
Bireuen – Tiga dosen Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Almuslim berhasil meraih pendanaan hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2026. Capaian tersebut menjadi prestasi membanggakan sekaligus menunjukkan meningkatnya produktivitas penelitian di lingkungan Program Studi Hubungan Internasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Almuslim, Yenni Rosana, S.T., M.A Pol Sci., pada Minggu, 12 April 2026. Ia menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tiga dosen yang berhasil lolos dalam seleksi pendanaan hibah tingkat nasional tersebut.

Foto: Bapak Shaummil Hadi, M.A
“Alhamdulillah tiga dosen dari Prodi HI lolos pendanaan hibah DPPM 2026, termasuk salah satunya saya selaku Ketua Program Studi,” ujarnya.
Menurut Yenni Rosana, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa dosen-dosen di lingkungan Program Studi Hubungan Internasional tidak hanya aktif dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga berkomitmen dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan perkembangan isu-isu global dan kebutuhan masyarakat. Ia menilai, pendanaan hibah ini menjadi peluang penting untuk meningkatkan kualitas riset serta memperkuat kontribusi akademik Prodi HI dalam bidang ilmu hubungan internasional.

Foto: Bapak Taufik Akbar, S.IP., M.Han
Adapun tiga dosen Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Almuslim yang berhasil meraih pendanaan hibah DPPM Tahun Anggaran 2026 tersebut adalah:
- Shaummil Hadi, M.A — Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR)
- Yenni Rosana, S.T., M.A Pol Sci. — Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP)
- Taufik Akbar, S.IP., M.Han — Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP)
Ia menambahkan, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi dosen lain untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian. Selain itu, penelitian yang dilakukan nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu hubungan internasional, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu regional, diplomasi, serta kerja sama internasional yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Lebih lanjut, Yenni Rosana juga berharap kegiatan penelitian yang memperoleh pendanaan dapat dilaksanakan secara optimal serta menghasilkan luaran yang berkualitas, seperti publikasi ilmiah, rekomendasi kebijakan, maupun penguatan kapasitas akademik mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan memperoleh hibah DPPM ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya riset di lingkungan FISIP Universitas Almuslim.
Dengan capaian tersebut, Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Almuslim semakin menunjukkan eksistensinya sebagai program studi yang aktif dalam pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Prestasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi penelitian yang berdampak serta memperkuat kontribusi akademik Universitas Almuslim dalam pengembangan ilmu sosial dan politik di tingkat nasional. (Elga Safitri)
