
Bireuen – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh civitas akademika Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim. Melalui program bertajuk “HIMBASIA Berbagi”, mereka menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin, 16 Maret 2026.
Kegiatan sosial ini dilaksanakan di dua desa yang terdampak banjir, yaitu Desa Kapa dan Desa Paya Cut. Bantuan disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa yang masih merasakan dampak dari bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Penyaluran bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim, Nia Astuti, M.Pd, bersama dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Mutia Agustisa, M.Pd, serta para pengurus Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMBASIA).
Di Desa Kapa, rombongan disambut oleh Geuchik setempat, Evendi, M.Pd, yang turut mendampingi proses penyerahan bantuan kepada masyarakat penerima. Bantuan berupa paket sembako tersebut diserahkan secara simbolis kepada warga yang terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
Sementara itu, di Desa Paya Cut, tim dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim melakukan pendekatan yang lebih personal dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga penerima bantuan. Mereka menyalurkan sembako kepada anak-anak yatim serta keluarga dhuafa yang membutuhkan, sekaligus menyampaikan dukungan moral kepada masyarakat agar tetap kuat menghadapi berbagai kesulitan pasca bencana.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Nia Astuti, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial civitas akademika terhadap masyarakat sekitar, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan nilai kebersamaan dan empati.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Program ini diinisiasi oleh pengurus HIMBASIA dengan mengusung tema “Ramadhan Berbagi, Merajut Kepedulian di Bulan Suci, HIMBASIA Peduli untuk Aceh Bangkit Lagi.” Tema tersebut mencerminkan semangat mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Melalui kegiatan ini, HIMBASIA bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim berharap dapat memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya kecil dalam membantu masyarakat bangkit kembali setelah terdampak bencana.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk lebih dekat dengan masyarakat serta memahami secara langsung kondisi sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.
Dengan adanya program HIMBASIA Berbagi, diharapkan semangat kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Almuslim, sehingga kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat. (Elga Safitri)
