English Club Universitas Almuslim Gelar Kegiatan “Exploring Acehnese Local Wisdom through Speaking Activities” di MTsN 2 Bireuen


Bireuen, 06/05/2026 — Mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) dari komunitas English Club Universitas Almuslim (ECU) melaksanakan kegiatan pengabdian dan edukasi bertema “Exploring Acehnese Local Wisdom through Speaking Activities” di MTsN 2 Bireuen.

Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan melibatkan mahasiswa perwakilan dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Almuslim bersama para siswa MTsN 2 Bireuen.


Kegiatan tersebut menghadirkan suasana belajar interaktif dengan mengangkat tema-tema kearifan lokal Aceh ke dalam aktivitas speaking atau berbicara bahasa Inggris. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang didampingi langsung oleh mahasiswa sebagai mentor selama kegiatan berlangsung.


Setiap kelompok diberikan tema berbeda yang berkaitan dengan budaya dan tradisi Aceh, seperti Khanduri Blang, Khanduri Laot, Rapai, Saman, Pendopo Bireuen, hingga Pulot Teutet. Melalui tema-tema tersebut, siswa diajak untuk mengenal budaya daerah sekaligus melatih kemampuan komunikasi bahasa Inggris secara aktif dan menyenangkan.


Kegiatan ini diketuai oleh Ikhwan Nur, mahasiswa Universitas Almuslim, bersama mahasiswa dari berbagai fakultas yang turut berpartisipasi sebagai mentor dalam kegiatan edukatif tersebut.


Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan seperti ini sangat positif karena mampu menggabungkan pengembangan kemampuan komunikasi global dengan pelestarian budaya lokal.


“Mahasiswa saat ini harus mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan budaya dan nilai-nilai daerahnya. Bahasa Inggris bukan sekadar mata kuliah, tetapi jendela untuk melihat dunia, membangun relasi, dan memperkenalkan budaya Aceh kepada masyarakat internasional,” ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh English Club tersebut. Ia menilai kegiatan lintas fakultas seperti ini mampu membangun kolaborasi, rasa percaya diri mahasiswa, serta meningkatkan kepedulian terhadap budaya daerah.


“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan melibatkan lebih banyak mahasiswa dari berbagai fakultas. English Club harus menjadi ruang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan mahasiswa, bukan hanya bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, tetapi untuk seluruh mahasiswa Universitas Almuslim,” ujarnya.


Pembina English Club, Misnar, MA, mengapresiasi antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal dapat menjadi media efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk berbicara dalam bahasa Inggris.


“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menyenangkan karena siswa tidak hanya belajar speaking, tetapi juga memahami budaya daerah mereka sendiri. Pendekatan seperti ini membuat siswa lebih aktif, percaya diri, dan mudah berinteraksi,” ujarnya.


Kepala MTsN 2 Bireuen, Dr. Ansari Hasan, S.Pd., MA, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi positif antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus berlanjut di masa mendatang.


“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Almuslim ini. Program seperti ini memberikan pengalaman baru bagi siswa dan mampu meningkatkan motivasi mereka dalam belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih menarik,” katanya.


Melalui kegiatan ini, English Club Universitas Almuslim berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif yang mampu mengembangkan kemampuan mahasiswa dan siswa sekaligus melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan globalisasi.(Muzammil)