Umuslim Laksanakan Ujian PMB Tahap I untuk Tahun Akademik 2026/2027 dengan Sistem UTBK


Universitas Almuslim (Umuslim) kembali menyelenggarakan proses penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahap I untuk Tahun Akademik 2026/2027. Kali ini, seleksi dilakukan melalui sistem Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK), yang menjadi salah satu metode penilaian paling modern dan efisien dalam menyeleksi calon mahasiswa. Pelaksanaan ujian tahap I ini berlangsung di lantai II Laboratorium M.A Jangka Universitas Almuslim selama dua hari, yakni dari tanggal 6 s.d 7 Juni 2026, dan melibatkan sebanyak 1.593 peserta dari berbagai daerah.Pelaksanaan UTBK ini dilakukan dalam 2 hari, 1 hari hari terdiri dari empat sesi, mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 14.30 WIB, untuk memastikan proses yang tertib dan terorganisir dengan baik.


Peserta yang mengikuti ujian secara langsung (luring) berasal dari tujuh kabupaten di Provinsi Aceh, yaitu Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Selain itu, ada juga peserta yang mengikuti secara daring dari berbagai daerah, termasuk dari luar provinsi seperti Sumatera Utara dan Jawa Barat, menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi terhadap Universitas Almuslim.


Pelaksanaan ujian UTBK ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang akurat tentang kemampuan dan potensi akademik calon mahasiswa.

Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., dalam wawancara singkat menyampaikan bahwa tes ini sangat penting sebagai salah satu indikator utama dalam menyeleksi calon mahasiswa terbaik.


“UTBK ini menjadi salah satu alat yang efektif untuk mengukur sejauh mana kemampuan akademik peserta. Dengan sistem ini, kita bisa mendapatkan data yang objektif dan komprehensif mengenai potensi mereka. Tujuan utama dari pelaksanaan tes ini adalah untuk menemukan bibit-bibit terbaik yang akan menjadi penerus bangsa dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Lebih jauh, Dr. Marwan menegaskan bahwa setelah pelaksanaan UTBK, tidak akan ada proses wawancara kecuali bagi calon mahasiswa penerima Beasiswa KIP. Wawancara hanya akan dilakukan sebagai tahap seleksi tambahan bagi mereka yang mendapatkan beasiswa tersebut, guna memastikan kecocokan dan kelayakan penerima sesuai dengan kriteria yang berlaku.


Selain proses seleksi utama, Rektor menambahkan bahwa Universitas Almuslim juga menyediakan program beasiswa internal yang dapat diakses oleh mahasiswa yang memenuhi syarat tertentu. Program ini bertujuan untuk memberikan peluang pendidikan yang lebih merata dan meningkatkan mutu sumber daya manusia dari kalangan masyarakat yang kurang mampu.


Sementara itu, Ketua Panitia PMB, Dr. Alfi Syahrin, M.Pd., menyampaikan bahwa selama pelaksanaan ujian, beberapa program studi yang diminati oleh calon mahasiswa cukup banyak, di antaranya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), dan Program Studi Bahasa Indonesia. Ketiga program studi ini menjadi favorit karena dianggap memiliki prospek karir yang cerah dan relevan dengan kebutuhan zaman saat ini.


“Selain ketiga program studi tersebut, kami juga menerima pendaftar dari berbagai latar belakang dan bidang minat lainnya. Ada 38 Prodi lainnya dari 9 Fakultas dan Program pascasarjana. Di tahun ini, Kami membuka jalur penerimaan sebanyak 374 peserta melalui jalur undangan, yang merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaring calon mahasiswa berkualitas dan berbakat,” jelasnya.


Rektor dan panitia berharap, pelaksanaan ujian UTBK ini dapat berjalan lancar dan mampu menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya memenuhi syarat akademik, tetapi juga memiliki potensi dan karakter yang baik. Dengan proses seleksi yang transparan dan akuntabel, diharapkan Universitas Almuslim mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.


Selain itu, pelaksanaan ujian ini juga menunjukkan komitmen Universitas Almuslim dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Aceh dan Indonesia secara umum. Dengan sistem UTBK yang modern dan profesional, diharapkan proses penerimaan mahasiswa baru dapat berlangsung secara adil, efisien, dan akuntabel.*(Mz)