Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim Gelar Pelatihan PHBS dan PSS untuk Perkuat Ketangguhan Kader Pascabencana


Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim (Umuslim) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan kader bertema “Penguatan Peran Kader melalui Pelatihan PHBS dan PSS untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Tangguh” yang berlangsung di lingkungan Kampus Universitas Almuslim.(7/5/2026)

Kegiatan ini diikuti oleh 25 kader ILP berasal dari Desa Krueng Beukah dan Desa Pante Lhong dengan penuh antusias dan semangat. Kegiatan berlangsung selama satu hari penuh mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan menghadirkan 2 pemateri yang ahli dibidangnya.


Program ini merupakan hasil kerja sama internasional bersama Peace Wind Japan (PWJ) yang berada di bawah koordinasi Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Almuslim, Rizky Novialdi, S.IP., M.HI dan dikelola langsung oleh Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim sebagai bentuk implementasi tridharma bidang pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional dengan mendukung penguatan kesehatan masyarakat pascabencana, khususnya di wilayah desa binaan.


Ketua panitia kegiatan, Bdn. Anna Malia, M.Keb menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam menghadapi berbagai dampak pascabencana meliputi kesehatan fisik, psikologis hingga kesehatan lingkungan di masyarakat terdampak.


“Melalui kegiatan ini diharapkan kader mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat dalam mewujudkan kesehatan lingkungan serta memberikan dukungan psikososial bagi warga terdampak bencana,” ujarnya.


Materi pertama disampaikan oleh Ns. Fitrissani, S.Kep., M.Si yang membahas “Penguatan kapasitas kader Posyandu dalam Pemberian Psychosocial Support Service (PSS) atau dukungan psikososial pascabencana”. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya peran kader dalam mengenali masyarakat yang mengalami trauma, stres, kecemasan, maupun gangguan psikologis akibat bencana.


“Kader dilatih untuk menilai kondisi psikologis masyarakat, mengenali tanda-tanda gangguan psikis, serta menentukan masyarakat yang perlu dirujuk ke puskesmas apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.


Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Dewi Maritalia, M.Kes tentang “Kader Hebat, Rumah Tangga Sehat: Kader posyandu sebagai agen Perubahan PHBS di masyarakat”. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa penerapan PHBS sangat penting untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit setelah banjir, terutama penyakit berbasis lingkungan seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan. Beliau menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai kebersihan diri, sanitasi lingkungan, penggunaan air bersih, serta kebiasaan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.


Setelah sesi istirahat dan shalat, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung cara mencuci tangan yang benar serta simulasi edukasi kesehatan yang nantinya akan diterapkan kembali oleh para kader di desa masing-masing. Para peserta terlihat aktif mengikuti praktik dan diskusi kelompok selama kegiatan berlangsung.


Diskusi dan sesi tanya jawab berjalan interaktif. Para kader menyampaikan berbagai pengalaman saat mendampingi masyarakat pascabanjir serta kendala yang dihadapi di lapangan, terutama terkait kesehatan lingkungan dan kondisi psikologis warga terdampak.


Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim, Siti Rahmah, M.Kes yang membuka sekaligus menutup kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Kesehatan dalam memperkuat ketahanan masyarakat melalui pemberdayaan kader desa.


“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat layanan posyandu dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang,” ujarnya.


Beliau juga menyampaikan bahwa Fakultas Kesehatan akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi terkait PHBS dan PSS selama tiga bulan ke depan agar kader tetap mendapatkan penguatan dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.


Selain pelatihan, program ini juga akan didukung dengan fasilitasi alat-alat posyandu secara lengkap guna menunjang pelaksanaan tugas kader di desa binaan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim menunjukkan komitmennya dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi kondisi pascabencana melalui penguatan kapasitas kader desa secara berkelanjutan.(Muzammil)