
BANDUNG – Fakultas Teknik (FT) Universitas Almuslim (Umuslim) dan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengimplementasikan Kesepakatan Kerja Sama (KKS) melalui kegiatan Guest Lecture Series, Rabu (2/9/2026), di SAPPK ITB, Bandung.

Kerja sama yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Teknik Umuslim Dr. Muhammad Yanis, S.T., M.T. dan Dekan SAPPK ITB Prof. Dr. Eng. Puspita Dirgahayani, S.T., M.Eng. tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi awal, SAPPK ITB menghadirkan Dr. Cut Azizah, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknik Universitas Almuslim, dalam Guest Lecture Series bertajuk “Bertahan atau Pindah? Pembelajaran dari Lanskap Rawan Banjir Bandang di Aceh.”

Kegiatan yang berlangsung di Studio Lt. 3, Labtek IXB SAPPK ITB tersebut diikuti mahasiswa pada mata kuliah AL5104 Manajemen dalam Perencanaan Lanskap dan AL6099 Tesis, serta terbuka bagi sivitas akademika SAPPK ITB dan anggota Ikatan Ahli Lanskap Indonesia (IALI).
Dr. Cut Azizah yang memiliki fokus keilmuan pada hidrologi, manajemen sumber daya air, dan mitigasi bencana alam, khususnya banjir bandang, membawa perspektif Aceh melalui pengalaman riset mengenai kerentanan berbagai Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh serta keterlibatannya dalam kegiatan pemulihan pascabencana dan edukasi banjir bandang di Bireuen.
Sebagai bagian dari ITB, SAPPK memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu, inovasi, dan kebijakan di bidang lingkungan binaan, wilayah, dan perencanaan pembangunan. Tantangan seperti urbanisasi, perubahan iklim, ketimpangan wilayah, dan kebutuhan tata kelola perkotaan serta regional yang inklusif membutuhkan pendekatan lintas disiplin.
Kolaborasi Fakultas Teknik Umuslim dan SAPPK ITB diharapkan dapat memperluas kerja sama dalam riset kolaboratif, pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, publikasi ilmiah, pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan KKS yang langsung diikuti kegiatan guest lecture menjadi langkah awal untuk memastikan kerja sama kedua institusi tidak berhenti pada dokumen, tetapi berkembang menjadi program akademik yang konkret dan berkelanjutan.■Humas_Umuslim
