Universitas Almuslim Bireuen Berkomitmen Mengimplementasikan Kebijakan Antikekerasan, Antinarkoba dan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh secara resmi menyelenggarakan kegiatan Internalisasi Kebijakan Anti-Kekerasan, Anti-Korupsi, dan Anti-Narkoba di lingkungan perguruan tinggi swasta. Acara yang berlangsung secara luring selama tiga hari, mulai dari Rabu hingga Jumat (6-8 Mei 2026), ini dipusatkan di The Pade Hotel, Aceh Besar.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh 30 perguruan tinggi, yang terdiri dari 2 para pengelola akademik dan personil Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah naungan LLDikti Wilayah XIII. Universitas Almuslim memberikan Surat Perintah Tugas (SPT) kepada dua orang dosen yang membidangi Satgas PPKPT mereka, yakni Dr. Zahriyanti, S.Pd.I., MA selaku Ketua Satgas PPKPT Universitas Almuslim, dan Bapak Al-Azhar, S.S., M.Sos selaku Ketua Divisi Pencegahan PPKPT.

Kepala LLDikti Wilayah XIII, Bapak Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T dalam pembukaan acara menegaskan bahwa pengelola akademik dan Satgas PPKPT merupakan instrumen vital dalam memastikan lingkungan kampus yang sehat dan berintegritas. Fokus utama kegiatan ini adalah memperdalam pemahaman mengenai implementasi regulasi terbaru guna memberantas “Tiga Dosa Besar” di dunia pendidikan: kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi, yang kini diperluas dengan penguatan aspek Antikekerasan, Antikorupsi serta Antinarkoba.

“Pentingnya optimalisasi peran dan tugas dari satgas PPKPT di perguruan tinggi. Kehadiran Satgas PPKPT bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud kehadiran negara dalam melindungi sivitas akademika. Melalui pertemuan di The Pade Hotel ini, kita menyelaraskan langkah agar kebijakan pusat dapat terimplementasi secara konkret di setiap kampus swasta di Aceh,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang terbagi dalam beberapa sesi. Sesi pertama diisi dengan materi tentang : From Policy to Action: Membangun Budaya Kampus yang Aman, Bersih, dan Merdeka, oleh Bapak Julians Andarsa, SH., LL.M (Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek). Materi kedua tentang Anti Kekerasan, Dare to Speak: Pencegahan Kekerasan dan Dukungan Kesehatan Mental di Kampus, oleh Ibu Nurmiati, S.P., M.K.M. (Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan). Materi ketiga  tentang Kebijakan AntiNarkoba, Kampus Bersinar (Bersih dari Narkoba): Membangun Generasi Muda Bebas Narkoba oleh ibu Desi Rosdiana, S.KM., M.K.M (Konselor Adiksi Ahli Narkotika). Materi keempat tentang Kebijakan Antikorupsi: Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Budaya Antikorupsi di Indonesia, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Materi terakhir tentang Kekerasan dan Cara Melihatnya: Praktik Baik Menuju Pencegahan Kekerasan, yang disampaikan oleh Bapak Aditya Rivaldy, S.H., LL.M.

Ketua satgas PPKPT Umuslim Dr. Zahriyanti, S.Pd.I, MA dalam sela kegiatan menyampaikan “Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa Universitas Almuslim memiliki standar operasional yang sejalan dengan kebijakan nasional. Kami fokus pada optimalisasi kebijakan Antikekerasan, Antikorupsi dan Antinarkoba, salah satu upayanya yaitu melalui  internalisasi 3 isu ini dalam RPS Mata Kuliah Akhlak Tasauf, Fiqih Syariah dan MK Anti Korupsi, serta mata kuliah lainnya yang relevan. Disamping itu kami juga akan mengupayakan penguatan sistem pelaporan yang aman bagi korban serta program pencegahan yang lebih masif di lingkungan kampus,”

Selaras dengan hal tersebut, Bapak Al-Azhar, S.S., M.Sos selaku Ketua Divisi Pencegahan menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan. Melalui internalisasi ini, Divisi Pencegahan PPKPT Universitas Almuslim berencana menyusun skema sosialisasi yang lebih adaptif bagi mahasiswa, guna memutus mata rantai kekerasan dan penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Kegiatan berakhir pada Jumat (8 Mei 2026) dengan Penyusunan Rencana Aksi Implementasi Antikekerasan, Antinarkoba dan Antikorupsi di Perguruan Tinggi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIII Aceh, dan acara sekaligus ditutup oleh Ketua Panitia Bapak Masykur, S.T.,M.Pd.  Harapan beliau kepada seluruh pengelola PTS yang hadir untuk dapat mewujudkan kampus yang bersih, aman, dan berprestasi, bebas dari kekerasan, korupsi dan narkoba.(Muzammil)