
Bireuen – Kegiatan Posyandu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) berlangsung meriah di Desa Pante Baro Gle Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Kegiatan ini terlaksana melalui program Hibah Mahasiswa Berdampak, sebagai bentuk nyata kontribusi Perguruan Tinggi dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan masyarakat pasca banjir.
Kegiatan posyandu ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk Kepala Desa, Ketua PKK, para kader posyandu, Bidan Desa (Desy Agustina, Amd. Keb) yang turut mendampingi jalannya pelayanan di masing-masing meja posyandu dan sejumlah Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim.
Sebanyak 10 ibu hamil hadir dan mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan melalui standar pelayanan 10T, dimulai dari proses pendaftaran hingga pemeriksaan lengkap. Kegiatan dilanjutkan dengan Senam Hamil yang dipandu oleh Cut Abel Stevani dari mahasiswa sarjana kebidanan yang disambut antusias oleh para peserta.

Para ibu hamil mengaku sangat senang karena selain mendapat pemeriksaan kesehatan, mereka juga memperoleh oleh-oleh “Kit Ibu Hamil” yang berisi kebutuhan penting selama masa kehamilan. Paket tersebut berisi susu ibu hamil, vitamin asam folat dan tablet FE, telur, sayuran, tempe, tahu, serta toge sebagai sumber serat, termasuk baju hamil.
Tidak hanya itu, peserta juga menerima paket persiapan persalinan berupa perlengkapan bayi seperti baju bayi, kebutuhan dasar bayi, minyak kayu putih, minyak telon, kain gendongan, serta selimut bayi.
Para ibu hamil menyampaikan rasa syukur dan bahagia karena kegiatan posyandu ini menjadi yang pertama dilaksanakan kembali setelah wilayah tersebut terdampak banjir beberapa waktu lalu.
Selain pelayanan ibu hamil, posyandu juga melayani bayi usia 6–12 bulan sebanyak 3 bayi. Mereka turut mendapatkan paket Kit Bayi berisi kebutuhan bayi seperti susu, baju, kain gendongan, selimut, serta makanan tambahan.
Kegiatan semakin meriah dengan kehadiran 70 balita yang mengikuti pemeriksaan tumbuh kembang serta mendapatkan makanan tambahan yang disiapkan mahasiswa berupa puding sehat. Balita juga memperoleh Kit Balita yang berisi kebutuhan seperti pampers, susu, vitamin balita, obat cacing, dan baju balita.
Masyarakat menyambut sangat positif kegiatan tersebut karena selain pemeriksaan kesehatan lengkap, posyandu juga mendapatkan dukungan sarana prasarana berupa alat kesehatan hasil hibah program Mahasiswa Berdampak, di antaranya timbangan bayi, timbangan dewasa, doppler untuk mendengar DJJ, tensimeter digital, metlin, serta alat ukur antropometri.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Almuslim lintas program studi, dengan total 50 mahasiswa, terdiri dari 20 mahasiswa Prodi Diploma Kebidanan, 20 mahasiswa Prodi Sarjana Kebidanan di bawah Fakultas Kesehatan, serta 10 mahasiswa Informatika Medis dari Fakultas Ilmu Komputer.
Program ini diketuai oleh Nuraina, M.Keb, dengan dosen pendamping dan anggota tim yaitu Siti Rahmah, SST., M.Kes dan Riyadhul Fajri, M.Kom.
Dalam kesempatan tersebut, kader posyandu dan masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, termasuk rencana pembentukan Posyandu Remaja. Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pengabdian menyampaikan komitmen bahwa kegiatan Posyandu Remaja direncanakan akan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, dan pihak tim menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan Posyandu KIA ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan desa, kader, serta pemerintah desa mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita.
■Muzammil
