Umuslim Perkuat Persiapan Akreditasi Unggul melalui Pendampingan Mutu dan Sertifikasi ISO

Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) terus memantapkan langkah untuk meraih akreditasi perguruan tinggi dengan predikat Unggul. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah melalui kegiatan Pendampingan dan Konsultasi Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi serta Persiapan Sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 9–10 Oktober 2026, di Ruang Kuliah Umum (RKU) 1, Kampus Timur Universitas Almuslim.


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026. Pendampingan ini menjadi bagian dari langkah penguatan sistem penjaminan mutu internal sekaligus mempersiapkan universitas dalam memenuhi berbagai standar yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan tinggi.


Upaya meraih akreditasi Unggul membutuhkan kesiapan menyeluruh, mulai dari tata kelola kelembagaan, kualitas layanan akademik dan nonakademik, pengelolaan sumber daya, pelaksanaan sistem penjaminan mutu, hingga evaluasi dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan. Karena itu, persiapan tersebut memerlukan komitmen dan keterlibatan seluruh unsur pimpinan serta pengelola unit kerja di lingkungan Universitas Almuslim.


Melalui kegiatan pendampingan ini, Universitas Almuslim berupaya memperkuat pemahaman mengenai standar mutu, menata kelengkapan dokumen, serta memastikan setiap unit kerja memiliki sistem pengelolaan yang terukur dan terdokumentasi dengan baik.


Rektor Tekankan Penguatan Mutu Perguruan Tinggi
Dalam sambutan dan arahannya, Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menekankan pentingnya keseriusan seluruh unsur universitas dalam mendukung agenda peningkatan mutu menuju perguruan tinggi berpredikat Unggul.


Peningkatan mutu, dalam konteks tersebut, tidak cukup hanya dilakukan melalui pemenuhan persyaratan administrasi, tetapi harus diwujudkan dalam pelaksanaan tata kelola yang efektif, peningkatan kualitas layanan, serta konsistensi penerapan standar mutu pada setiap unit kerja.

Seluruh unsur universitas diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk melakukan pembenahan, memperkuat koordinasi, dan menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas institusi.
Persiapan menuju akreditasi Unggul juga membutuhkan data dan dokumen yang valid, sistem pengelolaan yang berjalan secara konsisten, serta bukti nyata atas berbagai upaya peningkatan mutu yang telah dilaksanakan.

Dengan demikian, proses pendampingan menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat sekaligus menyusun langkah perbaikan secara terarah.


Fokus pada Standar ISO dan Sistem Penjaminan Mutu
Kegiatan yang diikuti para wakil rektor, kepala bagian, KUPT, dekan, wakil dekan, direktur program pascasarjana, ketua program studi, serta unsur akademik dan nonakademik lainnya tersebut membahas persiapan penerapan standar internasional melalui sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018.


ISO 9001:2015 merupakan standar sistem manajemen mutu, sedangkan ISO 21001:2018 merupakan standar sistem manajemen organisasi pendidikan. Keduanya dapat menjadi instrumen pendukung dalam membangun tata kelola yang lebih sistematis, memperjelas prosedur kerja, meningkatkan konsistensi layanan, dan memperkuat evaluasi kinerja organisasi.


Pada Jumat, 9 Oktober 2026, materi pendampingan difokuskan pada persiapan tahapan dan langkah sertifikasi ISO, pengenalan prinsip-prinsip ISO, serta penerapan sistem manajemen ISO dalam pengelolaan perguruan tinggi.


Pembahasan tersebut menjadi landasan bagi setiap unit kerja untuk memahami standar yang perlu dipenuhi, mekanisme dokumentasi, serta pentingnya pelaksanaan prosedur yang sesuai dengan sistem manajemen mutu.
Sementara itu, kegiatan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dijadwalkan berlangsung pukul 09.00–12.30 WIB sebagai bagian dari rangkaian pendampingan dan konsultasi peningkatan mutu perguruan tinggi.


Penataan Dokumen dan Audit Internal Jadi Perhatian
Selain penguatan pemahaman terhadap standar ISO, agenda pendampingan juga mencakup pemenuhan persyaratan sertifikasi dan pembaruan dokumen mutu di lingkungan Universitas Almuslim.


Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi pemenuhan dokumen klausul ISO, pelaksanaan audit internal, Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), analisis risiko, survei kepuasan, serta laporan capaian dan peningkatan kinerja unit kerja.


Penataan dokumen tersebut penting untuk memastikan bahwa setiap kegiatan dan proses pengelolaan perguruan tinggi memiliki dasar, indikator, serta bukti pelaksanaan yang dapat dievaluasi.


Agenda berikutnya mencakup pelatihan calon auditor internal, pelaksanaan audit internal berbasis ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018, penyusunan laporan audit, serta tindak lanjut hasil evaluasi melalui tinjauan manajemen.


Melalui tahapan tersebut, setiap unit kerja diharapkan mampu mengidentifikasi kekurangan dalam pelaksanaan sistem manajemen mutu dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi yang terukur.


Selanjutnya, universitas akan menjalani evaluasi akhir terhadap kesiapan sistem dokumentasi dan penerapan standar sebelum memasuki tahapan audit eksternal sertifikasi ISO sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Rangkaian pendampingan ini dirancang berkelanjutan, dengan agenda lanjutan pada Oktober hingga November 2026 sebagaimana tercantum dalam perencanaan kegiatan.


Sinergi Seluruh Unit untuk Meraih Predikat Unggul
Target meraih akreditasi perguruan tinggi dengan predikat Unggul menuntut kerja bersama seluruh unsur Universitas Almuslim. Setiap fakultas, program studi, lembaga, biro, dan unit pelaksana teknis memiliki peran dalam memastikan standar mutu diterapkan secara konsisten sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.


Oleh karena itu, kegiatan pendampingan ini tidak hanya diarahkan pada persiapan sertifikasi ISO, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu dan membangun pola kerja yang berorientasi pada hasil, evaluasi, serta perbaikan berkelanjutan.


Penerapan sistem manajemen mutu yang baik diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola universitas, memperkuat akuntabilitas pelayanan, dan menyediakan dokumentasi kinerja yang lebih sistematis. Seluruh aspek tersebut perlu diselaraskan dengan kriteria dan instrumen akreditasi perguruan tinggi yang berlaku.
Meski sertifikasi ISO dan akreditasi perguruan tinggi merupakan dua proses penilaian yang berbeda, penerapan sistem manajemen mutu berbasis standar internasional dapat menjadi salah satu instrumen pendukung bagi universitas dalam membangun tata kelola yang lebih terukur dan konsisten.


Dengan pendampingan yang terencana serta komitmen seluruh pemangku kepentingan, Universitas Almuslim berupaya memperkuat fondasi peningkatan mutu institusi sebagai bagian dari langkah menuju perguruan tinggi berpredikat Unggul.


Melalui proses tersebut, Universitas Almuslim diharapkan tidak hanya mampu memenuhi standar penilaian akreditasi, tetapi juga mengembangkan budaya mutu yang berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan kelembagaan.■Humas_Umuslim