PPL Internasional. Pada periode ini, sebanyak tiga mahasiswa akan melaksanakan kegiatan PPL di Malaysia.
Sementara mahasiswa lainnya akan mengikuti PPL Reguler yang ditempatkan di sejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen. Penempatan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sebelum dilepas untuk menjalankan praktik di sekolah, seluruh mahasiswa peserta PPL telah mengikuti kegiatan Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Pembekalan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan secara langsung ke sekolah. Melalui kegiatan itu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknis pelaksanaan PPL, tetapi juga mendapatkan penguatan mengenai etika, sikap profesional, tanggung jawab, serta adab sebagai calon pendidik.
Dalam pembekalan sebelumnya, mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai pentingnya menempatkan adab dan akhlak dalam menjalankan tugas sebagai calon guru. Hal tersebut sejalan dengan tujuan PPL yang tidak semata-mata memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga membentuk kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia pendidikan secara profesional.
Yessi menjelaskan, pelaksanaan PPL nantinya akan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan berbagai kompetensi yang telah dipelajari selama berada di bangku kuliah. Mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori pembelajaran dengan kondisi nyata di sekolah serta belajar memahami karakteristik peserta didik yang beragam.
“PPL merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan sekolah. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk mendapatkan pengalaman, membangun komunikasi, dan mengembangkan kompetensi sebagai calon guru,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama menjalankan PPL, mahasiswa diharapkan dapat berkoordinasi dengan guru pamong, dosen pembimbing lapangan, serta pihak sekolah. Koordinasi dan komunikasi yang baik dinilai penting agar seluruh rangkaian kegiatan PPL dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dengan jumlah peserta mencapai 397 mahasiswa dan penempatan pada 67 sekolah, program PPL FKIP Universitas Almuslim Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 diharapkan dapat memberikan pengalaman lapangan yang bermakna bagi seluruh peserta.
Mahasiswa dijadwalkan mulai diantar ke sekolah-sekolah tujuan pada Senin, 17 Agustus 2026. Selanjutnya, mereka akan menjalankan berbagai aktivitas PPL sesuai dengan program studi, jenjang pendidikan, serta ketentuan yang berlaku di masing-masing sekolah.
Pelepasan secara simbolis oleh Dekan FKIP Universitas Almuslim tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di dunia pendidikan.
Melalui kegiatan PPL ini, FKIP Universitas Almuslim terus berupaya mempersiapkan calon-calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga menjunjung tinggi etika, profesionalisme, tanggung jawab, dan nilai-nilai akhlak dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.■Humas_Umuslim
