
Bireuen – Fakultas Pertanian Universitas Almuslim kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak sepuluh dosen berhasil meraih pendanaan Program Bantuan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Tahun 2026 yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui sistem BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat).
Atas capaian tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim, Dr. Elfiana, S.P., M.Si., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para dosen yang berhasil lolos dalam kompetisi pendanaan nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan peningkatan kualitas akademik dosen serta komitmen Fakultas Pertanian dalam mendorong kegiatan riset dan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi Fakultas Pertanian Universitas Almuslim. Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada para dosen yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui program BIMA Tahun 2026,” ujar Dr. Elfiana.
Sepuluh dosen Fakultas Pertanian Universitas Almuslim yang berhasil meraih pendanaan tersebut yaitu Akmal Izwar, S.Pi., M.Si.; Saniar Fauza, S.P., M.P.; M. Radhi, S.Si., M.Si.; Aidil Amar, S.P., M.Si.; Nuraida, S.P., M.Si.; Dr. drh. Yusrizal Akmal, M.Si.; Irfannur, S.Kel., M.Si.; Dr. drh. Zulfikar, M.Si.; Aiya Sofia, S.Pt., M.Si.; serta Rossy Azhar, S.Kel., M.Si.
Program BIMA 2026 merupakan skema hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas riset dosen serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional dan daerah. Melalui aplikasi BIMA, proses pengajuan proposal, seleksi, hingga monitoring pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terintegrasi dan transparan.
Dr. Elfiana menambahkan bahwa keberhasilan tersebut mencerminkan keseriusan dosen Fakultas Pertanian dalam menghasilkan riset yang aplikatif, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang menjadi basis ekonomi masyarakat. Ia berharap pendanaan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan inovasi yang berdampak langsung di lapangan.
“Kami berharap para dosen penerima hibah dapat menghasilkan luaran yang berkualitas, baik berupa publikasi ilmiah, teknologi tepat guna, maupun model pemberdayaan masyarakat. Hal ini penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan sepuluh dosen tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Almuslim untuk terus meningkatkan kualitas proposal penelitian dan pengabdian. Selain itu, capaian ini juga memperkuat posisi Fakultas Pertanian Universitas Almuslim sebagai salah satu motor penggerak inovasi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Dengan meningkatnya jumlah dosen penerima pendanaan nasional, Fakultas Pertanian Universitas Almuslim optimistis dapat terus meningkatkan produktivitas riset, memperluas kolaborasi akademik, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Elga Safitri)
